Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Air mata kiara


__ADS_3

Halo gaessss...BWM hadir lagi nih kelanjutannya ...semoga syuka yaaaa,,☺️☺️☺️☺️☺️


Maaf terlalu lama nuggu up nya...🙏🙏🙏🙏


Minal Aidin walfaizin ya....🙏🙏🙏🙏🙏,☺️☺️☺️☺️,,,,,


selamat mmbacaaaaa....happy reading....☺️☺️☺️


***********


Malam ini.....


Di ruang yang gelap Kiara meringkuk memeluk kedua kakinya. Udara dingin menembus sampai ketulang-tulangnya. Dengan kondisi yang belum pulih ia harus menerima ganjaran dari segala perbuatannya.


Di area perutnya terasa nyeri... yang hebat. Karena usai melakukan operasi pengangkatan rahim ia langsung di bawa oleh polisi sebagai seorang tersangka pembunuhan.


Masih teringat dengan jelas bagaimana keluarga itu menyayanginya dan selalu memperlakukannya dengan baik.


Andini......


Sebelum penghianatan itu...


Andini adalah sosok sahabat yg begitu baik. Ia selalu menjadi orang nomor satu yang ada disisinya ketika ia terluka.


Mereka kesana-kemari bersama,bahkan tak jarang mereka mengenakan pakaian yang sama pula.


Sewaktu di sekolah banyak orang yang mengira mereka kakak adik.


Namun.....


Hubungan indah itu mulai rusak ketika Andini di lamar oleh Bagas.


Hati Kiara benar-benar hancur saat harus melihat lelaki yang ia sayangi sejak kecil harus bersanding dengan sahabatnya sendiri.


Setitik demi setitik noda kebencian itu mulai tumbuh di hati Kiara.


Apa yang tidak bisa aku dapatkan maka kau juga tidak boleh mendapatkannya Andini


Sorot mata yang tajam dan dingin terlukis di wajah Kiara saat melihat Bagas memeluk gadis polos itu.


Aku pasti akan menghancurkanmu.....


Kau harus merasakan sakit yang kurasakan ini....aku bersumpah....akan menghancurkan setiap senyumanku menjadi air mata duka


Kiara menggenggam gelas mini yang ada di tangannya hingga pecah.


Darah segar mulai mengalir dari telapak tangannya. Namun itu tidak terasa sakit lebih dari rasa sakit hatinya.


Pernikahan itu di mulai.....


Hati Kiara bergemuruh....darahnya seakan mendidih saat ia harus menyaksikan langsung janji suci itu di depan penghulu.


Bibir Kiara tersenyum miring....dan melempar pandangannya menuju kedua orang tua Andini dan seorang kakak laki-laki yang selalu membanggakan Andini.


Di dalam hatinya benar-benar menghujam semua pemandangan itu.


Bisakah kalian tersenyum seindah ini jika putri kesayangan kalian menjadi wanita mandul......


Kiara tersenyum pahit sambil mengusap-usap tas kesayangannya.


Bagaimana tidak...


Didalam tas itu....Kiara menyimpan obat pengering rahim yang sebagian sudah ia suntikkan di tubuh Andini.


Dengan berdalih suntik vitamin,Andini yang begitu polos dan sangat mempercayainya begitu mudah tertipu oleh senyum palsunya.


Dengan mudah seorang suster yang sudah ia bayar menyuntikkan obat itu di lengan Andini.


Dan wanita itu justru berterimakasih dan memeluk Kiara dengan penuh kasih.


Tapi....sayang....


Ucapan itu....seakan semakin mencekik leher Kiara. Ia semakin merasa sesak dan sulit untuk bernafas dengan lega.


Hal itu terus ia lakukan sampai bertahun-tahun.

__ADS_1


Hingga Andini benar-benar di juluki sebagai wanita mandul....


"Hahaha dasar wanita bodoh!"


Seru Kiara sambil tersenyum sinis...saat ingatan masa lalu itu membayanginya...


Sambil memegangi perutnya yang semakin terasa nyeri,ia juga masih mengingat dengan jelas bagaimana ia menjebak Bagas untuk jatuh kedalam pelukannya.


Dengan sengaja ia mencampur sesuatu ke dalam minuman Bagas. Hingga membuat Bagas hilang kendali...


Hal itu juga ia lakukan berkali-kali...tapi bodohnya lelaki itu tetap mengira bahwa Kiara hanya sebagai korban atas hubungan terlarang itu.


Sampai di titik yang sudah sangat terlambat,,lelaki itu baru menyadari segala perbuatannya...


Andini sudah bahagia bersama Danu.....


"Hahahaha dasar lelaki bodoh !"


Lagi-lagi Kiara berseru sambil menghapus Ari matanya dengan kasar....


Udara dingin itu semakin membuatnya menggigil dan rasa nyeri itu semakin menyiksanya hingga ia seakan tk sanggup lagi....


Tubuh kecilnya tergeletak di atas lantai tanpa alas.


"Ibuuu....."


"Seandainya saja ibu tidak pergi meninggalkanku mungkin aku tidak akan segila ini..."


Buliran putih bening itu terus mengalir tanpa henti di pipi Kiara...


"Ayah....ibuuu.... ini benar-benar sakit....tolong aku.....aku gak kuaaaatttt"


Kiara menangis senggugukan sambil terus memegang bagian perutnya yang terasa nyeri yang hebat.


Mungkin ganjaran ini belum seberapa dari luka yang sering ia torehkan pada Andini.


Hati kecilnya juga membenarkan karma ini....


Kini ia benar-benar sendiri....


Meratapi derita tanpa tepi....


********


Kudua hati yang sama-sama hancur itu mencoba saling menguatkan..


" Sudah jangan menangis lagi....." ucap Andra sambil menghapus air mata Andini dan air matanya.


"Kaakk....kenapa wanita itu bisa sejahat itu sama keluarga kita? padahal kita selalu memberinya kasih sayang. Seharusnya jika dia benci padaku maka bunuh saja aku,jangan ayah dan ibu...."


Andra kembali memeluk Andini dan mencium puncak kepalanya.


"Jangan bicara seperti itu,ini semua sudah menjadi garis takdir dari Allah...ibu dan ayah sudah tenang di sisinya....jangan membuatnya bersedih ,perbanyak do'a ya dek...karena ayah dan ibu sekarang hanya butuh do'a kita ....."


Jawab Andra....mencoba menguatkan.


Walaupun ia sebenarnya ia juga tidak bisa menerima kebenaran ini. Dan seakan ingin sekali membunuh wanita itu. Tapi kondisi mental Andini harus tetap di jaga. Ia tidak ingin adik satu-satunya itu kembali mengalami trauma seperti dulu.


Dan di ruang dapur....


Danu dengan cepat meneguk sebotol air dingin dari dalam kulkas.


Ia mencoba mendinginkan hatinya yang kian memanas saat melihat istrinya di peluk oleh lelaki lain,sekalipun itu Andra kakak kandung Andini.


Lelaki itu masih saja tidak bisa menerima hal itu.


Jiwa rajanya meronta-ronta saat sesuatu miliknya di sentuh oleh org lain tanpa izin.


Dasar Andra sialan....!!!!


Berani-beraninya dia peluk istri gw....


Gak ada ahklak.....


Dasar gak ada otak....!!!!!

__ADS_1


Danu memukul-mukul pintu kulkas dengan kuat....


"Eitsss...... roman-romannya ada yang lagi gak enak hati nih....."


Suara Beri tiba-tiba muncul dari belakang Danu..


" Sabar bos.....nih minum lagi biar hatinya adem...."


Beri tertawa kecil sambil menyodorkan sebuah botol minuman dingin.


Danu meraih botol itu dengan kasar ,lalu meneguknya hingga habis tak tersisa.


"Apa lu senyum-senyum....! Lu ngeledek gw ya...!!!"


Seru Danu sambil menarik kera baju Beri,dan mengangkat tangannya yang sedari tadi sudah mengepal.


"Etsss ...sabar bos....santai.....jangan pakai emosi...rileksss.....rilekssss.....santuiiiii....aja...gak usah pake ngegas....."


Beri tersenyum ramah...mencoba menjinakkan singa yang sudah siap menerkam...


Perlahan Beri menurunkan tangan Danu yang sudah berada tepat di depan wajahnya.


Beri sangat mengenal lelaki itu.


Jika sudah begini.....ia harus bisa membuat lelaki itu kembali ke pikiran nalarnya...menjadi anak semata wayang benar-benar membuat temannya itu sulit menahan emosi ketika itu berhubungan dengan sesuatu hal yang ia sayangi.


" Sini kita duduk dulu....."


Beri mendudukkan tubuh Danu di atas kursi.


"Ada apa?" tanya Beri sambil melirik Danu yang sedang mencoba mengatur nafasnya...


"Ah udahlah gak usah pura-pura gak tau lu...gw tonjok juga lu"


Seru Danu sambil kembali mengangkat genggaman tangannya...


"Iya...iya....ok...!...gw tau ! gak usah pake kekerasan juga kali..."


Dengan sigap kedua tangan Beri menangkap kepalan tangan Danu.


Situasi ini sudah sering ia dapati ketika teman sekaligus bos nya itu sedang dalam suasana hati yang buruk.


"Hmmmm ada kabar gembira nih...lu mau denger gak ...."


ucap Beri sambil melirik Danu yang masih tidak waras itu.


"Apaan?"


Dengus Danu sambil berdiri dan meraih sebotol minuman dingin lagi.Rupa-rupanya 2 botol air dingin yang sudah ia teguk tadi belum berhasil mengademkan hatinya.


"Jangan suka marah-marah lagi...lu itu sekarang udah menjadi calon ayah dari dua baby...."


Danu berhenti meneguk air dingin itu...karena tersedak..


"Uhuk...uhuk... uhuk..."


"Maksud lu ?"


Danu menatap Beri intens...


"Kata dokter Sinta lu bakal punya anak kembar...cewek dan cowok" jelas Beri.


Beri memang sangat tau bahwa Andini belum sempat memberi tau Danu soal hasil pemeriksaannya karena insiden Kiara.


Dan ia berfikir untuk memberitahu Danu untuk mengguyur hati lelaki itu yang sedang memanas.


"Apa??? beneran lu? gak bo'ongkan Ber?"


Danu mencengkeram kedua pundak Beri. Wajah kusut itu langsung hilang begitu saja,,,kini tinggal sorotan bahagia yang butuh kepastian.


"Iya bener...klo gak percaya ini buktinya..." Beri menyerahkan hasil pemeriksaan yang di berikan dokter Sinta.


"Haaa ya Allah...alhmdulilah ...benarkah?...


Terimakasih ya Allah...."

__ADS_1


Danu langsung loncat berjingkrak kan mendengar kabar bahagia itu.


Semua rasa kesalnya berganti menjadi rasa bahagia yang tak ternilai harganya.


__ADS_2