Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Menirukan gaya park min young


__ADS_3

Andini POV


Sehari tanpa ponsel rasanya sunyi sepi.Kejadian tadi pagi masih mengganggu pikiranku.Aku berguling-guling di ranjang ku,aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa.


'' Diiiinnn '' suara mama memanggilku.


'' Iyaa maaaa '' jawabku sambil melompat dari ranjang dan langsung menghampiri mama yang duduk di sofa sambil menonton tv bersama papa.


'' Ada apa ma ? '' tanyaku sambil meraih toples berisi peyek kue tradisional khas Jawa kesukaan mama.


'' Tolong belikan mama tepung di minimarket depan,soalnya tadi mama lupa padahal besok ada temen-temen mama yang datang untuk arisan.Mama harus bikin banyak makanan,klo besok belinya takut gak keburu karna rencananya temen mama datangnya jam 10 an gitu '' jelas mamaku panjang.


'' Iya maa,mana uangnya '' tanyaku sambil menyodorkan tangan meminta uang.


'' Udah nanti pakek uang kakak aja.Ayo buruan biar kakak antar,udah malam gini takutnya kenapa-napa lagi '' sambung kak Andra yang baru saja keluar dari kamarnya.


'' Apa gak capek kak?kakak kan baru aja nyampek tadi sore ? '' tanyaku pada kakak Andra.


'' Ahh gak lah ,lagian udah lama kakak gak jalan bareng sama adek kakak yang bawel satu ini.Kakak rindu suasana naik motor berdua berkeliling kota bersama adek kakak satu-satunya '' ucap kak Andra sambil menyentil hidungku.


Sebelum menikah,aku dan kak Andra memang seringkali mengelilingi kota dengan motor kesayangannya.Tapi saat sudah menikah kami jarang sekali bertemu bahkan hampir tidak pernah.Karna kakakku yang telah dipindah tugaskan di luar kota membuatnya jarang pulang.Kalaupun dia pulang paling kita hanya bisa ketemuan sebentar untuk makan bareng.


Dalam 3 hari ke depan kak Andra sengaja mengambil cuti setelah mendengar kabar kandasnya rumah tanggaku.Dia benar-benar tidak terima dengan kelakuan mas Bagas terhadapku hingga membuatnya hampir saja mendatangi mas Bagas dan berniat untuk menciptakan keributan.Untung saja ada papa yang selalu bersikap bijaksana.Papa menahan langkah kak Andra dengan beberapa kalimat bijak andalannya.Sebagai anak tentu saja kak Andra menurut pada perkataan papa.Yah begitulah memang benar kata orang.Sejau-jauhnya kita pergi,keluarga adalah tempat kita pulang.


Kini suasana 5 tahun lalu kembali,aku memegang jaket kakakku dengan memandang indahnya lampu jalanan kota.Karna ini malam Minggu jalanan tampak begitu ramai,banyak mobil dan motor hilir mudik dijalanan.Gedung-gedung pencakar langit yang terlihat warna-warni,menghiasi keindahan malam.


Kami berhenti tepat di depan mini market yang tidak terlalu ramai.Kak Andra sengaja memilih minimarket ini karna ia tidak suka mengantri.Walaupun tempatnya agak jauh dari rumah kami.


'' Kakak mau ikut masuk? '' tanyaku heran melihat kak Andra beranjak dari motornya.


'' Iya dong,emangnya kenapa ?gak boleh? '' ucap kak Andra sambil membuka helmnya.


'' Ya bolehlah,malahan aku seneng ada yang nemenin.Tapi biasanya kakak kan selalu gak mau kalo aku minta temenin belanja,kakak lebih milih nuggu di parkiran sambil maen game '' ucapku sambil menggandeng lengan kak Andra.


'' Ya ini kan beda,kakak masih kangen sama adek kakak ini jadi pengennya berduaan terus '' ucap kak Andra sambil merangkul pundak ku.


'' Iiiiiii kakakku sekarang pandai ngegombal ya '' jawabku sambil mencubit perutnya.


'' Hahaha sakiiit tau,ini bukan gombal tapi beneran '' ucapnya dengan tersenyum.


Hampir satu jam aku dan kak Andra belanja pesanan mama,dan tentu saja aku tidak lupa membeli beberapa cemilan dan body Lotion ku yang sudah habis,mumpung ada yang bayarin jadi aku tidak melewatkan kesempatan ini.


Setelah agak lama mengantri di kasir akhirnya proses pembayaran selesai juga.Aku menenteng satu plastik berisi belanjaan ku dan dua plastik besar ditangan kak Andra berisi belanjaan mama.


Untung saja motor kak Andra adalah motor matic yang memiliki bagasi besar.Jadi aku bisa masukin semua belanjaan kedalam bagasi dan di perjalanan nanti gak perlu deh nenteng-nenteng plastik lagi.


Jalanan malam itu tampak begitu ramai,sehingga kak Andra memberhentikan motor nya saat ingin menyebrang ke sisi jalan di yang ada di seberang.Tak sengaja pandanganku tertuju pada sebuah mobil hitam yang menepi agak jauh dari kami.Kaca depan mobil itu sedikit terbuka.Seperti ada seorang wanita dan dua lelaki bertopeng yang sedang duduk di jog belakang.Ya Allah ,laki-laki itu benar-benar bertopeng.Kemungkinan besar wanita itu sedang di culik.

__ADS_1


'' Kak,liat deh mobil hitam yang ada di ujung itu '' ucapku sambil menggoyang-goyang pundak kak Andra.


'' Mana? mana si dek? '' tanya kak Andra sambil mengedarkan pandangannya.


'' Itu loh kak,yang berhenti dipojokkan sana Deket pohon pinang '' bisik ku ke telinga kak Andra.


'' ooooo emang kenapa ? '' tanya kak Andra santai.


'' perhatiin deh ,di dalam mobil itu kayak ada seorang wanita yang sedang di culik dua orang bertopeng '' ucapku sambil mengarahkan pandangan ke tempat lain agar tidak mencolok.


'' Wah, iya dek tuh dek kamu bener.Kita harus cari bantuan.Adek sini aja ya kakak mau ke post satpam itu,cari bantuan takutnya mereka bawa senjata tajam '' ucap kak Andra sambil mencagak kan motornya dan langsung menghampiri pak satpam yang ada di pos itu.


Kulihat 2 orang laki-laki berjalan mendekati mobil itu.Satu orang laki-laki paru baya memakai kemeja panjang yang tampak tak berdaya dan satu orang lagi adalah seorang laki-laki yang berperawakan kekar dan berambut gondrong terurai.


Wah jangan-jangan itu suami ibu itu dan lelaki gondrong itu adalah komplotan pria bertopeng.Sepertinya mereka akan masuk ke mobil itu.Wah aku harus bisa mengulur waktu sembari menunggu kak Andra mencari bala bantuan.


Aku langsung berlari kearah mereka dan braaaak pura-pura menabrak lelaki tua itu serta menjatuhkan tas ku hingga seluruh isi tasku berserakan.


'' Maaf pak,maaf saya tidak sengaja.Saya sedang di kejar kakak saya,tapi saya tidak mau pulang kerumah.Tolong saya pak ,saya mau dijodohkan '' ucap ku sambil memegang tangan pria gondrong itu untuk mengalihkan perhatiannya.


'' Awas,saya sedang sibuk.Saya tidak bisa membantumu '' ucap lelaki gondrong itu sambil mendorongku hingga jatuh ke aspal.


'' Maaf nona,anda baik-baik saja? '' lelaki paru baya itu membantuku berdiri dan membereskan isi tasku yang telah berserakan di jalanan.


Tiba-tiba lelaki gondrong itu menodong kan pistolnya ke arahku dan berkata '' jangan membuat ulah jika kau tidak ingin mati '' ancamnya dengan mengeluarkan bola matanya.


Aku mengangkat kedua tanganku,lelaki paru baya itu memberikan tasku dengan tersenyum. '' Sudah tidak apa-apa,jangan takut.Lebih baik nona pulang kerumah gak baik seorang wanita berada di jalanan malam-malam begini '' ucap lelaki paru baya itu yang masih sempat menenangkan ku padahal nyawanya sedang terancam.Ia memegang bahuku dengan tersenyum.Tapi lelaki gondrong itu menarik nya dengan kasar,dan mendorongnya kedalam mobil.


Selama hidup ini baru pertama kalinya aku memegang pistol.Tanganku sedikit gemetar,tidak bisa dipungkiri akupun sangat ketakutan.Tapi aku berusaha menepis rasa takut itu dengan berakting seolah-olah aku sudah biasa bermain dengan pistol di tanganku.


Hihihi aku langsung menirukan gaya park min young yang ada di drama Korea berjudul City Hunter.


'' Jangan bergerak dan lepaskan wanita itu,atau aku akan menarik pelatuk pistol ini tepat di dada mu '' ucapku kuat dan memasang wajah seganas mungkin.Dan akhirnya dugaan ku benar,karna suaraku yang keras membuat banyak mata yang tertuju pada kami.Dan langsung menghampiri kami begitupun dengan kak Andra dan beberapa satpam berlari mendekatiku.


Si gondrong itu mengangkat kedua tangannya dan wajahnya terlihat panik karna banyak orang yang mulai mengerumuni kami.


Kedua lelaki bertopeng itu keluar dari mobil dengan menyandera wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik.Sitopeng sedikit menggoreskan ujung pisaunya ke kulit leher wanita itu hingga berdarah.


'' Turunkan senjata mu ,atau aku akan membunuhnya '' ucap si topeng dengan sorotan mata tajam.


'' Bunuh saja aku tidak peduli.Jika kau membunuhnya maka akan aku pastikan bos mu juga mati '' jawabku santai sambil tersenyum sinis.Hihihi lagi-lagi aku berlagak seperti


seperti park min young saat berperan sebagai pengawal presiden yang handal dan menarik.Walau jauh didasar hatiku sedang memanggil-mangil kak Andra untuk menolongku.


'' LEPASKAN WANITA ITU '' bentak si gondrong yang sudah mulai panik karna gertakan ku yang terlihat serius.Lagipula banyak orang yang sudah menjadi saksi mata disini jika wanita itu benar-benar terbunuh maka itu hanya akan memberatkan hukuman mereka.Si duo topeng itu akhirnya menyerah atas perintah bos nya,ia menjatuhkan senjata tajamnya lalu mengangkat kedua tangannya.Wanita itu langsung berlari mendekati ku begitu juga lelaki paruh baya itu.Sementara kak Andra dan 3 orang satpam langsung membekuk ketiga penjahat itu dan mengikat tangannya dengan kencang.Tak lama kemudian beberapa polisi keluar dari mobil patrolinya.Rupanya kak Andra sudah sempat menelpon polisi.


Ketiga penjahat itu pun di bawa oleh polisi,sementara itu kak Andra langsung memelukku dan mengambil pistol yang ada di tanganku.Yaa barulah tubuhku terasa lemas,dan aku membenamkan kepalaku di dada bidang kak Andra.Ia menyapu kepalaku seolah mengerti akan ketakutan ku.

__ADS_1


'' Terimakasih nak '' wanita paru baya itu mengulurkan tangan kanannya padaku dan kak andra,sementara tangan sebelahnya lagi memegang sapu tangan untuk menahan darah yang keluar dari lehernya.


Kak Angga menyambut tangan perempuan itu '' ia sama-sama tante,sudah tugas kita sebagai manusia harus tolong menolong '' ucap kak Andra sambil tersenyum.Sementara aku masih berada di pelukan kak Andra karna merasa sangat syok dengan adegan laga tadi.


'' Bagaimana keadaannya ? '' Tanya wanita iku penuh kekhawatiran.


'' Ah tidak apa-apa tante,mungkin adik saya hanya sedikit syok saja.Dia tidak pernah mengalami hal seperti ini.Tidak tau kenapa adik saya bisa seberani tadi,padahal biasanya dia sangat manja dan penakut '' jelas kak Andra pada wanita itu.


'' Oh ya perkenalkan saya Margaret dan ini sopir saya pak Suto '' wanita itu memperkenalkan diri dan sopirnya pada kak Andra.


'' Kalau saya Andra dan ini adik saya Andini '' kak Andra melepaskan pelukannya karena aku sudah terlihat sedikit tenang. '' Andini '' aku menyebut namaku sambil menyalami tangan Tante Margaret.


'' Kamu cantik sekali,udah gitu baik lagi betapa beruntungnya orang tua kalian bisa memiliki seorang putra dan putri yang berjiwa patriot seperti kalian '' Tante Margaret tersenyum dan tangannya menyapu pipi ku dengan lembut.


'' Bagaimana luka tante,pasti terasa sakit? sebaiknya Tante segera pergi ke dokter '' ucapku pelan,terlihat sapu tangan putih yang berada di leher Tante Margaret sudah berubah menjadi merah.


'' Ia nyonya sebaiknya kita segera ke dokter dan memberi kabar pada tuan Yoga dan tuan muda Danu,takutnya mereka khawatir karena sudah selarut ini kita belum pulang '' ujar pak Suto pelan.


'' Ini sebagai ucapan terimakasih saya,walaupun ini tidaklah sebanding dengan nyawa saya yang sudah kalian selamatkan tapi saya ingin kalian menerimanya '' Tante Margaret mengulurkan sejumlah uang ratusan yang ia tarik dari dompetnya.


'' Tidak usah tante,aku dan adikku menolong Tante dengan ikhlas.Lagian kami tidak terluka sama sekali jadi kami tidak membutuhkan uang ini '' Kan Andra menolak uang itu dengan sopan.


'' Ya sudah kalau begitu kami permisi pulang ya Tante, sudah malam soalnya.Takut mama sama papa khawatir '' sambung kak Andra lagi.


'' Iya sekali lagi terimakasih ya nak '' Tante Margaret tersenyum melihat kepergian kami.


Kak Andra masih memapah diriku sampai ke motor dan memakaikan jaketnya ketubuhku.Pandanganku masih tertuju pada Tante Margaret yang masih setia menatapku sambil melambaikan tangannya.


'' Lain kali jangan ulangi adegan berbahaya tadi'' ucap kak Andra yang sudah memberi ultimatum padaku.


'' Untung aja tadi kakak ikut kalau gak bagaimana jadinya,kakak gak suka ya kau keluyuran malam-malam sendiri.Kau sudah lihat sendiri kan tadi betapa berbahayanya suasana di luar rumah '' kak Andra mulai menunjukkan sifat posesif nya padaku.


Yaa begitulah kak Andra sejak dulu ia memang selalu membuntuti ku kemanapun aku pergi hingga tidak ada laki-laki yang berani mendekatiku karena kak Angga yang sangat galak.


Tanpa membantahnya sedikitpun,aku hanya langsung memeluknya dari belakang.Menyadari betapa beruntungnya aku memiliki seorang kakak yang super duper perhatian dan menyayangiku.Hingga ia rela pulang kerumah demi untuk menemaniku yang sedang sedih.


Malam itu kami sepakat tidak akan menceritakan hal ini pada mama dan papa.Karna takut akan menumbuhkan kecemasan yang berlebih dihati mereka.Aku tidak ingin mama dan papa terganggu kesehatannya karena memiliki terlalu banyak beban pikiran.


Saat tiba di teras rumah tiba-tiba kak Andra menarik tanganku '' eh kakak perhatikan dari tadi sore kau tidak memegang ponsel,tidak seperti biasanya '' tanya kak Andra menyelidik.


'' Gimana mau pegang ponsel,aku kan gak punya ponsel '' aku mendengus kesal teringat si kadal buntung yang sudah membawa kabur ponselku.


'' Bukanya semalam waktu ditelpon mama bilang kalau kau sudah membeli ponsel baru? '' tanya kak Andra lagi,kebiasaan menyelidik nya ternyata belum hilang.


'' Iya,tapi apesnya tadi pagi aku ketemu sama seorang laki-laki si kadal buntung.Lalu ia membawa ponselku karna gak sengaja aku merekam pembicaraan orang yang sedang ia selidiki.Karna terburu-buru ia langsung saja melarikan ponselku ,katanya sih mau dikembalikan tapi gak tau sampai sekarang gak ada kabar.Padahal aku membeli ponsel itu dengan uang tabunganku,udah gitu tabungan aku udah menipis lagi karna selama ini aku kan gak pernah kerja '' jelasku sambil mengerutkan bibir.


'' Loh jadi si Bagas selama ini apa gak pernah ngasih uang bulanan ke kamu gitu ? '' kak Andra mulai mengerutkan alisnya pertanda hatinya mulai kesal karna mendengar aku mengeluh tidak memiliki uang.Padahal kak Andra tau betul bahwa suamiku dulu adalah seorang pengusaha yang cukup sukses.

__ADS_1


'' Yaa dikasih sih,tapi semua yang berhubungan dengan mas Bagas tidak aku bawa.Aku meninggalkan semua dompet beserta isinya dirumah mas Bagas.Karna aku tidak mau lagi berhubungan dengan nya apalagi menikmati hasil jerih payahnya.Aku tidak bisa memberinya keturunan jadi aku merasa gagal menjadi istri '' ucapku tertunduk dengan air mata yang sudah mengalir dengan begitu deras.


'' Kau tidak perlu merasa seperti itu karna belum tentu ini semua karnamu tapi bisa saja ini karna bagas.Lagian bukanya dulu kau perna periksa ke dokter kata dokter kau baik-baik saja gak ada masalah.Bisa jadi yang bermasalah itu sibagas makanya dia gak mau diajakin periksa ke dokter,mungkin dia takut menunjukkan kekurangannya.Lagian anak itukan tuhan yang menentukan.Banyak kok temen kakak yang dikarunia buah hati setelah melewati penantian yang sangat panjang.Jadi kamu gak boleh menyalahkan diri sendiri '' ucap kak Andra sambil menghapus air mataku.Sungguh kak Andra benar-benar sosok kakak yang paling memahami aku.


__ADS_2