Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Aku Tidak Ingin Mengingat Malam ini


__ADS_3

Airin.....


Wanita cantik itu, berkeringat dingin. Wajahnya memucat menahan rasa panas yang bergejolak di dalam tubuh nya.


Obat perasangsang yang terkandung di dalam minuman itu, mulai menyerang saraf otaknya. Sungguh ia sudah tidak kuat menyetir lagi.


Ia memberhentikan mobilnya di tepi jalan yang sepi. Pandangan nya berkeliling mencari-cari seseorang yang bisa menolongnya.


Jika saja ponselnya tidak hilang,ia pasti bisa dengan mudah menghubungi laki-laki untuk memuaskan birahinya.


Perlahan ia keluar dari mobil,berjalan sempoyongan tanpa tujuan. Ia hanya bisa berharap udara dingin malam ini mampu membuat nya melewati gairah **** nya sendiri.


Ia tak bisa berjalan dengan benar,hingga sebuah mobil hampir saja menabraknya.


"Hei lu mau mati ya?"


Teriak seorang lelaki yang keluar dari dalam mobil itu.


Laki-laki itu mendekati Airin,dan tanpa ragu Airin langsung ******* bibir lelaki itu.


"Tolong aku" ucap Airin lirih "Aku sudah tidak bisa menahannya lagi,ini terlalu panas"


Airin memeluk lelaki itu erat. Lalu mencium mi leher lelaki itu penuh gairah.


Siapa yang bisa menolak kecantikan Airin?


"Baiklah,jika kamu memaksaku" ucap lelaki itu sambil membopong tubuh Airin dan membawanya ke dalam mobil.


Dengan cepat Airin membuka kemeja lelaki itu,lalu menciumi tubuh lelaki itu dengan deru nafas yang memburu.


"Maaf...." ucap lelaki itu,ada rasa tidak tega saat ia menyadari bahwa Airin tidak dalam keadaan sadar.


"Ku mohon cepat lakukan....aku sudah tidak kuat lagi" ucap Airin lagi.


"Maaf kan aku"


Ucap lelaki itu lagi, sambil membuka gaun mini yang Airin kenakan.


Tanpa menunggu lama, Airin sudah berada di bawah lelaki itu.


Lelaki itu memenuhi permintaan Airin.


Di dalam mobil itu mereka melakukan nya dengan penuh gairah.


Lelaki itu tau ini bukan yang pertama untuk Airin. Airin terlalu mahir dalam memainkan milik lelaki itu.


Mereka pun semakin larut dalam permainan itu,, hingga kedua nya mengerang penuh kenikmatan.


Setelah penyatuan itu....


Lelaki itu mengecup puncak kepala Airin. walau ini bukan lah yang pertama baginya dan Airin. Tapi---entah kenapa ada rasa bersalah yang merasuki relung hati nya.


Ia memeluk hangat tubuh Airin yang sudah lemas terkulai.

__ADS_1


"Terimakasih..." ucap Airin lirih.


"Apa yang terjadi?"


Tanya lelaki itu sambil menyibak helaian rambut yang menutupi wajah Airin.


"Ini semua salahku,aku yang begitu jahat. Sehingga aku harus menanggung hasil nya sekarang. Aku wanita jahat" ucap Airin jujur.


Mendengar pengakuan Airin, entah kenapa ada gelenyar aneh yang tumbuh di hati lelaki itu. Ia menghapus buliran bening yang berada di sudut mata Airin.


"Aku takut menghadapi hari esok" ucap Airin sambil menangis tersedu di dalam pelukan lelaki itu.


Airin tau betul,Danu tidak akan tinggal diam setelah tau segalanya.


"Apa yang akan terjadi besok?" tanya lelaki itu lagi.


"Aku tidak tahu" Airin menggelengkan kepalanya. "Tapi aku yakin besok adalah hari yang berat untuk ku" Airin membenamkan wajahnya di dalam dada bidang lelaki itu.


Lelaki itu menarik napas dalam, ia mengusap puncak kepala Airin.


"Aku juga bukan orang baik. Aku pernah membuat luka yang terlalu dalam di hati seseorang. Hingga luka itu juga menusukku dalam diam. Aku merasakan perihnya luka itu hingga saat ini" ucap lelaki itu jujur.


"Mobilku ada di ujung sana,tolong antar aku kesana" pinta Airin sambil melepaskan pelukan itu dan memakai baju nya kembali.


"Kamu yakin bisa nyetir sendiri?"


Tanya lelaki itu sambil kembali memakai baju nya. " Gimana kalau aku antar pulang aja?"


"Gak perlu, setelah ini lebih baik kita gak usah saling kenal lagi. Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita"


"Aku tidak ingin mengingat malam ini" ucap Airin menunduk, mencoba menutupi wajahnya yang sedih. "Ini sangat memalukan !,dan aku yakin besok kau juga akan merasa jijik padaku"


Lelaki itu tidak lagi bicara apapun,ia hanya bisa menuruti keinginan Airin.


Airin turun dari mobil lelaki itu,dan masuk ke mobilnya lalu pergi begitu saja.


Mereka bertemu tanpa mengenal satu sama lain, dan kini berpisah sepatah kata.


Tidak ada ucapan selamat malam, selamat tinggal ataupun sampai jumpa lagi.


🌟🌟🌟🌟🌟


Di rumah sakit.....


Danu memandangi tangannya yang biru lebam karena gigitan Andini.


Rasanya begitu nyeri,belum lagi bekas cakaran dan jambakkan kuat Andini.


Tapi ia justru tersenyum penuh syukur,saat melihat si kembar dan Andini baik-baik saja.


"Hei.... senyum-senyum sendiri....setan apa yang merasuki mu bang?" sapa Steven sambil menepuk pundak Danu dan duduk disampingnya.


"Sialan lu Steve..." jawab Danu sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Btw selamat ya bang,udah jadi ayah sekarang" Steven mengulurkan tangannya.


"Hahaha iya terimakasih Steve" jawab Danu terkekeh. "Lu udah liat anak gw belum?" tanya Danu.


"Ya udah la bang,gw kan juga ada di TKP" jawab Steven.


"Iya ya lu ada ,cuma gak berasa aja....." Sindir Danu.


"Hehehehe gak usah di ungkit juga kali bang" Steven tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Pak Danu baby nya udah di bersihkan oleh suster,bapak di minta untuk mengajankan" seru Mela dari balik pintu,hanya kepalanya saja yang terlihat.


"Ok siap" jawab Danu sambil bergegas menuju ruangan itu dan di ikuti oleh Steven.


Danu mengangkat Bulan yang sudah di bedong dengan kain berwarna pink. Ia sedikit mendekat kan mulutnya ke telinga bulan dan mengumandangkan komat karena Bulan adalah bayi perempuan.


Dan selanjutnya, Danu mengangkat Bintang lalu mengumandangkan suara adzan di telinga Bintang karena Bintang adalah laki-laki.


"Suster boleh aku gendong si Bulan?" tanya Mela sambil menyodorkan tangan nya.


"Boleh...tapi jangan lama-lama ya. Soalnya sebentar lagi sudah waktunya untuk menyusu " jelas perawat itu ramah sambil memberikan Bulan ke tangan Mela.


"Baik suster......"


Mela menyambut si Bulan dengan antusias...


"Adek Bulan....gemes banget sih kamu bikin aunty pengen cium" ucap Mela sambil menggendong Bulan.


"Kakak...bukan adek" protes Danu.


"Oh iya aunty sampe lupa kalau ini si kakak....ufu ufu si kakak cantik banget.... cantik seperti aunty" ucap Mela sambil mengusap pipi lembut Bulan dengan telunjuknya.


"Bang boleh pinjem si Bintang?" ucap Steven sambil mengulurkan tangannya.


"Ah tidak boleh,ntar lu jatohin lagi anak gw. Kalau pengen lu bikin aja sendiri,jangan pinjem-pinjem .Lu pikir anak gw barang? bisa di pinjem" seru Danu sambil menjauh kan Bintang dari sentuhan Steven.


"Ya elah pelit amat bang,,,,"


gerutu Steven kesal.


"Sini om sama Bulan aja,boleh pandang tapi jangan di pegang ya soalnya Bulan udah terlalu nyaman sama aunty Mela" ucap Mela sambil menimang-nimang Bulan.


"Yah sama aja bo'ong dong. Gw kan juga pengen gendong...." protes Steven.


"Bulan itu gak syuka di gendong sama sembarang laki-laki om,Bulan kan cewek. Gak boleh deket-deket sama laki-laki kecuali ayah Bulan" goda Mela dengan suara seperti anak kecil.


"Kalau begitu pegang aunty nya boleh?" goda Steven.


"Jangan berbuat mesum di depan anak gw!" seru Danu.


"Kalau aunty boleh om,jangankan pegang cium juga boleh.Tapi di halalin dulu ya om...." jawab Mela.


"Kode itu kode....jangan sampe lu nya gak peka" sambung Damar.

__ADS_1


Steven hanya bisa tersenyum kecut, Mela dan Danu seperti kompak banget untuk menyudutkan dirinya.


__ADS_2