
"Sayang sudah sampai" Danu menepuk pipi Andini pelan.
"Huaaammm"Andini menggeliat "udah dari tadi mas?" tanya Andini dengan kondisi masih setengah sadar. "Baru aja kok,ayo" Danu beranjak dari duduknya mengulur kan tangan.Andini meraih tangan Danu dan mereka berjalan dengan begitu mesra.
Ya Allah kuatkan hamba mu ini
Beri menatap iri,membuatnya jadi merindukan Ica. "Papa kangen sayang" beri mengusap wajahnya dengan kedua tangan.Bayangan istrinya yang tengah hamil buah cinta mereka membuat Beri semakin merindu.
Sesampai di hotel,dengan cekatan beri sudah memesan dua kamar.Satu kamar presidential sweet untuk Danu dan Andini.Dan satu kamar sweet room untuk dirinya.Beri sengaja memilih kamar yang bersebelahan,agar memudahkan aksesnya dengan Danu.
"Nih" Beri menyerah kan kunci kamar hotel pada Danu. Danu meraih kunci itu "Ber tolong lu urus soal pekerjaan yang sudah kita bahas tadi,lakukan sesuai rencana yang tadi aku jelaskan.Dan jangan lupa atur jadwal makan malam dengan Mr.Alex"Jelas Danu pelan,sambil melirik Andini yang tengah asyik memainkan ponselnya.
"Tapi Nu...." Belum sempat Beri menyelesaikan kalimatnya, "Sudah,gak ada tapi-tapian.Aku yakin kamu bisa.Jika ada masalah kau bisa menghubungiku. Sindi akan membantumu" potong Danu sambil menunjuk Sindi yang sudah melambaikan tangan ke arah Beri.Beri terbengong melihat Sindi yang tiba-tiba muncul di antara mereka.Tidak tau entah darimana datangnya anak itu.
"Kenapa dia ada di-----" beri mengedarkan pandangannya.Namun ia tak menemukan orang yang ia maksud.Danu dan Andini sudah menghilang dari hadapan nya.
Sial gw di kerjain sama Danu,ternyata ini akal bulusnya.Pekerjaan di Bali hanya ia jadikan tameng untuk bersenang-senang dengan Andini.Danuu.....kau jahat sekali,kau melimpahkan semua pekerjaan padaku,sementara kau bersenang-senang dengan istrimu.Awas kau Danu.....
Tiba-tiba ponsel beri berbunyi sekali,pertanda ada pesan masuk.
"Jangan khawatir,aku akan membayar mu tiga kali lipat plus bonus.Dan jika pekerjaanmu bagus.Aku akan menambah bonusnya,bersemangat lah sahabatku.Kamu pasti bisa" Beri tersenyum kecut membaca pesan dari Danu.
Cih kalau ada maunya aja baru ngaku sahabat.Tapi....di bayar tiga kali lipat plus bonus?...bolehlah...untuk masa depan si kecil.Lagian dengan bekerja aku tidak perlu menyaksikan adegan mesum mereka.Do'akan papa ya sayang....
Ternyata Danu memang paling mengerti cara membuat Beri bersemangat.Nominal yang ia tawarkan berhasil membuat semangat Beri menggebu.
Beri langsung menuju kantor cabang yang ada di Bali.Beri menjalankan semua rencana yang sudah di susun oleh Danu.Bersyukur di samping Beri ada sindi,yang sudah di beri arahan juga oleh Danu.Jadi Beri sangat terbantu oleh sindi.Ternyata semuanya sudah di atur Danu dengan sangat rapi.Semua pekerjaan berjalan dengan mulus sesuai rencana.
__ADS_1
Di kamar hotel....
Danu tak mau melepas kan Andini sedikitpun.Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu berdua mereka.Bulan madu mereka yang belum sempat terwujud karena urusan pekerjaan kini justru karena urusan pekerjaan membuat mereka seakan berbulan madu.
Andini sudah terkulai di atas ranjang.Sementara Danu tersenyum penuh kepuasan.
Hah kalau hanya untuk merontokkan seluruh tulangku,kenapa harus jauh-jauh kesini.Di rumah juga bisa,lagian kenapa dia tidak ada capeknya sih? padahal dia sudah melakukannya beberapa kali.Tapi kenapa dia masih terlihat segar?sementara aku bahkan sudah tidak kuat untuk berdiri.
"Sayang,terimakasih" Danu mengecup puncak kepala Andini.
"Mas aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Andini sambil memutar-mutarkan telunjuknya di dada bidang Danu. " Ya boleh dong sayang,emang kamu mau minta apa?insya Allah aku penuhi" ucap Danu mengecup ujung tangan Andini. "Mas aku bosen kalau di rumah terus,jadi aku ingin bekerja.Bolehkan?" Danu mengangkat kepalanya,dan menatap Andini dengan pandangan tajam. "Bukankah aku sudah memberimu Mastercard ?" tanya Danu kesal. "Mas bukan masalah materi.aku memang tidak kekurangan materi" Andini meraih tangan danu,mencoba meredam emosi sang suami. " Jika bosan kau bisa jalan-jalan kemanapun yang kau mau,aku juga tidak pernah melarang mu" dengus Danu. " Iya mas aku tau,mas bisa memenuhi semua kebutuhanku,memberikan apa yang kumau.Tapi aku juga punya impian mas,dulu sewaktu SMA aku ingin memiliki sebuah toko roti....."
"Jika hanya toko roti,aku akan membelikannya atas namamu.Kamu tidak perlu bersusah payah,akan aku rekrut orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya,kau tinggal menerima hasilnya saja setiap bulan.Bagaimana ide aku baguskan?" ucap Danu bangga.
Bagus apanya? jika seperti itu sama saja aku tidak bekerja.Maksud aku bukan seperti itu somplak
"Tidak,aku tidak akan membiarkan istriku kelelahan di dapur untuk membuat roti" Danu tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
"Mas aku tidak akan lelah,aku akan suka mengerjakannya.Melakukan hal yang kita suka itu tidak akan melelahkan" Rayu Andini.
"Sayang....aku mencintaimu.Jadi jangan membuatku menjadi suami yang jahat karena membuat istrinya bekerja.Huh seperti aku tidak sanggup menafkahi saja.Aku hanya ingin,kau mengurus ku dengan baik.Aku hanya ingin waktumu sepenuhnya untukku" Danu menarik dagu Andini hingga mendongak kearahnya.
"Mas aku tetap akan mengurus mu dengan baik,tapi.....ya sudahlah....mungkin memang nasipku sudah seperti ini.Harus bisa menelan pahitnya mengubur impian sendiri" ucap Andini sendih.
Ais kenapa dia harus berekspresi sesedih itu?,apa aku salah jika ingin memanjakannya dengan apa yang aku miliki?.....aku hanya ingin dia selalu bergantung padaku .Itu saja .
"Ya sudahlah lakukan apa yang kau suka.Asal jangan sampai kau menjadi sibuk dan melupakan aku.Aku tidak suka di nomor duakan!" Seru Danu.
__ADS_1
Akhirnya dengan berat hati Danu memberikan ijinnya.Karena Danu paling tidak bisa melihat kesedihan di wajah istrinya.Namun tetap saja,semua kegiatan Andini akan berada dalam pengawasan Danu.
Mendengar kalimat persetujuan dari suaminya,Andini langsung tersenyum kegirangan "Terimakasih sayang" emuach emmuach emuach Andini langsung menghujani wajah Danu dengan begitu banyak ciuman.Ternyata memasang wajah sedih adalah memang cara paling ampuh untuk meluluhkan hati sang suami.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Danu dan Andini sudah berada di restoran untuk makan malam bersama Mr.Alex. Andini tampak gugup,karena ini pertama kalinya ia harus menemani pertemuan Danu dengan orang penting bagi perusahaannya. " Mas,aku takut...." ucap Andini pelan,pengalaman pertama tentu membuat Andini merasa tegang. "Kenapa harus takut?ini hanya makan malam...anggap saja seperti saat bersama mami dan papi.Suasana keluarga pasti akan dengan mudah membuat hati seseorang tersentuh".Ucap Danu santai,mencoba mengusir ketegangan yang di rasakan Andini.
"Sayang,jika kau ingin memulai bisnis.Kau harus bisa menghadapi orang-orang yang akan memberikan keuntungan untukmu.Buat mereka senyaman mungkin sehingga ia merasa tertarik dengan sesuatu yang kamu tawarkan,bukankah mengelola sebuah toko roti selain mengandalkan rasa juga perlu managemen marketing agar penjualan meningkat dan mendapat kan omset lebih banyak.Anggap saja kamu sedang belajar...bagaimana cara menarik hati seseorang di meja makan" Danu sengaja menyinggung ambisi yang di ungkap istrinya tadi.Dan yang benar saja,Andini langsung tampak excited mendengar penjelasan asal Danu.Emang apa hubungannya managemen marketing dengan makan malam? ya udah deh gak usah di bikin pusing yang penting Andini nya seneng.
Tak lama kemudian Mr.Alex dan istrinya tiba.Mereka saling berjabat tangan dan bertanya kabar.Andini sempat terperangah menyaksikan Danu yang begitu Pasih menggunakan bahasa asing.Mereka tampak begitu asyik menikmati makanan dengan obrolan santai di antara Danu dan Mr.alex.Sementara Andini hanya tersenyum ramah,walau tak mengerti apa isi obrolan mereka.
Tidak di sangka,sikap ramah Andini di sukai oleh Mr.Alex dan istrinya.Hingga tanpa Danu minta Mr.Alex dengan senang hati menawarkan kerjasama bersama Danu.
"Senang bertemu dengan anda nyonya Andini.Anda sangat cantik,oh ya saya baru inget kalau tidak salah anda adalah pemenang acara MasterChef yang pernah ada di stasiun tv xx kan?" Mrs.Lusia istri Mr.Alex menuding Andini karena mengingat sesuatu tentang Andini.
Wah apa-apa an ini,nyonya bule ini bisa bahasa indonesia?lalu kenapa dia tidak bilang dari tadi
"Wah Mrs.Lusia kok bisa tau?" tanya Andini heran,siapa sangka ia ternyata di kenal oleh seseorang berkelas atas seperti Mrs.Lusia,yang notabene nya orang luar negri pula.
"Saya adalah salah satu penggemar berat anda.Saya selalu mengikuti acara itu,bahkan saya sempat sedih setelah meraih kemenangan itu,anda tidak pernah lagi muncul di televisi" Mrs Lusia langsung berdiri dan memeluk Andini.Ia sangat bahagia karena bisa bertemu dan melepaskan kerinduan dengan idolanya.
Akhirnya....aku bisa juga berkomunikasi dengan Mrs.Lusia tanpa harus menggunakan bahasa planet yang sedari tadi membuatku pusing
Andini tertawa bahagia dalam hatinya...tak pernah terlintas di benaknya bahwa ada orang yang mengidolakannya selama ini.
Sementara Danu menatap aneh dua wanita yang tengah berpelukan itu.Benarkah apa yang tengah ia lihat dan dengar ini?bahkan sebagai suaminya Danu benar-benar tidak tau akan pencapaian yang pernah di raih oleh Andini.
Kini giliran Andini dan Mrs.Lusia yang tengah asik mengobrol.Sampai Mrs.Lusia menarik kursi nya mendekati Andini.Obrolan mereka terlihat seru,karena tidak jarang keduanya tertawa lepas saat Andini menceritakan momen lucu ketika ia mengikuti perlombaan MasterChef itu. Tentu menjadi pemenang bukanlah hal yang mudah bagi Andini.Begitu banyak kesulitan yang harus ia hadapi.Walau sekarang Andini bisa menceritakan kisahnya dengan tertawa,tapi tentu saja Andini tidak akan mampu tertawa seperti ini pada saat itu.
__ADS_1
Seperti penggemar pada umumnya,tidak lupa Mrs.Lusia meminta tanda tangan dan foto bersama Andini.Danu dan Mr.Alex hanya bisa tersenyum menyaksikan aksi dua wanita itu.