
Ruang sidang....
Ini untuk yang kedua kali nya bagi Bagas.Dulu hatinya terasa sesak saat berada disini.Tapi kali ini.......Bagas merasa lega,terlebih saat hakim menyatakan ia dan Kiara sudah resmi bercerai.
Jika kebanyakan orang tua berebut hak asuh akan anaknya.Tapi kali ini,mereka justru saling memberikan hak itu.Dan akhirnya tentu saja,hak itu di berikan oleh Kiara.Karena Keyza masih bayi,sangat membutuhkan seorang ibu.Tapi kenyataannya bukan ibu seperti Kiara.
"Kiara,aku harap kau segera mengambil Keyza dari rumah ibuku" seru Bagas .
"Jangan harap! Keyza juga ankmu.Jadi kau lah yang seharusnya mengurus Keyza mas"
"Apa kau tidak dengar keputusan hakim tadi.Hak asuh anak jatuh ke tanganmu,karena Keyza masih bayi dan lebih membutuhkanmu.Kau jangan khawatir aku akan memberikan uang untuk kebutuhan Keyza setiap bulannya"
"Hah kau pikir aku semiskin itu mas,jika aku mau aku bisa mengurus Keyza tanpa uangmu.Dan aku tidak butuh uangmu mas.Aku hanya butuh cinta darimu,tapi sekarang.....jika aku tidak mendapatkan cintamu maka aku akan menghancurkan orang-orang yang kau cintai.Agar kau mengerti rasanya hidup tanpa cinta!"
Mengingat akan jiwa nekat Kiara membuat Bagas semakin muak,apalagi ancaman yang selalu Kiara ucapkan.
Tanpa mengatakan apapun Bagas meninggalkan Kiara begitu saja.Hal itu membuat Kiara semakin terbakar amarah.Seluruh pikirannya di penuhi dendam kepada Andini.Kiara mengepalkan tangannya,menyimpan rasa sakit hatinya sebagai kekuatan untuknya membenci Andini.
******
Di kos-kosan Mela.....
Tok tok tok
"Siapa?" teriak Mela.
"Gw Mel Andini" jawab Andini dari balik pintu.
"Masuk aja gak kunci"
Klek Andini membuka pintu,terlihat Mela tengah berbaring di kasur mini nya.
"Mel gimana kabar lu?lu gak papakan?" tanya Andini khawatir.
__ADS_1
"Ya jelas apa-apalah,kalau gak papa gw gak ada disini kali" canda Mela.
"Maksudnya gak ada luka yang serius gitu misalnya" ucap Andini sambil memeriksa.
"Ya serius lah,masak bo'ongan.Emang sinetron"
Andini membuang nafasnya kasar dan memutar bola matanya. "Auu ah.Terserah lu la,Perasaan kok salah melulu gw nya" dengus Andini kesal.
"Idiiih gitu aja ngambek.......ufu ufu sang permaisuri dari kerajaan Atmaja jangan ngambek dong" goda Mela.
"Udah ah Mel gw serius nih,mana yang terluka." Tanya Andini lagi.
"Taraaaa" Mela menarik selimut.Dan menunjukkan kaki yang tengah di balut perban.
"Wah ini sih parah Mela,sampe di perban gini.Apa perlu gw beli'in kursi roda?" tanya Andini panik.
"Ya gak lah Andini sayang...kata dokter cuma keseleo ringan,istrahat satu atau dua hari juga sembuh" jelas Mela .
"Beneran nih?" tanya Andini tak percaya.
Andini langsung memeluk mela, " Sukur deh lu gak papa Mel,mendengar lu kecelakaan darahku berdesir kuat.Bayangan kecelakaan yang ku alami bersama kedua orang tuaku membuatku takut kehilanganmu." ucap Andini jujur.
Mela pun membalas pelukan Andini.Mela sudah menganggap Andini seperti saudara.Karena ambisinya pada Steven rupanya telah mempererat hubungan keduanya.
"Oh ya emang siapa orang yang udah nabrak lu?" tanya Andini sembari melepaskan pelukannya.
"Entah lah gw juga gak tau namanya.Yang jelas dia tampan dan emmmm kelihatannya dia juga orang kaya" ucap Mela sambil membayangkan sosok Bagas.
"Trus kenapa lu bisa gak tau namanya?" Andini membenarkan duduknya dan menopang dagu dengan sebelah tangannya.
"Karena dia gak menyebutkan nama,eh tunggu tunggu perasaan dia tadi ninggalin kartu namanya deh di atas meja itu" Mela menunjuk meja di sebelah Andini.
Dengan cepat Andini meraih kartu nama itu lalu membacanya "Bagas pranata CEO Adira group" mata Andini langsung terbelalak.
__ADS_1
"Apa lu mengenalnya?" tanya Mela penasaran.
"Hmmmm ..... ah gak! gw ga kenal" Andini tidak ingin Mela mengetahui masa lalunya yang begitu pahit.
"Jika tidak kenal tidak perlu menatap kartu namanya seperti itu" Mela menarik kartu itu dari tangan Andini. "Waahh apa gw bilang,dia CEO,berarti beneran kaya dong" ucap Mela girang karena kemungkinan misi nya untuk meminta ganti rugi bisa terpenuhi.
"Emang kalau dia kaya kenapa?Mau lu apain?" tanya Andini menyelidik.
"Mau gw mintain ganti rugi" Jawab Mela dengan menyunggingkan senyum.
"Kalau ganti rugi mah minta aja yang banyak".Mela tersenyum lebar,karena mendapat dukungan dari Andini.
Kedua insan itu pun terus berceloteh,ada saja bahan yang mereka obrolkan.
Tiba-tiba ponsel Andini berbunyi. " Bentar ya Mel suami gw nelpon" ucap Andini lirih sembari bergerak menjauh dari Mela.
"Dimana?" tanya Danu langsung " Masih di rumah Mela mas,ada apa?" tanya Andini pelan. "Gak ada apa-apa,cuma aku tuh lagi teringet aja tadi kamu cantik banget deh pake baju biru" ungkap Danu. "Siapa yang pakai baju biru?aku kan pakai baju warna kuning !" seru Andini kesal,percikan api cemburu mulai membakar relung hatinya. "Aaarrggh..... ternyata benar ya kata orang,kalau cinta itu buta" rayuan bucin Danu langsung menyapu rasa kesal Andini. "Gak lucu ah mas" ucap Andini tersipu malu.
"Sayang kayaknya aku udah over dosis deh"
"Iya sayang,pasti karna kangen yang berlebihan "
Hahaha tebakan jitu Andini...membuat Danu mati gaya. "Kamu kok tau sayang?" tanya Danu kesal, " Udah sering denger!" cetus Andini. "Wah siapa yang sering ngomong gitu ke kamu?" pekik Danu. "Ada deh" sambungan telepon itu langsung di putus oleh Andini.Andini tersenyum penuh kemenangan,karena berhasil mencetak skor satu sama.
"Andinii....awas kau,aku pasti akan memberimu hukuman" batin Danu dengan seringai licik nya.
Hari ini,seperti hari yang teramat panjang bagi Danu.Waktu seakan bergulir begitu lamban,karena hati dan pikirannya hanya di penuhi oleh hukuman yang akan ia berikan pada istrinya.
"Sial kenapa bayangan wajahnya selalu mengikutiku?sampai aku kehilangan konsentrasi.Kau benar-benar sudah sudah menjadi candu bagiku.Aku sangat ketergantungan padamu." Danu menutup laptop nya.Otak nya tidak dapat bekerja dengan baik.Virus kerinduan sudah menjalar ke seluruh sarafnya.
Danu mengacak-acak rambut hitam miliknya.Ingin rasanya ia segera pergi meninggalkan ruangan yang hari ini terasa membosankan.Namun tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab yang ada di pundaknya.Membuat Danu terpaksa mengubur semua hasratnya.
Jika saja ada jin yang mengabulkan tiga permintaan.Danu pasti sudah meminta untuk bertemu Andini, ingin bersama Andini dan memadu kasih pada Andini.
__ADS_1
"Ya aku memang sudah gila karenamu Andini...kau sudah berhasil mengobrak-abrik duniaku"
Untuk pertama kalinya,rindu itu benar-benar menyiksa.