
Mami Margaret masih terus menangis tersedu.Di pelukan papi yoga ia menumpahkan kesedihannya.Tidak tau apa yang harus di ucapkan,papi yoga hanya mengusap-usap punggung istrinya lembut.Karena sesungguhnya di hati papi yoga juga merasakan kecemasan yang sama.Andini sudah menjadi bagian dari keluarganya selama satu bulan ini.
"Gimana?" papi Danu langsung mengawali pertanyaan saat Danu menghampiri mereka.
"Dia di bawa oleh mantan suaminya" jawab Danu kembali mengepalkan tangannya menahan emosi.
"Kok bisa?gimana ceritanya?apa Andini sudah ingat semuanya?sekarang mereka ada di mana?apa Andini baik-baik saja?" mami Margaret langsung memberondong pertanyaan.
"Gak tau mi" jawab Danu sembari pergi meninggalkan mereka.
"Danu mau kemana?" seru mami Margaret sambil menatap punggung Danu yang sudah jauh.
"Cari Andini" Jawab Danu tanpa menoleh.
"Mami ikut" Mami Margaret ingin mengejar Danu.Namun langkahnya terhenti saat tangannya di tarik oleh papi yoga.
"Sudah Mi biar Danu yang mengurus semuanya,sebaiknya kita pulang" Kata papi yoga menenangkan istrinya.
"Tapi pi,mami ingin bertemu andini,mami ingin tau keadaannya" ujar mami Margaret cemas.
"Sudahlah kita tunggu saja di rumah.Kita tunggu kabar dari Danu" ucap papi yoga sambil merangkul pundak mami yoga.Mami Margaret pun hanya bisa menarik nafasnya dalam,jika sudah begini ia hanya bisa pasrah akan kehendak suaminya.
Saat di parkiran, Danu di kejutkan oleh seseorang yang menyentuh tangan nya.
"Ada apa?" tanya Danu pada Kiara yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Boleh aku nebeng?" Kiara tersenyum menggoda Danu.Danu menatap Kiara dari ujung kaki sampai ujung kepala.Pakaian nya yang seksi dan senyuman palsu Kiara membuat danu semakin kesal. "Tidak bisa,aku sedang sibuk" jawab Danu sambil mengibaskan tangan Kiara.Danu segera masuk dan menutup pintu mobil nya.
"Aku tau di mana Andini saat ini" seru Kiara kuat.Danu langsung menghentikan mobilnya yang sudah bergerak sedikit menjauh dari Kiara. "Masuk" ucap Danu singkat tanpa menoleh wajah Kiara.
Kiara tersenyum penuh kemenangan,ia masuk kedalam mobil Danu.Kiara menyilang kan kaki nya dan berusaha menunjukkan paha mulus nya kepada Danu.
"Katakan" seru Danu tegas. "Apanya?" tanya Kiara pura-pura tidak faham. "Katakan atau tidak!" seru Danu penuh ancaman.Kiara langsung membenarkan duduknya dan membuang nafas kasar "Rumah sakit Citra Medika" ucap Kiara kesal. "Keluar" seru Danu pelan, "Apa maksudmu?,bukanya aku sudah katakan" protes Kiara mengerutkan alisnya. "KELUAR" bentak Danu keras.
Akhirnya dengan terpaksa Kiara keluar dari mobil Danu dan membanting pintu mobil dengan kasar.Tanpa menunggu lama Danu langsung menancap gas nya menuju rumah sakit yang di sebutkan Kiara tadi.Sementara Kiara masih menatap mobil Danu hingga menghilang dari pandangannya.Kiara mengepalkan tangan nya menahan emosi nya karena rencananya ingin menggoda Danu gagal total.Kebencian kepada Andini pun semangkin membesar,sungguh ia tidak terima melihat kecemasan yang begitu besar dari wajah Danu.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan 20 menit akhirnya Danu sampai di rumah sakit tersebut.Dengan cepat ia mencari-cari ruangan yang telah di jelas kan oleh suster tadi.
Saat di depan pintu ruangan Andini,Danu menghentikan langkahnya.Terlihat Bagas sedang membekan obat pada Andini.Andini menerima obat itu lalu meminumnya.Lalu Bagas menyodorkan segelas air putih ke bibir Andini.Andini meneguk Air putih itu dengan perlahan lalu kembali berbaring di ranjangnya.
Danu mengepalkan tangannya dan menarik nafas dalam.Ia meredam emosi nya dan mencoba untuk tenang.Perlahan ia membuka pintu itu dan mendekati Andini.Andini dan Bagas menoleh ke arah Danu.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Danu pelan. "Aku tidak apa-apa mas,hanya sedikit pusing tadi" jawab Andini lirih.Andini menggerakkan tubuhnya berusaha untuk duduk.Dengan cepat Danu dan Bagas berusaha membantu Andini. "Jangan terlalu banyak bergerak,jika kamu lelah istirahat saja" ucap Danu yang sudah menyentuh tangan Andini lebih cepat,hal itu membuat Bagas menghela nafas berat,karena ia kalah cepat oleh Danu. "Kenapa kau bisa tau Andini ada disini?" tanya Bagas pada Danu yang sejak tadi hanya menatap Andini tanpa memperdulikan keberadaannya. "Istrimu yang memberitahu" jawab Danu cepat tanpa menoleh kearah Bagas. "Dia bukan istriku,aku sudah menceraikan nya.Kami hanya tinggal menuggu sidang terakhir" jelas bagas,berharap Andini bisa memberinya ruang atas penjelasan ini. "Bukan urusanku" jawab Danu ketus.
Bagas membuang nafasnya kasar,sementara Andini hanya terdiam memandang dua lelaki yang ada di hadapannya.
"Apa masih sakit?" tanya Danu lirih sambil menyapu kepala Andini lembut.Andini hanya menggelengkan kepalanya, "Mas dimana papi sama mami?" tanya Andini.
"Mereka sudah pulang,jangan khawatir mereka baik-baik saja" jawab Danu pelan.
"Terus bagaimana makan malamnya mas?" tanya Andini lagi.
Danu menarik nafasnya dalam "gagal" jawab Danu singkat. "Mas maafin aku,gara-gara aku acara makan malam kita gagal deh" Andini mengerutkan bibirnya.
"Jangan menyalahkan diri sendiri,soal makan malam kan bisa kita ulang lagi di lain waktu yang penting kamu nya gak papa" jawab Danu sambil tersenyum mencoba untuk menghibur Andini yang terlihat sedih.
"Mas ayo kita pulang aku gak mau tinggal disini,aku takut" keluh Andini pelan.Danu tersenyum dan mengangguk pelan.
"Biarkan dia istirahat" ucap Danu pada bagas sambil melangkahkan kakinya keluar."Aku akan menemaninya" jawab Bagas singkat. "Tidak perlu,jika kau disini bagaimana dia bisa istirahat" Danu menoleh kearah Bagas dan menatapnya tajam.
Dengan berat Bagas mengikuti langkah Danu keluar.
Setelah keluar dari ruangan dokter,Danu melihat Bagas yang masih setia menunggunya. "Apa yang sebenarnya terjadi pada andini,kenapa tadi dokter bilang bahwa ingatannya sudah pulih?apa dia hilang ingatan?" tanya Bagas sambil menarik lengan Danu. "Bukan urusanmu" jawab Danu dingin dan mengibaskan tangan Bagas.
Bagas hanya bisa terdiam menatap punggung Danu yang kian menghilang.Hatinya di liputi begitu banyak pertanyaan,namun tidak bisa mendapat kan jawaban apapun dari Danu.Jangankan jawaban bahkan melihat wajah Bagas pun Danu tidak sudi.
Danu memapah Andini ke dalam mobil.Andini terlihat pucat dan masih lemas,sebenarnya Andini memang belum di perbolehkan pulang.Tapi mengingat Andini yang tidak suka suasana rumah sakit membuat danu memutuskan untuk menyewa seorang dokter untuk merawatnya di rumah.Selain bisa membuat Andini nyaman juga tentunya bisa menjauhkan Andini dari Bagas.
Di dalam perjalanan Andini tampak tertidur pulas,mungkin karna efek obat yang sudah bekerja dalam tubuhnya.
Di sepanjang perjalanan tidak jarang Danu menyentuh punggung tangan Andini dan mengusap nya lembut.
__ADS_1
Sambil mendengar lantunan lagu dari Naff,Danu mengendarai mobil dengan pelan.Tidak ingin Andini mengganggu Andini yang sudah terlihat rileks.
"Kamu adalah wanitaku,aku akan terus menjagamu,tidak akan kubiarkan lelaki lain menyentuhmu".Ucap Danu dalam hati,perasaan tidak rela saat Andini di sentuh Bagas membuatnya semangkin yakin untuk menjadikan Andini miliknya.Ingin rasanya Danu memukul Bagas sekuatnya,namun karna Danu belum memiliki hak secara resmi atas andini,membuatnya harus menahan emosinya dengan baik.Apalagi mengingat kondisi Andini,tidak mungkin ia menciptakan keributan di hadapan Andini.
Ini pertama kali nya Danu merasakan cemburu pada seorang wanita.
Setelah sampai di depan rumah,mami Margaret langsung segera berlari keluar mendengar suara mobil Danu memasuki pekarangan rumah mereka.Sementara papa yoga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sang istri yang langsung melompat begitu saja.
Papi yoga mengikuti mami Margaret dengan berjalan pelan di belakangnya.Namun langkahnya terhenti saat melihat Danu yang sudah menggendong Andini keluar dari mobil.Mami Margaret masih setia mengikuti Danu tanpa suara,karena tidak ingin membangunkan andini.
Papi yoga menarik tangan istrinya, "Ada apa?" bisik mami Margaret. "Biarkan Danu antar Andini ke kamar,jangan di ikutin gitu,nanti juga Danu nya keluar baru kita tanya" jawab papi yoga dengan berbisik.Mami Margaret mengangguk setuju.
Akhirnya mereka berdua duduk di ruang tamu tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
"Pi kenapa Danu lama sekali?" bisik mami Margaret pelan, "Tidak tau,sudah tunggu saja" jawab papi yoga sambil berbisik-bisij juga.Padahal walau menjeritpun suara mereka tentu tidak mungkin terdengar oleh Andini yang sudah berada di kamar lantai atas.Tapi entah mengapa mereka masih saja terus bicara dengan bisik-bisik.
Melihat papi dan mami nya masih saling berbisik "Ada apa nih kenapa bicaranya bisik-bisik gitu?" tanya Danu heran melihat sikap kedua orang tuanya.
''Syuuut nanti Andini kebangun" jawab keduanya kompak,Danu tersenyum geli melihat papi dan mami nya menempelkan telunjuk ke bibirnya masing-masing.Tidak di sangka seorang papi yoga yang terkenal jenius saat di kantor kini ikutan lemot seperti maminya.
"Hahahaha tidak usah bisik-bisik gitu kali,Andini sudah di atas dia gak akan dengar.Dia sedang tidur lelap." ucap Danu sambil tertawa geli.
Papi yoga dan mami Margaret langsung saking berpandangan,dan membuang muka saat sudah menyadari tingkah konyol mereka.Seumur hidup Danu belum pernah melihat papi nya bertingkah konyol seperti ini.Danu masih tertawa geli sambil memegangi perutnya.Sementara papi yoga hanya bisa tersenyum kecut.
"Eh Danu,udah dong tertawanya gak lucu tau" ucap mami sambil mengerutkan bibirnya. "Iya ok ok" jawab Danu sambil menahan rawanya.
"Bagaimana andini?apa yang terjadi?apa kata dokter?kenapa dia bisa di bawa mantan suaminya?" mami Margaret yang sudah tidak sabar langsung kembali memborong pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya.
"Ih mami,pertanyaannya banyak banget Danu kan jadi bingung harus jawab yang mana duluan" protes Danu pada maminya.
"Sudah cepat ceritakan,jangan bertele-tele" sambung papi yoga karena ia juga sangat penasaran dengan kabar Andini.Mendengar pembalaan dari suaminya mami Margaret langsung tersenyum lebar.
********
Terimakasih untuk kesekian kali nya untuk para pembaca yang masih setia pada cerita ini,semoga siapapun dan dimana pun berada kita semua selalu di beri kesehatan ya,jangan sampai lupa ingatan seperti Andini hihihihi bahaya nanti.
__ADS_1
Setelah jalan-jalan seharian bersama keluarga,Alhamdulillah membuat author merasakan capek yang luar biasa.Tapi Alhamdulillah tak henti-hentinya saya mengucap syukur atas segala nikmat yang sudah di berikan Allah kepada keluarga kecil author.
Untuk para pembaca story ini,author do'akan semoga di permudah segala urusannya.Dan senantiasa di limpahkan nikmat bahagia yang tiada terganti.Terimakasih atas like vote dan komennya.Semangat,πͺπͺπͺπͺ happy wednesdayππππ.jangan pelit-pelit ya bagi like vote dan komennyaπππππ