
Malam ini...
Andini tampak begitu cantik,anggun dan mempesona.
Ia melingkarkan tangannya di lengan Danu. Dengan wajah bahagia dan bangga,Danu berjalan melempar senyuman untuk Semua para tamu.
Semua mata terfokus pada mereka berdua,tidak terkecuali Bagas dan Airin. Ada rasa sesak di dada keduanya melihat kebahagiaan Andini dan Danu.
Wanita yang sudah lima tahun pernah mendampinginya dalam suka dan duka,kini telah menjadi milik lelaki lain dan berbahagia bersama.
Tak ada kata yang mampu Bagas ungkap kan,hanya bayangan kenangan bersama Andini sekelebat bermunculan di memory nya.
Dimana Bagas dan wanita itu pernah berada di momen yang sama,yaitu pernikahan.
Bagaimana Bagas pernah tersenyum dengan senyuman yang sama dengan senyuman Danu saat ini.
Momen itu terus tergambar kembali,Bagas menarik napas berat. Sesalnya hanya sia-sia,nasip sudah menjadi bubur. Tiada guna meratapi kehancurannya.
Airin meraih tangan Bagas,mencoba memberikan kekuatan walaupun sesungguhnya hatinya juga hancur. Masih belum rela jika lelaki idaman nya bersama wanita lain.
Belajar....
Sama-sama belajar memperbaiki diri dan melupakan masa lalu. Mungkin itulah yang membuat keduanya kuat. Terlebih sudah ada janin di rahim Airin. Walau bayi itu bukanlah keinginan mereka,tapi mungkin inilah cara Tuhan mempersatukan keduanya.
Tiada manusia yang sempurna....
Manusia tempatnya salah dan dosa,hanya saja bagaimana cara manusia itu menyadari nya dan berusaha memperbaiki diri.
Kedua mata Bagas dan Airin saling bertaut. Mungkin Keduanya saling bicara dari hati. Hanya mereka dan tuhan lah yang tau arti kata hati mereka.
Di sisi lain ada Steven dan Mela,mereka sedang di hujani kebahagiaan. Terlihat sudah ada cincin permata yang melingkar di jari Mela. Pertanda bahwa hubungan mereka sudah naik satu level menuju halal.
Keduanya saling melempar senyum. Ikut merasakan bahagia nya kedua mempelai malam ini.
Kak Andra dan sita beserta bayi mungil mereka,juga sedang menikmati suasana bahagia.
Bagi Andra....
lega rasanya,kini ia bisa bernafas dengan lega. Melepas adik kesayangannya bersama lelaki yang tepat. Lelaki yang insyaallah akan selalu membuat nya bahagia.
Terlebih sekarang Andini sudah memiliki dua bayi mungil yang menggemaskan.
Rembulan dan Bintang...
Kedua bayi itu juga ikut merasakan, suasana bahagia kedua orang tuanya.
Seperti biasa, rembulan tidak pernah lepas dari tangan mami Margaret. Mereka berdua sudah lengket seperti perangko.
Sementara bintang?
Bintang tetap menjadi bayi kecil yang cool. Dia tidak mudah di dekati orang lain.
Hanya sang Bunda dan ayahnya saja. Tapi kali ini,untuk pertama kalinya ia bersama papi Yoga.
Dengan bangga papi Yoga menggendong cucu laki-laki nya. Berharap Bintang akan jadi generasi penerus keluarga Atmaja.
Lelaki tua itu terus memperkenalkan cucu lelaki nya dengan para teman dan kolega bisnis nya.
Bintang melirik teman-teman sesepuh kakeknya. Semuanya sudah berambut putih. Bintang mengerutkan dahinya,jika bisa bicara mungkin dia akan katakan bahwa dia sangat malas berkumpul dengan para orang tua.
"Hai Bintang...." sapa Mela. " Boleh pinjem bintang nya sebentar om?"
__ADS_1
"Oh ya silakan, lagian tangan saya juga sudah terasa pegel. Tapi hati-hati ya jangan sampai jatuh"
"Iya om...."
Kini Bintang berpindah ke tangan Mela.
Satu
dua
tiga
Uwaaaa uwaaaa uwaaa
Bintang langsung menangis sekencang-kencangnya.
"Syuuuutt diammm Bintang yang tampan jangan nangis dong ... ini Tante Mela. Sahabat bunda. Anak baik jangan menangis" bujuk Mela sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bintang.
Namun Bintang masih tetap menangis.
Mungkin Bintang sudah lelah, keramaian membuat nya tidak nyaman. Apalagi suara Mela yang terlanjur cempreng dan brisik.Bintang tidak suka.
Melihat jagoan nya menangis,Danu langsung meraih Bintang Dari tangan Mela.
Danu menggendongnya lembut,mengusap ujung kepala Bintang dan mengecup pipi buah hatinya itu.
Bintang langsung terdiam,ternyata sentuhan Danu lah ia inginkan.
Semua orang tertegun melihat Danu Bramana Atmaja jadi pawang anak.
"Kamu harus belajar menggendong bayi dengan benar, sebentar lagi kan mau nikah" cetus Danu sambil pergi meninggalkan Mela.
"Sudah-sudah jangan di pusingin , besok kita bikin sendiri..." sambung Steven sambil tersenyum. Gemas rasanya jika melihat Mela yang sedang menyungutkan bibirnya.
"Is apaan sih kamu,masih lama tau"
"Oh jadi kamu udah gak sabar?" goda Steven. " Ya udah Yayuk kita bikin,aku sudah siap"
"ih Dasar mesum"
"Ih gak papa lah mesum sama istri sendiri"
"Masih calon"
"Bentar lagi juga bakal jadi istri,,,istriku..."
"Oh suamiku...." balas Mela.
"Lebay...." sambung Beri.
Akhirnya keduanya tertawa.... ternyata Sedari tadi Beri sudah menangkap pembicaraan mereka.
"Sitik aja om" ledek Mela.
"Om om om enak aja gw bukan om lu"
seru Beri kesal, panggilan om rasanya tidak enak untuk di dengar.
cek cek ricek....
Suara khas Danu menggema memenuhi seluruh ruangan.
__ADS_1
Kini semua mata tertuju pada lelaki tampan yang sedang berdiri di atas panggung.
Danu menarik napas panjang,ini untuk kedua kalinya...tapi rasanya masih sama. Deg-degan....
Apalagi saat semua orang menatap wajah nya.
Sempat membuatnya keringat dingin alias demam panggung.
Sungguh aneh...
Padahal setiap hari ia selalu bekerja dan menguasai setiap panggung.
Tapi tidak untuk hari ini...
Bismillahirrahmanirrahim...
"Teruntuk Andini Larasati Humaira..." Danu menunjuk wanita yang mengenakan gau. berwarna putih.
"Wanita sederhana yang sudah mengubah hidupku menjadi lebih berwarna.
untuk kesekian kalinya aku jatuh hati padamu, pada kesetiaan dan cara mu mencintai ku. Meski berkali-kali ku melukai mu namun kau tetap berdiri dengan cinta itu. Malam ini, tepat dihari pernikahan kita. Aku beranikan diri untuk mengungkapkan rasa ini . Iya aku jatuh hati lagi dan lagi pada istri ku, mau kah kau menjadi pacar ku yang kesekian kalinya lagi?.. "
Danu turun dari panggung dan mendekati Andini...
Meraih tangan wanita itu,dan mengecupnya dengan penuh kasih.
"Kita ulangi kisah dimana lama tahun lalu awal ku menemukan mu. Walau tidak mudah,tapi akhirnya tuhan mempersatukan kita. Dan betapa indahnya rencana Tuhan, karena sudah melengkapi kebahagiaan kita dengan menghadirkan dua malaikat kecil ditengah-tengah kita."
"Sayang....maafkan aku....
Terlalu sering aku memberi mu luka,namun hatimu tak pernah goyah. Masih tetap berdiri di sampingku dengan cinta yang sama"
"Andini Larasati Humaira...aku mencintaimu...dulu , Sekarang dan selamanya"
Danu memasang kan kalung berlian mewah di leher jenjang Andini. Sebagai lambang cintanya.
"Terimakasih mas" ucap Andini lirih dengan mata berkaca-kaca , sepertinya airmata kebahagiaan itu tak dapat terbendung lagi.
Dengan lembut Danu mengusap buliran bening yang membasahi pipi Andini.
Danu mengecup dahi Andini dan membenamkan wajah wanita itu kedalam pelukannya.
"I LOVE YOU" bisik Danu
"I love you to" Balas Andini
Tamat....
******
Terimakasih author ucapkan kepada seluruh pembaca Bukan wanita mandul.
Mohon maaf atas segala kekurangan.🙏🙏🙏
Baca juga karya terbaru author senja tanpa jingga...
Dan bagi yang masih ingin kelanjutan cerita ini versi rembulan dan Bintang bisa tunjuk tangan ya...
Dan jangan lupa bagi like dan juga vote nya ...
Semoga kita semua selalu di beri kesehatan,di jauhkan dari segala virus yang sedang melanda negri tercinta kita...amin
__ADS_1