Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Cinta Tanpa Syarat


__ADS_3

Duduk santai sambil menunggu pesanan. Riyan membaca jadwal kerja yang baru saja di kirim sang atasan.


Menatap smartphone nya dengan serius, mempelajari berkas yang harus ia selesaikan.


"Bastian..... "


Suara itu lagi? yang benar saja?


Riyan segera menoleh ke sumber suara itu. Ternyata benar, pemilik suara itu masih orang yang sama. Namun kali ini,wanita itu bersama pria seusianya. Mereka terlihat begitu akrab.


Mungkinkah lelaki itu pacarnya?


Bukankah dia bertengkar dengan Ivana karena di ejek jomblo?


Ah mungkin hanya teman,dia sangat hangat dan mudah bergaul. Pasti memiliki banyak teman.


Abang polisi berusaha berpikir positif.


Badan boleh kecil, tapi makan banyak juga tuh cewek...


Dia menyingkirkan sayurnya, tidak suka sayur toh.


Lagi-lagi tanpa sadar Bulan sudah mencuri perhatian abang polisi.


Hari sudah semakin larut. Setelah mengunjungi kantor pusat. Riyan kembali ke hotel yang sudah ia pesan.


Mandi air hangat adalah pilihan nya.


Setelah badan terasa segar, Riyan berdiri di balkon kamarnya. Menatap bintang-bintang yang bertaburan. Lalu pandangannya berpindah pada kolam renang. View nya pas banget. Terlihat jelas seorang wanita yang sedang berenang.


Ada-ada aja ulah manusia di bumi ini, malam-malam berenang...


Riyan terus memandang indahnya liukan tubuh sang perenang.


Setelah beberapa menit memperhatikan dari kejauhan. Riyan semakin menyadari sosok itu.


Siapa lagi?


Kalau bukan Rembulan.


Hahaha kenapa dunia ini terasa sempit? kemanapun Riyan pergi selalu di pertemukan dengan wanita itu. Riyan terkekeh sendiri.


Bagi Riyan ini sedikit aneh tapi Riyan suka. Suka aja gitu melihat sosok wanita tomboi itu.


Anehkan?


Ya jelas aneh lah. wanita itu bukan tipe cewek idaman Riyan. Tapi kok seakan mengikuti Riyan seperti bayangan.


Jodoh kali ya?.....


Hahahaha Riyan Riyan mikir apa sih kamu?


Rembulan itu masih kecil, dan sangat tidak cocok sama kamu.


Riyan berbicara pada dirinya sendiri. Ini untuk pertama kali nya abang polisi itu,tertawa sendiri dan bicara sendiri. Lebih mirip orang gila bukan?


Renang.....


Dia hoby renang ternyata,pikir Riyan. Masih saja menatap Bulan dari jauh.


****

__ADS_1


Ke esokan paginya....


Seperti biasa, Riyan selalu bangun pagi untuk berolahraga. Kali ini ia memutuskan untuk joging ke sekitar area hotel.


Riyan berlari-lari kecil dengan pakaian olahraga nya. Sempat terbesit munajat di dalam hatinya.


Rembulan....


Ya lagi-lagi nama itu, Riyan ingin melihat nya lagi.


Dan ternyata Tuhan begitu baik, do'a Riyan langsung terkabulkan. Sosok wanita berambut sebahu itu tiba-tiba muncul di hadapan nya. Namun kali ini ia tidak sendiri.


Rembulan di temani oleh Bintang dan Bastian. Bulan dan Bastian tampak begitu asyik mengobrol, dan Bintang terlihat lebih asik mendengarkan musik melalui headset di telinga nya. Bintang lebih menikmati dunia nya sendiri.


"Gw masih ngantuk Bas... " Keluh Bulan. Bangun sepagi ini, dan berolahraga memang bukan ciri khas Bulan.


"Lu harus biasain bangun pagi, olahraga pagi sangat bagus buat kesehatan" Bastian berlari mundur menghadap ke arah Bulan.


"Hmmm gini aja,kita beradu kecepatan. Kalau lu bisa ngalah hin gw, gw traktir dek makan apa aja" sambung Bastian lagi.


"Ok siapa takut" Jawab Bulan antusias. Lelaki itu sangat tau bagaimana cara membangkitkan semangat Bulan. Di pancing dengan makanan.


Mendengar kata traktiran,wajah kantuk Bulan langsung hilang.


"satu...dua...ti----"


Belum lagi selesai hitungan ketiga, Bulan sudah lari meninggalkan Bastian. Bastian hanya tersenyum dan mengikuti langkah cepat wanita itu.


Dan abang polisi kurang sigap kali ini,buruan lepas begitu saja. Bangpol tersenyum miring,menyadari dirinya sedari tadi menjadi penguntit dan sekarang kehilangan jejak.


Setelah berhasil dua kali mengelilingi area hotel,seperti Biasa Bulan selalu jadi yang terhebat.


Bulan menjadi pemenang nya.


"Ye ye ye di traktir.... " ucap Bulan sambil joget-joget.


Tidak ada yang berubah. Lu masih Bulan yang aku kenal dulu... Bulan yang suka makan dan begitu sederhana...


"Gw mau makan m-----"


"McDonalds dan ice cream" tebak bastian.


Bulan mengangguk dengan penuh senyuman "Ayo cepat.... gw laper" Bulan langsung menarik tangan Bastian.


Bulan......


Walau sejauh apapun Gw pergi. Gw gak bisa merubah rasa ini...


Rasa ini tetap sama.....


Bastian menatap Bulan intens,wanita yang sedang melahap dua burger dan satu ice krim mana paham soal arti sikap dan perhatian yang di tunjukkan Bastian selama ini.


"Bas kenapa lu selalu kalah dari gw, lu kan Laki-laki?"


"Lalu apa hebatnya laki-laki yang menaang dari seorang wanita?"


"Jadi maksudnya lu mengalah gitu sama gw?"


"Anggap saja begitu"


"Kemenangan seseorang lelaki itu bukan di nilai dari kekuatan nya. Tapi kemampuannya untuk membuat wanita merasa nyaman."

__ADS_1


"Tapi kata orang kan gw bukan wanita?"


"Jangan sama kan gw sama orang lain. Gw Bastian wiliam tidak pernah melihat orang dari luar nya saja. " seru Bagas sambil menepuk dada.


"Hahahaha, muka lu songong! " Tiara tertawa melihat ekpresi Bastian.


"Tapi lu suka kan?" goda Bastian.


"Biasa aja tuh"


"Jujur saja,itu buktinya wajah lu memerah gitu"


"Narsis lu! , ayo balik gw udah kenyang"


"Eh tunggu dulu"


"Apa lagi?"


"Gimana kabar pengeran idola lu itu?"


"Jangan ungkit Dia, Dia pacar Ivana" sungut Bulan kesal.


"Hahahaha jadi ini masalah utama nya lu cemburu sama Ivana?"


"Iya...! Puas lu?"


"Hahahaha"


"Udah ah gw mau balik,terusin aja ngeledek gw".. ucap Bulan sambil beranjak dari duduknya.


'"Bul Bul Jangan ngambek gitu dong.... " Bastian mengikuti langkah Bulan.


"Eh Bas gimana kalau lu ajarin gw gimana caranya bikin lelaki tertarik. Gw pengen punya pacar Bas, biar gak rendahin terus sama Ivana"


"Ya udah tinggal bayar orang aja buat pura-pura jadi pacar lu" jawab Bastian enteng.


"Jahat amat lu Bas,emang gw sejelek itu ya. Harus pakai pacar bayaran. " ucap Bulan sedih.


"Ce ileh, jangan sedih gitu dong. Gw kan cuma bercanda. Lu itu gak perlu berusaha jadi orang lain kalau untuk menarik perhatian laki-laki"


"Tapi kan lu tau sendiri Bas, selama ini emang gak ada cowok yang suka sama gw"


"Siapa bilang? ada kok.... "


"Udah deh Bas, gak usah pura-pura nyenengin hati gw. Gw sadar kok siapa gw.... "


" Bulan....jangan mencari cinta yang menuntut perubahan lu. Karena cinta yang tulus itu mengalir begitu saja, tanpa syarat dan tanpa perjanjian "


"Dan.... kalau pakai syarat dan perjanjian itu bukan cinta,tapi pinjaman kredit berbunga" Sambung Bastian lagi.


"Hahaha bisa aja lu. Tapi bener juga sih"


"Ya bener lah. Bastian gitu loh!!! "


"Its..... mulai... narsis" cerca Bulan sambil memasukkan sepotong udang ke mulut Bastian...


"Aduh pelan-pelan dong beb kalau mau suapin" seru Bastian dengan mulut terisi penuh. " Lagi.... ?"


Bastian tersenyum dan minta suapin lagi. Bulan pun langsung menyodorkan beberapa potong udang ke mulut bastian hingga Bastian kewalahan.


"Uuuu aaa uuuuuu"

__ADS_1


Bastian tak bisa bicara, pelan-pelan ia mengatur isi mulutnya agar tidak tertumpah. Walaupun tidak suapan yang romantis tapi bagi Bastian, makanan dari tangan Bulan sangat berharga.


Mereka pun terus bersenda gurau. Tampak begitu akrab membuat mata sangat penguntit tersorot tajam.


__ADS_2