Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Bayi gede


__ADS_3

Yaaa iya itu adalah handiplas yang pernah aku berikan saat pertemuan pertama kami.Rupanya dia masih menyimpannya dengan baik.Yaa tuhan,rasanya aku ingin loncat-loncat kegirangan.Aku beri handiplas aja bisa dia simpanan dengan baik,gimana kalau aku berikan HATIKU?????wkwkk


Eh tunggu tunggu dulu bisa aja itu handiplasnya hanya mirip,aku harus memastikannya dengan benar.Kulihat lebih dekat handiplas yang menempel di tangan boneka itu,disana ada tulisan pena '' kadal buntung '' hahahahaha itu kan panggilan nya padaku.


Semua sudah jelas,sepertinya aku masih punya peluang besar.Tidak peduli siapa dia dan bagaimana masa lalunya.Yang jelas hatiku semangkin yakin untuk mengejarnya.


'' Apa kau ingin bermain boneka seperti wanita ? '' Andra melirikku sinis namun aku balas dengan senyum sumringah.Harus bisa melatih kesabaran menghadapi calon kakak ipar yang jutek seperti Andra.


Sepertinya jika ingin mendekatinya,maka harus dimulai dari keluarganya.Terutama Andra sicalon kakak ipar,terus kedua orang tuanya.Mataku mencari-cari penghuni rumah ini,tapi aku tak menemukan siapapun selain satu pembantu wanita yang tadi membukakan pintu untuk kami.


'' Mama dan papa aku lagi gak dirumah,kebetulan mereka sedang bersilaturahmi di tempat pamanku '' jelas si calon kakak ipar yang sudah menangkap isi pikiranku.


'' oooooo '' aku mengangguk anggukkan kepalaku.Sambil melangkahkan kaki menuju keluar '' apa lu gak mau nawarin gw duduk dulu gitu,minum kopi misalnya? '' andra menoleh ke arahku dengan tatapan tajamnya.Aku langsung mengangkat kedua tangan pertanda aku menyerah tidak ingin berdebat dengannya.Kalau bukan karna adiknya sudah,juga ogah banget jika harus berduaan dengannya.


Aku melanjutkan langkahku mendekati mobilku,ternyata andra mengantarku sampai di depan.Andra tidak berkata apapun,termasuk ucapan terimakasih karna aku sudah mengantarnya pulang.


Saat dirumah terlihat mami dan papi sedang duduk di ruang tamu,dari raut wajah mereka tergambar kekesalan,sepertinya mereka habis bertengkar.


'' Danu sini kamu '' papa memanggilku,wah ada apa ini? roman-roman nya bakal kenak damprat nih.Aku duduk di hadapan papi dan mami '' ada apa pi? '' aku menyandarkan punggungku di sofa. ''JANGAN DEKATI JANDA ITU '' ucap papi tegas.Mataku langsung melebar '' maksud papi? '' ,papi beranjak dari duduknya lalu mendekatiku. '' Gara-gara wanita itu kau dan mamimu terlibat keributan di pesta tadi.Apa kau tidak memikirkan betapa malunya papi,melihat anak papi menggandeng tangan seorang JANDA '' ternyata di pesta tadi papi memantau gerak gerik ku dari jauh,kulihat mami melengos dan langsung pergi meninggalkan kami.Jadi papi dan mami bertengkar karna masalah ini,akhirnya aku mengerti.


'' Masih banyak perempuan yang jauh lebih baik darinya.Kau itu sekarang adalah seorang pemimpin perusahaan jadi jaga sikapmu saat di khalayak ramai.Jangan bertingkah seperti tadi,memalukan '' melihat wajah papi yang mengeras,aku menutup rapat-rapat mulutku,tidak ingin memicu perdebatan dengan papi walaupun sejujurnya aku tidak suka dengan sikap papi yang merendahkan Andini.


'' Selama ini papi tidak pernah membatasi pergaulanmu,tapi kali ini papi mohon jangan jatuhkan martabat keluarga kita dengan mengejar janda itu '' ucap papi lagi lalu pergi meninggalkanku.


Aku menarik nafas panjang membuangnya perlahan,menahan amarah di hatiku.Terkadang lebih baik diam dari pada menjelaskan hal yang kita rasakan.Karna akan lebih menyakitkan ketika ia bisa mendengar,tapi tidak bisa mengerti.


Aku merebahkan tubuhku di ranjang kamarku,masi tergiang di telingaku bagaimana papi tadi menyebutnya janda yang akan menjatuhkan martabat keluarga.


Mami Margaret POV


'' Tok tok tok '' aku mengetuk pintu kamar Danu. '' ini mami nak,boleh mami masuk? '' tanyaku pelan. '' Masuk aja mi GK dikunci '' aku membuka pintu dan terlihat ia sedang berbaring dengan setengah kaki tergantung disisi ranjang.


Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya.


'' Bagaimana keadaan andini? '' tanyaku langsung padanya. '' Dia terus menangis mi sampai tertidur mungkin karna lelah '' ucapnya sambil memindahkan kepalanya di atas pangkuanku.Anak ini ternyata masih manja, '' apa kau menyukainya? '' tanyaku sambil mengusap-usap kepalanya. '' Iya '' jawabnya singkat, '' mami setuju dengan nya '' ia langsung mengangkat kepalanya dari pangkuanku dan menatap wajahku.Terpampang senyuman di wajahnya, '' tapiii papi '' mengingat sikap mas yoga tadi membuat senyum di wajahnya memudar.


'' Mungkin karna kamu adalah anak papi satu-satunya,jadi sebagai seorang ayah tentu papi mengharapkan kamu mendapatkan wanita yang memiliki status sosial dan latar belakang yang baik menurutnya '' ucap ku sambil memegang tangannya. '' Lalu apa status janda itu buruk? '' ia menarik tangannya dari genggamanku.

__ADS_1


'' Tidak buruk sayang,hanya saja karna kamu masih lajang papi tentu berharap kau mendapat istri yang masih gadis pula '' kelasku pelan,anak ini langsung menundukkan wajah nya.


'' Kamu sabar aja,mami yakin suatu saat papi akan bisa mengerti.Papi seperti ini karna terlalu sayang padamu,jadi papi selalu ingin kamu mendapatkan yang terbaik pula '' ucapku mencoba mengusir kecemasan dihatinya.Walau bagaimanapun aku tidak ingin melihat Danu membenci mas yoga.


'' Papi egois,papi selalu mementingkan harga dirinya di banding perasaan anaknya sendiri '' Danu membuang bantal yang ada di samping nya. '' Jangan nge-judge papi mu seperti itu.Coba lihat dari sudut pandang papi,jika kamu jadi papi apa kamu rela anak semata wayangmu mendapatkan seorang janda,dan yang lebih beratnya lagi wanita tadi bilang kalau Andini itu adalah wanita mandul. ''


'' Setiap orang tua pasti ingin segera menimang cucu setelah anaknya menikah,lalu bagaimana perasaan saat tau anaknya tidak bisa memberikannya generasi penerus? ''


'' Papi hanya memiliki kamu dalam hidupnya,tentu hanya padamu lah papi menggantungkan seluruh harapannya.Setelah menjalani usia senja,orang tua hanya ingin melihat seorang cucu penerus keluarganya sebelum ia harus pergi untuk selamanya ''


'' Membangun rumah tangga tanpa buah hati itu tidak mudah sayang,papi pasti juga memikirkan perasaan mu kedepannya.Tidak ada orang tua yang egois pada anak,karna setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya ''


'' Mami memang menyukai andini,dia wanita yang baik.Apalagi dia pernah mempertaruhkan nyawanya untuk mami.Jujur mendengar tuduhan wanita itu mami sempat ragu,tapi jika memang kau benar-benar mencintainya maka mami akan mendukungmu sepenuhnya karna mami hanya ingin kamu bahagia.Soal anak bagi mami itu adalah rahasia tuhan,kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya.Tapi yakinlah jika ia sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini ''


'' Ya sudah,sepertinya kamu lelah.Sebaiknya kamu cepat tidur besok kan anak mami harus ke kantor '' Aku mengakhiri tausiah dengan menjebil pipinya seperti bayi.


'' Miiiii,tangan lakukan ini aku sudah gede '' protesnya sambil menyingkirkan tanganku.


'' iiiii bagi mami kamu tuh tetap seperti bayi,bayi gede mami hihihihi gemezzzz deeehhh '' kujembil lagi kedua pipinya dan ia pun langsung mendengus kesal '' udah ah aku mau bobok,mami keluar aja deh '' ucapnya sambil mendorong tubuhku hingga keluar lalu dengan cepat ia menutup pintu dan terdengar bunyi '' klek '' ia mengunci pintu dari dalam,pertanda ia tidak ingin di ganggu.


Di dalam kamar,aku melihat mas yoga sedang membaca tab nya dengan serius.Aku sedikit membanting pintu mencurahkan kekesalanku, '' bbrak '' suara pintu itu membuatnya menyadari akan kehadiranku dikamar itu.Ia tampak mendongakkan wajah lalu melepas kaca mata yang tersangkut di hidung mancungnya lalu meletakkan tab di atas meja kecil di sebelah ranjang kami.


Dia mengatakan fakta yang menyakiti hatiku,yaitu mengatakan Danu bukanlah anakku.


Memang benar adanya bahwa Danu bukanlah anak yang aku kandung dari rahimku.Tapi aku merawatnya sejak ia bayi dengan segenap kasih dan sayangku.Sangat menyakitkan rasanya bila dikatakan bahwa ia bukan anakku.


Aku paham jika dia marah karna keributan yang aku ciptakan tadi ,tapi aku melakukan itu karna aku tau bagaimana rasanya di hina seperti itu.Hanya sesama wanita yang bisa memahami sakitnya diposisi Andini.


Tapi Andini juga berhak bahagia,jika Danu memang benar mencintainya aku akan berusaha keras untuk mendukung mereka.


Dan aku juga paham akan kecemasnya saat melihat kepedulian Danu pada Andini.Tampak jelas dari wajah Danu bahwa ia tertarik dengan sosok Andini.Ia cemas bukan karna status sosial andini,tapi yang ia cemaskan adalah kekurangan Andini.


Dia boleh marah padaku karna aku mendukung Danu mengantar Andini pulang,tapi jangan katakan kalau Danu bukanlah anakku karna sampai kapanpun Danu adalah buah hatiku,tidak ada yang bisa mengubahnya.


Suasana terasa hening,harapan ingin di bujuk dan di rayu sepertinya harus kubuang jauh-jauh.Karna seperti biasanya mas yoga tidak pernah membujuk,apalagi merayu dan meminta maaf.


Aku menoleh kebelakangku,terlihat ia sudah terlelap dengan mudahnya.Dasar suami gak peka,bisa-bisanya dia tidur dengan begitu mudahnya.Sikapnya yang cuek ini membuat aku sering merasa bahwa ia tidak mencintaiku.

__ADS_1


Dia hanya bicara sekedarnya padaku,tidak pernah berbagi masalahnya dan perasaannya denganku,tidak perhatian dan bahkan tidak pernah cemburu.


Terkadang ingin rasanya aku pergi dari laki-laki yang berhati dingin ini.Tapi rasa sayangku kepada Danu anakku yang terlalu besar,membuatku tetap bertahan sampai saat ini.


Malam ini terasa sangat panjang bagiku,mengenang saat-saat kami bertengkar sampai akhirnya Danu yang selalu menyatukan kami.Yaa anak itu sejak kecil memang pandai memikat hati dengan semua tingkah lucu nya.


Membayangkan bagaimana menggemaskannya Danu kecilku,membuat perlahan aku terlelap dengan senyuman.


Author POV


Dirumah Bagas tampak semua barang berserakan,Bagas membanting semua barang yang ada dirumah hingga pecah .Puing-puing kaca,kini memenuhi bertebaranlantai di ruangan itu.


Kiara memandang Bagas yang tampak terduduk lemah dengan memegang sebotol minuman keras di tangannya.Sebelumnya Bagas tidak pernah semarah ini,karna ia dikenal sebagai tipe lelaki yang lembut dan hangat.Namun kali ini sikap Kiara benar-benar keterlaluan bagi nya.


'' Mas ,ada apa ini,apa yang kamu lakukan ? '' tanya Kiara penuh khawatir saat melihat sebelah tangan bagas yang berdarah saat memukul meja yang ada di ruangan itu.


'' Seharusnya aku bertanya padamu apa yang kau lakukan ? '' Bentak Bagas sambil mengibas kan tangan Kiara yang hendak menyentuh nya.


'' Apa kau sudah tidak waras?kenapa kau begitu tega menyakitinya?apa kurang kau kurang puas dengan luka yang sudah ia terima karna penghianatan kita? '' Jerit Danu sekuatnya.Rahang dan wajah danu tampak mengeras. '' PRAAkkkkk '' Ia melempar botol yang ada di tangannya ke dinding untuk meluapkan emosinya.


'' IYah mas,aku memang sudah tidak waras.Tapi semua itu karenamu mas ''


Balas Kiara dengan suara yang tidak kala kuatnya dengan suara Bagas.


'' Aku jadi tidak waras karna kamu tidak bisa melupakan Andini mantan istri kamu mas,kamu masih menyimpan fotonya di dompetmu dan bahkan kamu masih menyimpan semua kenangan bersamanya.Apa kau pikir aku tidak tau itu? satu tahun aku bersamamu tapi hatimu masih bersama Andini.Apa kau pikir itu mudah bagiku? ''


'' Setiap hari kau menyebut Andini begini Andini begitu ,tanpa memperdulikan persaanku.Bahkan tadi saat di pesta kau hanya memandang Andini tanpa sedikitpun menoleh padaku,apa kau pikir itu adil bagiku ''


ucap Kiara mencurahkan isi hatinya yang ia pendam selama ini.


'' Jika aku menyakitimu maka kau bisa marah padaku,pukul aku,tapi jangan melampiaskannya pada Andini,dia tidak bersalah '' nada suara bagas memekakkan telinga.


'' Aku hanya ingin dia berpikir kalau kita selama ini kita hidup bahagia,tapi kenapa kau selalu membelanya tanpa peduli perasaanku.Semua orang begitu menyayanginya bahkan kau yang sekarang suamiku juga masih menyayanginya.Apa kau pikir ini tidak menyakitkan bagiku mas?tapi kenapa kau hanya melihat lukanya tanpa sedikitpun berusaha melihat lukaku.Aku juga sakit mas,Hatiku sakit melihatmu masih mencintainya huwaaaa huwaaa huwaaaa '' tangis Kiara akhirnya pecah memenuhi setiap sudut ruangan itu.


'' Oeee oeeeeekkkk oeeeeekkkk oeeeeee '' Terdengar suara baby Keyza menangis karna ikut merasakan kepiluan dari hati orang tuanya. seorang Baby sister yang merawat tampak kualahan menenangkan baby key yang terus menangis.


'' Jangan sama kan kau dengan andini,karna kau tidak akan bisa seimbang dengannya '' ucap Bagas sambil mendorong tubuh Kiara hingga terjatuh kelantai.Lalu Bagas pun pergi tanpa memperdulikan anaknya yang sedang menangis.Karna entah kenapa Bagas tidak bisa menyayangi baby key selayaknya seorang ayah.Padahal selama ini dia sangat mendambakan seorang anak.

__ADS_1


'' Mas,jangan pergi Keyza menangis dia juga membutuhkanmu,membutuhkan ayahnya'' ucap Kiara memohon.Namun tidak dipedulikan oleh bagas,Bagas tidak menoleh sedikitpun.


Kepergian Bagas membuat Kiara semangkin merasa sakit hati dan menyalahkan Andini.Ia berfikir ini semua karena Andini,karena Bagas tidak bisa melupakan Andini.Kebencianya pada Andini semangkin besar menyelimuti hati.


__ADS_2