
Di kantor,papi yoga menghela nafas dalam.Asistennya melapor bahwa Danu belum sampai di kantor.Hatinya mulai di Liputo kecemasan.
Upaya pembuktian yang di janjikan Danu sudah beres ditangani oleh beri.Beri sudah memberikan bukti yang nyata bahwa semua itu bukanlah perbuatan danu.Sementara pak Robin dan 5 orang yang berkaitan sudah di serahkan ke pihak berwajib.
'' Kemana anak nakal itu,apa yang dia lakukan? '' papi yoga mulai mengintrogasi beri.
'' Saya tidak tau pak,terakhir waktu saya tanya via telpon,bos Danu hanya bilang masih ada urusan penting dan saya disuruh menghandle masalah dengan pak Robin '' jawab beri jujur sambil menghapus tetesan peluh di dahinya dengan sapu tangan.
Sepertinya aura seram papi yoga telah membuat beri merasa gerah di dalam ruangan yang full AC .
'' Hubungi dia dan suruh cepat datang ke ruangan ku,CEPAT!! "
Suara papi Danu tiba-tiba menggelegar membuat beri terperanjat namun tidak berani menatap wajah di hadapannya.
'' Baik pak,akan segera saya hubungi kembali '' ucap beri sambil menekan kontak bernama '' Danu '' di ponselnya.
Tuuuuut tuuuuut tuuuuuut ponselnya tersambung namun tidak di angkat.Beri mencobanya lagi namun tetap tidak ada jawaban.Tanpa putus asa beri terus mencoba menghubunginya namun tetap tidak ada jawaban.
'' Tidak di angkat pak,mungkin lagi di jalan jadi tidak dengar karna bis Danu kan naik motor '' jelas beri dengan alasan yang logis.
'' Apa dia tidak punya mobil? '' pertanyaan penuh jebakan.
'' Punya pak,tapi bos Danu lebih suka menggunakan motor agar bisa lebih cepat '' jawab beri ragu,ia faham betul bahwa jawabannya tidak tepat namun ia bingung harus berkata apa.
'' Jika bisa lebih cepat dengan motor kenapa sampai sekarang belum juga sampai? ''
Rahang papi yoga mulai mengeras,seakan sudah siap untuk menerkam beri hidup-hidup.
Kini beri hanya tertunduk menatap ujung sepatunya,berharap Danu segera tiba untuk menyelamatkannya dari serangan mematikan papi yoga.
Selang beberapa menit ternyata permohonan beri telah di kabulkan tuhan.Danu sudah tiba di ruangan papinya.Dengan langkah tegap Danu mendekati meja papinya dan berdiri di samping beri.
'' Pi,ada hal penting yang ingin aku tunjukkan ''
ucap danu sambil meraih ponsel Andini dari saku jasnya.
'' Apa itu? '' tanya papi yoga pelan dengan emosi tertahan.
'' Papi denger aja sendiri '' Danu meletakkan ponsel Andini di hadapan papinya.Lalu menekan tombol play di file rekaman tadi.
Aldo: " kerja bagus,aku sudah tidak sabar melihat anak kesayangan yoga di seret ke jeruji besi oleh papinya sendiri hahaha ''
Robin: " hahaha anak itu sebenarnya memang sangat pintar,ia selalu mengerjakan tugasnya dengan baik.Tapi karna pak yoga terlalu percaya padaku hingga memberikan tugas untuk mengawasi anaknya.Dia tidak tau bahwa berkas yang aku serahkan padanya bukan hasil kerja anaknya tapi hasil karyaku ''
Aldo: " Aku memang tidak salah bekerjasama denganmu,karna otakmu sangat pintar aku sangat suka ''
Robin : " Semua kulakukan sesuai dengan perintah bapak,aku hanya sedikit memberi bumbu agar masakan terasa sedap pak hahahahahahah ''
Aldo: " Setelah Danu mendekam di penjara.Tentu pikiran mas yoga akan sangat kacau,aku tidak sabar menuggu saat itu.Detik-detik dimana yoga brahmana akan benar-benar dalam kehancuran ''
Robin : " Bapak tinggal beri perintah saja,aku pasti akan mengerjakannya dengan baik,percayakan semuanya padaku ''
Aldo: " Besok aku ingin kau culik margaret,dalam waktu bersamaan aku ingin yoga kehilangan anak dan istrinya.Cari orang yang benar-benar bisa di andalkan.Aku tidak mau ada kata gagal dalam rencana ku,ini uang yang kau minta jika ini berhasil maka kau akan kuberi bonus ''
Robin: " baik pak,terimaksih.Aku pastikan besok semuanya akan berjalan lancar ''
Aldo: '' Jika Margaret sulit untuk dikendalikan maka bunuh saja dia,tapi lakukan tanpa meninggalkan jejak ''
Robin: '' baik pak,akan aku jalankan sesuai dengan keinginan bapak ''
__ADS_1
Aldo : '' baiklah ,sampai jumpa di kantor ''
Robin : '' Iya pak, mari saya antar ''
Suara rekaman itu membuat yoga terbakar amarah hingga ia langsung bergegas ingin mendatangi Aldo.Namun Danu segera menarik tubuh papinya.
'' Pi papi mau kemana? '' tanya danu sambil menarik lengan papinya.
'' Menemui si brengsek itu '' jawab papi yoga dengan wajah yang sudah siap menerkam mangsa.
'' Tapi pi,kita harus pastikan keadaan mami dulu.Bukankah tadi om Aldo menyebut nama mami.Bagaimana kalau mami beneran diculik ?
'' ucap danu sambil mencoba menghubungi mami Margaret namun tidak ada jawaban.Danu langsung menghubungi nomor rumah.
'' Halo Asalammuakaikum? '' ucap bik Minah kepala pembantu di rumah papi yoga.
'' Bik ini danu,mami kemana ya bik,kenapa tidak menjawab telpon ? '' tanya danu cemas.
'' Oh nyonya sedang pergi den,katanya mau belanja bulanan di mall '' jelas bik Minah santun.
'' Sama siapa bik perginya? '' tanya danu lagi.
'' Sama pak Suto den ''
Mendengar nama pak Suto,Danu langsung memutuskan panggilan,lalu mulai memanggil pak suto.Namun Ponsel pak Suto tidak bisa dihubungi.Sudah beberapa kali Danu mencobanya lagi namun hasilnya tetap sama.
'' Pi,aku mau cari mami,papi jangan gegabah.Banyak mata yang sedang mengawasi papi,bersikaplah setenang mungkin agar mereka mengira kita tidak tau apa-apa.Karna jika mereka sadar bahwa kita telah mengetahui kedoknya maka aku takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan pada mami '' ucap danu sambil memegang pundak papinya.
'' Tapi bagaimana dengan mami mu? '' ucap papi yoga khawatir.
'' Mami biar aku yang urus,mudah-mudahan mami baik-baik saja.Papi urus saja urusan di kantor,kali ini percayalah padaku Pi '' Danu memeluk papi nya lalu beranjak pergi.
'' Aku ikut NU '' beri pun berlari mengikuti langkah Danu.
'' Pak Suto,nanti kita mampir ke toko roti dulu ya'' ucap mami Margaret.
'' Baik nyonya '' ucap pak Suto sambil menjalankan mobil.
Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun suaminya.Jadi mami Margaret ingin memberikan sedikit kejutan untuk papi yoga dengan membeli kue tart dan sebuah kado kecil.
Mami Margaret juga memesan beberapa kotak makanan untuk di bagikan kepada anak yatim dan panti jompo.Beginilah kebiasaan mami Margaret saat anggota keluarganya ada yang ulang tahun.Mami Margaret selalu memperingati hari kelahiran setiap keluarganya dengan berbagi rezeki pada orang lain.
Setelan menempuh perjalanan ke selama 15 menit mereka sampailah pada tempat tujuan.
Tanpa menunggu waktu lama pak Suto langsung mengeluarkan kotak makanan dan membagikannya.
Seorang wanita tua memeluk mami Margaret dengan erat.
'' Seandainya dulu aku bisa memiliki keturunan.Aku selalu berharap di anugrahi putri sebaik kamu '' ucap wanita tua itu sambil menitihkan air mata.
'' Buuu jika ibu tidak keberatan maka anggaplah aku seperti putrimu '' mama Margaret menghapus air mata wanita tua itu.
Betapa hatinya terenyuh mengingat bahwa dirinya juga tidak bisa memiliki anak dikarenakan tumor yang ada di rahimnya.Hingga dengan berat hati ia harus merelakan rahimnya untuk di angkat.
Kisah pilu itu terjadi saat 2 bulan menikah dengan papi yoga.Untung saja ia masih memiliki Danu anak papi yoga dengan istri pertamanya yang sudah meninggal saat melahirkan Danu.Walau bukan anak kandungnya,tapi mami Margaret sangat menyayangi Danu seperti anaknya sendiri.Ia merawat Danu sejak bayi hingga tumbuh dewasa.
Menjadi seorang ibu untuk danu adalah anugrah terindah bagi mami Margaret.Walaupun tanpa mengalami proses yang sangat di impikan seorang wanita yaitu hamil.Merasakan proses tumbuh kembangnya janin di dalam rahim.
Mami margaret kembali memeluk wanita tua itu dengan hangat.Seakan ia menemukan seseorang yang mengerti perasaannya.Tak bisa terbayangkan jika ia tidak memiliki Danu dalam hidupnya,mampukah ia menjadi kuat seperti ibu ini.Menjalani hari tua dengan begitu sepi,membayangkannya saja sudah membuat air mata mami Margaret menetes membasahi punggung wanita tua itu.
__ADS_1
'' Ibu '' ucap mami Margaret sembari mengeratkan pelukannya.
'' Huuuuuuwaaaaaa huwaaaaa '' tangis wanita tua itu pecah.Hal itu tentu membuat mami Margaret heran lalu melepaskan pelukannya.
'' Kenapa ibu menangis?apa ada yang salah? '' tanya mami Margaret pelan sambil sambil menghapus air mata wanita tua itu dengan kedua tangannya.
'' Aku hanya terlalu bahgia,karna di usia senja ku tuhan mengabulkan harapanku.Ini untuk pertama kalinya aku di panggil ibu,ternyata beginilah rasanya di panggil ibu '' ujar wanita tua itu penuh haru.
Akhirnya tangis mereka kini memecah,ternyata kata ibu adalah impian mereka.Walau terlihat sederhana tapi memiliki makna yang dalam bagi mereka.
Mereka berbincang seperti ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu.Saling memeluk,menangis dan tertawa saat mencurahkan isi hati yang selama ini tak bisa di bagi pada orang lain.
Karna hari sudah mulai gelap , mami Margaret pamit untuk pulang.Ia takut orang rumah jadi khawatir karna ia tidak membawa ponsel.
Di tengah perjalanan tiba-tiba gubraaaaakkk,suara keras itu mengagetkan mami Margaret.
'' Ada apa pak? '' tanyak mami Margaret panik.
" Sepertinya saya menabrak seseorang nyonya '' jawab pak Suto yang juga panik karna tiba-tiba ada sepeda motor yang menyenggol mobil yang ia kendarai.
'' Duh gimana sih pak, kok bisa nabrak? '' mami Margaret mencondongkan tubuhnya kedepan mendekati pak Suto.
'' Gak tau nyonya,mungkin tadi saya tidak meliahat ada motor di depan karna mata saya silau dengan cahaya lampu mobil yang dari arah berlawanan tadi.Biar saya cek dulu nyonya '' ucap pak Suto sambil membuka pintu mobil lalu keluar menghampiri seseorang yang terdampar di depan mobil.
Saat pak Suto membalikkan badan orang itu,tapi orang itu malah menodong kan pistol pada pak Suto.
Pak Suto melirik disekitarnya,ternyata ia baru menyadari bahwa tempat ini begitu sepi.Pak Suto berdiri pelan dan mengangkat kedua tangannya.Dan saat ia menoleh kebelakang ia melihat mami Margaret sudah di bekap oleh dua lelaki bertopeng.
'' Masuk '' kata laki-laki gondrong yang pura-pura jatuh tadi.Tanpa berkata apapun pak Suto masuk ke dalam mobil dan duduk di jog pengemudi.Sementara laki-laki gondrong itu duduk di sebelahnya sambil menodongkan pistol dan dua orang laki-laki bertopeng duduk disisi mami Margaret dengan mengacungkan sebuah pisau carambit yang melingkar di leher mami Margaret.
Tidak terbayangkan jika sedikit saja mami margaret bergeser tentu saja akan melenyapkan nyawanya.
'' Jalan '' ucap laki-laki gondrong yang ada di samping pak suto.Pak Suto menjalankan mobil sesuai dengan instruksi laki-laki gondrong itu.Mata pak Suto sesekali melirik spion,terlihat mami margaret begitu ketakutan hingga keringat dinginnya bercucuran di dahi mami Margaret.Saat berada di keramaian pak Suto mencoba mencari akal untuk bisa lepas dari cengkraman para preman itu.Namun tidak ada ide yang terlintas di benak pak Suto.
'' Saya kebelet pipis '' tiba-tiba suara mami Margaret memecah keheningan.
'' Jangan banyak alasan '' kata laki-laki gondrong yang masih setia menodongkan pistolnya di dada pak Suto.
'' Jika tidak percaya ya sudah saya akan pipis dan pop disini '' ucap mami Margaret.
'' Itu hanya akal-akalanmu saja '' jawab laki-lagi gondrong itu lagi.
Dan yang paling mengejutkan tiba-tiba terdengar suara tuuuuuuuuuttttt preeeetttt
Kamu kentut ya ? '' tanya pria gondrong itu marah karena mulai menghirup aroma tak sedap yang menyeruak di hidungnya.
'' Maaf tuan,sebenarnya perut saya juga ingin buang hajat.Saya tidak tahan lagi,kemungkinan hajat ini akan terbuang disini sebentar lagi '' ucap pak Suto dengan sebelah tangan memegang perutnya.
'' Kamu jorok sekali '' pria gondrong itu memencet hidungnya.
'' Buka kaca mobilnya '' ucap pria gondrong itu lagi.Pak Suto membuka sedikit kaca mobil dengan harapan ada seseorang yang melihat keadaan mereka di dalam mobil.
'' Sutoo ini bau sekali ,makan apa rupanya kau tadi '' keluh mami margaret memencet hidungnya,sementara dua laki-laki bertopeng itu terlihat tenang karna hidung dan mulutnya tertutup topeng.
'' Maaf nyonya saya sudah tidak tahan,perut saya benar-benar melilit nya,mungkin karna kebanyakan makan sambel jengkol tadi siang di warteg '' jawab pak Suto sambil melirik kaca spion.
'' Ya sudah ,cepat cari toilet umum.Kau bisa membunuhku dengan gas beracunmu itu '' ucap mami Margaret sambil memencet hidungnya.
'' Tapi nya..sayakan lagi ditodong '' keluh pak Suto.
__ADS_1
'' Sudah lah pak biarkan saja dia pergi,lagian dia sudah tua dia sudah tidak kuat lari.Daripada kita mati karna gas beracunnya '' jelas mami Margaret.
'' Ya sudah minggir di situ.Aku akan trus mengawasimu ,awas saja jika kau berani kabur '' Akhirnya laki-laki gondrong itu menyerah dan keluar mendampingi pak Suto.