
'' Pak Hendro ,mana kepala koki yang bertanggung jawab atas dapur ini '' tanya danu yang masih terpokus pada seberkas data yang pak Hendro laporkan.
Mendengar suara itu Andini langsung mengangkat pandangannya dan terlihat sosok danu yang sedang begitu serius menatap berkas yang ada di tangan pak Hendro. '' wah gila,ternyata sikadal buntung ini seorang GM ,yaa tuhan wanita mana yang tidak tertarik dengan lelaki setampan mas Danu.Udah tampan kaya lagi hihihi gak kebayang gimana rasanya jadi nyonya Danu.Disini ia terlihat berbeda,ia tampak lebih dewasa dan matang.Betul kata mela,mas Danu memang pria yang sudah matang,hihihi jadi gak sabar ingin melahap kematangannya.
Astaghfirullah halajimmm andiniiiii ,istighfar Andini jangan sampai tergoda Andini.Harta tahta dan jabatan belum tentu bisa menjamin kebahagiaan yang hakikih.... ''
Di hati Andini menjadi saksi peperangan antara malaikat raqib dan malaikat atid.
'' Ini pak ,kepala koki yang bertanggung jawab atas dapur ini '' pak hendro menunjuk steven,Steven dan Danu saling menatap dan juga merasakan Dejavu yang sama seperti Andini. '' Hah dia kan om-om yang dirumah Andini tadi malam,pantes aja mobilnya keren banget rupanya dia GM toh.Waduh berat nih kayaknya kalo musti saingan sama GM . '' Gumam Steven di dalam hati.
'' Nama nya chef Steven pak,walau usia masih tergolong mudah tapi keterampilan dan bakatnya sudah di akui oleh negara '' sambung pak Hendro dengan ibu jari menunjuk Steven secara sopan.
'' Senang bertemu anda pak GM '' Steven sedikit membungkukkan badannya memberi penghormatan.
'' Dan ini chef Andini ,satu-satunya chef perempuan bertalenta di dapur ini '' ucap sambung pak Hendro lagi,sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Andini.
'' Se senang bertemu anda mas eh pak GM '' ucap Andini sedikit gugup melihat kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali.
Danu berusaha mengontrol dirinya,ia bersikap cool dan penuh wibawah di depan semua karyawannya.Walaupun di dalam hatinya Danu merasa senang dan seakan ingin loncat-loncat untuk mengekspresikan suasana bahagia.Tapi saat bekerja tentu Danu harus menjaga sikap kepemimpinannya.
Pak Hendro terus memperkenalkan karyawan selanjutnya,beri tersenyum lebar saat berada di dekat Andini '' selamat bekerja chef Andin,semangat '' bisik beri pelan kepada Andini.Andini hanya tersenyum kecut karna masih merasakan detak jantung yang belum stabil.
Selesai memperkenalkan semua karyawan bagian dapur,pak Hendro melanjutkan dengan menunjukkan tempat beberapa bagian dapur yang sudah terlihat bersih tanpa noda.Untung saja ada temen pak Hendro yang berada di kantor pusat memberi bocoran tentang kedatangan GM secara mendadak hari ini.
Selesai menginsveksi area dapur Danu dan beri melanjutkan ke bagian kamar hotel,namun langkahnya terhenti saat melewati barisan karyawan tadi. '' Matanya melirik Andini yang masih terntunduk,ia tersenyum simpul melihat andini tampak begitu cantik dengan seragam yang ia kenakan,walau Danu merasa sedikit aneh dengan hat cook yang bertengger di kepala andini.Namun hat cook adalah mahkota bagi para chef yang berfungsi menyerap keringat dan melindungi rambut agar tidak jatuh ke makanan,selain itu hat cook juga menjadi simbol pembeda antara pelayan dan jabatan tingkat chef.
'' Pak hendro nanti tolong berikan CV dari semua koki yang ada disini kepada beri asisten saya,dan kamu,tunjukkan resep andalan hotel ini,karna saya ingin membuktikan sendiri atas segala pujian yang pak Hendro berikan tadi '' ucap danu sambil menunjuk Andini.
'' Oh ya itu juga berlaku untukmu '' Danu menunjuk tangannya kearah Steven.
'' Hahahaha rasain lu,siapa suruh semalam lu ngatain gw om-om.Kini saatnya om-om beraksi,nikmati saja harimu yang akan terasa berat ini '' hati Danu tertawa penuh kemengan,melihat wajah Steven yang menciut kali ini. Tidak seperti saat di rumah Andini waktu itu,Steven yang angkuh dan berani menatap sinis kepada Danu kini berubah menjadi sopan dan penuh hormat.
Steven dan Andini saling menatap lalu mereka memindahkan pandangannya pada pak hendro,bola mata pak Hendro bergerak-gerak ke samping memberi kode pada Steven dan Andini untuk segera melaksanakan titah sang raja.Steven dan Andini langsung sedikit membungkuk kan kepalanya dan segera melangkah menuju area memasak.
Ingin rasanya Danu melihat langsung bagaimana ekspresi Andini saat tengah memasak.Dan juga Steven yang mungkin sedang kesal padanya.Namun tentu ia tak bisa sesantai itu,karena agenda hari ini yang terlalu padat.Ternyata papi yoga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat danu begitu sibuk hingga harus terjun kelapangan sendiri seperti ini.Namun tidak di sangka justru karena tugas itu,danu bisa menikmati waktu bersama Andini walau pun hanya sekejap.Ternyata kali ini keberuntungan sedang berpihak padanya.
__ADS_1
'' Beeeeiiiihhh kusut amat tu muka,udah kayak cucian belum di setrika '' ucap Andini sambil melirik Steven yang terlihat dongkol sedari tadi. Namun si manusia kutub itu masih terdiam tanpa merubah ekspresi. '' Stev,heeeeiiiii '' Andini mengikut Steven dengan siku nya. Namun Steven masih tak bergeming, '' Maaf '' ucap Andini lirih. Mendengar Andini sudah berubah tak bersemangat lagi Steven menoleh ke arahnya. '' Untuk apa? '' tanya Steven singkat. '' Untuk tadi malam,aku cuma ingin memenuhi janjiku pada Mela ,Mela sangat ingin jalan denganmu,aku hanya ingin membantunya '' jelas Andini jujur,betapa ia menyadari akan kesalahannya pada Steven,hingga membuat Steven mendiamkannya.
Steven menatap wajah Andini terlihat sedih saat mengutarakan permintaan maafnya dengan tulus. Steven menarik nafasnya dalam,jika sudah begini Steven tidak akan tega melihat kesedihannya. '' Jika kau ingin aku jalan dengan Mela tinggal katakan,tidak usah membuat drama kebohongan '' Steven mencuci tangannya lalu menatap Andini. '' Memangnya kalo aku jujur kamu mau jalan sama Mela '' tanya Andini sambil memanyunkan bibirnya. '' Nggak '' jawab Steven singkat, '' tuuuuukaaaaannn '' desah Andini. '' Ya setidaknya aku masih bisa mempertimbangkannya jika kamu yang meminta '' ucap Steven sambil kembali meneruskan pekerjaannya,karna sejatinya Steven memang tidak bisa menolak semua permintaan Andini.
'' Jadi di maafin gak nih? '' tanya Andini sambil melirik steven. '' Mau nya? '' bukanya menjawab Steven malah kembali melontarkan pertanyaan dengan cepat. '' Maunya ya di maafin lah,gak enak tau di diemin gini '' jawab Andini dengan mata yang masih melirik-lirik Steven. '' Iya '' jawab Steven datar, '' iya apa nih ? '' Andini mendekat kan kepalanya kehadapan Steven. Steven membuang nafasnya lalu tersenyum melihat Andini mengedip-ngedipkan kedua matanya '' iya aku maafin '' ucap Steven sambil tersenyum. Andini pun kembali pada posisi semula lalu tersenyum.
Saat Steven dan Andini tengah sibuk memberi garnis pada menu yang mereka siapkan sedari tadi,tiba-tiba pak Hendro datang menghampiri mereka '' chef steven,pak GM memintamu untuk memasak beberapa menu untuknya,ini biar chef Andini yang mengantar langsung '' ucap pak Hendro sambil menyordorkan kertas yang tertulis menu pesanan Danu. '' shit, si om-om itu benar-benar ingin mengerjai ku '' umpat Steven dalam hati sambil meremas kertas itu. Pak Hendro hanya mampu menatap Steven dengan rasa kasian. Karena dia tau bahwa 20 jenis menu yang di minta Danu benar-benar tidak masuk akal,tapi apa boleh buat jika ini permintaan bos maka harus dituruti.
'' Apa itu stev,kenapa langsung diremas kertasnya ? '' tanya Andini penasaran karena melihat wajah Steven yang terlihat kesal setelah membaca tulisan yang ada di kertas itu. '' Tidak apa-apa, udah sana cepat antarkan ini '' ucap steven menutupi kelakuan Danu karna tidak ingin terlihat lemah dan di kasihani oleh andini.Namun Andini masih menatapnya penuh selidik. '' Udah sana cepat '' ucap Steven lagi sambil memberikan kereta dorong itu ketangan Andini.
Diperjalanan Andini merasa cemas karna baru kali ini ia harus menghadapi Danu sebagai atasan nya. Jika biasanya bertemu sebagai teman,Andini bisa bicara sesukanya pada Danu tampa ada tembok pembatas di antara mereka. Tapi saat ini berbeda situasi,rasanya seperti saat akan menghadapi ujian akhir sekolah.
Di sebuah makan VVIP hotel itu,Danu melihat Andini menghampirinya dengan sebuah kreta dorong yang ada di tangannya.
'' Ini Baked egg avocado yaitu salah satu jenis menu sarapan sehat di hotel ini , Baked egg avocado terbuat dari buah alvukat dan telur yang di panggang menggunakan oven.
Dan ini adalah IRN Steak , IRN Steak ini berbahan dasar daging has luar atau sirloin sapi yang di masak dengan tingkat kematangan yang sempurna '' Andini memperkenalkan jenis hidangan yang ia bawa, sambil menyodorkannya kehadapan Danu dan beri.
Melihat makanan beri langsung meneguk salivanya.Rasa tak sabar ingin melahab habis makanan yang seakan sudah memanggil-manggilnya.
Danu meraih seporsi steak buatan Steven dan mencicipinya,lalu menyodorkannya di hadapan beri. Beri tersenyum lebar,menyadari betapa Danu sangat memahaminya dengan baik.Lalu Danu juga mencicipi alpukat yang berisi telur buatan Andini. '' Ini siapa yang masak? '' tanya danu sambil terus menyendok alpukat dan telur panggang dan menyuapnya.
'' Suka masakannya apa orangnya '' ucap beri menggoda Andini,mendengar ucapan beri wajah Andini langsung terlihat memerah. Sementara pak Hendro yang sudah mencium aroma ketidak beresan dari Danu hanya tersenyum penuh arti.
'' Suka keduanya '' balas danu dengan tatapan
tatapan teduh.
Andini tersipu malu hingga tak mampu menahan senyuman yang sedari tadi mendesak bibirnya.
'' Terimakasih pak atas pujiannya '' ucap Andini sambil membereskan meja di hadapannya.Andini berusaha sebiasa mungkin menutupi betapa jantung nya berdegup dengan kencang serasa mau copot.
'' Jangan berterima kasih ,tapi terima aja cintanya '' goda beri sekali lagi. Ternyata sering bersama Danu membuat beri jadi ikutan bucin. Sementara Danu hanya tersenyum menatap Andini.
'' Sekali lagi terimakasih pak,kalau begitu saya permisi untuk melanjutkan pekerjaan saya '' ucap Andini seraya meninggalkan ruangan itu dengan perasaan melayang-layang seperti terbang di atas awan.
__ADS_1
Setelah kepergian Andini tampak seorang lelaki berjas coklat menghampiri mereka.
'' Maaf pak saya terlambat,tadi di jalanan sangat macet '' ucap pria itu sambil membenahi kancing jas nya.
'' Sugiono ? '' ucap danu kaget melihat sosok teman sebangkunya dulu saat masih SMA.
'' Danu,beri ? '' balas Sugiono yang juga kaget melihat GM yang membuatnya panik sejak tadi adalah teman yang sangat dia kenal dulu.
Sementara pak Hendro tampak menahan tawanya karna seorang pengelola hotel bintang lima yang terkenal galak rupanya bernama panjang sugiono. Nama Sugiono terdengar lucu di telinga pak Hendro. Selama ini seluruh karyawan hotel hanya mengenalnya dengan nama pak sugi tanpa mempertanyakan nama belakangnya.
'' Wah tidak di sangka ya kita ketemu disini,rupanya sekarang kamu udah sukses ya '' ucap danu sambil menepuk pundak Sugiono.
'' Ah pak Danu bisa aja '' jawab Sugiono yang sudah menyadari bahwa Danu adalah atasannya.
'' Wah jangan panggil seperti itu,kedengaran aneh jadinya '' jawab danu yang memang selalu bersikap hangat sejak dulu.
'' Tapi ini adalah tempat saya bekerja,dan bapak adalah atasan saya,saya mana berani lancang kepada bapak '' jelas Sugiono dengan sopan.
'' Ah ya sudah lah terserah lu aja.Baiklah kalau gitu bisa kita mulai pembahasannya? '' ucap danu mempercepat waktu karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Akhirnya mereka berbincang dengan begitu serius. Sugiono menjelaskan semua yang berhubungan tentang hotel itu. Ternyata walaupun mereka dulu adalah teman namun tidak mengurangi ke profesional lan saat bekerja. Danu begitu kritis saat mendapati kesalahan yang di lakukan oleh Sugiono. Sementara Sugiono juga menerima segala kritik dan masukan dari Danu selaku atasannya.
Hari itu berlalu sangat melelahkan bagi Danu,untung saja tadi ia sempat bertemu Andini,membayangkan senyuman Andini tadi membuat lelah Danu sedikit berkurang.
Walau berat tugas hari ini terselesaikan dengan baik,beruntungnya Danu memiliki asisten yang kinerjanya bagus seperti beri.
Tidak mudah membuat papi yoga puas dalam hal pekerjaan. Tapi hari ini papi yoga tidak berkomentar apapun atas hasil laporan yang di berikan Danu.
'' Pi bagaimana perkembangan kasus om aldo? '' tanya danu serius karna ia masih merasa tidak nyaman jika om Aldo belum di temukan.Danu takut sikap nekat om Aldo akan membahayakan keselamatan orang-orang terdekatnya.
'' Entahlah,sepertinya polisi masih kesulitan melacak keberadaan Aldo '' jawab papi yoga membuang nafasnya kasar. Rasa cemas yang sama juga menyelimuti hati papi yoga. Apalagi saat mengingat kejadian penculikan mami Berta waktu itu.
'' Pi sepertinya om Aldo sedang menyusun rencana hebat untuk menjatuhkan kita,rasa dendam yang tinggi di hatinya mana mungkin bisa membuatnya menyerah begitu saja '' ujar danu mengutarakan pemikirannya.
'' Papi juga berpikir begitu,tapi apa yang bisa kita perbuat. Biarkan pihak yang berwajib yang mengurusnya.Mudah-mudahan om Aldo cepat di temukan '' papi yoga menghela nafas nya dalam.
__ADS_1
'' Amiiin '' jawab danu sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya.
Danu menoleh ke belakang,terlihat beri yang tengah tersenyum senyum sendiri menatap layar ponselnya. Karna penasaran Danu mendekati beri yang tengah duduk di sofa,melihat keberadaan Danu di sisinya membuat beri langsung memberikan ponselnya pada Danu sambil tertawa cekikikan