Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Gosok plus-plus


__ADS_3

Danu POV


Masih dalam keadaan setengah sadar.Lenganku terasa berat,perlahan kubuka kelopak mataku.Terlihat wajah cantik Andini yang masih terlelap di hadapanku.Matanya sedikit sembab karena hampir semalaman ia menangis.


Maafkan aku sayang,sudah menyakiti hatimu.Padahal baru satu hari kita menikah,seharusnya kita mengukir momen bahagia.Tapi masalah tadi malam,benar-benar di luar kendaliku.Niat hati ingin membuatnya bahagia dengan menuruti segala permintaannya,termasuk menolong mantan suaminya.Namun siapa sangka hal itu justru menjadi bumerang bagiku.


Perasaan sakit juga aku rasakan saat melihatnya sedih.Hampir semalaman ia tampak terisak,bahkan tidak jarang terdengar ia sedang menyusut ingusnya.


Aku menyibak rambut yang menutupi wajah hingga kebelakang.Hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih,membuat ku meneguk Saliva dengan sangat susah.


Dia menggeliat.Tubuhnya bergerak,merubah posisi menghadapku.Melihat gundukkan kembar miliknya,berhasil membuat juniorku terbangun dengan seketika.


Andini,kenapa kau mengujiku lagi.Semalaman aku sudah cukup tersiksa,ketika melihatmu mengenakan lingerie seksi.Kini kau mengulangnya kembali,bagaimana jika aku hilang kendali?


Ku mohon,plis berhenti lah bergerak.


Tiba-tiba terlintas suatu ide di benakku.Aku langsung memeluknya lembut.Sesuai dugaan,ia terbangun karena sentuhan ku.Aku semangkin mengeratkan pelukanku.Dapat kurasakan tubuhnya yang tegang dan berusaha melepaskan pelukanku,namun aku semangkin mengeratkannya.


Dan akhirnya,perutku terasa seperti......... seperti di gigit serangga.


"Aaawwwww sakit,kenapa kau mencubitku?" Akhirnya aku langsung terhenyak dan melepaskan tubuhnya.


"Salah siapa,cari-cari kesempatan" dengusnya sambil membuka selimut.Memperlihat kan kedua paha yang putih dan mulus.Sekali lagi aku terpaksa meneguk Saliva dengan sangat sulit.


"Namanya juga tidur,ya gak sadarlah kalau memeluk sesuatu" aku memberi alasan klise.


"Tuh mas sadar kalau tadi meluk"


"Ya ya maksudnya kan kalau orang tidur pasti gak sadar sayang"


"Ya mas kan bukan orang"


"Lalu apa?"


"Kadal.KADAL BUNTUNG.Penjahat wanita."


Sial....baru kali ini aku benar-benar ditolak oleh seorang wanita.Terlebih oleh istriku sendiri.


Aku memandang punggungnya hingga menghilang di balik pintu kamar mandi.


Setelah beberapa menit ia keluar,meraih mukena dan sajadah yang ada di lemari.


Aku terkesima memandang istri solehaku.


Setelah shalat subuh,ia mengaji beberapa ayat suci Al-qur'an.Suaranya terdengar merdu dan menyejukkan hati.


"Mas,apa agama yang tertulis di KTP mas?".Tanya nya sambil melipat sajadah dan mukena.


"Muslim" jawabku enteng.


"Lalu kenapa tidak shalat?" pertanyaan itu,sangsung menohok hatiku.


"Shalatlah,sebelum di shalatkan" serunya lagi sambil menyiapkan sarung,baju Koko dan peci.Lalu meletakkannya di atas meja,dan pergi begitu saja.


Akhirnya......

__ADS_1


Setelah sekian lama,kini aku membasuh wajahku dengan air wudhu.Pagi itu aku melaksanakan sholat subuh tanpa membaca do'a qunut karena tidak hafal.


Untuk pertama kalinya aku merasa malu pada diriku sendiri.Aku,seorang pengusaha sukses yang berhasil mengerjakan segala hal dengan mudah.Tapi sholat subuh yang hanya dua rekaat tak mampu kulaksanakan dengan baik.Kini aku menyadari betapa kecilnya aku,hamba Allah yang berlumur dosa.


Author POV.


Ucapan Andini kali ini,seakan menampar Danu dengan keras.Hingga Danu menyadari akan semua dosa-dosa yang ia perbuat.


Sementara Andini sedang melampiaskan rasa sedih nya dengan membuat sushi dengan isian aneka sayuran,telur dan ikan tuna.


Bik Iyem sangat senang karena memiliki majikan yang baik dan ramah.Padahal ia sempat khawatir,karena sikap yang Andini tunjukkan tadi malam sangat arrogan.


"Ini enak non" seru bik Iyem dengan mulut terisi penuh.


"Benarkah bik?" rasa sedih itu hilang seketika saat mendengar pujian dari bik Iyem.Rasa khawatir jika bik Iyem tidak menyukai sushi buatannya,ternyata salah.


"Boleh nambah non,ini memang sedikit aneh di lidah tapi enak" bik Iyem melirik potongan sushi dengan penuh nafsu.


"Silakan bik,bibik boleh makan sebanyak yang bibik mau.Ohya nanti tolong bagi ke mang udin juga,siapa tau mang Udin juga suka." Andini menyodorkan piring berisi potongan sushi ke hadapan bik Iyem.


"Wah kamu baik sekali non.selain itu kamu juga jago masak,selama jadi pembantu baru kali ini aku menemukan majikan yang mau mengobrol denganku tanpa membedakan status sosial.Bahkan nona Andini membagi hasil masakannya denganku,teringat dengan mang Udin lagi.Sungguh beruntung tuan Danu mendapatkan istri seperti nona Andini.Semoga Gusti Allah melimpahkan banyak kebahagiaan untuk rumah tangga tuan Danu dan nona Andini."


Kebaikan Andini,menuai do'a tulus dari hati bik iyem.Semoga smua do'amu di ijabah oleh Allah SWT ya bik Iyem.


Di meja makan......


Danu menikmati potongan sushi yang Andini siapkan.Walau masih marah tapi Andini tetap melakukan tugasnya sebagai istri.Perlahan tapi pasti sushi yang ada di hadapan Danu habis tak tersisa.Danu meraih orange juice di hadapannya dan meneguknya sampai habis.


Usai menemani suaminya makan.Andini kembali kedalam kamar,di ikuti oleh Danu di belakangnya.


Danu tampak berpikir keras mencari cara agar bisa berbaikan pada Andini.


"Ini untukmu" Danu mengeluarkan kartu ATM berwarna gold dari dompetnya.Dia memberikan kepada Andini sambil menyeringai,berharap kartu yang memang sudah ia siapkan untuk istrinya akan menghapus amarah sang istri.


"Hah apa itu?,bukankah itu kartu Mastercard dengan limit tanpa batas.Uang satu M yang semalam saja belum tersentuh sedikitpun,kini sudah di tambah dengan Mastercard!"


"Dia pikir,dia bisa menyogokku dengan kartu itu.Jangan harap mas......!"


"Hmmm" jawab Andini singkat,ia menerima kartu itu dan meletakkan nya di atas meja.


Melihat sikap Andini yang tak berubah sedikitpun membuat Danu mengerutkan alisnya.


Satu kegagalan tidak membuat Danu putus asa.Dan bukan Danu namanya kalau tidak punya ide-ide untuk merayu wanita.Namun berkali-kali usaha Danu masih mengalami kegagalan.


Hingga pada akhirnya ia tiba-tiba "Awww aw aww sakit" Danu mengeluh sakit sambil memegangi perutnya. "Kenapa mas?apa yang saki?" spontan wajah Andini berubah penuh dengan kecemasan.


"Aww perut aku sakit sayang", mendapat perhatian dari Andini membuat semangkin mendalami ektingnya.


"Loh kenapa?kenapa bisa sakit?Perasaan tadi masakan aku gak ada yang pedes deh" Andini memegangi perut Danu dan membalurnya dengan minyak kayu putih.Sembari berpikir keras,kenapa perut suaminya tiba-tiba sakit.


"Gak tau sayang,tiba-tiba aja sakit"


"Sakitnya bagaimana?perih,mulas,atau......?" Andini semangkin panik melihat Danu meringis kesakitan.


Danu sempat bingung akan pilihan rasa sakit yang di tanyakan andini."Perih,mulas,entahlah pokoknya sakit banget seperti cakar-cakar harimau" seru Danu.Mulai mengarang bebas.

__ADS_1


"Di sebelah mana yang sakit?".Pikiran Andini semangkin semrawut membayangkan perut suaminya di cakar-cakar binatang buas.


"Sebelah sini,sini juga,dan sini" Danu menunjuk semua bagian perutnya,dengan memegang erat tangan Andini.


"Dokter....ya biar ku telpon dokter" Mendengar kata dokter membuat mata Danu mendelik. "Sayang,kamu gosok aja pakai minyak ntar juga sembuh" Danu meraih ponsel andini,dengan wajah sedih.


Andini menghela nafas dalam,rasanya tidak tega melihat suaminya kesakitan.


Dengan cepat Danu membuka baju yang ia kenakan lalu membuangnya sembarangan.


"Kenapa kamu buka baju mas?" Tanya andini,mulai menghirup aroma ketidak beresan.


"Ya kan mau di gosok perut nya pakai minyak,kalau pake baju ntar ribet"


"Ribet bagaimana ? Kan cuma perut yang mau di gosok tinggal naikin sedikit bajunya juga bisa.Lagian sakit kok bisa membuka baju dengan cepat.Pakai buka celana segala lagi.Sejak kapan gosok perut harus harus buka celana?"


"Ayo cepat gosok,sakit banget nih"


Melihat posisi Danu yang sudah terlentang dengan hanya mengenakan boxer.Dada bidang,lengan kekar dan tubuh maskulin Danu sudah pasti membuat mata wanita yang memandangnya yang langsung terpesona.


"Sayang,ayo cepat sakit nih" Danu menarik tangan Andini dan mengarahkan keperutnya.


Andini menggosok setiap bagian yang ditunjuk Danu dengan lembut.Namun kali ini,bukan minyak kayu putih yang ia balurkan.Tetapi Andini menggosok nya dengan hot cream.Sementara Danu yang tadinya memejamkan mata smbil tersenyum penuh kemenangan,saat tangan Andini merayapi tubuhnya.Namun kini ia mulai merasakan sensasi panas yang berbeda dari sebelumnya.


"Sayang,kenapa panasnya beda ya Sama yang tadi?"


"Masa iya mas?mungkin efek cakaran harimau yang tadi tuh mas?" jawab Andini dengan seringai liciknya.


Perlahan efek panas itu mulai membakar tubuh Danu.Karena bukan area perut saja yang tadi ia tunjuk.Hampir seluruh tubuhnya ia tunjuk,agar di sentuh oleh Andini.


"Aaaaaaaaaa,kenapa panas sekali aromanya juga beda sama tadi" Danu melompat dari ranjangnya,menyadari hal aneh yang terjadi pada dirinya.


Danu menatap tajam Andini.


Terlihat Andini sedang berusaha menahan tawanya.


"Andini......." seru Danu.Dengan langkah semangkin mendekati Andini.


"Apa yang ingin kau lakukan mas?" Andini melangkahkan kaki nya mundur.


Namun Danu masih terus mendekati Andini dengan sorotan mata yang siap menerkam.


"Mas jangan macam-macam.Berhenti mas,setan apa yang merasukimu?" Andini mulai panik melihat suaminya yang telah berubah menjadi buas.


"Aku tidak macam-macam,cukup satu macam saja.Bersuaplah setan harimau ini akan segera memakanmu hidup-hidup" sungguh ancaman yang berhasil membuat Andini meneguk Saliva nya dengan sangat susah.


Mencium aroma ketidak beresan pada diri suaminya.Membuat Andini berpikir untuk segera melarikan diri.


Namun langkah Andini tertahan oleh pelukan dari tubuh kekar Danu.


Danu mencumbu Andini tanpa ampun.


Awalnya Andini sedikit menolak,namun sentuhan lembut Danu pada daerah sensitif Andini.Membuat Andini tidak bisa menolak hasratnya,bahwa ia juga menginginkannya.Deru nafas Andini yang mulai menggebu membuat hasrat Danu semangkin memuncak.Tidak sempat bicara apapun,mulut Andini sudah di bungkam oleh mulut Danu.Tangan Danu pun semangkin lincah merayapi setiap lekuk tubuh Andini.Perlahan tapi pasti baju Andini sudah terbuang ke sembarang tempat.


Karena hot cream,bukan tubuh Danu saja yang terasa terbakar.Tapi mereka berdua kini sama-sama terbakar oleh gelora api cinta yang membara.

__ADS_1


__ADS_2