Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Terbongkar


__ADS_3

Pagi itu.....


Sebelum mengunjungi Steven Andini harus menemui dokter kandungan sesuai jadwal yang sudah di atur oleh Beri.


Kali ini Danu tidak dapat menemaninya..karena sebuah urusan.


Ting....suara lift terbuka,akhirnya Andini sampai pada lantai ke tiga. Ia berjalan lenggang menuju ruangan dokter.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia melewati sebuah ruangan rawat seorang pasien.


Ia mendengar jeritan seorang wanita,suara itu terdengar tidak asing baginya.


Bukankah ini bagian spesialis kandungan?apakah wanita yang ada di dalam sana tengah menjalani proses melahirkan?pikir Andini.


Tapi inikan bukan ruang bersalin...


Perlahan Andini mendekati pintu kamar itu,dan mencoba menempelkan telinganya ke pintu.


"Tidak.....!" suara itu sepertinya sangat tidak asing baginya .


"Permisi Bu..." suara seorang suster membuyarkan konsentrasinya.


"Apa yang sedang ibu lakukan disini?" tanya suster itu lagi.


"Maaf sus,kalau boleh saya tau kenapa wanita yang ada di dalam sana sepertinya berteriak,apa yang sedang terjadi padanya?"


"Maaf Bu saya juga kurang tau,tapi denger-denger wanita itu tadi malam baru saja mengalami kecelakaan,dan karena benturan yang sangat keras di area perut jadi rahimnya pecah dan dokter terpaksa mengangkat rahimnya. Mungkin wanita itu menangis karena kehilangan rahimnya" jelas suster itu.


Andini langsung merasa ngeri mendengarnya.Ia mengusap-usap perutnya,dan teringat kejadian tadi malam. jika saja itu terjadi padanya,mungkin ia juga akan menangis histeris seperti itu.


"oh ya ibu ada urusan apa di sini?"


"Saya ada janji dengan dokter Sinta sus"


"Oh atas nama ibu Andini ya?"


"Iya sus"


"Kebetulan dokter Sinta sedang menunggu anda di ruangannya,mari Bu silakan..saya antar ..." ucap suster itu ramah dan sopan.


"Terimakasih sus"


Akhirnya Andini meninggalkan ruangan itu bersama sang suster menuju ruangan dokter. Tapi entah kenapa Andini masih kepikiran dengan wanita tadi,selain ia merasa iba ia juga berusaha mengibgat-ingat kembali suara itu..namun sepertinya ia tidak berhasil mengingatnya.


Tak lama kemudian,tiba lah mereka di ruangan dokter Sinta. Dokter itu sangat muda dan cantik.Dan berbeda dengan dokter yang ia temui sebelumnya.


Dokter itu menyambutnya dengan ramah,Andini di perlakukan dengan sangat baik di sana.


Bukankah kata mas Danu ini dokter terbaik di kota ini,tapi kenapa tidak ada pasien nya...jangan-jangan.... ini dokter gadungan...


Andini nenerka-nerka dalam hati ,saat sedari tadi hanya ada dirinya,bukankah biasanya ruangan dokter kandungan itu di penuhi oleh ibu-ibu hamil? pikir Andini.


"sus kenapa ruangan dokter ini sepi ? tidak ada pasien lain?" bisik Andini kepada suster yang sedari tadi mendampinginya. Akhirnya karena terlalu penasaran pertanyaan itu pun terlontar begitu saja.


Suster itu tersenyum....


"Maaf bu, dua jam ke depan ruangan ini sudah di booking oleh suami anda untuk khusus melayani anda ibu Andini Atmaja,jadi mana mungkin ada pasien lain"


Mendengar penjelasan itu,kedua sudut bibir Andini langsung tertarik dan membentuk sebuah senyuman. Tidak di sangka suaminya itu sampai melakukan ini. Dan ia juga merasa malu karena sempat berpikir buruk pada sang dokter.


Penjelasan dokter tadi membuat Andini tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Hingga ia tak sabar mengabarkan kabar bahagia itu dengan Danu.


Di rumah sakit.....


Mela dengan sabar sedang menyuapi Steven. Setelah mendapat kabar dari Andini tentang keadaan Steven ia langsung datang ke rumah sakit. Walau sudah berkali-kali kecewa karena cinta yang tak berbalas ,tetapi wanita itu masih saja mencemaskan keadaan Steven.


"Terimakasih Mel" ucap Steven sambil menatap wajah Mela.


"Untuk apa?"


"Untuk perhatiannya..."


"Jangan GR ya...gw ngelakuin ini bukan karena suka sama lu...tapi karena rasa kemanusiaan !" tegas Mela.


"Iya gw tau....gak usah nge-gas juga kali " goda Steven sambil tersenyum....


"Ya biar lu gak salah paham aja ...jadi jangan berharap lebih sama gw...." seru Mela lagi.

__ADS_1


Hahaha bukanya yang selalu berharap lebih itu dia ,kenapa memberi ultimatum ke gw?


"Ya wajarlah kalau seorang lelaki berharap pada wanita yang mengurusnya saat sedang sakit...."


"Eh tunggu berharap apa nih maksudnya?"


"Ya berharap di rawat sampai sembuh....,soalnya susah Mel kalau harus makan sendiri tangan gw kan sakit..." keluh Steven.


"Makanya jangan sok jadi pahlawan kesiangan !"


"Emang lu mau kalau Andini yang terbaring di sini?"


"Ya gak lah....amit-amit,Andini itu sahabat terbaik gw..."


Steven tersenyum Melihat Mela mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri...ada saja kelakuan Mela yang membuat kamar itu terasa menjadi ramai...


"Tapi ngomong-ngomong ternyata lu kalau sakit bisa banyak ngomong ya?"


"Kenapa gak sakit aja dari dulu...biar kita ngobrol seperti manusia kayak gini"


Dasar ya ini cewek,gw malah di doain sakit


"Emang dulu gw bukan manusia?"


"Bukan....! Dulu lu itu es balok...kalo sama gw sikapnya dingin banget..." seru Mela jujur.


"Masa iya sih?"


"Iya lah....kan gw yang ngerasa..."


"Jadi dulu kalau Deket gw lu kedinginan gituu?..kenapa gak minta peluk aja" goda Steven lagi.


Entah kenapa kali ini sikap Mela yang nyablak dan sok jual mahal membuat Steven jadi ingin menggodanya .


"Ih boro-boro di peluk,di tatap aja gak" dengus Mela.


"Nanti kalau gw udah sembuh gw peluk deh...sebanyak yang lu mau..."


"Eh enak aja mau peluk-peluk sembarangan...emang dikira gw wanita apaan.kalau mau peluk di halalin dulu dong...."


Hahaha masih berharap ternyata....


Mela langsung tersipu malu...walau terlihat bercanda...tapi sebenarnya Steven memang masih ada di hatinya,hanya saja kali ini ia bener-bener tidak ingin berharap lagi pada lelaki itu.


"Udah nih makan buahnya...biar lu cepat sehat...gak usah ngomong yang gak-gak entar lu baper lagi...."


Ucap Mela sambil menyodorkan sepotong buah apel kemulut Steven.


"Bukan nya lu yang Baper..." goda Steven lagi sambil tersenyum.


"Idih jangan GR ya lu,asal lu tau aja gw udah hilang rasa sama lu pria es balok" cetus Mela.


Steven terkekeh mendengar nya... ia tidak pernah menyangka bahwa selama ini ia di sebut pria es balok oleh wanita itu.


*****


Di sebuah ruangan....Kiara terbaring lemah. Air matanya terus menetes di pipinya. Masih terbayang dengan jelas di ingatannya,bagaimana saat ia sengaja menginjakkan gas mobilnya untuk menabrak Andini. Wanita yang pernah menjadi sahabatnya dan sekaligus wanita yang sangat ia benci.


Rasa benci itu semakin memburu saat melihat wanita itu tertawa bahagia bersama suaminya. Rasa benci yang terlalu kuat mendorong pikiran Kiara untuk melenyapkan wanita itu.


Tapi sayang...rencana nya itu gagal.Karena tuhan masih melindungi Andini.


Karena terlalu panik,Kiara melajukan mobil itu dengan sangat kencang hingga ia menabrak sebuah pohon di tikungan jalan.


Dan karena kecelakaan itu,ia harus kehilangan rahimnya.


Kiara segera menghapus air matanya dengan cepat ,saat terlihat sosok lelaki yang sangat ia cintai muncul di ruangan itu. Ia tersenyum dan matanya berbinar....


"Mas Bagas ......"


Airin mencoba membenahi posisi nya menjadi setengah duduk. Kedatangan lelaki itu benar-benar seperti kekuatan baginya...saat ini ia benar-benar butuh lelaki itu...


Plak.....


Tanpa basa basi tangan Bagas langsung mendarat ke pipi Kiara.


Plak.....

__ADS_1


Sepasang tamparan itu,benar-benar membunuh secerca harapan yang ada di hati Kiara. Sungguh Kiara sangat paham kenapa lelaki itu marah.


"Bukankah sudah kuperingatkan jangan pernah lagi menyakiti Andini !"


Kiara menyentuh kedua pipinya...


"Kau benar-benar tidak punya hati Kiara"


"Teganya kau ingin membunuh Andini..!!! apa kau sudah gila?" teriak Bagas.


"Apa?????.....jadi itu semua perbuatan mu kiara?"


Tiba-tiba sosok Andini datang di ruangan itu.


"Benarkah itu perbuatan mu Kiara?" tanya Andini lagi dengan langkah mendekati Kiara.


"Yah itu perbuatan ku....aku memang sangat ingin melihat mu MATI !!!!!!!" teriak Kiara.


"Aku membencimu...sejak dulu aku membencimu....." tuding Kiara sambil menghapus air matanya dengan kasar.


"Kau tau kenapa aku sangat membencimu?"


Kiara tertawa sinis...


"Itu karena kau selalu di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangimu....sementara aku?...aku selalu di abaikan oleh orang-orang yang aku sayangi..."


"Kau memiliki banyak teman yang peduli padamu,orang tua dan kakak yang sangat menyayangimu dan bahkan kau juga memiliki hati lelaki yang sangat aku cintai sejak kecil..."


"Sejak SMP aku sudah menyukai mas Bagas tapi ia justru menjadi suamimu....dan sejak saat itu aku hanya ingin merenggut semua kebahagiaanmu...termasuk mas Bagas"


"Awalnya aku sudah merasa puas...karena aku sudah berhasil menabur luka di hatimu...aku berhasil merebut mas Bagas darimu...dan setelah itu aku juga berhasil merenggut kedua orang tuamu...hahaha"


"Apa maksudmu Kiara?,,,apa maksud kata-kata mu tentang kedua orang tuaku?"


Andini menarik baju Kiara penuh emosi.


"Hahahaha kau dan kakakmu bahkan terlalu naif.....asal kau tau kecelakaan mobil yang kau alami itu hasil karyaku....aku yang membayar seseorang untuk merusak mobil ayahmu...agar kau dan kedua orang tuamu mati ! Tapi...sepertinya kau masih beruntung karena kau masih tetap hidup sampai sampai sekarang!"


Dengan nada sombong dan penuh keangkuhan Kiara sengaja ingin menghancurkan hati Andini kembali.


"Dasar brengsek,kau wanita gila...." Andini mencekik leher Kiara sekuatnya...kali ini Andini benar-benar terbakar emosi mendengar pernyataan Kiara.


"Jika orang tuaku mati karenamu maka kau juga harus mati di tanganku....!!!" seru Andini sambil terus mencekik leher Kiara dengan kuat sehingga Kiara sulit untuk bernafas.


"Lepas Andini....lepaskan ,kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk wanita ini" Bagas menarik tangan Andini.


Uhuk uhuk uhuk....Kiara terbatuk-batuk karena lehernya terasa sakit. Untung saja Bagas berhasil melepaskan cengkraman Andini dari lehernya jika tidak mungkin dia juga bisa mati.pikir Kiara.


Entah kenapa wanita yang selama ini terlihat lemah dan hanya bisa menangis itu tiba-tiba menjadi kuat dan sangar...


"Lepaskan aku mas,,aku ingin membunuh wanita itu...." teriak Andini..


"Lepas kan istriku...." teriak Danu dan buk sebuah kepalan tangan Danu langsung mendarat di wajah Bagas,hingga membuat lelaki itu tersungkur.


Karena emosi Bagas ingin membalas pukulan itu tapi kedua tangannya sudah di pegang dengan kuat oleh dua lelaki berjas hitam yang datang bersama Danu.


Buk buk buk ...Danu meninju wajah dan perut Bagas....


"Mas sudah.....jangan seperti ini...." Andini memeluk Danu dari belakang..sambil menangis...


Danu langsung berbalik dan memeluk Andini...


"Jangan menangis...." Danu menghapus air mata Andini " orang yang sudah berani menyakiti istriku,,akan kupastikan ia akan menderita seumur hidupnya..."


"Mas bawa aku pergi dari tempat ini...."


pinta Andini ...berlama-lama di ruangan itu membuat hatinya semakin sesak,karena ia harus mengingat bagaimana kedua orang tuanya pergi untuk selamanya.


"Baik,,,baik sayang...kita akan segera pergi dari tempat ini" Danu mengusap punggung sang istri...berusaha menenangkan.


"Kau....tertawa lah sepuasmu saat ini....karena satu jam lagi akan kupastikan kau tidak bisa tertawa lagi sampai kau mati ! " Danu menuding Kiara penuh ancaman.


"Dan kau....! Jangan pernah lagi kau dekati istriku...atau kau juga akan menanggung akibatnya...karena kau dan dia memang cocok...kalian berdua sama-sama SAMPAH...!"


Bagas hanya bisa menarik napas dalam,walau bagaimanapun Danu benar. Dia tidak jauh beda dengan Kiara karena ia pernah menyakiti wanita baik seperti Andini demi Kiara.


"Oh ya ...terimakasih ...karena kau sudah mengakui semua kejahatanmu...jadi aku tidak perlu repot-repot untuk menyelidikinya...."

__ADS_1


Danu menunjuk kiara,dengan senyuman yang sulit di artikan,lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2