Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Serangan Pagi


__ADS_3

Andini menatap teduh wajah laki-laki yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Ia menyapu pipi itu dengan lembut,masih teringat jelas bagaimana tadi malam Danu meminta maaf padanya dengan wajah memelas.


Dan anehnya,kali ini ia tidak merasa mual lagi saat menatap suaminya. Malah justru rasanya pengen deket-deket terus dan gak mau lepas. Hingga keduanya menyalurkan hasrat yang sudah satu bulan ini tertahan.


Satu bulan tentu bukan waktu yang cepat bagi mereka. Mereka sama-sama merindukan sentuhan kehangatan itu. Lelaki itu melakukannya dengan penuh kasih. Dan mencoba Menghapus jarak yang pernah ada di antara mereka. Hingga mereka melakukan penyatuan dengan penuh gairah.


Andini tersenyum malu,saat teringat betapa manisnya mereka tadi malam. Mereka bergulat tanpa pengaman. Walau sudah sering melakukan itu sebelumnya,tapi tetap saja suaminya itu selalu bisa membuatnya merasakan kenikmatan yang tiada tara. Hingga ruangan itu di penuhi oleh suara erangan dan desahannya.


Merasakan sentuhan itu,Danu meraih tangan Andini dari pipi nya dan mengecup punggung tangan itu penuh kasih. Dengan mata yang masih terpejam Danu kembali meletakkan tangan Andini ke atas pipinya.


Hari ini Danu merasa malas untuk terbangun,ia kembali merengkuh tubuh polos itu. Darahnya kembali berdesir hebat saat merasakan kulit mereka saling menempel di balik selimut.


Tubuh Andini yang sudah menjadi candu baginya ,seakan membuatnya ingin menikmatinya lagi dan lagi.


Andini masih menatap lekat wajah tampan itu. Telunjuknya menyusuri kedua alis tebal milik Danu. Menyibak rambut Danu yang terlihat sedikit gondrong,lalu merayap ke bagian bibir yang di tumbuhi oleh kumis tipis yang belum sempat di cukur.


Andini baru sadar,ternyata sebulan tanpa sosoknya,suaminya itu tampak tidak terurus.


Ada lingkaran hitam di area mata lelaki itu,menunjukkan bahwa akhir-akhir ini ia kurang beristirahat.


Bagaimana tidak,sering kali ia meminta ini dan itu di tengah malam. Dan dengan bodohnya lelaki itu selalu saja menuruti semua hal yang ia minta.


Entahlah....apa yang ada di dalam hatinya saat itu,tapi yang pasti dia sangat kesal. Setiap kali Andini menelponnya di tengah malam,karena menginginkan sesuatu. Dan yang lebih kesalnya lagi,ia harus meletakkan makanan itu di depan pintu kamar mereka.


Kemudian......


Danu langsung membuka ponselnya,dan melihat bagaimana Andini menyantap makanan itu dengan lahap,lalu tertidur kembali.


Tanpa sepengetahuan Andini,ternyata Danu sudah memasang camera Cctv di sudut kamar mereka.


"Sayang...apa kamu mau lagi?"


Danu meraih tangan Andini dari wajahnya,dan kembali mengendus kan Indra penciumannya ke wajah Andini.


Andini hanya tersenyum malu,dan menikmati serangan pagi suaminya.


Setelah puas menyusuri seluruh wajah Andini. Lelaki itu menyerang ke area leher dan gundukan kenyal yang selalu berhasil membuat Andini melenguh dan mencengkeram punggung dan rambut Danu.


Lenguhan itu pun semakin tidak tertahan saat salah satu panca Indra Danu masuk kedalam liang kenikmatan milik Andini.


Kedua ujung bibir Danu tertarik kebelakang saat mendengar erangan merdu dari mulut Andini. Ada rasa kepuasan tersendiri baginya saat berhasil membuat istrinya itu mendesah dengan mata terpejam.


Kini Danu kembali melakukannya dengan begitu lembut. Tidak ingin menyakiti istrinya apalagi calon baby yang mungkin sudah berbentuk janin di rahim Andini.


Setelah itu........

__ADS_1


Andini terbangun penuh semangat. Energinya full seakan seperti baru selesai di carger.


Entah kenapa rasa lemas dan mual yang sudah satu bulan menyiksanya hilang begitu saja.


Seperti biasa,wanita itu menyiapkan semua kebutuhan sang suami dengan begitu telaten. Pakaian,dasi,kaus kaki dan CD sudah terletak di atas meja.


Danu sempat kembali merasa aneh saat melihat semua sudah seperti dulu.


Rumah mereka yang sempat terasa sepi,kini menjadi kembali hangat seperti dulu.


Danu menatap istrinya yang sedang berceloteh ini dan itu sambil menyiapkan sarapan untuknya.


Apa sosok istriku sudah kembali?


Apa anakku sudah berdamai padaku?


Danu masih menatap intens Andini. Ekor matanya mengikuti gerakan lincah Andini.


"Mas kenapa menatapku seperti itu?" tanya Andini sambil melirik Danu.


"Apa ada yang aneh ya sama aku?" Sambung Andini lagi sambil melihat bayangannya dari pantulan kaca yang ada di ruangan itu.


"Hmmm....Tidak ada apa-apa, kamu cantik " ucap Danu sambil tersenyum.


Hati-hati jangan sampai salah bicara pikir Danu. Karena jika itu terjadi,bisa saja wanita itu akan kembali berubah moodnya.


"Hmmmm"


Danu menarik nafas panjang.


"Aku jadi takut....." ucap Danu lagi menggantung kalimatnya.


"Loh takut kenapa?"


"Takut kehilangan kamu"


Andini kembali tersipu, yah kata -kata sederhana itu memang masih saja berhasil membuatnya senang.


"Udah ah,pagi-pagi jangan ngegombal. Cepat sarapan gih...." ucap Andini sambil menyodorkan segelas jus jeruk hangat dan dua tangkup roti yang sudah di olesi selai strawberry.


"Ih siapa yang nge-gombal,ini beneran sayang. Aku beneran takut kehilangan kamu"


Danu meraih tangan Andini dan menatapnya lekat.


"Jangan takut,aku kan gak pergi kemana-mana" ujar Andini tersenyum lalu mengecup pipi Danu.


Sungguh....itu cukup membuat sarapan kali ini jadi terasa berbeda. Danu menyantap dua tangkup roti dengan senyuman yang tidak bisa iya tahan.

__ADS_1


Usai meneguk jusnya hingga tetes terakhir,Danu meraih tas kerja yang sudah teronggok manis di kursi sebelahnya.


"Sayang..... kamu mau kemana?" tanya Danu heran saat melihat sudah mengganti pakaiannya.


Walau sedikit kurus wanita itu tampak begitu cantik dengan balutan dress berwarna tosca. Make-up tipis dan Rambut panjang yang tergerai indah semakin membuatnya terlihat menarik.


" Aku mau ikut kamu ke kantor" jawab Andini santai sambil menenteng tas kecil bermerek nya.


"A a apa? "


Mata Danu langsung terbelalak kaget mendengar kata kantor.


Bagaimana tidak,iya baru ingat dengan sekretaris baru nya yang bernama Airin.


Misi rahasia yang ia jalankan bersama papi yoga belum selesai.


Tapi bagaimana jika Andini bertemu dengan wanita yang sudah pasti akan menyulut emosi Andini?


"Kenapa kamu terkejut gitu? emang aku gak boleh ya ke kantor suami aku" Andini sudah mulai menceburkan bibirnya.


"Ya boleh lah sayang,,aku cuma heran aja. Kan kamu biasanya paling males saat aku ajak in ke kantor" ucap Danu sambil meraih kedua pundak Andini dan menghadapkannya padanya.


"Ya ini kan anak kamu mas yang pengen,bukan aku. Anak kamu itu pengen banget liat kamu bekerja di kantor" ujar Andini manja dan langsung menempelkan wajahnya ke dada bidang Danu.


Yah anakku.....


Kamu memang paling bisa membuat ayahmu ini spot jantung...


Dan lebih parahnya nya lagi.....kamu author....kamu jahat banget...baru aja aku merasakan sedikit kebahagiaan,kini roman-romannya author sudah ingin mengusik kebahagiaan aku lagi...


Tega.......


Danu mengusap puncak kepala Andini dengan mata yang melirik tajam kepada author.


Author hanya tersenyum sambil menatap layar ponselnya.


Sabar yaaa mas Danu.....jangan bersuuzhon dulu sama author.....author gak sejahat itu kok...hihihih


"Ya udah ayo kita berangkat,dan untuk anak ayah jangan nakal ya disana,kasian bunda nya"


Danu mengusap dan mencium perut Andini yang sedikit membuncit.


Tolong kerja sama nya ya anak ayah....semua yang ayah lakukan hanya demi keselamatan kita semua,keluarga kita....


Danu menghela napas berat... ia bagaikan menelan buah simalakama.


Saat ini ia hanya bisa berharap semoga nasib baik masih berpihak padanya....

__ADS_1


__ADS_2