
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah memberikan komentar.
Dan maaf 🙏🙏🙏🙏 author tidak bisa memenuhi harapan kalian.
Author akan melanjutkan cerita Andini dan Danu menurut alur yang sudah author buat.
Serta terimakasih untuk pembaca setia yang masih ingin melanjutkan cerita ini... terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan. Walaupun jujur kadang semangat author up dan down. Tapi author berusaha untuk belajar dan belajar lagi untuk tidak membuat kalian kecewa.
✨😊😊😊😊😊😊😊😊😊✨
Danu menghentikan langkah kaki nya,ia berdiri di balik pintu kamar rumah sakit.
Tanpa sengaja ia mendengar setengah isi dari percakapan papi yoga dan mami Margaret.
Jika tentang papi Yoga yang memutuskan untuk menikah kan ia dengan Airin,itu tidak membuat nya kaget.
Karena Danu Sangat mengenal papinya,beliau begitu mencintai perusahaan Atmaja. Bahkan papi Yoga rela mengorbankan kebahagiaan Danu demi menyelamatkan perusahaan Atmaja dari keterpurukan.
Tapi.....
Ia masih tidak bisa percaya dengan apa yang telah ia dengar.
Papi Yoga sebenarnya sudah tau dimana keberadaan om Aldo. Dan Ada sebuah rahasia yang selama ini mereka tutupi.
Danu kembali menerka-nerka,namun ia tidak menemukan jawaban yang tepat.
Kali ini,ia berpikir untuk mengungkap tentag masa lalu kedua orang tuanya itu.
Danu kembali ke rumah besar keluarga Atmaja.
Langkah nya tertuju pada ruangan kantor papi Yoga.
Ia menggeleda ruangan itu,namun ia tak menemukan apapun.
Danu berjalan mondar-mandir di ruangan papi Yoga.
Lalu ia teringat pada seorang sopir yang bekerja dengan keluarga Atmaja sejak ia kecil.
Mungkin kah mang Ujang tau sesuatu?
Dengan buru-buru Danu ingin mencari mang Ujang, tapi tanpa sengaja tangannya menjatuhkan sebuah buku dari rak kecil yang ada di ruangan itu.
Danu segera mengambil buku itu di sebelah kakinya. Namun saat ia ingin meletakkan buku itu ketempat yang semula,ia melihat foto seorang wanita cantik yang sedang hamil.
Matanya terbelalak kaget, wanita itu terlihat sangat mirip dengannya.
__ADS_1
Ia menyelipkan foto itu di saku jasnya. Ia menarik napas panjang, seolah ingin mempersiapkan hati untuk menerima segala kenyataan.
"Pagi mang Ujang ..?" sapa Danu sambil tersenyum, menutupi kegelisahan hati nya.
"Paaa--- ,eh ini udah siang tuan" jawab mang Ujang sopan.
Dengan sigap Danu melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.
Sebelas tiga puluh.....
"Iya mang sudah siang" Danu tersenyum meringis saat menyadari nya. " Kalau begitu siang mang Ujang...." ucap Danu ramah.
"Siang juga tuan muda...." jawab mang Ujang sedikit curiga, tidak biasanya seorang Danu bersikap semanis ini padanya.
"Ada apa tuan,ada yang bisa saya bantu?" tanya mang Ujang menyelidik.
"Bisa ceritakan bagaimana masa kecilku dulu" tanya Danu lirih.
"Kenapa tiba-tiba ingin tau tentang masa kecil tuan?"
"Hmmm sebentar lagi kan aku bakal jadi ayah,jadi pengen tau aja gimana lucunya aku sewaktu kecil" ujar Danu sambil tertawa kecil.
"Siapa bilang tuan Danu lucu sewaktu kecil, yang ada sewaktu kecil tuan Danu itu menyebalkan iya" ujar mang Ujang terkekeh.
"Tampan si tampan, cerdas juga cerdas tapi kalo malam suka nangis dan membuat seisi rumah begadang" ucap mang Ujang sambil mengelus kaca mobil.
"Nangis kenapa mang?" tanya Danu penasaran.
"Hahahaha nangis karena nyonya suka kelamaan buat susunya, karena itu tuan besar dan nyonya dulu sering berantem" lagi-lagi mang Ujang terkekeh saat mengingat masa itu.
"Kenapa aku tidak minum ASI saja?"
Deg... pertanyaan itu langsung membuat tawa mang Ujang menghilang seketika. " Ya mana mamang tau lah tuan,mungkin tuan muda nya yang gak mau ASI" jawab mang Ujang asal.
Melihat ekspresi wajah mang Ujang, membuat Danu semakin yakin. Ada sesuatu yang mang Ujang sembunyikan.
"Apa mang Ujang mengenal wanita ini?" tanya Danu sambil menyodorkan foto itu ke tangan mang Ujang.
Mata mang Ujang terbelalak kaget, "Ti--ti --tidak tuan saya tidak mengenal nya" ucap mang Ujang gugup.
"Mang Ujang yakin? coba liat lagi,dan ingat-ingat lagi deh" bujuk Danu penuh harap.
"Saya tidak kenal dengan dia ,tuan muda!" seru Mang Ujang tegas,sambil membuang muka.
"Mang.... kumohon...." Bujuk Danu dengan wajah memelas.
__ADS_1
Sungguh sebenarnya mang Ujang tidak tega melihat wajah Danu. Mungkinkah ini sudah waktunya tuan muda Danu tau yang sebenarnya?
Mang Ujang terdiam seribu bahasa. Ia tidak mungkin bercerita,tapi baginya Danu sudah seperti putranya sendiri. Ia juga tidak ingin menutupi nya lagi terlebih seperti nya tuan muda Danu sudah mulai curiga. Cepat atau lambat ia juga akan tau . Sekarang dia bukan anak kecil lagi. Pikir mang Ujang.
"Mang...aku sudah dewasa,aku juga berhak tau tentang apa yang terjadi" ucap Danu lirih.
"Tapi saya tidak berhak untuk itu tuan,saya hanya seorang supir" jawab mang Ujang lemah.
"Mang,apa mang Ujang tega melihat rumah tangga ku dengan Andini hancur?....jika aku tidak bisa menyelesaikan semua masalah ini. Papi akan memaksa ku untuk menikahi Airin demi perusahaan Atmaja. "
Danu menunduk sendu.
Hanya mang Ujang lah satu-satunya orang yang bisa membantu nya. Tapi ia juga tidak bisa memaksa,karena ia sangat tau bagaimana mang Ujang begitu setia pada papinya.
Mang Ujang menarik napas dalam,walau hanya sebagai supir. Tapi bukan berarti ia tidak mengetahui masalah yang dihadapi keluarga Atmaja.
"Dia adalah ibu kandung tuan Danu " dengan nada berat akhirnya mang Ujang bicara juga.
Duaarrrr......
Hati Danu bagaikan tersambar petir. Ia hampir jatuh karena kedua kalinya seakan tak mampu menopang berat badannya.
"Bagaimana bisa mang?" Danu mengguncang tubuh mang Ujang. " Mang Ujang gak bercanda kan?"
Mang Ujang menggeleng sedih, " Nyonya Margaret adalah ibu tiri tuan,ibu kandung tuan bernama Fatmawati,ia meninggal ketika melahirkan tuan" ucap mang Ujang dengan nada berat.
Lalu Danu kembali menatap foto itu lekat, hatinya begitu hancur. Karena sampai seusia ini ia baru mengenal ibunya.
"Kenapa harus di tutupi mang?" tanya Danu lagi.
Mang Ujang kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh ia tidak lagi memiliki keberanian untuk mengungkap kan lebih dari ini.
"Maaf tuan muda,saya tidak bermaksud untuk membuat anda sedih. Walau cuma ibu tiri tapi nyonya Margaret sangat menyayangi anda seperti anak kandung nya sendiri. Nyonya mengurus anda sejak bayi, apapun kesalahan mereka di masa lalu tapi percayalah kasih sayang nyonya kepada tuan muda Danu benar-benar nyata." ucap mang Ujang jujur.
"Tapi kenapa papi dan mami juga om Aldo harus menutupi nya sampai saat ini?" tanya Danu dengan amarah tertahan.
Rasa sakit ,kecewa dan marah bercampur menjadi satu. Begitu banyak pertanyaan yang kini bersarang di benaknya.
*Apa yang membuat mami papi dan semua orang merahasiakannya ?
Apa hubungan masa lalu keluargaku dengan Airin*?
Dadanya semakin sesak,dan terus menatap wajah ibu yang selama ini tidak ia ketahui.
"Saya tau bagaimana perasaan tuan. Tanya saja langsung dengan tuan besar atau nyoya Margaret,karena mereka yang lebih tau akan hal ini" Mang Ujang menepuk pundak Danu ,dan pergi meninggalkan nya dengan wajah sedih.
__ADS_1