Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Go to Korea


__ADS_3

"Selamat pagi pak bos,kusut amat tu muka kenapa?" tanya beri sambari menatap Danu intens.


"Bingung gw Ber" Danu menghela nafasnya dalam.


"Bingung nape lagi sih,bukanya Andini udah sembuh" ujar beri langsung membuat posisi duduk di depan danu.


"Ya justru itu,karena Andini sudah sembuh jadi gw mau melamar dia tapi gak tau nih gimana caranya" Danu membolak-balik ponsel yang ada di tangannya.


"Emang lu gak takut?" tanya beri serius dengan mendekat kan wajahnya pada Danu.


"Takut kenapa?" tanya Danu penasaran.


"Takut di tolak" bisik beri ke telinga Danu.


"Sialan lu,mana ada wanita yang bisa nolak gw" Danu melempar ponsel nya kerah Beri,lalu bergaya sok cool di depannya.


"Waduh mahal nih,maen lempar aja" ucap beri sambil menangkap ponsel yang ada di lempar oleh Danu. "Bos mah bebas,kalau rusak tinggal beli lagi" Gerutu bersih lirih.


"Awas kalau saja kalau sampai ponsel gw rusak lu mestu gantiin" ancam Danu sembari membuka lap-top nya.


"Lu yang lempar-lempar sembarangan kenapa mesti gw yang ganti" protes beri ketus.


"Ya gw lempar itu gara-gara mulut lu yang suka ngeluarin kata-kata gak enak di dengar" dengus Danu kesal.


"Ya aku sih cuma mau ingetin bos,di tolak itu sakit loh hihihi" ucap Beri sambil tertawa kecil.


"Mau gw potong gaji lu" ancam Danu sambil melirik Beri tajam.


"Wah jangan bos,mau makan apa nanti istri dan anak gw" beri tersenyum meringis.


"Anak?maksud lu---?" Danu menatap beri intens.


"Iya bro bentar lagi gw bakal jadi papa,Ica hamil" seru beri sambil tersenyum bahagia.


"Kok bisa?" tanya Danu membelalakkan bola matanya.


"Ya bisalah,namanya juga gw cetak tiap malam.Makanya nikah,kelamaan jomblo ternyata bisa bikin lu jadi oleng" ucap Beri dengan tawa tertahan.

__ADS_1


"Sialan lu,lu pikir gw truk yang kebanyakan muatan" Beri langsung tersenyum puas melihat Danu kini kalah telak dengannya jika soal anak.


"Gak usah terlalu seneng lu,nih lu cari cara teromantis untuk melamar Andini.Awas aja kalau sampai gw gagal gara-gara cara yang lu pilih itu norak,gw bakal potong gaji lu".Danu menyodorkan lap-topnya pada Beri.Mendengar ultimatum dari Danu beri langsung menelan salivanya dengan sangat susah.


"Dasar truk oleng,dia yang mau melamar kenapa gw yang harus di buat pusing.Sabaarr Beri sabar,demi si buah hati" gerutu beri dalam hati,mengingat sang buah hati yang sudah ada di perut Ica membuat Beri jadi senyum-senyum sendiri.


"Napa lu,senyum-senyum sendiri?" Danu melirik Beri tajam.


"Ya suka-suka gw lah,senyum itu ibadah tau,daripada marah-marah melulu kayak lu,menambah kerutan di area wajah.Ntar cepet tua lu,sensi amat jadi orang.Pokoknya kalau berhasil lu mesti ngasih gw bonus." ujar beri penuh harap.


"Soal bonus gak masalah,asal kerja lu bagus dan mencapai hasil yang maksimal" ujar danu sambil menepuk pundak beri dan tersenyum samar.


Mendengar kata bonus langsung membuat beri sangat bersemangat "Baby do'akan papa ya" ucap beri penuh semangat.


Danu langsung tersenyum kecut,melihat beri yang sudah mulai menyebut-nyebut anaknya yang masih berbentuk segumpal darah.


Danu POV


Hari ini liburan yang aku usulkan sama papi ternyata dengan mudah mendapat ACC dari papi.Dengan alasan untuk membuat Andini bahagia ternyata langsung membuat papi setuju.Tidak bisa di pungkiri,sekarang papi memang terlihat lebih sayang sama Andini dari pada sama aku yang anak kandungnya sendiri.


Senang rasanya bisa melihat papi sama mami bisa begitu dengan wanita yang sangat aku cintai.Padahal dulu sempat terbayang olehku bahwa akan sangat sulit untuk mendapat restu dari papi.Tapi tidak di sangka,kesederhanaan dan kepolosan Andini dengan mudah melumerkan hati papi.


Sebenarnya aku pengennya sih itu liburan berdua aja sama Andini.Tapi Andra si kakak yang resek itu pasti gak bakal mengijinkan adeknya aku bawa terbang.Lagian aku juga takut khilaf kalau cuma berdua hihihihi namanya juga laki-laki normal.


Setelah satu jam di pesawat akhirnya kami sampai di negara tujuan.Wajah Andini terlihat sangat bahagia,ia tampak antusias dengan berfoto selpy bersama mami.Jiwa udiknya muncul saat berada negara yang baru pertama kali ia kunjungi.Dan anehnya mami sama papi jadi ikutan udik mau aja di ajak selpy-selpy sama Andini.


Saat tiba di seol,kami langsung menuju hotel terbaik di seol.Ternyata beri memang bisa di andalkan.Beri sudah observasi hotel dengan 4 kamar VVIP,satu untuk mami papi ,satu untuk si kakak resek dan istrinya dan sisanya untuk ku dan Andini.


Semua langsung menuju kamar masing-masing,sementara aku mendapat kesempatan untuk masuk ke kamar Andini dengan alasan membawakan koper Andini,padahal koper kan bisa aja di bawa oleh pelayan hotel.Jadi pelayan yang mendorong-dorong koper gak papa lah ya,asal bisa deket-deket Andini.


"Wuuuaaahh mas kamarnya bagus banget" Andini mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.Jiwa udiknya sudah mulai meronta-ronta.


"Mas mas mas" tiba-tiba Andini teriak dari dalam kamar mandi.Aku langsung berlari karena panik, "Ada apa?" tanyaku cemas. "Kamar mandinya besar banget mas" ya Tuhan aku menghela nafas panjang, "Kirain ada apa,teriak-teriak" ucapku kesal.Namun Andini tidak memperdulikanku,tapi justru malah asik memeriksa semua fasilitas kamar mandi.


Ya Allah kenapa aku bisa jatuh cinta sama cewek yang seudik ini,lagi-lagi aku menghela nafas panjang.


Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang,persiapan untuk besok malam benar-benar membuatku gerogi.Baru kali ini aku di buat kelimpungan oleh seorang wanita.Sudah beberapa kali ngajak nikah tapi gak pernah di jawab,kali ini aku gak mau di gantung lagi.Seorang Danu Brahmana Atmaja tidak boleh gagal.

__ADS_1


Ku biarkan Andini tenggelam dengan pengalaman pertamanya.


"Mas mas mas" teriak Andini lagi,aku langsung beranjak dari tidurku dan mendekatinya, "Mas liat deh pemandangannya bagus banget.Ini harus di abadikan mas" Andini menarik tanganku,dan tampa sadar ia bergelayutan di tubuhku sambil berpose selpy di depan camera ponselnya.


Ya Allah jantung ku terasa mau copot,kulihat bibirnya dari jarak semangkin dekat.Ingin rasanya aku segera ******* habis bibir itu,lehernya yang terlihat putih dan jenjang,membuatku meneguk Saliva dengan sangat susah.Ya Allah kenapa mahlukmu yang satu ini terus saja bergerak di dekatku,apa dia tidak menyadari bahwa aku ini lelaki normal yang sedang sangat susah menahan hasrat untuk melahapnya.


"Udah ah aku mau ke kamar aku" akhirnya aku putuskan untuk keluar dari kamar Andini.Niatnya pengen berduaan,tapi takut gak kuat.


"Mas tunggu dulu" Andini menarik tanganku lagi,dan mendekatkan wajahnya ke telingaku lalu berbisik "Mas perut aku mules" dan langsung lari menuju kamar mandi.Sial aku di kerjain,kirain mau bilang "i love yu" gitu.Rupanya cuma ngeprank.


Anehnya tadi suasana tiba-tiba mendadak jadi horor,saat nafasnya berhembus ke area telingaku membuat bulu kuduk langsung merinding geli.Wah parah aku benar-benar terbawa suasana kali ini.


Dengan cepat aku segera meninggalkan kamar itu,tidak ingin di rasuki okeh setan-setan penghuni kamar itu.Gak kebayang gimana jadi nya kalau sampai setan-setan itu merasuki ku.


Saat keluar dari kamar Andini,terlihat si kakak resek udah ada di depan pintu. "Nagapain lu dari kamar adek gw?",si kakak resek mulai memberi tatapan tajam padaku. "Gak ngapa-ngapain cuma bawak in koper aja" jawabku santai.


"Awas ya lu kalau sampai macem-macem sama adek gw" seru kakak resek penuh ancaman.


"Cih untung gw cinta sama adek lu kalau gak udah gw cincang-cincang lu jadi steak" hanya bisa bicara dalam hati.Harus stok kesabaran banyak-banyak emang kalau sudah menghadapai si kakak resek.Aku mengelus-elus dada saat ia sengaja menabrak tubuhku hingga sempoyongan.Sabar sabar Danu ini ujian.


Setelah beristirahat sebentar,kami lanjutkan dengan makan malam bersama di sebuah restauran yang menyediakan makanan indonesia sesuai permintaan Andini.Masih gak habis pikir aku sama wanita yang satu ini.Saat di Indonesia sibuk cari makanan ala korea,tapi saat di Korea malah cari restauran Asian food.Ah tapi ya sudahlah nikmati aja,kalau buat aku mah yang penting kenyang.Ngomong-ngomong soal kenyang jadi inget si Beri,biasanya kalau keluar negri gini selalu sama dia.Setelah selesai bekerja pasti selalu mencari-cari makanan.Si Beri emang asisten rasa sahabat,walau suka nyebelin tapi selalu bisa di andelin.


Setelah makan malam,aktifitas di lanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan seniman jalanan di hongdae.Suasana malam di sana tampak begitu romantis,penduduk di sana terlihat sangat ramah.Mereka rata-rata menikmati malam dengan berjalan kaki.


Karena suasana yang sudah mendukung akupun memberanikan diri untuk menggandeng tangan Andini.Andra langsung melirikku tajam,aku pura-pura saja tidak melihatnya karena Andini juga tidak menolak.


Kulihat papi sama mami mulai asik menikmati malam dan berada sedikit menjauh dari kami.Sepertinya mereka memang sengaja memberikan kesempatan untukku dan Andini.Tentu saja pastinya papi dan mami juga sangat menginginkan Andini jadi menantunya.Secara mereka juga sudah terlanjur sayang sama Andini.


Kini tinggal si kakak resek yang masih saja setia jadi penguntit di belakang kami.Matanya masih menatapku intens.Andra memang benar-benar nenyebalkan.Seandainya saja ada orang yang bisa mengalihkan perhatian Andra,aku berjanji akan memberikannya hadiah.


"Mas kesana yuk,kelihatannya seru" hahaha sepertinya tuhan lagi berbaik hati padaku.Sita menarik-narik tangan Andra menuju tempat yang membuatnya tertarik.Terimakasih mbak sita,kamu tunggu saja hadiahmu ya.Bawa jauh-jauh tuh suami mu yang resek.


Yes yes yes akhirnya,waktu untukku tiba juga.Aku semangkin mengeratkan genggaman tanganku pada Andini.Andini tampak begitu serius mendengar kan lagu yang di nyanyikan oleh seorang seniman jalanan itu.Tidak peduli apa yang ia nyanyikan,tapi musik yang ia alunkan dengan gitar nya memang benar-benar membangun suasana romantis.


Saat pria itu mendapat tepuk tangan yang meriah,tiba-tiba terlintas di benakku untuk melakukan sesuatu seperti yang di sarankan beri.Tidak peduli bagaimana hasilnya yang penting coba ajalah,pikirku.


Aku mendekati seniman itu dan membisikkan sesuatu di telinganya.Dan bersyukurnya aku seniman itu mengerti bahasa inggris,jika tidak bagaimana mungkin aku bisa berkomunikasi padanya.Aku bener-bener gak ngerti bahasa Korea.

__ADS_1


Kulihat wajah Andini tampak intens menatapku.Sepertinya ia sangat penasaran dengan apa yang akan aku lakukan.Baiklah sayang pertunjukan kita mulai.Aku harap ini tidak berakhir memalukan.


__ADS_2