Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Penyesalan Bagas


__ADS_3

Olahraga panas yang sangat di kuasai Danu.Kini telah membuat tubuh Andini terkulai dalam pelukannya.


"I love u sayang" kata itu tak henti-hentinya Danu ucapkan saat merasakan kenikmatan bersama Andini.


Setelah mencapai puncaknya secara bersamaan.Tubuh mereka seakan melayang keudara.Danu menghujani Andini dengan ciuman kasih sayang,hingga membuat Andini tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya kedalam dada bidang Danu.


Akhirnya.......


Ide sakit perut bak cakaran harimau,membuat Andini jatuh ke pelukan Danu.


Kepuasan ranjang yang Danu berikan,sesungguhnya tidak pernah Andini dapatkan dari Bagas.Kemahiran Danu dalam bercinta berhasil membuat Andini merasakan orgasme berkali-kali.


"Terimakasih sayang" gumam Danu lirih sambil mengecup ujung kepala Andini.


Andini mengeratkan pelukan,tak ingin menunjukkan wajahnya yang sudah bersemu merah.


Rasa geli mulai menjalar ketubuh Danu.Saat kepala Andini bergerak-gerak di dada bidang Danu. "Sayang,apa kamu mau lagi?",pertanyaan yang membuat Andini belgidik ngeri.


"Ih itu sih mau mu mas,udah ah aku mau man---" belum sempat Andini menyelesaikan kata-kata nya "Cup" bibir Danu sudah mendarat ke bibir Andini.


Ciuman bibir itu kini menjalar ke leher hingga gundukan kembar milik Andini.


Andini mulai menggelinjang di saat lidah Danu bermain di area kesukaannya,dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan di sana.


"Mas...." Desah Andini seakan meminta lebih.


Mendengar desahan dengan nafas Andini yang tidak beraturan membuat hasrat Danu kembali menggebu.


Danu mengangkat tubuh Andini ke kamar mandi.


Di kamar mandi..........pertarungan sengit itu pun terulang lagi.Namun kali ini,Andini sudah mulai mengimbangi permainan Danu.Andini lebih liar dari sebelumnya.


Setelah adegan hot di kamar mandi.Tubuh Andini terasa lemas,membuatnya malas untuk bergerak.


"Sayang dapat kiriman nih dari temen kamu",ucap Danu sambil membawa kantung kresek di tangannya.


"Dari siapa?kiriman apa?" tanya Andini malas.


"Hmmm da-ri Me-la" Danu mengeja tulisan yang ada di kertas.


Mendengar nama Mela Andini langsung terduduk dan meraih kantung plastik dari tangan Danu.Dengan rasa tak sabar Andini membuka wadah plastik,yang berisi gado-gado spesial salah satu menu favorit Andini.


Andini menghirup aroma yang menggugah seleranya.


"Makanan apa itu?" tanya Danu penasaran.


"Gado-gado mas",ucap Andini datar sambil mengarah sendok kemulutnya.


Seperti biasa Danu langsung meraih sendok di tangan Andini dan menyuapkan mulutnya.


"Mas itu punyaku...." ucap Andini, meneguk Saliva melihat Danu menyantap gado-gado dengan begitu nikmat.


Danu tersenyum,menyadari istrinya menantikan sendok yang ada di tangannya.


"Ya udah deh biar aku suap" Danu menyodorkan sendok,ke mulut Andini.


"Mas telurnya" Dengan sabar Danu menuruti instruksi Andini yang ini dan itu,hingga gado-gado itu habis.


"Kenapa Mela mengirimi mu makanan?" tanya Danu sambil menyapu mulut Andini yang belepotan dengan ibu jarinya.


"Karena,Mela ingin misinya berlanjut" jawab Andini enteng.

__ADS_1


"Misi apa?"


"Mendekatkan Danu dengan Steven?"


Entah kenapa hanya mendengar nama itu saja sudah membuat Danu merasa tidak senang.


"Trus apa hubungannya denganmu?" tanya Danu ketus.


"Ya karena Steven selalu menuruti apa mauku" jawab Andini jujur.


"Kenapa dia bisa menurutimu?"


"Ya mana aku tau lah,mungkin karena aku teman yang baik.Udah ah nanyak melulu seperti wartawan" Dengus Andini kesal.


"Mendingan mas bantuin cari ide untuk nyomblangin mereka" Andini bergelayut manja di pundak Danu.


"Cih selalu saja memikirkan orang lain,di banding aku" gerutu Danu dalam hati.


"Maaassss.......?" rengek Andini mengedip-ngedipkan matanya.


"Ogah banget.Aku bukan mak comblang" seru Danu,lalu mengecup bibir Andini yang kini sudah menjadi candu baginya.


Kecupan singkat itu mengingatkan Andini pada adegan yang mereka lakukan tadi.Ia langsung menunduk malu.


"Kenapa?kamu mau lagi?" Goda Danu,seakan mengerti isi pikiran Andini.Andini tersipu malu "Ih kamu itu ya mas,pikirannya mesum melulu".Andini mendorong tubuh Danu,tapi justru malah membuatnya terjerembab dalam pelukan Danu.Karena dengan cepat tangan Danu menarik tangan Andini.


"Mas lepaskan" seru Andini berusaha melepas pelukan itu,namun tidak bisa karena tenaga Danu tentu lebih kuat darinya.


"Emmmm...Emmuach emmuach emmuac" bukannya melepas Andini tapi justru malah menghujani wajah Andini dengan ciuman.


"Apa mas tidak capek,pagi ini kita sudah dua kali melakukannya" seru Andini sambil menahan wajah Danu yang mulai menyusuri leher jenjangnya.


Danu memegang kedua tangan Andini dengan posisi sudah berada di atas Andini. "Aku tidak lelah,bahkan aku masih sanggup sepuluh kali lagi jika kau menginginkannya" bisik Danu ke telinga Andini.


"Tapi aku yang lelah mas,badan ku rasanya ngilu semua" Danu menyeringai mendengar pengakuan dari Andini.Memang terlihat jelas di wajah Andini bahwa ia sudah kelelahan.


"Makanya jangan menggodaku" Danu merebahkan tubuhnya di samping Andini.Periode ke tiga yang melintasi pikirannya kini harus ia urungkan karena istrinya sudah tidak kuat lagi.


"Siapa juga yang menggoda,pikiran aja tuh yang selalu mesum" sangkal Andini sambil menyungutkan bibirnya.


"Kalau mesum sama istri kan gak papa"


"Tuh mas sadar kalau sudah punya istri,lalu kenapa tadi malam mesumnya sama wanita lain?" adegan di Club malam itu kini teringat kembali.


"Sial,salah ngomong nih.Bisa berabe kalau sampai di panjangin.Semalaman di diemin udah hampir membuatku gila.Cukup deh gak usah nambah lagi,cukup malam itu aja"


"Sayang siang ini aku ada meeting sama klien penting.Kamu mau di rumah atau ikut?"


"Jangan coba mengalihkan pembicaraan !"


"Sayang udah dong.Jangan bahas itu lagi.Aku akui aku salah,aku minta maaf.Aku janji itu tidak akan terulang lagi" Danu menyodorkan kelingkingnya kehadapan Andini.


"Gak perlu janji sama aku,karna takutnya kalau gak ada aku gak kamu tepatin.Tapi berjanjilah pada dirimu sendiri.Karena hanya dirimu sendiri yang tau ke sungguhan akan janjimu" mengingat suaminya ciuman dengan wanita lain sungguh masih melukai hati Andini.Tapi kali ini ia masih berusaha memahami danu,karena memang bukan Danu yang mencium wanita itu.


"Ah sudahlah ayo kita keluar.Aku tidak akan sanggup untuk tidak berbuat apapun jika disini" seru Danu sambil beranjak dari ranjangnya.


Andini mengikuti langkah Danu tapi tiba-tiba Andini menahan tangan Danu "Tapi aku bolehkan aku membantu Mela?"


"Nggak!"


"Tapi mas........"

__ADS_1


"Nggak..!"


"Mas ayolah mas kasian Mela.Dia sudah sangat baik padaku"


"Jika dia suka,tinggal katakan saja sama si kutu kupret itu tidak perlu menyulitkamu" Danu kembali melanjutkan langkahnya,dengan di ikuti oleh Andini.


"Mas....ayolah mas,aku juga ingin melihat temanku bahagia" rengek Andini sambil menarik-barik baju Danu.Namun tidak berhasil merubah pendirian Danu.Mendengar Andini menyebut nama Steven saja sudah membuat Danu kesal apalagi melihat Andini dekat-dekat dengan nya.Jangan harap Andini....Danu tidak sebesar hati itu.Kecuali...........


"Mas mas mas...."


Andini masih terus berusaha mendapatkan ijin dari suaminya.


"Jangan menggodaku lagi sayang" bisik Danu ketelinga andini.


"Cih kapan aku menggodamu,otak kamu aja tuh yang mesum mas"


Kini baru ia fahami,bahwa tidak mudah untuk membujuk suaminya.Andini menghentikan rengek kan nya.Karena tidak ingin di buat kelelahan lagi oleh suaminya.


"Sayang lebih baik,kamu pikirkan dimana tempat bulan madu kita" Danu merangkul pundak Andini sambil menyusuri anak tangga.


"Terserah mas mau bawa aku kemana,aku pasti bahagia asalkan bersama denganmu mas" ungkap Andini tulus.


Danu kembali mengecup puncak kepala Andini.Ia sangat bersyukur memperistri Andini.Wanita sederhana yang memberikannya cinta dengan ketulusan.


"Tapi..... mas,ku mohon....ijinkan aku membantu mela...pliiiis" Andini mengatupkan kedua tangannya.


Melihat wajah sendu Andini.Membuat Danu menghela nafas berat.


Entah kenapa,jika sudah seperti ini Danu tidak bisa menolak keinginan wanita yang sangat ia cintai.


Akhirnya....


Dengan berat hati Danu mengizinkan Andini melakukan apa yang istrinya inginkan.Karena Steven mendekati Andini,Danu pun memutuskan untuk ikut andil dalam perjodohan itu.Jika berhasil,tentu saja akan membuat Danu bisa bernafas lega.Karena Steven tidak akan tertarik pada istrinya lagi.


Hari ini sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Danu.


Selain sudah berbaikan pada Andini dan dapat memiliki Andini seutuhnya.Meeting hari ini juga berjalan dengan baik.Selain itu ia juga mendapatkan tender bernilai milyaran rupiah yang sudah lama ia incar.


Sementara Andini di jemput oleh pak suto.Karena mami Margaret sudah merindukannya.


Sebenarnya mami Margaret tidak setuju jika Danu dan Andini tinggal terpisah dengannya.Tapi alasan Danu ingin belajar hidup mandiri membuat mami Margaret,harus merelakan nya.Terlebih papi Yoga mendukung keputusan Danu.


Menurut papi yoga,pasangan yang sudah menikah memang seharusnya berada di rumah mereka sendiri.Agar mereka bisa membina rumah tangga dengan cara mereka sendiri tanpa campur tangan orang tua.


Papi Yoga tidak ingin Danu menjadi manja seperti dulu.Sungguh melihat Danu saat ini semangkin matang,membuat hati papi yoga tenang.Terlebih Danu mendapatkan istri yang baik seperti Andini.Papi Yoga yakin Andini bisa membuat Danu menjadi lebih baik lagi.


Di rumah ibu Marina.....


Bagas memandangi bingkai foto pernikahannya dengan Andini.Rasa sesal itu terus menghantui nya.


Berita pernikahan Andini dengan Danu membuatnya kehilangan semangat dan tujuan hidup.


Bagas tampak sangat berantakan.Di sekitar bibir seksi nya terdapat kumis tipis yang tidak semapat ia cukur.Tidak ada lagi hasratnya untuk merawat diri.


"Andini aku mencintaimu...sangat mencintaimu"


Bagas mengecup foto pernikahan mereka.Air matanya menetes begitu saja.Kini ia merasa benar-benar sudah kehilangan Andini.Kenangan indah bersama Andini terus membayanginya.


Bagas mengusap air matanya dengan kasar.Saat mendengar ada keributan dari luar kamarnya.Pikirannya langsung tertuju pada sang ibu.


Gerompyang terdengar suara pecahan kaca berasal dari ruang tamu.Membuat Bagas langsung keluar dari kamarnya penuh khawatir akan terjadi sesuatu pada ibunya.

__ADS_1


__ADS_2