
Satu bulan sudah Andini berada di rumah keluarga yoga brahmana.Semua terasa indah,mereka bagaikan keluarga yang bahagia.Semenjak adanya Andini di rumah itu,Danu jadi jadi selalu pulang rapat waktu.Dan begitu juga papi yoga,tidak di sangka papi yoga tampak menyukai Andini.
Tanpa di sengaja Andini sudah memikat hati papi yoga melalui masakan Andini.Papi yoga mulai kecanduan dengan cita rasa masakan Andini.
Mami Margaret juga menjadi lebih bersemangat,sudah seperti mendapatkan seorang putri rasa sahabat.
Belanja bersama,masak bersama,dan ke salon bersama.Sudah lengket seperti perangko.Bahkan terkadang selalu cemburu jika Andini dekat dengan Danu dan mengabaikannya.Ternyata Andini sudah benar-benar bertahta di hatinya.
Malam ini Andini dan mami yoga sudah terlihat cantik.Persiapan makan malam di luar bersama papi yoga dan Danu sudah 90%.Mereka sampai menghabis kan 3 jam perawatan di salon.
Hari ini papi yoga yang akan menjemput mereka di salon langganan mami yoga.
Dengan penampilan yang tidak mau kalah dari anak muda,papi yoga turun dari mobil mewahnya.Setelan jas berwana hitam membuay papi yoga terlihat keren dan mempesona.Walau sudah lanjut usia,tapi papi yoga masih dalam kategori tampan,sehat dan perkasa.
Perlahan iaendekati mami Margaret dan Andini yang sedang melihat penampilan masing-masing di depan cermin yang besar.
"Sayang,gimana penampilan mami?bagus gak ?" mami Margaret memutar-mutar tubuhnya di depan cermin. "Cantik Mi,cantik banget malah" jawab Andini sambil mengacungkan jempol nya.
"Kalau Andini gimana Mi?" kini berganti Andini yang memutar-mutar tubuh nya di depan kaca.
"Kalian sudah cantik kok,tidak hanya malam ini,hari-hari sebelumnya juga cantik,tapiii malam ini sangat cantik" tiba-tiba papi yoga memotong pembicaraan mami Margaret dan Andini yang masih sibuk dengan penampilannya.
"Wah papi" pekik mami Margaret dan Andini kompak, "Papi tampak ganteng sekali malam ini" ucap Andini terkesima.Sementara mami yoga hanya memandang suaminya terpesona.
"Apa Andini baru nyadar kalau papi itu tampan?" ucap papi yoga sambil bergaya dok cool.
"Papi memang ia the best" ucap Andini yang langsung bergelayut manja di bahu papi yoga.
"Jangan terlalu memuji,nanti ada yang cemburu" papi yoga menyapu kepala Andini sambil melirik istrinya yang sudah memasang wajah cemberut.Andini hanya tersenyum melihat mami nya yang langsung melengos pergi meninggalkan mereka.
"Mami suka cemburu tuh,merasa tersaingi sama kamu" papi yoga mencolek hidung mancung Andini.
Kedekatan mereka sudah seperti ayah dan putri sungguhan.
Di perjalanan,Andini banyak bicara ini dan itu.Suasana mobil jadi sangat ramai dan hangat.Tak jarang celoteh Andini membuat papi yoga tersenyum.Ada saja topik pembicaraan mami Margaret dan Andini yang tiada habisnya.
Sampai di sebuah restauran mewah,mereka langsung menuju ruang VVIP yang sudah di pesan oleh Danu.Namun kelihatan nya Danu belum ada di tempat itu.
Mata Andini mencari-cari sosok yang ia rindukan.Sudah dua hari tidak bertemu karena Danu berada di luar kota.
"Danu masih di perjalan" jelas papi yoga yang sudah melihat ada kecemasan terlukis di wajah Andini.Andini hanya tersenyum simpul karna keresahannya sudah tertangkap basah oleh papi yoga.
" Sudah sayang lebih baik kita pesan saja dulu ,sebentar lagi mas Danu mu juga akan sampai kok" ujar mami Margaret sambil memperlihatkan buku menu itu ke hadapan Andini.
Saat mereka tengah Asyik menatap buku menu tiba-tiba, "Hai papi dan duo sabun colek" suara Danu memecah keheningan di antara mereka.Papi yoga langsung tertawa mendengar julukan duo sabun colek pada Andini dan istrinya.
"Hahaha bukan duo sabun colek,tapi duo serigala" sambung papi yoga dan langsung mendapat tatapan tajam dari yang bersangkutan.
__ADS_1
"Mi,mami jangan diem aja dong mas Danu ngatain kita tuh" adu Andini pada mami Margaret.
"Udah jangan di tanggapi,tuh makanan udah datang" mami Margaret menunjuk pelayan yang menghampiri mereka.
"Ini punyaku" Andini menarik sepiring udang goreng yang ia pesan tadi.Andini langsung menyantap udang itu dengan lahap.Perasaan Andini sedikit ada yang berbeda dengan udang yang ia makan,ada sedikit bayangan seseorang wanita yang tiba-tiba melintas di benaknya.
"Ada apa denganku,kenapa bayangan ini selalu menghantuiku akhir-akhir ini" batin Andini bingung.Namun ia berusaha tak menghiraukan sedikit ingatannya yang mulai kembali.
"Ada apa sayang?apa ada yang sakit" mami Margaret langsung khawatir melihat Andini memegangi kepalanya.
"Gak papa mi,hanya sedikit pusing aja" jawab Andini menutupi keanehan yang di alami nya.
" Jika ada yang sakit bilang biar kita langsung periksa kerumah sakit" sambung papi yoga yang juga jadi ikutan panik,melihat Andini yang sudah menghentikan makannya.
Selama ini Andini memang di cek-up dan melakukan terapi ke Psikiater.Perkembangan pemulihannya memang sangat baik.Kata dokter mungkin sebentar lagi Andini bisa mengingat sebagian masa lalu yang ia lupakan.Oleh karena itu papi yoga ber-inisiatif mengisi hari-hari akhir Andini bersama mereka sebagai keluarga dengan makan malam indah seperti sebuah keluarga yang pernah ia impikan.Papi yoga benar-benar mencintai Andini dengan tulus.
Ternyata satu kebaikan Andini dengan mami yoga,kini mendapat balasan cinta yang begitu besar dari papi yoga,mami Margaret dan terlebih Danu.
"Bener nih gak apa-apa?" Danu langsung juga ikutan panik dan karna Andini masih mengusap kepalanya.
"Gak papa mas,aku mau ke toilet dulu ya" Andini langsung berdiri dan merapikan gaunnya.
Danu menatap intens Andini,ia baru menyadari malam ini Andini terlihat begitu cantik dengan balutan dress berwarna cream.Walau Andini mengkerucutkan bibirnya namun tak mengubah aura cantik nya malam ini.
"Aku tau aku tuh emang cantik,tapi ngeliatnya biasa aja tuh gak usah sampe segitunya,kaya gak pernah liat cewek cakep aja" ucap Andini sinis menyadari Danu yang tenga menatapnya sedari tadi.
"Auk ah" suka-suka mas Danu aja" ucap Andini sambil melengos pergi meninggalkan meja mereka.
Sesampai di toilet "Brak" ia menabrak seseorang wanita yang berpenampilan glamour.
"Maaf mbak saya gak sengaja" ucap Andini sopan.
" Lu itu gak punya mata ya,dasar wanita mandul" mendengar ucapan itu kepala Andini semangkon sakit.Andini terus meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.Sementara wanita itu menatap Andini heran.
"Hei wanita mandul,ternyata lu itu bukan GK bisa punya anak aja ya,tapi gak bisa ngeliat juga sekarang". Bentak wanita itu dengan penuh kebencian.
"Kiara,hentikan!!!" seorang laki-laki langsung menghampiri Andini,dan merengkuh tubuh Andini yang tampak sempoyongan.
"Mas,dia dulu yang menabrakku.Kenapa kau terus membelanya!" protes Kiara pada Bagas yang malah memapah Andini tanpa memperdulikannya. "Mas aku ini istrimu" Kiara menarik tangan Bagas namun di hempaskan begitu saja oleh Bagas.
"Kamu apa gak liat Andini sedang kesakitan!" Bentak Bagas pada Kiara.
"Tapi mas" Kiara masih menarik lengan Bagas.
"Sudahlah Kiara aku tidak ingin ribut denganmu" Bagas memapah Andini menuju kursi panjang yang berada tidak jauh dari depan toilet.
Sementara Andini terus merasa kesakitan.Mendengar suara Bagas banyak bayang-bayang masa lalu yang mulai lewat di benaknya.
__ADS_1
"Sakit,kenapa kepalaku sesakit ini.Kamu siapa sebenar nya?" tanya Andini sambil menatap Bagas yang seperti tidak asing baginya.
"Andini ini aku Bagas,kenapa kau tidak mengenaliku?,ada apa denganmu?,apa yang terasa sakit?,kenapa?,ada apa?" Bagas langsung memberondong pertanyaan karena panik.
"Sakit mas,kepalaku sakit,aku gak tau kenapa sakit banget kepala aku" keluh Andini pada Bagas.
"Ya udah kita langsung ke rumah sakit aja ya?biar aku antar" Bagas langsung menggendong Andini menuju parkiran.
Kiara yang melihat itu,langsung terpenuhi oleh emosi yang semangkon mendidih.
Kiara menarik tubuh Bagas yang sudah mendudukkan Andini ke jog mobilnya.
"Mas,apa maksudmu?aku ini istrimu mas,kau tidak bisa bersikap seperti ini padaku mas" ucap Andini dengan suara memekik.
"Eh kamu jangan lupa ya,kita sebentar lagi akan bercerai,tinggal tunggu sidang terakhir saja,aku harap kamu gak lupa itu" Bagas mendorong tubuh Kiara yang mencoba menghalangi nya. "Aku tidak mau bercerai mas,kita tidak akan pernah bercerai apa lagi gara2 wanita mandul itu,aku tidak rela" Kiara masih mencoba menghentikan Bagas yang akan memasuki mobilnya. "Asal kau tau ya,satu hal yang paling aku sesalkan seumur hidupku adalah MENIKAH DENGANMU!" ucap Danu tegas dan langsung masuk kedalam mobilnya.
"Mas,mas,mas,Maas Bagas" Kiara mengetuk-ngetuk kaca mobil Bagas yang langsung melaju tanpa memperdulikan nya.
Kiara mengepal jemarinya,kebenciannya kepada Andini sungguh semangkon besar adanya.Ternyata sejak kejadian di pesta pernikahan beri malam itu beri langsung menggugat cerai pada kiara.Namun kiara selalu berusaha melakukan segala cara untuk menggagalkan perceraian itu.
Di ruang VVIP papi yoga,danu dan mami Margaret terlihat begitu cemas karena Andini tak kunjung kembali dari toilet.
"Mi,Pi,biar aku susul Andini ya,takutnya Andini kenapa-kenapa lagi" Danu langsung beranjak dari tempat duduknya. "Tunggu,mami ikut.Biar bisa memeriksa kedalam toilet" sambung mami Margaret mengikuti langkah Danu dengan setengah berlari.
Mami yoga sudah memeriksa kedalam toilet namun tidak menemukan keberadaan Andini. "Gimana mi?" tanya Danu cepat,mami Margaret hanya menggelengkan kepalanya,sedih.
"Sial,kenapa tadi aku gak menemaninya ke toilet,apalagi jelas-jelas dia tadi terlihat kesakitan" Danu meninju tembok,penuh penyesalan.
"Jangan-jangan Andini di culik,aduuu gimana nih Andini putri mami di mana kamu sebenarnya,maafin mami sayang gak nemenin kamu tadi" ucap mami Margaret panik dan langsung menangis.
"Bagaimana?" tanya papi yoga yang juga menyusul ke toilet karna Danu dan mami Margaret tak kunjung kembali.
"Andini tidak ada pi,dia di culik,gimana Pi putri kita di culik,cepat lakukan sesuatu pi,mami gak mau kehilangan Andini" Mami Margaret menangis dan menggoyang-goyang tubuh papi Yoga.Papi yoga langsung memeluk mami Margaret agar sedikit lebih tenang.Sementara Danu langsung berlari ke ruang keamanan dan mengontrol cctv.
Hati Danu langsung terasa terbakar saat melihat Andini berada di dalam gendongan bagas.Dia mengepal tangannya penuh emosi,rahangnya tampak mengeras dan cemas.Kini perasaan Danu menjadi campur aduk,ia tak tau bagaimana caranya menghubungi bagas,selama ini ia tak memiliki kontak Bagas walaupun mereka sempat beberapa kali bertemu.
*******
Untuk yang menunggu Andini dan Danu menikah mohon bersabar ya,,,,hidup penuh liku-liku Andini memang kadang bikin di butuhkan kesabaran extra.karna tidak mudah loh Danu untuk bis menikahi andini.Semangkin besar perjuangan Danu maka menunjukkan semangkin besar pula cinta Danu pada Andini .Dan maaf ya yang sudah merasa ceritanya jadi muter-muter.Mudah-mudahan para readers tidak bosan dengan story' ini.
Terimakasih atas like vote dan komen yang sudah di hadiahkan untuk author selama ini.Satu like vote dan comen para readers sangat berharga bagi author.
Semoga author bisa membuat para readers suka sama story bukan wanita mandul ini.
oh ya author juga minta maaf karna mungkin besok tidak bisa up,author besok lagi ada acara keluarga,author butuh piknik biar gak panik,ππππ semoga di perjalanan nanti bisa memberikan author insvirasi untuk nge halu ya.Dan mohon di do'ain juga agar author bisa selamat dan sehat sampai kerumah lagi,agar bisa melanjutkan cerita BUKAN WANITA MANDUL ini sampai end.
Trimaksihhhππππππ,mohon dukungannya nya,jangan lupa like vote dan comen ya.πππ,semoga para readers dilimpahkan dengan begitu banyak kebahagiaan dengan orang2 yang tersayang yaaa,,happy monday,,,,,,
__ADS_1