Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Ini Real Bukan prank


__ADS_3

"Ada apa nih,kelihatannya ngobrolnya seru banget.." seru mami Margaret yang tiba-tiba nongol di antara mereka.


"Mami....?,kok bisa ada di sini?....tanya Danu heran melihat sosok mami Margaret yang sudah ada di belakangnya.


"Papi yang bilang kita ketemuan di sini....." jawab papi Yoga santai.


"Mana Andini?...." mami Margaret langsung mencari putri kesayangan yang sudah lama tidak bertemu.


"Di rumah" jawab Danu singkat


"Yah kenapa gak di ajak nongkrong sekalian,kalian para lelaki jahat banget" mami Margaret mencebik kecewa.


"Andini sedang hamil mi,jadi butuh banyak istirahat keadaannya kurang fit" jelas Danu berat.


"Apa? hamil?....." mata mami Margaret langsung terbelalak penuh binar. "Ini bukan Prank kan? di sini gak ada camera nya kan??" mami Margaret mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan,ia tenggelam dalam pemikiran nya sendiri.


"Ih mami gaya-gaya an bahasanya,nongkrong.nge-Prank.....ya gak lah mi,udah berasa seperti anak muda aja.ini bukan Prank....ini real mi. sebentar lagi mami bakal jadi nenek" jelas Danu sambil merangkul pundak mami Margaret yang sudah duduk di sebelahnya.


"Alhamdulillah ya Allah...akhirnya..." mami Margaret mengangkat kedua tangannya lalu mengusap wajahnya penuh syukur. "Selamat ya sayang,putra kecil mami sebentar lagi akan jadi seorang ayah" ucap mami Margaret sambil mengusap rambut Danu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Mami jangan bilang aku anak kecil...." protes Danu sambil mengusap air mata mami Margaret yang sudah tertumpah di pipinya.


"Bagi mami kau masih putra kecil mami yang selalu manjanya kebangetan" Mami Margaret menjembil pipi Danu gemas.


"Mami....aku bukan anak kecil...!" Danu menggeser kan tubuhnya menjauhi mami Margaret dan melipat kedua tangan di bawah dada.


"Ih kamu kalau begini mirip Sifa .....deh,unyu banget...." sekali lagi mami menjembil kedua pipi Danu.


"Sifa? siapa lagi itu?" tanya Danu penasaran dengan nama yang baru saja di sebut oleh maminya.


"Jangan cemburu...Sifa itu tokoh kartun anak-anak" jawab mami Margaret santai sambil tersenyum-senyum membayangkan Danu dan Sifa.

__ADS_1


"Jangan heran,semenjak kepergian kamu dan Andini dari rumah kita,mami itu kebanyakan menghabiskan waktu dengan menonton tv.Pagi-pagi udah ketawa-ketawa sendiri lihat tontonan anak-anak" ujar papi Yoga sambil kembali menyeruput kopi nya.


"Dan satu lagi mami kamu itu juga korban Leslar artis yang lagi booming itu....setiap hari nontonnya itu melulu,sampai pusing papi mah" Adu papi Yoga kesal saat mengingat setiap malam istrinya menatap ponsel.


"Idiiiih papi....mereka itu romantis tau,gak seperti papi...." celetuk mami Margaret sambil mencebikkan bibirnya.


"Papi mah orangnya realistis,gak suka halu...seperti mami!" seru papi Yoga sambil meletakkan cangkir di meja.


"Papi itu bukan realistis tapi gak peka!" cibir Mami Margaret.


"Udah Dee gak usah berantem,udah mau punya cucu masih aja suka berantem. Gimana sih?" Danu menengahi calon kakek dan nenek itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ya begitu lah kedua orang tua Danu,selalu saja berdebat karena masalah sepele.Tapi ini mah "Debat cinta" menurut Danu.


"Oh ya mi,apa benar dulu waktu mami hamil aku mami itu gak suka sama papi?" tanya Danu penasaran. Walaupun sudah mendengar cerita itu dari Papi Yoga tapi ia masih begitu ingin mendengar cerita masa kecilnya versi dari mami Margaret.


"Uhuk..uhuk...uhukkk....." mami Margaret yang tengah menyeruput kopi late yang sudah di pesan papi Yoga untuknya, langsung tersedak mendengar pertanyaan dari Danu.


"Mami.... pelan-pelan dong....gak ada yang minta loh" ucap Danu sambil mengusap-usap punggung mami Margaret.


Mami Margaret menatap tajam papi Yoga. Sementara papi yoga langsung mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan itu.


"Apa aku dulu juga sangat menyusahkan mami?"


"Mami dulu ngidam apa aja?....cerita dong mi..."


Lagi-lagi Danu langsung memborong pertanyaan karena terlalu penasaran.Mami Margaret menunduk ,pertanyaan Danu seolah menyayat luka nya kembali.Buliran bening di itu mengalir begitu saja di pipi mami Margaret.


Danu menarik dagu mami Margaret,dan mengusap air mata itu dengan lembut. "Kenapa mami menangis? apa dulu aku terlalu menyakiti mami?...."


Danu menatap sendu mami Margaret , "Jangan menangis lagi mi,maafkan aku....aku memang sangat nakal ,,tapi mami selalu bersabar menghadapi ku selama ini....melihat Andini terus muntah-muntah aku baru menyadari betapa sulitnya mami saat mengandungku selama sembilan bulan.Bahkan di dalam rahim mami saja aku sudah menyakiti mami....maafkan aku mi..." ucap Danu tulus sambil memeluk lembut mami Margaret.


"Sudah sudah kenapa jadi sedih-sedihan gini. Kabar kehamilan Andini kan seharusnya membuat kita bahagia. Itu makanan sudah datang,lebih baik kita makan yang banyak.Terutama kamu Danu,karena menghadapi ibu hamil itu pasti butuh energi banyak" seru papi Yoga sambil menyeruput kembali kopinya,menutupi kegusaran yang sudah menyelimuti hatinya.

__ADS_1


Kenapa mami terlihat begitu sedih saat aku tanya masa kecilku?


Apa ada sesuatu yang membuat mami terluka saat sedang mengandung diriku?


Danu merangkul pundak mami Margaret dan mengusap-usap bahunya. Walau di dalam hatinya masih di Liputo rasa penasaran,tapi ia masih berusaha mengenyahkan pemikirannya.


"Ya sudah ayo kita makan" ujar papi Yoga sambil meraih semangkuk sup buntut kesukaannya.


"Ya sudah ayo makan....aku sudah lapar..." seru Danu sambil mengusap-usap perutnya,sambil menatap sepiring steak dengan pandangan penuh selera.


"Mas tolong belikan steak di tempat yang biasa,tiba-tiba aku pengen banget"


Baru saja Danu ingin menyantap steak yang ada di hadapannya,namun aksinya harus terhenti saat membaca pesan dari Andini. Danu menghela napas berat.


"Iya sayang,kebetulan aku lagi di tempat itu"


"Kalau gitu,tolong cepat antar ya,lokasinya kan tidak jauh dari rumah.AKU TUNGGU...!"


Melihat pesan Andini menggunakan caps lock,Danu kembali menghela napas dalam.


"Mbak ini steapadak nya di take a way aja ya,cepat" seru Danu seorang pelayan.


"Baik mas" jawab pelayan itu ramah.


"Loh kenapa?" tanya mami papi Yoga.


"Ada urusan penting pi,nanti Danu makan di mobil aja" ucap Danu bohong,tengsin rasanya jika papi nya tau kini ia sedang di buat kalang kabut oleh sang istri.


"Mami sama papi terusin aja makannya,Danu pergi dulu. Oh ya mami, kalau mami bosan di rumah papi mending mami nginep aja di rumah aku" ucap Danu sambil beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


********

__ADS_1


mohon maaf up nya sedikit,🙏🙏🙏🙏🙏


Author masih di sibukkan dengan urusan dunia nyata yang masih begitu pelik....untuk pecinta BWM mohon bersabar ya,,,mohon do'anya...semoga urusan dunia nyata author cepet kelar....supaya bisa lanjut nge halu nya


__ADS_2