Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Pawang Anak


__ADS_3

Berita pernikahan Danu dan Andini kini menjadi perbincangan hangat di dunia Maya.


Kabarnya resepsi pernikahan itu akan di adakan secara megah oleh Danu.


Beri sudah mulai mengurus semuanya... sesuai keinginan Danu.


Hanya tinggal menunggu keadaan Andini pulih kembali. Sebuah pesta besar nan meriah sudah terancang dengan sempurna.


Sesuai janji Danu pada diri nya sendiri. Ia juga sudah menceritakan semua masalah pelik yang menerpa hidup nya. Tidak ada sedikitpun yang ia sembunyikan lagi. Hanya ada kejujuran di mata Danu.


Andini memeluk lelaki gagah yang kini berhati


mellow itu. Ia mengusap lembut pipi Danu yang basah. Kenyataan pahit tentang ibu kandung nya dan hubungannya dengan mami Margaret ,masih belum bisa ia telan sendirian.


Baru kali ini,Danu menunjukkan sisi rapuhnya. Ia menangis tanpa suara di pelukan Andini.


Andini merengkuh wajah yang sedang memancarkan aura kesedihan.


Ia mengecup kening, pipi,mata ,hidung dan bibir. Tidak hanya kecupan sekilas, kecupan itu menuntut semakin dalam. Danu merengkuh tengkuk Andini dan menyesap bibir manisnya hingga habis.


Oeeek oeeek oekkk ....


Tiba-tiba suara tangisan Bintang menyadarkan mereka.


Danu melepaskan ciuman itu, dengan senyuman. Sungguh Andini memang sangat tau bagaimana cara terampuh membujuk hati mendung Danu.


Hanya dengan lima menit,mendung hitam di hati Danu menghilangkan lewat hembusan napas yang terbuang.


Danu meraih tubuh Mungil Bintang, anak itu melirik Danu dengan tajam. Seolah mengingatkan pada sang ayah bahwa bundanya belum pulih.


Luka karena pertulangannya dengan Bulan belum mengering.


"Tidak sayang....cup cup jangan menangis. Ayah hanya bermain-main sama bundamu. Walau ayah rindu tapi ayah tau kok bahwa ini bukanlah saat yang tepat. Ayah akan menunggu sampai bunda mu pulih. Kamu sabar ya Bintang pangeran ayah. Jangan minta adik dulu...." Andini terkekeh melihat kelakuan konyol Danu.


Dan anehnya Bintang langsung tersenyum mendengar ucapan itu. Kedua ujung bibirnya tertarik begitu manis. Seolah mengerti apa yang telah di ucap kan sang ayah.


Dan oeeeek ooooooooieeekkkk oooiieeekkk


suara tangis Bulan terdengar sedikit lebih berirama, mencerminkan ketangguhan sebagai seorang wanita.


"Wuaaahhh si kakak minta di gendong juga rupanya,adek sama bunda dulu ya"


Andini mengulurkan tangannya dan merengkuh tubuh mungil itu dari tangan Danu.


Danu menatap lekat wajah Bulan,bayi kecil itu memperlihatkan wajah merajuknya. Entah karena haus atau karena iri pada Bintang yang tadi di gendong oleh sang ayah.

__ADS_1


"Duh Rembulan....princess nya ayah.... jangan ngambek gitu dong,ayah juga sayang kok sama si kakak ummah ummah umah" Danu menciumi pipi mungil Bulan dengan lembut.


Entah lah...


Dekapan hangat dan rayuan Danu ternyata juga sangat ampuh untuk mengubah tangis Rembulan menjadi sebuah senyuman polos penuh keteduhan.


"Kamu memang jago merayu mas" ucap Andini lirih.


"Iya seperti nya aku tidak akan bisa setia lagi padamu,karena sudah ada wanita lain yang mengisi hatiku dan aku benar-benar sudah jatuh hati padanya" ucap Danu sambil mengusap-usap pipi Bulan lembut.


Andini menyipitkan matanya, menatap Danu tajam. Bisa-bisanya lelaki itu berkata seperti itu disaat Andini baru saja melahirkan.


"Maaf Andini sayang senyum nya benar-benar mengalihkan duniaku" sambung Danu lagi.


"Awas saja kalau kamu berani mas,akan ku pastikan Bintang akan menghajar mu hingga kamu tidak bisa menatap wanita lagi" Ancam Andini.


"Aku tidak peduli,sekuat apapun pun jagoan mu itu. Aku tetap akan mencintai nya seumur hidupku" goda Danu.


"Mas....."


Seru Andini dengan mata yang sudah mengembun.


"Kenapa kamu begitu marah?" tanya Danu dengan seringai licik di ujung bibirnya.


"Itu semua salahmu...." tegas Danu.


"Tu kan Bintang ayah mu selalu saja menyalahkan bunda " Andini mengadukan kelakuan Danu pada putranya yang belum mengerti apa-apa.


"Yah salah kamu lah,kenapa juga kamu melahirkan wanita cantik ini. Aku langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Rembulan putri Atmaja.... ayah mencintaimu..... jadilah putri kebanggaan ayah"


Mendengar itu Andini justru menangis tersedu bercampur malu. Tidak di sangka wanita yang Danu maksud adalah putrinya.


"Heiii cup cup jangan menangis, kamu sudah punya dua anak masih saja cengeng" ejek Danu sambil duduk di sebelah Andini.


Tangan Danu tak berhenti bergerak untuk menina bobokkan Bulan. Lelaki itu kini tersulap menjadi begitu terampil mengurus anak dalam sekejap.


"Haaiii selamat sore Bulan Bintang...." suara melengking Mela membuyarkan konsentrasi Danu.


Bulan terjingkat kaget dan kembali menangis.


Oiiiiiiwaaa OIIIWA oiiiiwaaa


Tangisan berirama itu kembali mendayu-dayu


"Mela lu bisa pelan sedikit gak sih kalau ngomong,anak gw jadi nangis nih" seru Danu kesal.

__ADS_1


"Hihihi .......ini Bulan kan? dia nangis karena pengen di gendong aunty itu"


Mela mendekati Danu dan ingin meraih Bulan dari tangan Danu, tapi Danu menepis tangan Mela.


"Jangan sentuh anak gw " Dengus Danu .


"Ya elah Medit amat lu,,,ya udah deh kalau Bulan gak boleh. Bintang aja yang aunty gendong" Mela meraih Bintang dari tangan Andini.


Mela memperhatikan wajah Bintang lekat. Bayi itu jarang sekali tersenyum saat dengan nya. Kalau di pikir-pikir lu itu memang mirip bapak lu,sombong amat. Batin Mela, sambil mencolok-colek pipi Bintang.


Oeeee oeeee oeeeeeee


Lalu Bintang pun menangis seolah mendengar apa yang ada di hati Mela.


"Aduh cup cup cup sayang jangan nangis dong" ucap Mela sambil menggoyangkan tubuh mungil Bintang.


"Lu pasti ngatain dia kan?" tuduh Danu.


"Enggak" jawab Mela cepat. " emang lu denger gw ada ngatain anak lu pak" Bos yang sombong .....


"Gw gak denger tapi anak gw denger makanya dia nangis" seru Danu pelan sambil meletakkan Bulan ke ranjang bayi.


Lalu Danu segera meraih Bintang dari tangan Mela. Dan Bintang langsung terdiam ,saat di cium oleh Danu.


Wah hebat... si tuan bos yang galak dan sombong itu sekarang jadi pawang anak.


Waduh jangan-jangan Bintang beneran bisa denger omongan di hati gw.


Mela langsung menutup mulutnya dengan tangan.


Bintang maafkan aunty ya...aunty cuma becanda. Bintang gak sombong kok... bintang baik hati dan ramah seperti bunda Andini....


Mela menarik ucapan nya dalam hati.


Setelah beberapa menit bintang pun tertidur pulas dalam pelukan Danu.


"Gw mau keluar dulu,cari makan . Lu jangan berisik dan jangan coba-coba ngatain anak gw lagi" Seru Danu tegas.


Dengan cepat Mela pun langsung mengangguk sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Setelah Danu menghilang,Mela mendekati Andini.


"Din kenapa suami lu sekarang bisa jadi pawang anak gitu?" tanya Mela lirih.


Andini tertawa kecil sambil mengedikkan bahunya.

__ADS_1


__ADS_2