Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Menjenguk si kembar


__ADS_3

Dengan raut wajah panik,Bagas mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


Mendengar baby key ada di rumah sakit membuat Bagas sangat khawatir.


Dengan tergesa-gesa ia berlari menuju IGD ,jantungnya berdegup dengan kencang. Entahlah....awalnya memang Bagas tidak terlalu sayang,tapi....setelah seiring berjalannya waktu. Senyum lucu baby key mampu mencuri hati Bagas. Apalagi sekarang usia 7 bulan,Beby key sudah bisa merangkak dan bisa di ajak bermain.


Baby tumbuh menjadi putri kecil yang cantik dan pintar.


Tak jarang Bagas menjadi ingin pulang cepat,dan betah di rumah karena adanya baby key..


" Bu bagaimana keadaan keyza?"


Bagas menggenggam tangan ibunya yang sudah berada di dalam pelukannya.


"Masih di tangani oleh dokter,tadi tiba-tiba badannya panas dan kejang-kejang...hiks hiks"


Ibu Marina menangis,masih teringat dengan jelas bagaimana cucunya itu tadi kejang-kejang .


Hati wanita mana yang tidak terluka melihat buah hatinya kesakitan.


"Ok.... tenang Bu jangan panik..jangan menangis,Keyza pasti baik-baik saja"


Bagas mencoba menenangkan ibunya,walaupun sebenarnya dia juga sangat khawatir.


Keyza...apapun yang terjadi...kamu harus kuat ya nak...papa sayang padamu...


Hanya sebait do'a tulus yang kini bisa Bagas ucapkan di hati...


Selang beberapa menit seorang suster memanggil kedua orang tua pasien...


Bagas dan ibu Marina langsung menuju ruang mengikuti langkah suster itu.


"Mana ibunya?"


Pertanyaan yang sungguh membuat hati keduanya semakin sesak.


Ibu Marina pun tak kuasa membendung buliran putih bening itu di matanya.


Melihat wajah Keyza yang begitu pucat Pasih di tambah lagi ada selang oksigen di hidungnya..serta tangan mungil yang tertusuk oleh Harun infus ,membuat hatinya semakin pedih.


"Maaf pak, bu, kalau saya boleh tau di mana ibu dari anak ini?"


Dokter mengulang pertanyaan yang sama lagi.


"Ibunya sedang pergi keluar negeri dok,karena ada sebuah urusan"


Kilah bagas. Sungguh tidak mungkin ia mengatakan kondisi sebenarnya.


"Saya papanya dok,jadi tolong jelaskan ada apa dengan anak saya"


Bagas mendekati keyza,dan mengusap lembut pipi mungil Keyza dengan jemarinya.


"Oh begini pak,pasien mengalami demam yang begitu tinggi,dan sedikit sesak. Tapi alhamdulilah sekarang sudah dalam kondisi stabil Dan saya sarankan ibu pasien agar secepatnya pulang,karena kemungkinan pasien merindukan sosok ibunya"


Jelas dokter sambil menepuk pundak Bagas.


Bagas hanya terdiam,bagaimana mungkin Kiara bisa datang menjenguk Keyza?


Dan bahkan wanita itu ....


Apa masih pantas menjadi ibu dari keyza?,karena semenjak pertengkaran itu,tidak pernah sekalipun Kiara mengunjungi Keyza. Bahkan saat ibu Marina memintanya ,kiara tetap tidak peduli pada putri kecilnya itu.


"Ya sudah pak,kita akan bawa pasien ke ruang rawat inap,mari ikut saya saya akan tuliskan resep dan silakan bapak urus administrasinya"


Bagas mengikuti langkah dokter itu dengan patuh.


Kini baginya Keyza adalah dunia nya.


Dengan adanya baby key Bagas mampu sedikit mengubur masa lalunya bersama Andini.


Walau belum bisa melupakan tapi setidaknya baby key mampu mengalihkan pikiran Bagas dari Andini.


Di ruang rawat ...


Ibu Marina duduk di sebelah ranjang baby key. Iya membelai rambut Keyza dengan lembut.


Baby key masih menutup matanya.


Ibu Marina menatap sendu wajah mungil itu.


Sebuah kenyataan,baby key harus hidup tanpa sosok seorang ibu sungguh membuat hatinya terasa pedih.


"Bu...."


Suara lembut itu membuat tangisnya pecah..


Hiks hiks hiks hiks.....


"Tak bisa kah kalian rujuk saja?"


Seru ibu Marina tegas.


"ibu..."


"Apa belum cukup penderitaan yang kau berikan pada Keyza ..dia butuh ayah dan ibunya"


"Sudahla Bu....."


"lihatlah bayi kecil ini....lihat baik...baik...apa salahnya sehingga ia harus menjadi korban ke egoisan mu"

__ADS_1


ibu Marina beranjak dari duduknya, menunjuk baby key dengan air mata terurai.


"Bu .....sudahlah,Keyza hanya sakit dan sebentar lagi juga akan sembuh ,di sini ada aku dan ibu...itu sudah cukup baginya"


Bagas meraih tangan ibunya dengan tenang.


"Apa kau tidak dengar apa kata dokter tadi ?...setidaknya telpon atau bawa Kiara kemari"


Ibu Marina menarik tangan nya dan duduk kembali,ia sadar bahwa Bagas tidak akan merubah keputusan nya dengan mudah.


Bagas bersimpuh di hadapan ibunya....ia menarik kembali tangan ibu Marina


"Bu....Kiara sekarang berada di penjara"


mendengar ucapan Bagas ,mata ibu Marina langsung terbelalak kaget.


"Kenapa? apa yang terjadi?"


Ibu Marina menatap wajah Bagas intens.


"Kiara dengan sengaja mencoba menabrak Andini dan ia juga mengaku sebagai dalang dari insiden kecelakaan yang di alami Andini dan kedua orang tuanya"


Bagas menarik nafas dalam,sepertinya ia tidak bisa menyembunyikan masalah ini dari sang ibu.


"Lalu bagaimana keadaan Andini? "


Tanya ibu Marina penuh khawatir...


Walau bagaimanapun Andini masih tetap jadi menantu kesayangannya.


"Alhamdulillah dia baik-baik saja,ada seorang teman yang menyelamatkannya"


"Syukurlah..."


ibu Marina akhirnya bisa bernafas lega.


"Bu....."


Bagas mengusap air mata ibunya dengan lembut.


"Aku dan Kiara sudah tidak sejalan,tidak se frekuensi,hubungan kami adalah sebuah kesalahan,jadi jangan buat aku melakukan kesalahan untuk kedua kalinya karena membohongi hatiku sendiri"


"Biarkan keyza tumbuh bersama kita saja,aku yakin aku dan ibu bisa membuatnya tumbuh tanpa merasa kehilangan kasih seorang ibu"


"Kiara sudah melampaui batas Bu....aku tidak bisa hidup bersamanya lagi. Aku dan baby key hanya butuh ibu....hanya butuh kasih sayang ibu...kumohon Bu...jangan ungkit Kiara di hadapanku lagi...aku ingin mengubur dalam-dalam masa laluku bersama Kiara....dan menata masa depan Keyza dengan baik..."


"Mulai sekarang hanya ada aku,ibu dan Keyza ...."


Bagas memeluk ibunya dengan hangat.


"Tapi sampai kapan?....ibu sudah tua Bagas. Ibu hanya tinggal menunggu waktu kapan malaikat maut menjemput....ib-----"


"Ibu....sudah lah jangan bicara yang tidak-tidak. Aku tidak suka"


"Sebaiknya ibu istirahat ya,biar aku yang menjaga Keyza"


Bagas memapah ibunya ke sofa yang lumayan besar untuk ibu Marina beristirahat .


****


Di sebuah ranjang king size, Andini bergeser bolak-balik.


Perut yang semakin besar membuatnya merasa susah tidur.


Semua posisi jadi serba salah.


Sering kali pinggangnya terasa sakit.


"Mas...."


Rengek Andini.


"Hmmm "


Lelaki itu masih terfokus pada layar lap-top nya.


" Mas..."


"Iyaaaa"


"Maaaaaassssssssss"


Danu menghela napas dan segera menutup lap-top nya.


Tangan Danu menyentuh pinggang Andini dan mengusap-ngusap nya seperti biasa.


Sebelum tidur ,kini mengusap pinggang menjadi rutinitas Danu setiap malam.


"Sayang....."


Bagas memeluk tubuh Andini yang semakin melebar.


"Hmmmm"


jawab Andini singkat ..


"Kelak jika ank kita lahir bagusnya di kasih nama apa ya"


"hmmmm Limin dan Liman"

__ADS_1


Jawab Andini asal.


"Ih nama apa'an itu?"


"Nama artis Korea..."


Jawab Andini santai


"ah nama itu terlalu alay...!"


Seru Danu,tidak setuju.


"iiih bagus dong,Limin itu orang nya tampan dan Liman itu cantik"


"Iyaaa....tapi memberi nama anak itu tidak boleh sembarangan,karena nama itu adalah do'a"


"Limin dan Liman juga orangnya baik" jawab Andini kekeh.


"Ya tapi kan Korea bukan budaya kita"


"Ya tapi aku kan suka Korea ......"


"Walaupun kamu suka Korea bukan berarti anak kita jadi harus jadi korban halusinasimu..."


"Maksut mas?" Andini langsung terbangun dari tidurnya dan menatap tajam sang suami.


Waduh....apa gw salah ngomong....?


"Maksudnya....Tokoh yang kamu suka bagus...tapi lebih bagus lagi kalau anak kita mencontoh tokoh yang baik dalam agama kita,misalnya nabi Muhamad gitu...yang telah membawa umatnya ke jalan yang lebih baik"


Jelas Danu lembut,,,,,


"Hmmmm.... iya juga sih...."


Andini kembali masuk kedalam pelukan Danu.


Huh akhirnya....luluh juga...


"Gimana kalau Azmi dan Aiza...? Azmi artinya keteguhan hati, dan Aiza artinya mulia"


"Wah bagus itu sayang,,aku suka....


Azmi ......Aiza..."


ucap Danu sambil mengusap-usap perut Andini.


"Oh ya,,nanti kalau anak kita lahir ...mas pengennya di panggil apa?"


"Hmmmmm apa yaaa?....."


Danu mengerutkan dahinya,,, " Kalau kamu pengennya di panggil apa?"


"Kalau aku sih di panggil bunda dong,,,," jawab Andini penuh dengan keyakinan.


"Kalau begitu panggil ayah aja deh....biar klop ayah dan bunda"


Balas Danu sambil menghujani wajah Andini dengan ciuman.


"Mas Limin dan Liman nendang-nendang nih"


ucap Andini sambil mengarah kan tangan Danu keperut Andini.


Walau belum begitu kuat,tapi tendangan itu sudah bisa di rasakan oleh Danu.


"Bukan Limin Liman tapi Azmi Aiza...."


Ujar Danu sambil mengecup kedua belah perut Andini.


"Belum lahir ini....di panggil Liman dan Limin juga gak papa"


"Enak aja...apa-apa dong,dia anak aku,jadi jangan suka panggil sembarangan"


Tegas Danu....


Andini terkekeh melihat suaminya menolak nama Liman dan Limin...


"Mas nendang lagi...."


"Wah itu tanda-tanda sikembar pengen di jenguk sayang...."


"ih itu sih mau nya mas aja..."


"iiih gak percaya...nih liat nih...." Danu kembali menempelkan bibirnya keperut Andini. " Dedek Azmi dan Aiza kangen ya sama ayah" bisik Danu .


Dan sikembar seolah mengenal suara ayahnya. Ia pun langsung bergerak-gerak kembali....


"Tuuuukan ...dia nendang-nendang lagi...itu tanda persetujuan..."


Seru Danu girang.


"Bukanya kalau orang nendang itu tanda gak suka ya mas....?" goda Andini.


"Itukan kalau sudah berada dunia,kalau di dalam perut mah beda..." bisik Danu ke telinga Andini.


Suara serak Danu membuat darah Andini berdesir...di tambah lagi tangan nakal Danu yang sudah merayap-rayap ketitik yang ia sukai...membuat Andini tak dapat menahan lenguhan dari bibirnya....


Perlahan tapi pasti ,Danu benar-benar menjenguk si kembar....


Dengan lembut dan penuh cinta,keduanya merasakan kenikmatan yang tiada Tara...

__ADS_1


Untuk kesekian ribu kalinya....


Rasa itu ... tetap sama...menggetarkan jiwa mereka.


__ADS_2