
"Menikah itu bukan hal yang main-main Danu,apalagi dengan kondisi Andini yang seperti ini" jelas Andra khawatir.
"Gw tau Ndra,mencintai Andini juga bukan permainan Ndra,perasaan itu hadir begitu saja tanpa gw minta.Mungkin ini memang sudah takdir kami berdua,percayalah sama gw Ndra gw akan merawat Andini dengan baik" Danu memohon dengan tulus.
Andra hanya terdiam memandang andini,sebagai kakak tidak mungkin ia bisa melepas adiknya ke tangan orang lain dengan keadaan seperti ini.Walaupun Danu Memeng terlihat begitu tulus menyayanginya,tapi ini kondisinya berbeda.Jika saja Andini tidak dalam keadaan seperti ini,mungkin dengan mudah Andra akan memberikan restu kepada mereka.
"Mas Danu coba pikirkan dulu dengan baik,bicarakan dengan keluarga.Karna menikah itu bukan hanya mengikat dua orang saja,tapi mengikat dua keluarga.Apa mungkin dengan keadaan Andini seperti ini bisa di terima dengan baik oleh pihak keluarga mas danu?apa mas Danu benar-benar sanggup menerima keadaan Andini yang seperti ini?semua harus di pertimbangkan dengan baik mas" Ujar Sita sambil ikut membelai rambut Andini.
Danu menundukkan wajahnya,ucapan Sita sangat benar adanya.Mami Margaret mungkin akan selalu mendukungnya,tapi itu tidak akan mudah bagi papi yoga.Mendengar status Andini saja papi sempat menolak,apalagi dengan kondisi seperti ini.Satu-satunya jalan di pikiran Danu adalah Danu harus bicara dengan mami margaret.Jika berhasil membujuk maminya berarti Danu punya kekuatan untuk merayu papinya.Karna sejatinya hanya mami lah yang paling mengerti bagaimana caranya membujuk papi.
Karena Andra dan Sita sudah tiba di rumah sakit,Danu akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah.
Sesampainya dirumah,Danu mengedarkan pandangannya.Mata nya mencari-cari sosok mami mami Margaret yang kini menjadi target utamanya.Terlihat mami Margaret sedang memberi makan ikan hias kesayangannya.
"Pagiii mami" Danu memeluk mami Margaret dari belakang sambil menghujani maminya dengan ciuman manja. "Danu lepasin,jangan merayu mami,setelah semalaman gak pulang kerumah tanpa kabar,kamu seneng ya bikin mamimu ini cemas?.Kalau tidak pulang kan seharusnya memberi kabar,bukan malah mematikan ponsel." Mami Margaret langsung menyerang Danu dengan Omelan panjang kali lebar.
"Iyaaa mamiku sayang maafin Danu.Danu ngaku salah,gak akan di ulangin lagi" Danu mengacungkan jarinya yang sudah membentuk seperti huruf V.
"Selalu berjanji tapi nyatanya selalu di ingkari juga" Mami Margaret sidikit menjauh dari Danu lalu melipat kedua tangan nya ke atas perut.Sudah mirip seperti seorang wanita yang lagi ngambek sama pacarnya.Mami Margaret cemberut.....,beeuiii tanda-tanda butuh asupan perhatian nih.
Danu kembali memeluk mami nya dengan hangat, "Kali ini beneran mi gak akan di ulangin".Memeluk dan meminta maaf adalah cara yang paling ampuh untuk meluluhkan hati mami Margaret.Pertahanan Mami Margaret langsung runtuh,mami Margaret tak kuasa lagi menahan senyum.Di raihnya tangan Danu dan mengajaknya duduk di sofa.
"Ada apa?" tanya mami yoga yang langsung faham kalau putranya sedang ada maunya. "Mmmmm" Danu menunduk lalu menghembuskan nafasnya berat.
"Kenapa sayang,cerita dong sama mami",Mami Margaret menggenggam tangan Danu dengan kedua tangan nya.
"Mi semalam Andini mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan kedua orang tua nya meninggal", mata mami Margaret langsung terbelalak mendengar cerita Danu.
"Lalu bagaimana dengan andini?" tanya mami Margaret penasaran. "Andini sangat terguncang hingga ia mengalami trauma psikis.Saat ini ia hanya diam dengan tatapan kosong,tapi kata dokter jika emosinya terus tidak stabil mungkin dia bisa saja berubah menjadi histeris karena rasa takut yang berlebihan" mami Margaret memandang wajah sendu Danu,baru kali ini putra nya terlihat begitu sedih karena seorang wanita.
"Andini tidak mungkin di bawa pulang kerumahnya,karna rumah nya memilik banyak kenangan bersama orang tuanya.Hal itu akan membuat kondisi Andini semakin buruk"
"Oleh karna itu aku berniat ingin menikahi Andini" sambung Danu lagi.Sontak membuat mami Margaret terperangah.Kaget berselimut haru kini menghiasi pikiran mami Margaret.
__ADS_1
"Mi aku ingin membawa Andini kerumah kita,memberikan Andini suasana baru dan dengan begini aku bisa merawatnya dengan baik.Melihatnya seperti itu karna kehilangan orang tuanya,tidak bisa terbayangkan jika itu terjadi padaku.Mungkin aku juga tidak akan siap untuk kehilangan papi dan mami,kalian berdua adalah malaikat pelindungku." Danu kembali memeluk maminya manja.
Mami Margaret membalas pelukan danu dengan lembut,matanya terlihat bekaca-kaca ternyata putra nakalnya kini mulai berubah menjadi dewasa.
"Mi apa mami merestuiku?" tanya Danu mendongakkan wajahnya kehadapan maminya.
"Iya mami pasti selalu mendukung semua keputusanmu" jawab mami Margaret dengan tatapan teduh.Danu tersenyum dan kembali bergelayut manja di pelukan maminya.
"Tapi mi,gimana dengan papi?" tanya Danu sedih.Mami Margaret tampak berpikir,karna suaminya selalu menginginkan yang terbaik untuk putranya.Apalagi soal pasangan hidup,papi yoga selalu memimpikan wanita cantik dari kalangan atas yang akan menjadi menantunya.
"Mami ingin lihat kondisi Andini" ucap mami Margaret,entah apa yang ada di pikirannya.
"Nanti aku akan kirim alamat rumah sakitnya.Tapi aku gak bisa anter mami,soalnya aku harus ke kantor.Kata beri ada jadwal meeting yang GK bisa di tunda,tapi nanti kalau selesai ngantor Danu jemput mami deh",Danu beranjak dari duduknya dan segera membersihkan diri.
Di sebuah lorong rumah sakit mami Margaret melangkahkan kakinya pelan.Mata nya mencari-cari ruangan yang di sebutkan oleh Danu.
"Maaf suster,ruang melati no 2 ada di mana ya?" tanya mami Margaret pada salah seorang suster yang membawa beberapa obat-obatan di tangannya.
"Oh Ibu lurus aja trus belok kiri,tadi pasien di kamar itu tampak histeris dan berusaha melukai dirinya sendiri".Ucap suster itu penuh rasa iba.
Setelah sampai di depan pintu ruangan itu,terlihat Andini berada di sudut ruangan.Andini menangis ketakutan dengan kedua tangannya mengacak-acak rambutnya.
"Tunggu" mami Margaret menghentikan dokter yang akan menyuntikkan sesuatu pada Andini.
Mami Margaret menepis kan tangan Andra yang tengah memegangi lengan Andini.
" Tenang sayang,tenang ini ada mami disini.Tenang nak jangan takut ada mami di sini" ucap mami Margaret sambil memeluk Andini dan mengusap-usap kepalanya.
"Uwaaa uwaaaa uwaa mami Andini takuutt" Ternyata pelukan tulus mami Margaret mampu membuat Andini bicara dan menjadi sedikit tenang.
"Jangan takut sayang,kenapa harus takut.Mami ada di sini di sisimu.Lihat mami,tidak ada yang bisa menyakiti mu jika ada mami di sini",tangan mami Margaret menangkap wajah mungil Andini yang terlihat pucat.
Mami Margaret memapah andini menuju ranjang nya. "Mi,mana papi?" tanya Andini sambil mengedarkan pandangan nya.
__ADS_1
Pertanyaan Andini terasa aneh bagi mereka,kenapa Andini bertanya tentang papi yoga seolah sudah mengenalnya sangat lama.Padahal Andini belum pernah sekalipun bertemu dan bicara langsung dengan papi yoga.
Mami Margaret memandang Andra dan Sita,namun Andra dan Sita juga tak mengerti akan maksud Andini.
"Papi kan lagi bekerja di kantor" jawab mami Margaret asal sambil membelai rambut Andini.
"Mi ayo kita pulang Andini GK suka di sini",Andini merengek menarik-narik lengan mami Margaret.Mami Margaret menarik nafasnya dalam. "Andini masih sakit,nanti kalau Andini sudah sembuh pasti kita akan pulang kerumah dan bisa berkumpul seperti biasa".Bujuk mami Margaret, "Andini udah makan?" tanya mami Margaret lembut dan Andini menggeleng-gelengkan kepalanya. "Makan ya nak,biar mami suapin.Andini harus makan biar cepat sembuh biar bisa pulang kerumah" Andini menganggukkan kepalanya.Mami Margaret tersenyum melihat tingkah Andini yang mendadak seperti anak kecil,mengingat kan mami Margaret pada Danu sewaktu kecil.Di mata mami Margaret sikap Andini lucu dan menggemaskan.
Sita memberikan semangkuk bubur yang ada di tangannya.Dengan telaten mami menyuapi Andini seperti saat menyuapin Danu.Entah kenapa walau baru bertemu beberapa kali tapi mami Margaret sudah menyayangi Andini seperti putri nya sendiri.
Andra keluar dari ruangan itu,perasan sesak itu menyelimuti hatinya.Andini yang dulu selalu bersikap manja pada nya kini lebih memilih orang lain daripada dirinya.Sita pun mengikuti langkah suaminya.
"Mas apa yang terjadi pada andini?kenapa Andini terlihat sangat dekat dengan wanita itu?" ,tanya sita pada Andra. "Entahlah aku pun tidak mengerti,setau ku Tante Margaret adalah seorang wanita yang pernah Andini tolong saat ia sedang di culik.Dan setahuku Andini juga belum tau kalau Tante Margaret adalah mami nya Danu.Tapi tiba-tiba mereka bisa sedekat itu".Jelas Andra pelan.
" Kelihatannya Tante itu sangat menyayangi Andini mas" Andra menoleh kepada istrinya, "Andini juga terlihat begitu nyaman dengan Tante itu" sambung istrinya lagi.
"Hmmmm bahkan ia tidak mau bicara padaku,dia hanya bicara pada Tante Margaret dan Danu.Mungkin aku bukanlah sosok kakak yang baik bagi andini.Sehingga ia tidak nyaman bersamaku." Sita langsung mengusap punggung suaminya yang semangkin terlihat sedih. "Mas,jangan ngomong gitu,mungkin Andini belum bisa menerima kenyataan tentang mama dan papa.Dia membutuhkan waktu mas untuk bisa kembali seperti Andini yang dulu.Jangan menyalahkan diri sendiri mas,sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana solusi terbaik untuk kesembuhan Andini".
Danu menatap istrinya penuh haru,betapa beruntungnya ia memiliki istri yang bijaksana seperti sita.Andra merasa sita adalah bidadari surga yang di berikan tuhan untuknya.Andra memeluk istri nya erat,kini dalam hidupnya hanya ada dua wanita yang yang paling ia sayangi yaitu istri nya dan Andini.Andra berjanji pada dirinya sendiri,ia akan selalu berusaha melindungi dan mengasihi dua wanita ini.Ternyata memiliki seorang istri itu memang indah.Ada tempat untuk berbagi keluh kesah,dan tempat berbagi suka dan duka. "Terimakasih sayang I LOVE U istriku" ucap Andra sembari mengeratkan pelukannya, "I LOVE U TO suamiku" sita membalas pelukan suaminya dengan hangat dan lembut.
Ternyata berpelukan itu membawa banyak manfaat.Seperti meningkatkan kekebalan tubuh,mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri,bahkan berpelukan juga dapat menjadi bentuk dukungan pada orang yang kita sayangi.
Tidak terasa waktu sudah menujuk pukul 20.00 ,Danu tampak tergesa-gesa menyusuri lorong bernuansa putih di rumah sakit.Untung saja pekerjaan hari ini bisa terselesaikan dengan baik.Memiliki asisten yang sangat bisa di andalkan seperti beri adalah sebuah keberuntungan untuknya.Karna bukan masalah pekerjaan saja yang bisa di bantu oleh Beri,tapi masalah pribadi Danu juga sering terselesaikan oleh tangan dingin beri.
Saat sampai di depan ruang melati no 2,Danu merapikan jasnya dan menarik nafas nya dalam.Setelah itu perlahan Danu membuka pintu ruangan itu dan terlihat Mami Margaret yang masih setia menemani Andini.Andini yang sudah mulai tersenyum mendengar cerita mami Margaret.Rambut Andini sudah tersisir rapi,bibir Andini mulai tampak merah muda alami.Wajah pucat itu mulai berganti menjadi putih berseri.
"Selamat malam calon istri,apa kabar?,waaah kelihatan nya udah sembuh nih,sudah terlihat bugar dan kuat" Andini tersenyum malu mendengar ucapan Danu.Ternyata keahliannya dalam menggoda wanita kini memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan Andini.
Melihat ekspresi andini,berbagai pertanyaan mulai bersarang di benaknya.Mengapa Andini bisa berubah sedrastis ini?,bahkan kini tiada lagi kesedihan yang terlukis di wajahnya.Apa sebenarnya yang terjadi pada Andini?apa dia sudah sembuh dari traumanya?.
******""""""
Selamat tahun baru author ucapkan untuk para pembaca story ini.Semoga di awal tahun yang baru dapat menjadikan kita menjadi kepribadian yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Jangan lupa ya bagi vote ,like serta komen nya.Di kesempatan ini author juga ingin bertanya siapa yang masih ingin kelanjutan cerita Andini dan Danu mohon unjuk gigi yaaaaa😁😁😁😁😁😁.Dan sertakan saran,pendapat dan kritik yang membangun untuk kelanjutan cerita Andini dan Danu.
Terimakasih .....🙏🙏🙏🙏🙏 HAPPY NEW YEAR 🎷🎷🎷🎷🎷🎷🎷🎷🎉🎉🎉🎉🎊🎊🎊🎊🎷🎷🎷🎷🎷🎷