
Sudah mulai memasuki bab-bab akhir nih....kalau ada yang tanya kapan Andini bahagia...???
Tunggu saja sayang.....pasti akan ada indah pada waktunya...
Kita selesaikan dulu semua permasalahan nya..
Happy reading.... semoga suka ya...
✨😊😊😊😊😊😊😊😊✨
Airin.....
Kini wanita itu jadi target selanjutnya.....
"Rin bisakah kita bertemu nanti mala?"
"Tentu saja bisa"
"Baik kalau begitu, pukul sepuluh gw tunggu lu di club' biasa dulu kita nongkrong"
"Ok,gw pasti datang"
Wanita itu melompat kegirangan,ia merasa di atas awan. Ia tersenyum puas karena merasa berhasil menyingkirkan Andini, sekaligus berhasil membalas sakit hatinya sewaktu itu.
Akhirnya kau akan menjadi milikku Danu...
Tapi bukan Airin namanya, jika sudah berhenti sampai disitu.
wanita itu berniat untuk membuat Andini melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa Danu sekarang lebih memilih nya.
Berbagai rencana sudah mulai tersusun rapi di otak liciknya. Ia meraih tas kecilnya,lalu pergi mencari sesuatu.
Danu kembali ke rumah sakit,ia menatap lekat mami Margaret.
"Ada apa nak?" tanya mami Margaret lirih. Sudah hampir tiga puluh tahun ia merawat lelaki itu, bagaimana bisa ia tidak mengerti akan kegelisahan yang lelaki itu rasakan.
"Tidak ada apa-apa mi?" jawab Danu sambil tersenyum kecil. "Bagaimana keadaan mami? maaf Danu gak bisa merawat mami "
"Mami sudah baikan,besok juga sudah boleh pulang" Jawab mami Margaret. " Bagaimana keadaan Andini?"
"Dia juga baik-baik saja, semalam Danu sudah bicara dengan nya"
"Apa kalian sudah baikan? apa Andini mau memaafkan mu?" tanya mami Margaret penasaran.
Danu hanya mengangguk lemah. Hatinya masih berdenyut ngilu, bagaimana bisa mami Margaret bukan ibu kandung nya?
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat begitu gelisah nak? ada apa? "
Danu tersenyum pias,lalu menggeleng kan kepala.
Mami Margaret meraih tangan Danu. " Nak,ada masalah didalam rumah tangga itu biasa. Manusia itu tempatnya salah,tapi yang terpenting adalah bagaimana manusia itu berusaha memperbaiki dirinya. Andini wanita baik-baik, jangan sampai kamu kehilangannya" ujar mami Margaret lembut.
"Mi , benarkah mami menyayangi ku?" Tanya Danu dengan wajah sendu.
Mami Margaret tersenyum lalu memeluk Danu dengan penuh cinta, " Apa kamu tidak bisa merasakan nya?" mami Margaret mengusap punggung Danu .
Ya tentu saja aku bisa merasakan nya
"Mi kenapa papi begitu tega,ingin memisahkan aku dan Andini?"
Mami Margaret melepaskan pelukannya, " Maafkan papi dan mami nak, semua ini karena kesalahan mami dan papi di masa lalu"
"Kesalahan apa mi?" tanya Danu penasaran.
Mami Margaret menghela napas dalam, walau berat ia harus mengatakan nya. Danu bukan anak kecil lagi,ia berhak tau semuanya. Pikir mami Margaret.
"Mami dan papi pernah membuat kesalahan besar sampai membuat seseorang yang penting dalam hidup mu meninggal"
"Apa dia itu ibuku?" tanya Danu
Mami Margaret menunduk sedih. Rupanya anak itu sudah mengetahui nya.
"Kenapa mami harus minta maaf?"
"Karena ibumu meninggal saat mengetahui perselingkuhan mami dan papi" ucap mami Margaret dengan penuh penyesalan.
Danu melepas genggaman tangan mami Margaret pelan. Sungguh pernyataan itu benar-benar melukai hati nya.
"Waktu itu,kami berdua sedang berada di sebuah kafe. Papimu memeluk mami karena tidak ingin mami pergi. Dan tiba-tiba Fatmah ibumu memergoki kami,dia menangis lalu pergi. Dan naasnya Fatmah terpeleset di sebuah tangga membuat nya pendarahan dan harus di operasi. " mami Margaret menjeda.
"Pada saat itu usia kandungan Fatmah masih berusia tujuh bulan. Dengan ijin Allah kamu lahir secara sesar. Kamu di rawat dalam ruang inkubator selama 2 bulan. Dan selama itu Fatmah mengalami koma."
"Sebelum ia meninggal,ia sempat sadar dan memohon pada mami untuk mengurus kamu. Jujur mami sangat merasa bersalah sejak kejadian itu. Maaf nak mami begitu jahat" mami Margaret menangis sesenggukan,tidak di sangka ia bisa bicara seperti ini pada Danu.
Hal yang paling ditakuti nya selama ini mungkin akan terjadi. Dia akan kehilangan Danu,dan anak itu pasti juga tidak membencinya.
"Lalu kenapa mami mau mengurus ku dan menyayangi ku? "
"Awalnya karena rasa bersalah mami pada Fatmawati, tapi Tuhan kembali menghukum mami. Setelah satu bulan ibumu meninggal,mami melimiliki kista di dinding rahim mami sehingga mami harus merelakan rahim mami di angkat. Pada saat itu mami benar-benar hancur....papi kamu jadi semakin dingin pada mami. Hanya kaulah si bayi mungil yang membuat mami kuat menjalani hidup. Sejak saat itu mami hanya hidup untukmu...dan mami memohon pada papi agar membuat mu menjadi anak mami yang sesungguhnya. Mami juga yang meminta papi untuk tidak mengatakan kebenaran ini padamu. Maafkan mami nak...maaf... semua salah mami...."
Danu tidak bisa berkata lagi. Orang yang paling ia sayangi adalah orang yang membuat ibunya menikah???
__ADS_1
Benarkah semua itu????
Rasanya sulit untuk di percaya. Danu masih terdiam seperti patung. Ia tidak tau apa yg harus ia lakukan. Pantas kah ia marah pada orang yang mengurus nya sejak kecil??? orang yang membesarkan nya dengan penuh kasih dan sayang.
Lalu bisa kah ia mengabaikan penderitaan ibu kandung nya????
Rasanya benar-benar sakit,saat mendengar kenyataan itu. Mungkinkah rasa sakit ini adalah balasan untuk ku????
Karena sering kali aku menyakiti wanita,tanpa peduli perasaan nya.
Bahkan setelah menikah aku juga menyakiti istriku....
Apa bedanya aku dengan mami dan papi?...
Aku juga melakukan nya saat Andini sedang hamil...
Maafkan aku Andini......maaf......aku sudah begitu menyakiti mu...kini aku baru mengerti betapa sakitnya hatimu....saat ini.....
"Maafkan mami nak? jangan tinggalkan mami sendiri,mami tidak memiliki siapun." sekali lagi mami Margaret meraih tangan Danu dan meminta maaf.
Danu menghapus air mata mami Margaret, mencoba menepis segala sakit di hatinya. Sungguh ia tidak bisa membuang cinta mami Margaret selama 30 tahun. Wanita itu terlalu baik baginya.
" Mami terlalu baik untuk jadi ibu tiriku...Dan tangan ini.... tangan yang ini..." Danu mengusap tangan mami Margaret lembut " tangan senantiasa memberikan ku kasih dan sayang tulus sehingga aku tidak pernah merasakan kehilangan kasih sayang seorang ibu. Bagaimana bisa aku pergi dari mu mi...aku sudah kehilangan ibu sejak bayi...aku tidak ingin kehilangan mami lagi..." Danu memeluk mami Margaret erat. Untuk pertama kalinya air mata nya tertumpah,setelah ia dewasa. "Ibuku juga pasti sudah memaafkan mami,karena mami sudah menyayangi ku dengan baik. "
Mami Margaret dan Danu saling menangis di dalam pelukan.
Mami Margaret menciumi pipi Danu , baginya Danu tetaplah menjadi bayi kecilnya.
"Terimakasih nak...."
"Terimakasih mi... "
"Nanti setelah mami sembuh kita pergi kemakam ibumu,wajahmu sangat mirip dengannya." ucap mami Margaret dengan setengah senyuman nya.
"Tapi mi,kenapa papi ingin menikah kanku dengan Airin?"
"Karena om Aldo berada di bawah perlindungan keluarga Airin. Om Aldo menginginkan perusahaan Atmaja. Dan kamu tau sendiri bagaimana cinta nya papi kamu dengan perusahaan. Ia tidak akan Sudi memberikan nya pada om Aldo, terlebih om Aldo pernah berusaha untuk menyakiti mami."
"Om Aldo mengacam,jika Kamu tidak menikahi Airin dan tidak menyerahkan perusahaan padanya. Ia akan mengungkap kan semua ini padamu. Dan papi tidak ingin semua itu terjadi. Papi juga merasa Andini akan dalam bahaya jika bersama mu. Dan mami yakin papimu sedang menyusun strategi untuk mempertahan perusahaan dan keluarga nya.Papi tidak ingin kehilangan cucunya ataupun Andini dan perusahaan. Walau pun jika harus mengorbankan nyawanya. "
"Papi menyuruh mu menikahi Airin, karena Airin berjanji akan menyingkirkan Aldo . Dan membiarkan Andini hidup dengan baik. Jika kamu tidak bertanggung jawab atas Airin,maka keluarga Airin akan mengincar keselamatan Andini." jelas mami Margaret.
"Tapi.... sekarang om Aldo tidak memiliki senjata lagi untuk mengancam papi" ujar Danu geram. Tangannya mengepal menahan seluruh emosi nya.
Kini tekadnya sudah bulat,ia harus benar-benar bisa menyulitkan Airin dan Aldo dari kehidupan nya.
__ADS_1
*O**ke baiklah Airin,akan ku ikuti permainan mu...
Bersiap lah*...