Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Dejavu


__ADS_3

Di dalam kamar Andini mondar-mandir memikirkan bagaimana cara membuat Steven satu mobil dengan mela.


'' Ayo Din cepetan '' teriak Mela dari luar, '' iya iya tunggu sebentar '' jawab Andini sambil meraih tasnya.


Andini keluar dengan mengenakan pakaian cassual,celana jens dan kaos polos berwana putih serta dilengkapi dengan tas yang terselepang di bahunya.Penampilan sederhana Andini membuat dua pria itu tidak melepaskan pandangannya.


Steven langsung beranjak dari duduknya '' cantik '' ucap Steven sambil tersenyum menatap andini. '' Terimakasih '' jawab Andin sambil membalas senyuman Steven.


'' Ya tuhan kenapa senyumnya begitu manis " Kali ini Danu hanya memuji Andini dalam hati.


Andini sedikit kecewa karna melihat Danu hanya diam tanpa komentar apapun sementara tadi ia sangat sibuk memuji kecantikan Mela '' Apa dimatanya aku tidak terlihat cantik ? '' tanya Andini dalam hati.


'' Mau jalan kemana? '' tanya danu pada andini, '' terserah '' jawab Andini singkat.


'' Gimana kalau ke mall ? '' usul Mela dan langsung di angguki oleh Andini '' boleh juga tuh,sekalian aku mau beli sesuatu '' jawab Andini antusias.Sementara dua kaki-laki itu hanya pasrah mengikuti kemauan Andini dan mela.


'' Oh ya mas Danu tolong anterin ke apotik dulu ya beli obat mama '' ucap Andini mencoba memberi kesempatan pada Mela untuk berduaan dengan Steven. '' Biar aku yang antar '' sambung Steven cepat , '' Gak deh stev biar mas Danu aja,soalnya kata kak Andra mas Danu yang tau toko obat herbal yang bagus untuk penyakit mama, iya kan mas ? '' Andin mengedip-ngedipkan matanya pada Danu. '' Oh iya iya '' jawab danu yang langsung mengerti maksud Andini.


'' Ya udah kalian duluan gih,ntar aku sama mas Danu nyusul '' Andini mendorong tubuh Mela dan Steven dengan kedua tangannya.


'' Beneran ya nyusul '' ucap Steven mengerutkan alisnya. '' Iya iya '' balas Andini cepat.


Akhirnya Mela dan Steven pergi bersama,Andini tersenyum lebar karna misinya telah berhasil.


'' Ayo '' ucap danu singkat sambil menarik tangan andini.


'' Maaf mas,aku gak bisa pergi sama mas.Tadi aku hanya ingin membuat Mela dan chef Steven jalan berdua,sesuai janjiku pada Mela '' jelas Andini jujur dan menarik tangan nya dari genggaman danu.


Kini wajah Andini kembali terlihat sedih,ternyata senyum di wajahnya tadi hanyalah kamuflase belaka.


'' Dini,mungkin aku memang tidak tau pasti seberapa dalam luka yang ada di hatimu,tapi bisakah beri aku kesempatan untuk berusaha mengobati luka itu '' ucap danu serius sambil memegang kedua bahu Andini.


'' Ada beberapa luka yang gak bisa disembuhkan mas,namun hanya bisa di tutupi agar orang lain tidak merasa jijik '' Andini menatap sendu.


'' Tapi tolong jangan tutupi itu dari aku din,masa lalu biarlah berlalu karna jika boleh aku hanya ingin jadi masa depanmu '' Mata Andini langsung terbelalak mendengar ucapan danu. '' Mungkin ini terlalu cepat bagimu,tapi bagiku sudah terlalu lama dan aku gak ingin lagi melewatkan kesempata ini, walaupun hanya sedikit '' sambung Danu lagi namun Andini masih tidak mengerti.


'' Mungkin bagimu kita baru kenal,bertemu juga baru beberapa kali,itu pun karna tidak di sengaja.Tapi bagiku aku sudah menunggu mu dari satu tahun yang lalu,dari pertemuan singkat itu ada rasa kehilangan yang begitu besar dalam hatiku saat tidak bisa menemukanmu.Disaat itu aku sadar,ternyata aku kehilangan orang yang belum sempat aku miliki '' Danu mendekati Andini dan kedua tangan nya meraih pipi andini.


'' Dini,jadilah istriku '' kedua mata mereka saling bertautan,jantung berdegup dengan kencang dan darah mengalir begitu cepat.Andini dan Danu tenggelam pada perasaan mereka.Bibir Danu perlahan mulai mendekat kebibir mungil Andini.Tidak bisa di pungkiri Andini memang merindukan sentuhan itu, namun saat ia merasakan bibir manis Danu menyentuh bibirnya,Andini langsung tersadar dan mendorong tubuh danu sekuatnya.

__ADS_1


'' Maaf mas,jangan kelewatan becanda nya '' Andini membalikkan tubuhnya membelakangi Danu. '' Dini aku serius '' Danu meraih tangan Andini lagi dan menatapnya dalam.Terlihat ada ketulusan di wajah Danu.Andini menundukkan pandangannya,mencoba menahan hasrat dirinya yang juga menginginkan danu.Kini pikiran dan hatinya tidak berada di jalan yang sama.Pikiran Andini masih diliputi rasa takut karna kegagalan dalam membangun rumah tangga bersama bagas,sementara itu Andini juga tidak bisa membohongi hatinya yang sudah memberi ruang untuk Danu.


'' Maaf mas,aku butuh waktu '' ucap Andini lalu pergi meninggalkan Danu. '' Seberapapun waktu yang kau butuhkan aku akan bersedia menunggu '' ucap danu sambil memandang kepergian andini.


Setelah tubuh Andini menghilang di balik pintu,Danu langsung masuk ke mobil dan dan juga pergi meninggalkan rumah Andini.


Di perjalan Danu memikirkan apa yang sudah ia ucapkan begitu saja.Kini ia semangkin yakin untuk mempersunting Andini.Tapi ia juga harus memikirkan bagaimana cara untuk membujuk papi yoga agar menyetujui keputusannya.Melihat Danu dekat dengan Andini saja papi yoga sangat marah apalagi kalau tau Danu sudah ingin menikahi Andini.


Saat sampai di rumah Danu langsung menemui papinya di ruang kerja.


Tok tok tok Danu mengetuk pintu '' masuk '' ucap papi yoga dari dalam ruangan.


Danu membuka pintu itu lalu mendekati papi nya.


'' Ada apa? '' tanya papi yoga pelan melihat putranya berwajah murung. '' Maafkan Danu Pi,sepertinya Danu tidak bisa menjauhi Andini,malahan tadi Danu udah melamarnya '' papi Danu terlihat santai mendengar pengakuan putra nya.Danu menatap wajah papinya heran, hatinya bertanya-tanya kenapa papinya tidak marah.Padahal tadi malam papi yoga dengan jelas menolak Andini secara terang-terangan.


'' Piiii '' Danu memangil papinya yang hanya terdiam menatapnya.


'' Apa Andini sudah menerimamu ? '' tanya papi yoga serius. Danu menggeleng-gelengkan kepalanya '' belum,Andini bilang dia butuh waktu '' jawab danu kembali tertunduk di hadapan papinya.


'' Bawa Andini kemari saat kau sudah mendapatkan hatinya '' Danu langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar setelah mendapat dukungan dari papi nya.


'' Terimakasih Pi ,Danu sayang papi '' ucap danu sambil memeluk papi yoga.


Tepat jam 5 subuh Andini terjaga dari tidur panjangnya,ungkapan Danu tadi malam sudah membuatnya bingung sekaligus senang,senang karena Danu mencintainya dan bingung harus jawab apa.


Setelah sholat subuh,Andini melihat mama Ratih sedang memasak di dapur.


'' Mama udah pulang,maaf tadi malam Andini ketiduran jadi gak tau mama pulang '' Andini memeluk mama Ratih dari belakang,dua hari tak bertemu sang mama membuat Andini rindu karna tak bisa bermanja seperti saat ini.


'' Iya tadi malam mama sempet ke kamar andin,tapi liat Andin sudah tidur nyenyak mama gak tega.Oh ya dapat salam dari om Ferdi ,katanya kalau Andin punya waktu di suruh maen kesana '' ucap mama Ratih sambil memberi ciuman pagi kepada putri kesayangannya.


Mendengar ucapan mama Andini hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. '' oh ya papa belum bangun ma? '' tanya Andini sambil mengedarkan pandangannya.


'' Tadi udah bangun sholat subuh,tapi tidur lagi masih ngantuk katanya '' ucap mama ratih melepaskan pelukan andini.


'' Ma misalnya ada orang yang ingin memperistri andini,gimana penpadapat mama '' Andini duduk di sisi mama Ratih '' hmmmm roman-romannya ada yang mau nyusul kak Andra nih '' goda mama Ratih sambil menyikut lengan Andini.


'' Iiiihh mama apa an sih,itukan cuma misalnya '' jawab Andini sambil mengerutkan bibirnya.

__ADS_1


'' Naaak,di dunia ini mama hanya menginginkan kebahagiaan anak-anak mama.Semua mama serahkan di tanganmu asal kamu bisa bahagia ''


'' Tapi maa,Andin takut '' Andini menyandarkan kepalanya ke bahu mama ratih. '' Sayang kenapa harus takut ? '' mama ratih mengusap pipi Andini lembut. '' Gimana kalau suamiku


nanti berselingkuh lagi karna Andin gak bisa memberinya anak ? '' mendengar pertanyaan Andini membuat hati mama ratih sesak,ternyata Andini masih trauma dengan penghianatan yang dilakukan Bagas.Hati seorang ibu akan lebih sakit jika melihat anaknya terluka. '' Nak Allah itu tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambanya.Mintalah petunjuk pada yang maha kuasa dengan shalat istikharah,insya Allah kamu akan mendapatkan jawaban dari segala kebimbanganmu '' mama Ratih menyapu kepala Andini lembut.


'' Jangan melupakan Allah sebagai tempat curhat terbaik untuk setiap umat,karena Allah adalah sebaik-baiknya penolong.Mencurahkan isi hati kepada Allah dengan segenap kekhusyukan,merendahkan segenap jiwa dan raga,serta keihlasan.Karena do'a menjadi gerbang untuk menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi '' tiba-tiba suara papa Anto mengindahkan pendengaran mereka.Mama Ratih dan Andini menoleh,terlihat papa Anto yang sedang menyandarkan tubuhnya ke dinding dengan buku panduan islami yang berada ditangannya.Mama Ratih dan Andini tersenyum,menyadari rupanya ada seseorang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka.


'' Namun berdo'a saja tidak cukup,umat diminta untuk selalu berusaha agar mendapatkan keinginannya '' sambung mama Ratih dan Andini bersamaan.Karena papa Anto sering kali mengulang-ulang kalimat itu membuat sang pendengar selalu mengingatnya.Dalam hal ini memang benar kata pribahasa HAFAL KAJI KARNA DI ULANG.


'' Papaaaa kata mama tadi papa tidur lagi '' ucap Andini sambil beranjak mendekati papa Anto.


'' Tiba-tiba papa rindu dengan wanita terhebat papa '' ucap papa Anto sambil menjembil pipi Andini.Walaupun kini usia Andini sudah mencapai 29 tahun tapi bagi papa Anto dan mama Ratih Andini adalah gadis kecil mereka yang selalu menggemaskan.


Setelah selesai sarapan dengan udang goreng buatan mana Ratih Andini segera pergi ke hotel.Hari ini ia sudah terlihat fres,satu hari libur rupanya benar-benar bermanfaat bagi Andini.


Saat memasuki lobby hotel Andini mendekati meja resepsionis,terlihat Mela yang tengah sibuk memverifikasi reservasi tamu.


'' Mel,Mela '' panggil Andini pelan.Namun Mela tidak mendengarnya karna ia masih terfokus pada laptopnya.


'' Mela '' braaaaak Andini menggebrak meja resepsionis,dan membuat Mela terperanjat. '' Andiniiiiii ,ngagetin aja lu '' teriak Mela kesal karena pagi-pagi sudah sport jantung di buat Andini. '' Hahaha abisnya lu sih di panggilan gak denger-denger ,masih pagi juga udah sibuk aja '' iya nih katanya hari ini pemilik hotel akan datang,jadi semua laporan gak boleh ada yang salah.Katanya hari ini yang akan datang adalah GM baru dari kantor pusat,denger-denger dia masih mudah galak '' jelas Mela sambil kembali menatap laptopnya.


'' Hmmmm mel gimana tadi malam jalan-jalannya? '' tanya Andini penasaran sambil mengetuk-ngetuk meja di hadapannya. '' Biasa aja '' jawab Mela datar, '' kok biasa aja sih ? '' tanya Andini mendekatkan wajahnya ke sisi Mela karna penasaran. '' Gimana gak biasa,orang sepanjang perjalanan cuma diem aja macam patung,sesekali ngomong malah bilang mela jangan suka bawain makanan yang aneh-aneh untuk andini,itu gak baik untuk kesehatannya ,Andini itu punya riwayat lambung '' Mela memperagakan suara dan ekspresi Steven si mister dingin itu.


Melihat Mela yang sudah 80 persen mirip dengan gaya steven,Andini tak bisa lagi menahan tawa nya.


'' Din syuuuuutttt itu yang bersangkutan datang '' mela menempelkan jari telunjuknya ke bibir andini dengan bola mata menuju ke arah Steven yang baru saja memasuki lobby hotel.


'' Ya udah deh gw dulu an '' ucap Andini lalu segera menghilang dari peradaban.


Setelah mengganti pakaian dengan seragam chef hotel,pak Hendro selaku eksekutif chef di hotel itu menghampiri Andini. '' Andin tolong periksa kualitas produk mentah kita di lemari pendingin ya,pastikan semuanya aman ya,karena hari ini GM baru kantor pusat akan mengadakan sidak '' ucap pak Hendro memberi instruksi. '' Baik chef '' Andini segera membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju lemari pendingin.


'' Eh Andin tunggu dulu '' suara pak Hendro menghentikan langkah Andini. '' Oh ya hampir lupa,tolong koordinasikan kegiatan persiapan pembuatan dan penyajian makanan untuk hari ini. Awas jangan sampai ada kesalahan ya '' sambung pak Hendro sambil memijit-mijit keningnya dengan telunjuk.


'' Insya Allah chef '' jawab Andini sambil sedikit membungkukkan kepalanya.Dengan sigap Andini langsung mengerjakan apa yang sudah di instruksikan pak Hendro.


Selesai mengerjakan tugas pertama dari pak hendro,Andini dan seluruh karyawan yang berada di dapur hotel di minta berbaris karena GM dan asisten nya akan memasuki ruangan dapur untuk melakukan inspeksi.


Semua karyawan berbaris memanjang dengan wajah tertuntuduk,terdengar suara langkah sepatu yang semangkin mendekati mereka.Di bawah terlihat sepasang sepatu pantofel hitam berada di kaki jenjang seorang pria yang bertubuh atletis,tubuh itu terlihat manly di balut dengan stelan jas berwarna abu-abu.Ingin sekali Andini mendongakkan kepalanya saat melihat jam tangan yang tidak asing di matanya.Namun ia masih berusaha menahan hasratnya, lalu mata Andini berpindah kearah laki-laki yang berada di belakang GM,ia juga melihat postur tubuh yang sangat familiar di matanya.Hidung Andini mengendus-endus aroma maskulin Bvlgary man yang juga tak asing dari Indra penciumannya.

__ADS_1


'' Pak hendro,mana kepala koki yang bertanggung jawab atas dapur ini ? '' tanya GM itu pada pak Hendro.


Mendengar suara itu membuat Andini langsung seketika mengangkat pandangannya,matanya langsung terbelalak hingga bola mata Andini seakan keluar dari tempat nya.Hingga cukup lama Andini merasakan dejavu.


__ADS_2