Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Tidak Ingin Kehilangan


__ADS_3

Andini duduk termangu,menatap foto kedua orang tuanya.


Pah....Ma...


Sudah dua kali aku terjatuh pada luka yang sama.


Bahkan sekarang dalam keadaan mengandung cucu kalian.


aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan?


Kenapa nasipku begitu miris ma?


Dulu aku di hianati karena tidak bisa mengandung,tapi sekarang aku sudah mengandung si kembar aku masih di khianati juga?


Apa salah Dan dosaku, sehingga dua lelaki yang aku cintai dengan begitu tulus selalu memberi kepedihan.


Penghiatan ini begitu pedih ma pa....


Aku rindu pelukan mama....aku rindu perlindungan papa ....aku rindu kalian....


Andini mengusap lembut wajah kedua orang tuanya yang berada di balik kaca. Air mata nya terjatuh begitu saja.


Klek....


Seseorang membuka pintu ruangan itu. Andini segera menghapus air matanya dan menoleh kearah seorang lelaki tampan yang sedang menatap sendu.


Andini langsung menghambur dalam pelukan lelaki itu.


"Kaakkk...." keluh Andini ,ia kembali menangis sesenggukan di pelukan Andra.


"Jangan sedih,ada kakak di sini"


Andra menghapus air mata adik kesayangannya itu. Dadanya terasa sesak, melihat kondisi Andini.


"Apa salah ku kak?" keluh Andini lagi.


"Kamu tidak bersalah dek,kau adikku yang paling cantik. Jangan menangisi orang yang bahkan tidak layak mendapatkan air matamu" ucap Andra lirih.


"Aku harus bagaimana kak? bagaimana dengan anak-anak ku?" Andini menyentuh perutnya yang semakin membesar. " Aku takut kak hik hik hiks "


"Jangan takut lagi, bukan kah kakak sudah ada disini,kakak tidak akan membiarkan siapapun melukai mu lagi" Andra mengecup puncak kepala Andini. Mencoba menenangkan hati wanita itu.


"Sekarang istirahat lah, tenangkan dirimu dulu. Nanti setelah itu baru kita bicarakan masalah ini" Andra merebahkan tubuh Andini di ranjang lalu menyelimuti nya.


✨💔💔💔💔💔💔✨


Di perusahaan besar Atmaja.


Danu di tuntut pertanggungjawaban oleh papa Airin untuk menikahi Airin secepatnya. Dan anehnya papi Yoga menyetujui permintaan papa yang notabennya adalah sahabat papi Yoga.


Lalu bagaimana dengan Danu?


Tentu saja Danu menentang keras keputusan papinya.


"Aku tidak mau menikah hi Airin !" Seru Danu tegas.


"Tidakkah kau berpikir untuk membersihkan nama baik keluarga Atmaja" Paksa papi Yoga.


"Tidakkah papi memikirkan bagaimana dengan istri ku? Andini sedang mengandung anakku Pi"


"Andini sudah pergi meninggalkan mu,apa kau buta?" teriak papi Yoga.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi dengan papi Yoga sekarang, ia sangat mendesak Danu untuk menikahi Airin. Padahal malam itu papi Yoga sempat marah besar karena membela Andini.


"Dia memang pergi dari rumah, tapi bukan berarti aku harus menikah lagi. Aku tidak mau melakukan nya. Lagi pula aku tidak pernah menyentuh Airin,itu hanya sebatas ciuman tidak lebih" jawab Danu tegas.


"Siapa yang akan percaya jika itu hanya sebatas ciuman, setelah melihat foto-foto itu. Terlebih semua orang juga tahu bahwa kau seorang playboy" papi Yoga tergelak sinis.


"Oke mungkin dulu aku sangat bejat. Tapi sekarang aku sudah tidak seperti itu lagi Pi. Aku mencintai Andini,dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan nya"


"Setelah melihat skandal mu itu,apa kau pikir Andini masih bisa menerimamu lagi?"


"Walau mungkin tidak mudah,tapi aku akan memperjuangkan rumah tangga kami"


Dengan tegas dan penuh keyakinan Danu menolak permintaan itu.


Namun Karena skandal itu juga berdampak pada perusahaan Atmaja,Danu tetap harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan nya.


"Aku akan membuat konferensi pers pada media, untuk meluruskan masalah ini" ujar Danu mencoba mencari jalan untuk mengakhiri perdebatan ini.


"Papi tidak setuju..." seru papi yoga.


"Kenapa?"


Tanya Danu penasaran,ia merasa aneh pada papi Yoga. Entah kenapa lelaki itu begitu kukuh ingin menikah kan ia dengan Airin.


"Karena itu sama saja kau tidak bertanggung jawab atas Airin. Kau pasti akan melempar kesalahan mu pada Airin"


"Itu memang kesalahan nya, karena dia telah menjebak ku dalam permainan nya"


"Kalian berdua salah,dan untuk menutupi kesalahan itu kalian harus menikah. Selain untuk memperbaiki nama baik kedua keluarga hal itu juga sangat berpengaruh pada perusahaan Atmaja. Papi tidak ingin perusahaan Atmaja hancur karena kebodohan mu" papi Yoga masih tetap kuat dengan keputusan nya.


"Hah" Danu tergelak sinis menatap nanar lelaki paruh baya itu. " Aku pikir papi telah berubah,tapi ternyata aku salah. Papi masih lebih mementingkan Derajat dan martabat serta kejayaan perusahaan daripada kebahagiaan anak papi sendiri,papi egois!"


Danu pergi meninggalkan ruangan papinya dengan penuh amarah.


Saat masuk keruang nya ,ia melihat seorang lelaki sedang membaca sebuah kertas kecil berwarna coklat. Tubuh Danu terasa kaku,ia meneguk Saliva nya dengan sangat susah.


"Andra?" seru Danu kaget.


Andra menatap wajah Danu dengan geram. Ia melempar kertas itu ke wajah Danu dan....


BUKK


sebuah pukulan keras langsung mengenai wajah tampan nya hingga Danu terpental ke tembok.


Danu memegangi sudut bibirnya yang berdarah,lalu segera memungut kertas kecil itu.


Sungguh ia juga tidak tau darimana datangnya kertas itu.


Mata Danu langsung terbalak,saat membaca isi kertas kecil berwarna coklat itu.


Bagaimana tidak,di dalam kertas itu tertera namanya dan Airin.


Entah bagaimana undangan itu sudah tercetak dan berada di atas mejanya.


"Andra.. aku bisa jels-----"


Belum sempat Danu menyelesaikan kalimatnya BUUKKK


Sekali lagi kepalan tangan Andra mengenai wajahnya.


Andra terus memukul Danu tanpa cela. Untung saja Beri masuk keruangan itu dan menahan Andra.

__ADS_1


Andra menatap Danu dengan nanar...


"Brengsek lu .... Beraninya lu menyakiti adik gw..." teriak Andra dengan napas memburu. ingin sekali ia menghabisi lelaki itu.


Dengan sekuat tenaga Beri menarik tubuh Andra .


"Ndra .... tolong jangan emosi. Apapun masalahnya mari kita bicarakan secara baik-baik" ujar Beri mencoba untuk menenangkan Andra.


"Jika itu terjadi sama keluarga lu ,apa lu bisa bicara baik-baik dengan bajingan ini?" seru Andra sambil melepaskan tangan beri dari tubuhnya.


"Ndra ini gak seperti yang lu pikir kan,gw mencintai Andini " Danu mencoba ingin menjelaskan.


"Halah persetan Dengan cinta palsu mu itu. Gw bener-bener Sangat menyesal telah mempercayakan adek gw sama manusia gak bermoral seperti lu, Anjing...." Untuk pertama kalinya Andra memaki orang lain.


Darahnya benar-benar mendidih setelah melihat surat undangan itu.


"Ndra percaya lah,gw gak akan menikah dengan Airin . Gw juga gak tau kenapa undangan ini bisa ada di sini. " Lagi-lagi Danu masih berusaha memberikan penjelasan.


Tapi siapa yang akan percaya, setelah semua hal yang terjadi?


Terlebih Andra orang yang sangat tau masa di mana Danu pernah tergila-gila dengan Airin.


"Mulai sekarang lebih baik lu jangan lagi muncul kehadapan gw dan adik gw...adik gw gak butuh lelaki bejat seperti lu"


Andra merapikan kemeja nya . Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Sementara Danu ?


Ia terlihat sangat prestasi,ia menendang meja kerjanya hingga semua barang yang ada di atasnya terpenting kelantai.


Sekejap ia membuat ruangan itu menjadi kapal pecah.


Melampiaskan emosi nya pada benda-benda yang tak bersalah.


Danu terduduk di atas sofa,ia mungusap-usap wajahnya dengan sangat kasar.


Bagaimana tidak....


Ia sudah kehilangan cara untuk menjelaskan semua nya. Tidak ada yang mempercayai nya kecuali Beri.


Beri juga merasa sedih atas masalah yang menimpa sahabatnya itu.


"Mami Margaret ada di rumah sakit"


Dengan nada berat ,beri terpaksa memberitahu kan kabar buruk itu.


"Hah.. kenapa?"


Danu terbelalak kaget,dan langsung berdiri.


"Menurut informasi dari pihak rumah sakit,Mami Margaret terkena serangan jantung. Mungkin ia sangat terpukul setelah melihat skandal mu dengan Airin.


"Oh shit....." umpat Danu.


Danu mengacak-acak rambutnya,kepalanya terasa mau pecah.


Belum lagi satu masalah terselesaikan kini sudah bertambah masalah baru.


Dengan cepat Danu menuju ke rumah sakit.


Ia mengemudi mobil sport nya dengan sangat kencang.

__ADS_1


Hatinya berdenyut ngilu,penuh kecemasan. Sungguh ia tidak ingin kehilangan dua wanita yang sangat dicintainya. Andini dan mami Margaret.


__ADS_2