Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Berdo'a dan berusaha


__ADS_3

Di restauran...


Steven tampak sedang menunggu Mela.Entah kenapa kini hatinya resah.Keterlambatan Mela membuatnya berkali-kali melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Sesuai saran Danu.Mela memang harus datang terlambat malam ini.Membuat Steven sedikit menunggu.


Setelah beberapa menit....


Mela melangkahkan kakinya mendekati sosok pria tampan yang sedang menunggu nya sedari tadi.Dengan balutan dres berwarna pich dengan panjang di bawah lutut memperlihat kaki putihnya.


Bagian atas yang sedikit terbuka,membuat Steven meneguk salivanya dengan sangat susah.Di tambah dengan sentuhan kalung yang melingkar indah di leher jenjangnya.


Mela tersenyum dengan anggun.Tapi bukan Steven namanya kalau tidak bersikap dingin.


"Dasar pria es balok.Gw udah dandan secantik ini masih dingin aja.Jika malam ini gagal lagi,gw bener-bener berjanji pada diri gw sendiri.Gw akan berhenti mengejar lu pria es balok"


Mata Mela menatap Steven intens.Hidung mancung dan mata biru yang sangat ia suka kini juga menatapnya.


Sejenak tatapan mereka saling bertaut,namun kedatang seorang pramusaji.Membuat keduanya tersadar dan salah tingkah.


Ingin rasanya Steven mengungkapkan "kamu cantik hari ini" tapi kata itu terasa sulit untuk terucap.


Krik krik krik... suasana canggung itu terus berjalan.Harapan Mela ingin mendapatkan pujian dari pria idamannya,sepertinya harus pupus.Karena Steven masih setia dengan diamnya.


"Mas makanannya enak ya?" Mela mencoba memecah kesunyian di antara mereka.


"Hmmmm" jawab Steven datar sambil terus menikmati menu kesukaannya.


"Mas lihat deh mereka romantis ya?" Mela menunjuk sepasang kekasih yang sedang saling menyuapi.


Steven menoleh ke arah mereka "Hmmm" jawaban mini itu lagi-lagi terlontar dari mulutnya.Tidak mengerti kode yang sudah Mela berikan.


Mela membuang nafasnya kasar.Membunuh semua harapan yang telah tumbuh di hatinya.Sepertinya semua yang ia lakukan hanya sia-sia.


Sementara Steven,si manusia es balok.Kali ini merasa bangga bisa bersanding dengan wanita cantik.Hanya saja ia tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya.


**********


Di waktu yang sama namun tempat yang berbeda.......Andini terlihat cemas menatap ponselnya.Menunggu kabar dari Mela.


Drrttt drrrttt drrrttt ponsel Andini bergetar,menandakan ada panggilan masuk.Tertera nama kak Andra sedang memanggil.Dengan cepat Andini menggeser simbol telepon berwarna hijau yang ada di layar ponselnya.


"Halo kak Andra...."


"Halo Assalamualaikum dek?"


"Hihihi Waalaikumsalam kak"


"Gimana kabarmu setelah menjadi istri seorang GM?"


"Ya kabar aku baik kak.Alhamdulillah.Kakak gimana kabarnya?"

__ADS_1


"Kalau kakak sih baik-baik aja,cuma-----"


"Cuma apa kak?"


"Kak Mita sedang dirawat di rumah sakit"


"Hah kok bisa,sakit apa kak Mira nya?"


"Bukan sakit apa-apa,hanya saja kak Mita lagi hamil trisemester.Tidak berselera makan,mual-mual terus.Jadi ia terpaksa deh di rawat di rumah sakit."


"Waaahhhh selamat ya kak,sebentar lagi bakalan jadi ayah.Dan aku bakal jadi auntie"


"Iya terimaksih,Oya udah dulu ya dek.Kakak musti cari mangga nih.Katanya baby nya kepingin makan mangga muda hihihi"


"Ya Uda cepetan cari gih.Jangan sampai keponakan aku ngences nanti.Oh ya semoga kak Mira cepat sembuh ya kak.Salam buat kak mita,kakak harus menjaga kak Mira dengan baik ya"


"Iya iya iya siap laksanakan Baginda ratu"


Mendengar kabar baik dari Andra entah kenapa membuat hati Andini sedih.Air mata nya mengalir begitu saja.Namun ia segera menyeka air matanya saat mendengar suara mesin mobil memasuki pekarangan rumahnya.


Dengan cepat ia merapikan rambutnya dan menyambut suaminya pulang.


"Assalamualaikum?" seru Danu.Kini ia mulai menerapkan salam saat pulang dan pergi bekerja.Berusaha mengerjakan kewajiban 5 waktu walau terkadang masih ada yang tertinggal karena urusan pekerjaan.


"Waalaikum salam mas" jawab Andini dengan setengah senyuman dan langsung menyalin tangan Danu.


"Loh ada mas Beri juga,silakan duduk mas" sambut Andini ramah.


"Ih mas Beri jangan dengerin omongan mas Danu.Aku justru seneng kok mas Beri mau mampir kesini.Apalagi kalau mbak Ica nya di ajak,pasti seru bisa kalau bisa ngobrol banyak tentang masalah wanita"


"Hahahaha mana mungkin dia mengajak Ica kesini.Melihat wajah Beri aja dia ogah" Danu tertawa puas melihat penderitaan Beri.


"Log kok bisa? apa mas Beri bertengkar dengan mbak ica?" tanya Andini serius.


"Bukan bertengkar mbak,tapi istri saya lagi hamil dan a------", "Dan mirisnya baby yang ada di perut Ica tidak suka melihat wajah ayahnya yang jelek.Belum lahir saja lu udah nunjukin kalau dia gak rela jadi anak lu hahaha" lagi-lagi Danu memotong ucapan Beri.


Beri menarik nafas dalam.Terlihat kesedihan yang membingkai wajah gembulnya.


"Ih mas.... jangan gitu ah.Kasian ah mas Beri nya.Bukannya di hibur malah di ketawa in" Andini mencubit perut Danu.


"Awwww,sakiiit tau" Danu mengusap-usap perutnya yang terasa pedas karena tangan kepiting Andini sudah mengenai perutnya.


"Makanya,jangan ngeledek terus" Andini melirik Danu tajam.


"Iya...iya...oke oke" Danu mengangkat kedua tangannya tanda ia sudah menyerah.


"Sudah periksa ke dokter mas?" tanya Andini pada Beri.


"Sudah" jawab Beri singkat.


"Lalu apa kata dokter?" Andini tampak sangat tertarik dengan masalah yang tengah di hadapi Beri.

__ADS_1


"Dokter bilang itu hal yang biasa,karena perubahan hormon pada wanita hamil.Menyebabkan mood swing yang membuat Bumil jadi gampang marah dan mudah tersinggung.Bahkan bisa sampai tidak menyukai suaminya." ungkap Beri dengan nada berat.


"Iya aku memang pernah dengar juga tentang perubahan hormon pada wanita hamil.Dengan efek yang berbeda-beda.Ada yang suka cium ketek suaminya semenjak hamil,ada yang gak suka lihat ini dan itu.Tapi baru denger aku kalau sampai ada yang gak suka sama suaminya."


"Gw bener-bener suka gaya baby lu Ber,bisa sehati sama gw.Gw juga sebenernya suka males liat muka lu" cibir Danu.


"Mas!!!!!!" seru Andini dengan lirik kan tajam.Danu langsung membungkam mulut dengan tangannya.


"Ya udah deh,mending kita makan dulu.Menghadapi wanita hamil tentunya mas beri membutuhkan banyak energi.Sabar ya


mas.....nanti pasti akan indah pada waktunya" Andini menyentuh pundak beri,seraya memberikan kekuatan.


"Akhirnya...yang di tunggu-tunggu..hehehe..." Beri tertawa kecil sambil mengusap-usap perutnya.


"Tuh liatkan.Dia pura-pura sedih,agar mendapatkan makan gratis di sini.Liat aja tuh wajahnya langsung girang saat mendengar kata makan" Danu memang sangat sulit untuk memberi ucapan baik pada Beri.Sementara Beri tidak peduli apa yang di katakan oleh Danu.Sejak dulu Danu memang mulutnya seperti itu padanya.Tapi sebenarnya Beri juga tau bahwa Danu sangat menyayanginya sebagai teman.


Setelah makan malam usai,Beri berpamitan pulang.


Di dalam kamar.....


Andini terlihat sedih.Ia mengotak-atik ponselnya dengan malas.


Menangkap wajah sendu istrinya.Danu langsung menutup lap-top yang sedari tadi menjadi prioritasnya.


Danu menghamburkan tubuhnya di atas ranjang,lalu memeluk Andini dari belakang.


"Ada apa sayang...?" bisik Danu lirih sambil mengecup bagian telinga Andini.


"Mas kak mita hamil" ucap Andini sambil menghapus air matanya yang tercurah begitu saja.


"Loh bagus dong kalau kak Mita hamil.Berarti bentar lagi kita bakal punya keponakan.Terus kenapa kamu nangis?" Danu membalikkan tubuh Andini menghadapnya.Dengan lembut Danu menghapus buliran bening yang membasahi pipi Andini.


"Mas bagaimana jika aku tidak bisa memberimu keturunan.Apa suatu saat kau juga akan meninggalkanku seperti mas bagas?" air mata Andini mengalir semangkon deras,membayangkan hal yang pernah membuatnya jatuh dan terpuruk.


"Sayang,jangan berfikir seperti itu.Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.Aku sangat mencintaimu walaupun jika tanpa hadirnya seorang anak di antara kita" Danu membenamkan wajah Andini ke dalam dada bidang nya "Aku Danu Brahmana Atmaja mencintaimu dengan setulusnya.Aku Danu bukan Bagas.Kami jelas orang yang berbeda.Dan aku tidak suka istriku menyebut nama lelaki lain saat di bersamaku".Danu mengecup ujung kepala Andini lembut.


"Maaf mas bukan maksudku untuk menyamakan mu dengan mas bagas.Tapi aku hanya takut.Aku takut kehilanganmu mas." Ungkapan tulus yang baru saja terucap dari Andini.Membuat Danu merasa kan cinta yang begitu besar dari Andini.Danu mengeratkan pelukannya,seraya memberi kekuatan pada sang istri.Betapa Danu sangat memahami,luka masa lalu itu masih membekas di hati Andini.Istrinya memang sangat sensitif jika menyinggung soal hamil dan anak.Oleh karena itu Danu berusaha sebisa mungkin untuk menghindari pembahasan tentang itu.


"Sayang...kita harus banyak-banyak berdo'a dan berusaha.Daripada kamu sedih karena hal-hal yang tidak mungkin aku lakukan.Mending kita melakukan usaha untuk membuat baby seperti kak Andra dan Beri.Kata pepatah bilang usaha keras tidak akan mengkhianati hasil.Siapa tau Allah melihat usaha kita,dan akhirnya meng ijabah semua do'a-do'a kita." Danu sudah mulai menghujani Andini dengan begitu banyak kecupan.Dari wajah, bibir dan kini mulai menjalar ke leher dan gunung kembar kesukaannya.


"Ih itu sih modus nya mas aja" Andini menahan tangan Danu yang sudah mulai nakal.


"Tapi kamu suka kan?"


Andini tersipu malu.Wajah merah Andini membuat Danu semakin bergairah.Dengan lincah tangannya mulai merayapi setiap lekuk tubuh Andini.Andini mulai mendesah saat Danu menyentuh bagian sensitif nya.


Perlahan tapi pasti.Mereka melakukannya dengan penuh cinta.Berbagai gaya mereka coba,hingga keduanya mencapai kenikmatan yang tiada Tara.


Semoga Allah memberikan anugrah terindah itu pada Danu dan Andini yaaaaa.....


Semangaaattt💪💪💪....tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT.''

__ADS_1


__ADS_2