
Pagi ini Andini berada di meja makan sendirian,karna Andra sudah pergi sejak subuh tadi.Perjalan ketempat kerjanya memakan waktu 3 jam,itulah sebabnya ia memilih untuk menyewa rumah kecil disana untuk tempat tinggal nya dan istrinya kelak.
Hari ini Andini masih enggan untuk masuk kerja,kejadian tadi malam benar-benar membuat mager saat ini.
Mama dan papanya masih berada dalam perjalanan pulang dari rumah pamannya,kemungkinan malam nanti baru akan sampai rumah.
Rumah terasa sangat sepi hari ini,setelah sedikit mengisi perutnya dengan sepotong roti Andini pergi ke kamar Andra dan meraih gitar milik kakaknya.Untuk mengisi waktu Andini bermain gitar dan menyanyikan beberapa lagu yang ia pelajari dari Andra dulu.
Dulu saat Andini SMA, Andra sering kali mengajari nya bermain gitar,bernyanyi bersama sampai mama Rati sering protes karena mereka sangat brisik.Namun mereka selalu mendapat pembelaan dari papanya karna papa Anto juga menyukai musik,malahan tidak jarang papa Anto ikut nimbrung dan menyanyikan lagu-lagu lawas kesukaannya.Dan sepertinya bakat seni musik Andini dan Andra memang berasal dari papa Anto.
Kalau mereka bertiga sudah berkumpul menjadi satu tentulah mami Ratih tidak lagi mampu mencegah keseruan mereka.Hanya saja mama Ratih seperti tidak punya pendukung untuk dirinya.Walaupun andini juga jago memasak,tapi Andini lebih suka jika tinggal menikmati saja.Karena jika melakukan prosesnya Andini sering kehilangan selera makan.
Setelah berhasil mengalunkan beberapa lagu Andini masih merasa jenuh.Ternyata bermain gitar sendirian tidak seru rasanya seperti saat bersama Andra kakaknya.
Andini meraih ponsel yang ad di saku baju Doraemonnya,terlihat ada beberapa chat yang masuk.Namun yang pertama ia buka adalah chat dari Andra '' Hari ini jangan masuk kerja dulu sampai kondisi mu membaik,jangan khawatir kakak sudah meminta izin pada bos mu kalau kau sedang sakit '' Andini segera mengetik balasan untuk kakaknya '' ia terimakasih kak '' lalu menekan tanda panah yang berada di ujung bawah layar ponselnya.
Kemudian andini membuka chat dari Mela '' Din Napa lu GK masuk kerja? padahal aku udah bawa in rujak serut yang kemaren nih sesuai pesanan lu '' Andini tersenyum simpul membayangkan Mela yang masih setia memberinya makanan setiap hari demi keinginannya untuk bisa mendekati Steven. '' Maaf gw lagi gak enak badan,jadi harus istirahat dulu '' balas Andini menirukan alasan yang dibuat Andra pada bos nya yang tidak lain adalah teman Andra.
Dan ternyata Steven juga mengirim pesan chat untuknya '' KENAPA TIDAK DATANG '' Andini kembali tersenyum membayangkan Steven yang sangat irit bicara itu.Pesannya yang menggunakan caps lock menandakan Steven wajib di balas '' Maaf aku sakit '' balas Andini singkat. '' Sakit apa? '' tanya Steven khawatir, '' hanya sedikit kelelahan jadi harus istirahat sebentar,mugkin besok juga sudah masuk '' balas tiara panjang karna tidak ingin Steven khawatir seperti tempo hari. '' Ya sudah istirahat,nanti sepulang dari hotel aku akan menjengukmu ''.
Melihat pesan Steven Andini langsung memiliki ide untuk memenuhi janjinya pada Mela '' Mel nanti sore lu datang kerumah ya,bawakan gw buah '' Andini ternyata tidak mau melewatkan aji mumpung nya.
Setelah beberapa menit '' Ok '' ,Mela memang seperti anak yang selalu menuruti ibunya.
Untuk menyambut kedatangan Mela dan Steven Andini berinisiatif membuat cheese cake,ia melangkah menuju dapur.Tapi sayang saat di dapur ia tidak menemuka bahan untuk membuatnya. '' Sepertinya mama belum sempat belanja,karna terlalu sibuk mempersiapkan pernikahan kak Andra '' gumam Andini pada dirinya sendiri,lalu mondar mandir memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Setelah sedikit lama berpikir,akhirnya Andini memutuskan untuk keluar rumah membeli beberapa barang kebutuhan di minimarket terdekat.Walaupun sebenarnya ia masih enggan,tapi ia terpaksa harus melakukannya karna bik Ningsih kebetulan tidak masuk hari ini.
Andini keluar menggunakan motor kesayangan Andra.Untuk menutupi matanya yang masih sembab Andini mengenakan kaca mata dan masker.
__ADS_1
Saat di tengah perjalanan Andini melihat seseorang yang sedang bicara dengan supir truk,kelihatannya orang itu mau pindahan karna di dalam truk terdapat begitu banyak barang-barang rumahan.
Setelah dekat,Andini menghentikan motornya di samping pria yang bicara dengan sopo truk tadi.Pria itu tampak bingung karna tidak mengenali wajah Andini yang tertutup kaca mata dan masker.
'' Kamu si gendut beri kan? '' tanya Andini memastikan,karna pertemuan nya yang singkat membuatnya lupa-lupa ingat. '' Iya saya beri,kalau boleh tau nona siapa ya? '' tanya beri langsung.Andini membuka kaca mata dan masker yang menutupi wajahnya, '' oooo mbaknya si calon istri Danu toh '' seperti panggilan calon istri Danu sudah melekat pada dirinya karna beri tidak mengingat nama Andini. '' Eh mas,jangan ngomong calon istri Danu dong aku kan bukan calon istrinya '' protes Andini sambil mengerutkan bibirnya. '' Hahaha iya maaf,abisnya gw gak tau sih siapa nama lu '' beri tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
'' Masnya tinggal disi juga ya ? '' Andini melongok rumah beri yang tidak terlalu besar.Walau tampak sederhana tapi sangat nyaman untuk ditinggali,karna rumah itu adalah rumah peninggalan orang tua beri yang sudah meninggal.
'' Iya mbaaaakkk........ '' beri kebingungan harus memanggil Andini dengan sebutan apa ,karna sebutan calon istri Danu yang dia ingat sudah dilarang oleh andini.
'' Andini mas,nama saya Andini '' Andini mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya,karna memang mereka belum pernah berkenalan secara resmi pikir Andini.
'' Beri '' beri menyambut tangan Andini sambil tersenyum.
'' Oh ya mas beri mau pindahan ya ? '' tanya Andini penasaran.
'' Iya mbak andin,tadi malam bos saya si danu memberi kan sebuah apartemen sebagai kado pernikahan kami,mumpung masih ada waktu gw pikir untuk memindahkan sebagian barang-barang saya yang menurut saya penting ''
'' Hmmm ngomong-ngomong mbak Andin tinggal disini juga? '' tanya beri mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuat Andini bersedih. '' Iya mas beri ,rumah aku ada di ujung sana '' Andini mengacungkan telunjuknya kearah menuju rumahnya. '' Oooooo kita satu kompleks tapi kok gak pernah ketemu ya hehehe? '' ucap beri mencoba mencairkan suasana canggung diantara mereka.
'' Iya mungkin karna mas beri nya terlalu sibuk siiiih jadi gak ngeh kalau ada cewek secantik aku disini hihihihi '' balas Andini bercanda menggoda beri. '' Hahahaha '' beri langsung memecahkan tawanya hingga suaranya terdengar ditelinga Ica yang sedang menunggunya di dalam rumah sejak tadi.
Karna penasaran Ica pun menghampiri mereka berdua yang tengah asik berbincang dengan sesekali terlihat cekikikan karena merasa lucu.
Ica langsung menggandeng lengan beri dan menatap sinis andini,di benaknya masih teringat bagaimana Andini menyebut suaminya di gendut dan terlebih suasana tidak menyenangkan yang terjadi tadi malam.
'' Kenalin mbak Andin ini istri saya ica '' beri merangkul pundak Ica yang terlihat kesal. '' Senang bertemu mbak ica,saya Andini rumah saya di ujung sana,jika ada waktu mungkin mbak Ica bisa mampir kerumah saya '' ucap Andini sambil tersenyum ramah namun hanya mendapat senyuman getir Ica.
'' Mbak andin,ayo mampir dulu kerumah saya,biar ngobrolnya lebih enak '' sambung beri ramah karena melihat istrinya tidak membalas sikap baik Andini.
__ADS_1
'' Oh gak usah mas beri,sebenarnya aku tadinya mau kemini market yang di ujung gang itu,tapi kebetulan melihat mas beri disini jadi saya hanya ingin sekedar menyapa '' jawab Andini sedikit menjelaskan,karena ia mencium aroma tidak suka dari ekspresi wajah Ica. '' Aku permisi dulu mas beri,mbak Ica ,silakan dilanjut lagi aktifitasnya '' Andini masih memberikan senyuman tulusnya sambil sedikit menganggukkan kepalanya. '' iya mbak hati-hati '' ucap beri yang memandangi kepergian Andini.
'' Pantesan betah di luar sampe lama,rupanya ditemenin sama JANDA '' ucap Ica melepaskan tangan beri yang telah merangkulnya. '' Dia hanya sekedar menyapa karena kebetulan lewat '' jelas beri sambil merangkul pundak Ica lagi namun ditepis oleh Ica dan Ica langsung masuk kedalam rumah dengan cemberut.
'' Beeeb tunggu dong '' beri berjalan mengikuti ica dibelakang.
'' Beeeb jangan cemberut gitu doong '' beri meraih tangan Ica yang sedang duduk di sofa dan memalingkan wajahnya.
'' Beeeb jangan diem aja doong,memang aku salah apa sih kok di diemin gini? '' tanya beri yang masih tidak mengerti.
'' Salah apa kamu bilang? emang nya kamu gak ngerasa salah udah genit-genit sama JANDA gatel itu '' ucap Ica dengan nada sedikit keras.
'' Jangan ngomong gitu ah beeb,Andini itu sebenarnya orangnya baik kok,dia ramah dan sopan '' jelas beri karna memang sepengetahuan nya Andini tidak terlihat seperti wanita murahan.
'' Ohhh jadi kamu lebih belain JANDA itu di banding istri kamu sendiri '' Ica beranjak dari duduknya lalu menuju ke kamar.
'' Beeeeb tunggu,aku bukan belain dia tapi memang aku gak ada apa-apa sama dia,dia itu wanita yang disukai sama Danu.Jadi mana mungkin aku cuekin gitu aja Danu kan bis aku beeeb '' ucap beri sambil mengikuti Ica ke kamar.Ica duduk di sisi ranjang mereka dan masih memalingkan wajahnya.
'' Beebb,, yaudah deeh aku minta maaf jika aku salah '' ucap beri sambil meraih tangan Ica lalu mencium punggung tangan Ica.Melihat beri meminta maaf dengan wajah melas Ica pun langsung merasa kasian pada beri dan memberikan sedikit senyuman nya '' basah gituuu dooong senyum kalau gitu kan cantik '' ucap beri sambil mencium kedua pipi Ica dan sontak membuat Ica tersipu malu. '' Jadi aku cantiknya kalau pas senyum aja nih '' ucap Ica yang sudah memasang wajah cemberut lagi.
Beri langsung teringat ucapan Danu '' kalau cewek ngambek itu tandanya pengen dirayu dan kayu dirayu masih cemberut itu tandanya ia ingin dirayu lagi,yaaa memang gitu lah wanita suka nya di sayang-sayang '' beri tersenyum mengingat penuturan Danu saat ia mengahadapi Ica ngambek untuk pertama kali nya.
Tapi kini beri memang sudah menguasai trik jitu Danu itu '' Beeeeb di mataku kamu itu selalu terlihat cantik kok,tapi lebih cantik lagi kalau tersenyum '' ucap beri sambil mengecup bibir ranum istrinya.Wajah Ica terliha memerah menahan malu. '' Iyaaa deehh kali ini aku maaf pin,tapiii beeeeb jangan deket-deket dong sama janda itu lagi aku gak suka '' ucap Ica sambil bergelayut di dada beri.
'' Iya iya deh '' jawab beri asal aja untuk menyenangkan hati istrinya,walaupun di pikirannya ia tidak mungkin menjauhi Andini karna menurutnya Andini bukanlah wanita genit seperti yang istrinya tuduhkan.Mungkin hanya perlu waktu saja untuk membuat istrinya mengerti akan hal itu,sekarang ia hanya ingin membuat istrinya sedang agar bisa mendapat kan sesuatu yang ia ingin kan.
'' Beeeb aku mau nambah lagi,yang tadi malam terlalu nikmat jadi aku pengeeen lagiii nih '' ucap beri yang sudah membaring kan tubuh istrinya dan menghujani wajah istrinya dengan kecupan mesra.
'' Is kamu tuh '' ucap Ica yang malu-malu tapi mau, '' abisnya salah kamu sih, terlalu enak jadi bikin aku kecanduan deh---- '' goda beri dengan tangan yang sudah menjelajahi lekuk tubuh Ica.Karna Ica tampak menikmati sentuhan beri,beripun langsung ******* bibir istrinya dengan tangan sambil membuka baju istrinya dengan lincah.
__ADS_1
Akhirnya mereka mengulang kenikmatan malam itu lagi.Beri menyalurkan hasrat birahinya dengan istrinya sampai merasa puas.Setelah mencapai kepuasan yang sama tubuh mereka pun terkulai di atas ranjang.Sepasang pengantin baru itu tertidur sambil berpelukan,tidur mereka tampak pulas karena banyak energi yang terkuras saat beri memacukan kuda liarnya.