Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Kini saatnya si kembar menyusu.


Bulan dan Bintang langsung menyedot ****** Andini dengan bantuan suster.


Rupa-rupanya si kembar sudah sangat ahli dalam urusan menyedot. Dan bersyukurnya kedua ****** Andini menonjol dan panjang. Jadi tidak membuat si kembar kesulitan.


Danu meneguk salivanya,memandangi si kembar menyusu dengan sangat lahap.


Kini si kenyal dan lembut kesukaan nya sudah menjadi milik si kembar.


"Wah baby nya pintar sekali ya" puji suster itu.


"Iya dong sus ,siapa dulu ayahnya..." seru Danu bangga.


"Tapi ayahnya ngalah dulu ya sama si baby,jangan rebutan" goda suster itu.


" Iya sus,tapi intip-intip dikit boleh lah...." canda Danu dan langsung mendapat lirikan tajam dari Andini.


Rasanya saja masih begitu ngilu dan perih,sudah mau di intip. Pikir Andini.


"Intip-intip si kembar loh sayang,siapa tau popoknya basah tengah malam kan harus di ganti entar masuk angin . Iyakan sus?"


Suster itu tersenyum... " Iya pak,tapi awas jangan salah intip ya" canda suster itu sambil kembali meletakkan si kembar ke ranjang bayi.


"Dan Ibunya jangan lupa makan ya,terus setelah itu minum obatnya.Biar cepat pulih" seru suster itu sebelum pergi.


"Mas aku mau pipis" keluh Andini lirih.


"Ya udah ayok aku temenin" Danu mengulurkan tangannya.


"Tapi takut sakit...." keluh Andini lagi.


"Ya udah biar aku gendong"


"Tapi bukan itu maksudnya"


"Jadi apaan aku gak ngerti?"


"Itu loh mas,****** aku kan habis di jait. Jadi takutnya perih kalau untuk pipis"


Ya Tuhan sebegitu beratnya perjuangan seorang ibu. Danu menghela napas berat, ternyata masih belum cukup rasa sakit yang istrinya rasakan tadi. Kini ia masih harus merasakan perih lagi. Beginikah ibuku dulu saat melahirkan ku?


"Mas kok malah bengong sih?" seru Andini.


"Eh ...iya maaf sayang" suara Andini membuyarkan lamunannya.


"Ya udah aku gendong,terus pipisnya sambil pegang tangan aku. Biar gak berasa sakitnya" ujar Danu asal.


Namun kata-kata itu, berhasil membuang seluruh ketakutan Andini. Andini mengangguk dan menurut.


"Aduh..." keluh Andini saat ia mengeluarkan air seninya.

__ADS_1


"Apa rasanya sangat sakit?"


Andini menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu mengeluh"


"Karena kamu menginjak kaki aku mas" jawab Andini.


"Heheh iya maaf sayang....aku gak sengaja"


Mungkin karena terlalu cemas dan lelah, membuat lelaki itu menjadi tidak fokus.


Danu kembali menggendong Andini ke tempat tidur. Dan menyuapinya dengan telaten.


"Selamat ulang tahun mas"


Hah ?


Danu bahkan tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.


"Barakkala Pi umrik suamiku.... selalu jaga hati kamu,dan semoga bisa jadi suami dan ayah yang lebih baik lagi untuk aku dan anak-anak" ucap Andini sekali lagi.


"Terimakasih sayang, dalam keadaaan seperti ini kamu masih mengingat hari ulang tahunku" ucap Danu lirih sambil mengecup kening Andini lembut.


Andini tersenyum dan menghapus buliran bening yang tertumpah di sudut Danu. "Jangan menangis" ucap Andini lirih.


"Ini tangisan bahagia sayang,karena di hari ulang tahunku kau telah memberi hadiah terindah yang tidak ternilai harganya. Kau memberiku dunia sudah ini,kalian bertiga adalah duniaku" Danu memeluk Andini erat.


Di dalam hatinya ia berjanji pada dirinya sendiri. Dia akan berusaha membuat Andini dan kedua bayi mereka bahagia.


Malam ini mereka lalui hanya berdua,Mela dan Steven sudah pamit untuk pulang. Sementara mami Margaret masih berada di rumah sakit yang berada.


Andra juga belum bisa datang karena ada sesuatu urusan.


Danu menatap lekat wajah Andini ,masih teringat dengan jelas bagaimana wanita itu melewati masa-masa sulitnya.


Iya berjanji mulai besok , seluruh dunia harus tau posisi wanita ini di keluarga Atmaja.


Persetan dengan pendapat papi Yoga,pikir nya. Dan ia juga berjanji tidak akan menutupi apapun dari wanita ini.


Kesalahpahaman itu terjadi karena ketidak jujur rannya. Hingga wanita itu berbuat nekat untuk mencari kebenaran malam ini.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Keesokan harinya....


Berita tentang skandal Airin sudah viral di internet,karena itu harga saham perusahaan keluarganya turun drastis.


Dan kesepakatan yang Airin tandatangani malam itu?


Itu adalah surat pernyataan bahwa Airin secara sadar telah menjebak Danu.

__ADS_1


Airin tertipu oleh muslihat Danu. Melalui pernyataan itu, Airin sudah membersihkan nama baik keluarga Atmaja.


Hari ini....


Airin bahkan tidak berani membuka ponselnya. Ia mengurung diri di dalam kamar nya.


Kedua orang tua Airin marah besar kepadanya. Hingga pintu kamar Airin di dobrak oleh papanya,serta ia juga mendapat tamparan keras dari sang papa.


Walau awalnya ini juga karena ide sang papa untuk menjebak Danu agar bisa menguasai hartanya. Tapi kini tuhan berkata lain, keadaan justru berbalik.


Airin menunduk sambil memegangi pipinya. walau terasa begitu sakit tapi tiada setetes air pun yang terjatuh dari pelupuk matanya.


Amukan papa nya ia rasa tidak sebanding dengan bagaimana sakitnya ia akan menghadapi dunia.


"Lebih baik kita kembali ke belanda, kembali memulai kehidupan di sana" ujar mama Airin."ini juga kesalahan kita pah,secara sadar kita sudah berusaha menjual anak kita pada keluarga Atmaja"


Mama Airin memeluk Airin dengan perasaan pilu. Semua berawal dari kesalahan mereka.


" Kalau saja dia tidak bertindak bodoh,semua ini tidak akan terjadi" seru papa Airin.


"Jangan menyalahkannya lagi,ia hanya korban keserakahan mu,jika saja waktu itu kau tidak menyuruh Airin untuk kembali mendekati keluarga Atmaja. Maka semua ini tidak akan pernah terjadi" bela mama Airin.


"Tapi aku tidak pernah menyuruhnya untuk membuat skandal yang merugikan perusahaan" teriak papa Airin.


"Kau bahkan lebih mementingkan perusahaan dari pada putrimu sendiri. Apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaan Airin. Seluruh dunia akan mengoloknya dan mencemooh nya,lalu bagaimana bisa kau lebih meresahkan kondisi perusahaan?"


"Aku pemimpin perusahaan itu,dan dia sudah mencoreng namaku sebagai papa nya"


"semuanya ia lakukan semata-mata juga untuk meluluskan rencana busukmu....." Mama Airin menangis tersedu sambil memeluk tubuh Airin.


Sementara Airin hanya diam mematung tanpa kata.


Airin tidak menangis,tidak melawan dan tidak bicara seperti sebelumnya. Ia terdiam merenungi kesalahan yang sudah ia perbuat. Kenapa ia begitu terobsesi pada lelaki itu, sampai ia telah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya.


Walau berawal dari ide sang papa,tapi ia sendiri lah yang membuat semua rencana-rencana konyol itu. Ia terpengaruh oleh ucapan om Aldo.


Dasar brengsek,lelaki tua itu berhasil memprovokasi ku. Batin Airin.


Dan malam itu.....


Tiba-tiba pikiran nya kembali teringat pada lelaki itu. Walau tidak mengenal nya,tapi lelaki itu melakukannya dengan lembut. Seperti ada perasaan yang istimewa saat merasakan sentuhan lembutnya.


Pelukan yang begitu hangat, kecupan yang terasa begitu manis-------


"Kau memang selalu memanjakan nya... sekarang urus putrimu itu,dan katakan padanya jangan pernah lagi muncul di hadapan ku"


Suara lantang itu membuat Airin tersentak danmembuyarkan lamunannya.


Lelaki tua berambut putih itu pergi membawa seluruh emosinya.


"Sayang jangan dengarkan papamu,dia hanya sedang marah" ucap mama Airin sambil memapah Airin kedalam kamar nya.

__ADS_1


Airin hanya bisa mengangguk lemah, memendam segala kekacauan yang ada di hati nya.


__ADS_2