
Sepulang dari kos-kosan Mela Andini mampir ke mini market,untuk membeli beberapa kebutuhannya.
Di perjalanan ia memikirkan tentang kelanjutan karier nya.Tidak nyaman rasanya jika tidak memiliki penghasilan sendiri.Walaupun uang yang di berikan Danu sudah lebih dari cukup.Tapi Andini ingin memiliki mencapai keberhasilannya sendiri.
Sesampai di rumah,Andini melangkahkan kaki nya gontai.Seperti biasa rumah besar itu memang terasa sunyi jika tanpa sosok sang suami.Hari sudah menunjukkan waktu menjelang sore.Setelah menghabis kan satu porsi sup iga di kos-kosan Mela,membuat matanya sedikit mengantuk.Ia menggeliat dan menguap.Rasa kantuk yang sudah menyerangnya membuat ia ingin segera tidur.
Andini membuka pintu kamar,dan melemparkan tas ke sembarang tempat.Andini berpikir untuk mandi terlebih dulu,karena badan nya terasa lengket.Andini membuka kemeja dan celana yang ia kenakan.Tidak menyadari ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sedari tadi.
"Ehemm" .........Andini langsung kaget mendengar suara yang tidak asing baginya.Pandangannya menyebar mencari-cari sumber suara itu.
Dan betapa paniknya ia saat melihat Danu sedang duduk di sofa dengan menyilang kan kaki dan tangannya. "Mass!!....sejak kapan kau ada di situ?" tanya Andini panik karena ia kini hanya mengenakan bra dan CD saja.Andini mencoba meraih selimut yang ada di ranjang.Tapi sayang selimut itu sudah terlebih dahulu di tarik oleh Danu.
"Kau ingin menggodaku ya?" seru Danu dengan seringai liciknya,membuat Andini gelagapan dan berusaha menutupi dada dengan menyilang kan kedua tangannya. "Siapa yang menggodamu mas, aku gak tau mas ada di situ.Seharusnya mas kan masih ada di kantor" protes Andini. Danu memeluk tubuh ramping Andini , Cup bibir Danu langsung mendarat ke bibir Andini. "Di kantor otakku tidak bisa bekerja dengan baik,karena merindukan istriku" bisik Danu pelan. "Mas jika kamu tidak bekerja seperti ini lalu bagaimana nanti kau akan menafkahiku?" Andini mendorong tubuh Danu sembari mengatur nafas yang sempat tak beraturan. "Jika soal itu,jangan khawatir.Aset yang aku miliki masih cukup jika hanya untuk menafkahi mu" Danu kembali merengkuh tubuh Andini dan mengangkat dagu Andini hingga mendongak kearahnya. "Mas udah ah,aku mau mandi badan aku lengket" Andini tersipu malu saat Danu menatapnya lekat.
Mau mandi tapi meluknya erat banget
"Ya udah mandi sana gih,setelah itu ikut denganku" Danu mencium puncak kepala Andini. "Mas ambilkan selimut itu" Andini menunjuk selimut yang tergeletak di lantai. " Untuk apa selimut?apa kau ingin melakukannya di balik selimut?" Goda danu. "Ih bukan itu msksudku" Andini memukul lengan Danu pelan. "Aku malu jika berjalan ke kamar mandi hanya mengenakan pakaian dalam" ungkap Andini dengan wajah yang sudah memerah. "Kenapa harus malu,aku sudah melihat semuanya.Bahkan tahi lalat yang ada di sini juga aku sudah tau " goda Danu dengan tangan yang sudah menyelinap ke tengah selakangan Andini. Andini menarik tangan nakal danu. "Emang kita mau kemana?" tanya Andini mengalihkan pembicaraan,tidak ingin membuat suaminya bertindak semakin jauh. "Udah cepat mandi saja sebelum aku berubah pikiran,dan tidak akan melepasmu" Danu melepaskan Andini dari dekapannya.Dengan cepat Andini meraih selimut lalu berlari kecil dengan tubuh yang sudah terbalut selimut.
Danu menatap aksi Andini yang terlihat menggemaskan di matanya.
Hahaha kenapa kau begitu menggemaskan
Danu merebahkan tubuh nya di sofa,keberangkatan nya sore ini ke Bali sudah di urus oleh beri. Hanya tinggal menunggu Andini.
"Andini.... cepetan nanti kita terlambat" seru Danu sambil memainkan ponselnya. "Iya mas,bentar lagi" jawab Andini dari dalam kamar mandi.
"Nu gw sudah sampai di rumah lu nih" pesan singkat dari Beri.
__ADS_1
"Iya,tunggu bentar" balas Danu singkat.
"Sayang aku tunggu di bawah ya,Beri sudah datang.Kamu cepat turun kebawah" seru Danu lagi.
"Iya mas" jawab Andini cepat.
Emang mau kemana sih?Kok ada mas Beri juga
Danu turun ke bawah dan menghampiri Beri.
"Sudah siap?" tanya beri sambil beranjak dari duduknya.
"Tunggu sebentar" ujar Danu.
Mau nunggu apa lagi sih?Tunggu dulu.....si kadal buntung ini gak mungkin ngajak Andini kan?
Beri menatap Danu intens, "Napa lu,gak pernah liat cowok ganteng?jangan bilang lu liatin gw berharap anak lu mirip gw lagi" ucap Danu sinis.
"Maaf ya nunggu lama" Andini menuruni anak tangga.
Tuh kan,apa gw bilang.Dia bawa istrinya,hadeh bakal jadi kambing congek
Danu meraih pinggang Andini.Dan mencium ujung kepala Andini adalah rutinitas baru yang tak lupa ia Danu lakukan. "Emang kita mau kemana sih mas?" tanya Andini yang sudah bergelayut manja di pundak Danu. "Ke-----" belum lagi danu menyelesaikan kalimatnya "Ke Bali" potong Beri.Danu langsung melirik beri tajam.Namun Beri justru mengacuhkannya.
"Wah kenapa mas gak bilang kalau mau ke bali.Kalau gitu aku mau ganti baju dulu dan berkemas" ucap Andini antusias.
"Gak usah sayang,kamu itu mau pake apa aja tetep cantik kok dan kamu gak perlu berkemas kebutuhan kamu sudah ada di situ" Danu menunjuk koper yang ad di sebelah Beri.
__ADS_1
"Loh siapa yang melakukan mas?" tidak mungkin mas Danu kan?
"Ya siapa lagi kalau bukan buk Iyem,kalau aku mah cuma memberi instruksi doang sayang" cup kecupan singkat di sudah mendarat di bibir Andini. " Mas malu ah,ada mas beri" bisik Andini pelan. "Kenapa harus malu mencium istri sendiri,lagian Beri kan juga udah punya istri jadi kalau dia mau tinggal buat sama istrinya" jawab Danu enteng.
Tapi istri gw kan gak ada di sini somplak,sepertinya ini bakal jadi perjalanan terberat gw ni....sabar Beri sabarr...ini ujian.
"Ehem...ehem jadi berangkat gak nih?" sindir Beri.
"Ayo sayang" Danu mengamit tangan Andini mesra. " Ber tolong bawakan koper ya " seru Danu sambil menunjuk koper dan tersenyum penuh kemenangan melihat kekesalan di wajah Beri.
Hmmm selain jadi kambing congek,gw juga jadi tukang angkat barang sekaligus supir....
Semua akan papa lakukan demi kamu sayang...kamu cepet keluar dong,biar jadi pahlawan papa...Kamu gantung aja itu si om Danu yang resek
Beri menggerutu dalam hati sambil mendorong koper dengan malas.
Perjalanan ke Bali membutuh waktu dua jam.Andini tertidur selama di pesawat.Sementara Danu dan Beri membahas pekerjaan yang akan mereka urus di Bali.
Flashback on
Tok tok tok ...seseorang mengetuk pintu ruangan Danu. "Masuk" jawab danu, "Maaf pak anda di minta ke ruangan pak Yoga" ucap sindi sekretaris Danu. "Hmmm" jawab Danu singkat "Kalau gitu saya permisi pak ?" ucap Sindi lagi, "Hmmm" jawab Danu.
Dengan malas Danu melangkah kan kaki menuju ruangan papi Yoga.Pikirannya masih di penuhi oleh bayangan Andini.
Danu membuka pintu,terlihat papi yoga sedang berdiri menatap ke luar kaca dengan kedua tangan berada di sakunya. " Ada apa pi?" tanya Danu sambil menarik kursi di depan meja papi Yoga. "Kantor cabang yang ada di Bali mengalami masalah" Desah papi Yoga dan membuang nafas kasar. "Kemungkinan besar kita akan kehilangan kontrak dengan perusahaan asing yang bernilai milyaran rupiah" papi yoga membalik kan badan dan menarik sebelah tangannya dari saku celana. "Lalu langkah apa yang harus kita lakukan,agar kontrak itu jatuh ke tangan kita?" Jika sudah begini,Danu terlihat serius menanggapi keluhan papi Yoga. "Hmmmm jalan satu-satunya kita harus meyakinkan mereka dengan melakukan pertemuan langsung dengan pemimpin perusahaannya,menurut kabar dari temen papi Mr.Alex sedang berada di Bali bersama istrinya" jelas papi Yoga.
"Kalau begitu biar aku yang akan menemui Mr.Alex,aku akan berusaha meyakinkan Mr.Alex" ucap Danu penuh semangat .Papi Yoga menatap lekat putranya, "Kenapa menatapku seperti itu?papi tidak percaya padaku?" Danu mendengus kesal, "Tentu saja papi percaya pada mu,kau kan anak papi" Papi yoga menepuk bahu Danu.
__ADS_1
Hahahaha ,aku akan mengajak Andini ke Bali.Sambil menyelam minum air.
Flashback of