
Di hari dan waktu yang sama,namun tempat yang berbeda.Bagas menyesap perlahan segelas wine yang ada di tangannya.Sensasi keseimbarangan rasa asam manis dan sepat hibgga cenderung pahit mulai memenuhi rongga mulut nya.Efek alkohol yang dengan cepat menyebar ke setiap pembulu darahnya,memberi sedikit ketenangan di hati Bagas.
Beginilah cara Bagas menenangkan jiwanya yang sedang terbakar api cemburu ketika mendengar berita pernikahan Andini.
Sensasi rileks mulai berubah menjadi euforia setelah perlahan Bagas menyesap 4 gelas wine yang berada di hadapannya.
Mulutnya mulai meracau tidak jelas.
Tidak puas menggunakan gelas,Bagas meraih botol wine dan langsung meneguknya hingga tak tersisa.
"Satu botol lagi" ucap Bagas dengan kepala yang terasa semangkin berat.
Seorang bartender menatapnya dengan intens,terlihat dengan jelas ada luka hati yang ingin Bagas tutupi dengan senyuman sinisnya.
"Beri aku sebotol lagi" teriak Bagas kepada bartender itu.
Dengan berat bartender itu memberikan sebotol wine lagi ke hadapan Bagas. "Hahaha bagus" Bagas tertawa dengan pemandangan yang mulai kabur. "Apa kamu tau,bagaimana rasa di hianati?" .Bagas mulai meneguk minuman beralkohol itu langsung dari botolnya. "Ya kau tidak akan tau rasanya,Andini ku yang paling faham tentang itu.Dan aku,aku lah suami yang sudah menghianati cinta tulusnya".Bartender itu hanya mendengar racauan Bagas karena sudah mabuk.
"Ya aku,kenapa aku harus menyesal karena melepaskannya....?kau kau tidak akan faham perasaanku.Aku sangat tersiksa,karena masih mencintainya dengan begitu dalam.Dia Andini,dia istriku,dia milikku.......apa kau tau itu aku masih mencintainya" Bagas terus meracau hingga kesadarannya hilang.Dua botol wine yang sudah terguling di hadapannya sudah dapat di pastikan Bagas kini tak mampu mengangkat kepalanya,bahkan untuk sekedar mengeluarkan suara yang tadinya terdengar lantang dan jelas.
Seorang bartender menatap Bagas sendu.Sudah hampir satu bulan ini Bagas selalu menghabiskan malamnya dengan alkohol.Namun malam ini,Bagas sampai tidak bisa mengontrol dirinya.Ada rasa pilu yang tersemat di ruang hati Bily seorang bartender yang tidak lain adalah teman Bagas dan Andini dulu.
Bily tidak tau masalah apa yang sebenarnya terjadi di antara Bagas dan Andini.Yang ia tau Andini adalah istri dari Bagas.
Karena Bagas pingsan,akhirnya Bily memutuskan untuk menghubungi Andini.
Di mobil Andini terlihat sedih setelah menerima telepon dari Bily.
"Siapa?" tanya Danu dengan mata yang masih terfokus pada jalanan.
"Temen aku,Bily" Andini menundukkan wajahnya sedih.
Mendengar Andini menyebut nama laki-laki lain membuat Danu langsung melirik wajah istrinya.
"Ada apa?" tanya Danu lembut sambil menyapu pipi Andini dengan sebelah tangannya.
"Kata Bily mas Bagas mabuk berat hingga tak sadarkan diri" Danu mengernyitkan dahi mendengar nama yang sangat tidak ia sukai di sebut oleh istrinya.
"Lalu?" tanya Danu sembari menghela nafas berat.
"Bi bi bisakah kita kesana untuk mengantar mas bagas pulang.Karena Bily tidak mengenal siapapun keluarga mas Bagas selain aku.Sementara Ponsel mas Bagas mati" Dengan ragu Andini mengutarakan belas kasih nya kepada sang suami.
"Apa kau masih mencintainya?" Danu membuang nafasnya kasar dan menarik tangannya yang sedari tadi menyentuh lembut wajah Andini.
"Tidak mas,bukan karena cinta.Tapi aku hanya kasian pada mas bagas,sebagai sesama manusia.Ibu pasti sedih ketika melihat keadaan mas Bagas seperti itu." Jelas Andini sedih.
__ADS_1
"Cih bisa-bisanya dia bersedih untuk mantan suami yang sudah menyakitinya"
"Apa kau sangat ingin melihatnya?" tanya Danu sembari menatap intens Andini.
"Aku hanya ingin membantunya mas,itupun jika mas Danu tidak keberatan" ucap Andini dengan wajah memelas.
"Apa hatiku sebesar itu,mau mempertemukan istriku dengan mantan suaminya.Jelas-jelas aku tau bahwa Bagas masih mencintainya,apa dia tidak merasakan itu saat dirumah sakit waktu itu.Dan aku juga tau bahwa diam-diam Bagas masih memperhatikannya dari kejauhan"
"Mas,apa mas Danu marah?" tanya Andini sambil meraih tangan Danu lembut.
"Pake di tanya lagi,ya jelas lah aku marah melihat istriku masih begitu memperdulikan mantan suaminya" Danu tidak menjawab pertanyaan Andini.Seharusnya tanpa di ucapkan pun Andini sudah dapat mengetahuinya.
"Mas maaf" Andini menarik tangan Danu dan menempelkan nya ke pipi. "Maafin aku mas,jangan marah lagi plis...." Danu melirik wajah istrinya yang justru terlihat menggemaskan saat sedang memohon.
"Iya baik lah.Aku maafkan,dan aku juga akan mengantarkan Bagas pulang,demi istriku" Kalimat itu keluar begitu saja,saja melihat wajah Andini yang kini tersenyum menggoda.
"Benarkah mas,terimakasih.... i love u" Andini merasa bahagia dang mendarat ciuman di pipi Danu.
Ini pertama kalinya Danu mendengar ucapan yang sangat ingin ia dengar sejak dulu,apalagi di iringi dengan ciuman.Hal itu sontak membuat Danu menjadi sedikit kaget sekaligus bahagia.Andini yang selama ini ia kenal tidak mau berkontak fisik dengannya.Kini sudah berani menggodanya.
"Coba katakan lagi,aku tidak dengar" ucap Danu sambil mendekatkan telinganya ke wajah Andini.
"I love you suamiku yang paling baik sedunia,ummuach ummuach ummuach" Andini memberikan ciuman di pipi Danu.
Mendapat ciuman dari Andini Danu langsung menepikan mobilnya di sisi jalan.
Andini berusaha melepaskankan ciuman itu karena ia merasa sulit untuk bernafas.Ternyata walau Andini sudah pernah melakukannya dengan Bagas namun Andini belum bisa mengimbangi keahlian Danu dalam berciuman.
"Aku bisa mati mas" ucap Andini menyungutkan bibibrnya.Danu menyapu bibir Andini yang terlihat sedikit membengkak karena ulahnya.
"Kenapa bibirnya terasa begitu manis,membuatku ingin segera melahapnya.Tapi kenapa dia masih begitu bodoh padahal kan dia sudah pernah menikah" ucap Danu dalam hati sambil tersenyum nakal.
"Mas kau ini jahat sekali" Andini menyentuh bibirnya yang sedikit terasa sakit.
"Makanya jangan suka menggoda ku kalau tidak mau menerima akibatnya" Danu menyeringai licik.
Satu ciuman panas tadi sudah mampu menghapus suasana hati Danu kesal.
Walau terbesit rasa tidak rela,akhirnya Danu melajukan mobilnya menuju club malam dimana Bagas berada.
Danu ragu-ragu Danu memasuki tempat yang dulu juga pernah menjadi persinggahannya setiap malam.
"Kenapa harus di sini,bagaimana jika para wanita itu mengenaliku.Kalau tau ini tempatnya,aku tidak akan menyetujui untuk membantu si brengsek itu.Datang kesini bersama Andini sama saja menggali kuburan untuk diriku sendiri." Celoteh Danu dalam hati.
Dengan wajah tertunduk Danu menghampiri meja Bagas.
__ADS_1
"Kenapa mas Danu celinguk kan seperti maling,dari ekspresinya sepertinya mas Danu sangat mengenal tempat ini.Ah sudahlah jangan berfikir macam-macam,fokus pada tujuan awal saja" Andini mencoba mengenyahkan kecurigaan nya.
"Din,sukurlah kamu sudah datang" sapa bily ramah tanpa menyadari sorotan mata tajam Danu mengarah padanya.
"Bagaimana keadaannya bil?" tanya Andini datar,mencoba menyembunyikan perasaan cemasnya di hadapan Danu.
"Ya beginilah din.Sudah hampir satu bulan ini Bagas terlihat kacau,setiap malam ia meracau dan menyebut-nyebut namamu.Tapi malam ini sepertinya terlalu berat baginya.Memangnya apa yang terjadi di antara kalian?" jelas Bily sambil menatap Bagas iba dan di iringi pertanyaan yang selama ini mengusiknya.
"Kami sudah lama bercerai bil" Bily terbelalak kaget.Pasangan yang selama ini ia kenal sangat ideal,telah berpisah.
"Kok bisa din,kenapa?" Bily langsung melontarkan pertanyaan beruntun karena penasaran.
"Panjang ceritanya bil,lain kali aja ceritanya.Ayo cepat bantu aku membawa mas Bagas ke mobil" Tangan Andini yang seakan menyentuh tubuh Bagas langsung di tarik oleh Danu.
"Kamu saja yang angkat dia" ucap Danu pada Bily dingin.
Melihat sikap Danu kepada Andini,Bily langsung menatap Danu intens.
"Ini suamiku,kami baru saja menikah" Andini langsung memperkenalkan Danu kepada Bily seolah tau isi dalam benak sang lelaki yang sedang berusaha memapah mantan suaminya.
Walau masih begitu banyak pertanyaan,Bily pun langsung memapah Bagas menuju mobil Danu.Dan jangan pernah berharap Danu mau ikut membantu Bily.Tentu saja itu hal yang sangat mustahil baginya,walaupun Andini yang memohon.
"Wah danuuuuu,akhirnya kamu datang juga setelah sekian lama menghilang" ucap seorang wanita cantik berbalut pakaian minim sambil bergelayut manja di pundak Danu.
Melihat pemandangan itu,Andini langsung mengerut kan alisnya dengan pandangan menuntut penjelasan.
"Wah akhirnya kegep juga gw" batin Danu dengan tersenyum samar melihat ekspresi Andini yang sudah bisa di tebak.
"Maaf kamu salah orang" alasan tak masuk akal itupun keluar begitu saja dari mulut Danu sambil berusaha melepaskan pelukan wanita itu.
"Wahat? No no.Gw gak mungkin salah mengenalimu,super Casanova di tempat ini.Danu brahmana Atmaja" wanita itu memperjelas identitas Danu meyakinkan bahwa ia tidak salah orang.
"Sial,pake di perjelas lagi sama si cewe kuntilanak"
"Sayang ini tidak seperti yang kau pikirkan" seru Danu saat melihat Andini sudah pergi meninggalkannya.
Mendengar ucapan Danu sontak membuat langkah Andini terhenti dan menoleh kebelakang.
Namun rasa kesalnya semangkin memuncak saat mendapati wanita itu mengecup bibir Danu.
"Mas Danu kau benar-benar jahat.Dasar kadal buntung" Andini pergi dengan uraian air mata di pipinya.
Dengan cepat Danu segera mendorong tubuh wanita itu.
"Apa kamu sudah ingat aku sayang" tanya wanita itu dengan tersenyum manja.
__ADS_1
"Sial" umpat danu,melihat Andini pergi dengan setengah berlari.
Dengan cepat Danu mengejar Andini tanpa memperdulikan wanita itu.