Bukan Wanita Mandul

Bukan Wanita Mandul
Bukan om-om tapi pria matang


__ADS_3

Seusai belanja Andini langsung berkecimpung di dapur,niat nya yang hanya ingin membuat cheese cake kini sudah di tambah dengan membuat puding mangga kesukaannya.


Andini menyusun cake yang sudah di potong-potong ke atas piring putih ,sambil menunggu puding yang ia masak dingin ia memotong-motong buah untuk sekedar ia makan sendiri.


Setelah beberapa menit Andini memasukkan puding itu kedalam kulkas,lalu ia pun bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Selesai mandi Andini dengan cepat langsung mamakai baju rumahan,karena mendengar ada yang mengetuk pintu sedari tadi.Akhirnya ia memakai baju dengan terburu-buru bahkan belum sempat menyisir rambutnya yang ia gulung sembarangan tadi sebelum mandi.


Dengan setengah berlari andini akhirnya sampai di depan pintu dan langsung membukanya,matanya terbelalak saat melihat seseorang yang berada di balik pintu itu.


'' Mas danu? ngapain kesini ? '' ucap Andini langsung sambil kepalanya celingak-celinguk melihat kesana kemari,ia mencari-cari orang lain yang mungkin datang bersama Danu tapi ia tidak menemukan siapapun selain mobil Danu yang terparkir manis di halaman rumahnya.


'' Cari siapa?,aku datang sendiri '' ucap danu sambil memberikan senyum pepsodent. '' Mas kok tau rumahku? '' tanya Andini yang masih belum menyadari dengan betul kejadian tadi malam. '' Ya tau lah kan tadi malam aku yang anterin kamu pulang '' jawab danu santai.Mendengar pernyataan Danu Andini baru ingat kalau Danu ternyata anak dari Tante Margaret dan semalam Danu mengantarnya pulang,namun ia tertidur saat perjalanan pulang jadi ia tidak mengingat apapun lagi.


'' Gak di tawarin masuk nih? '' ucap danu yang sudah merasa sedikit pegal karna berdiri terlalu lama di depan pintu. '' Yaa udah silakan,eh tapi tunggu dulu '' tangan Andini menahan tubuh danu yang akan menerobos masuk '' kenapa lagi,kaki aku pegel nih berdiri terus '' keluh Danu sambil menunjukkan kakinya. '' Tidak ada orang dirumah,kak Andra sudah pergi,mama sama papa belum pulang.Jadi mana mungkin aku menerima mas Danu masuk kerumah,nanti akan jadi fitnah,apalagi dengan statusku saat ini '' ucap Andini sambil mengerutkan bibirnya.


Danu langsung memundurkan langkahnya,ia terharu karena ternyata Andini adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya.


'' Duduk dulu di situ aku kedalam sebentar,mau menyisir rambut '' ucap Andini jujur lalu segera menghilang dari pandangan danu.Danu hanya tersenyum tipis menyadari rambut Andini yang masih berantakan namun masih terlihat cantik,lalu ia duduk di kursi teras yang di tunujuk Andini.


Tak lama Danu duduk sambil memainkan ponselnya tiba-tiba,terlihat sebuah mobil putih memasuki pekarangan rumah andini. '' wah calon mertua udah pulang nih kayaknya '' ucap danu dalam hati sambil bersiap memebanih bajunya untuk menyambut orang yang ada di dalam mobil.Namun kali ini perkiraannya salah,karna yang keluar dari mobil putih itu bukan kedua orang tua Andini melainkan seorang pria tampan yang berwajah ke barat-barattan.


Danu yang tadinya sudah berdiri ingin menyambut kedatangan orang tua andini, kini kembali duduk seperti semula karna kenyataan tidak sesuai dengan harapan.Danu sedikit melirik sosok laki-laki bulek itu yang membawa parsel berisi buah di tangannya.


Lelaki itu berjalan mendekati danu dan duduk di samping Danu tanpa menyapa.Ia meraih ponsel yang ada di saku celananya,lalu terlihat mengetik pesan untuk seseorang.


'' Siapa nih cowok bulek,gayanya sengak banget,gak ngeliat apa ada gw di sini " ucap danu dalam hati sambil memainkan ponselnya.


Tidak lama kemudian Andini muncul dari balik pintu dengan wajah sumringah dan langsung menyapa pria bulek itu. '' hai Seteveeeeen,udah lama duduk disini? '' tanya Andini ramah lalu duduk di sebelahnya,tanpa memperdulikan Danu.


'' Dasar nyebelin nih cewek,gw yang dari tadi duduk disini di anggurin,tapi si bulekpotan ini langsung di sapa ,muka nya keliatan girang lagi.Apasih yang di liat dari si bulepotan ini,tampanan juga gw,mobil juga bagusan mobil gw,tapi kenapa ngeliat si bulekpotan ini jadi seseneng itu,padahal tadi waktu ngeliat gw perasaan dia biasa aja '' Danu mendengus kesal dalam hati.


'' Gimana keadaan lu,udah enakan? '' bukanya menjawab pertanyaan Andini,tapi malah memberikan pertanyaan pada Andini sambil menyentuh kening Andini dengan telapak tangannya.


'' Cihh pake acara pegang-pegang segala lagi,di kira dia buah apa di pengang-pegang sebelum di beli '' gumam Danu dalam hati yang penuh kekesalan.

__ADS_1


'' Gue gak papa kok gak usah khawatir '' jawab Andini dengan tersenyum.


'' Nih '' Steven menyodorkan sebuah parsel berisi buah kepada Andini.


'' Wuuuaaahhh makasiiiiihhhh baik kamu banget '' ucap Andini penuh haru.Hingga tak sadar ada sepasang mata yang sedang mengamatinya.


'' Cih,segitu senengnya dia,kalau cuma buah sih jangankan sepaket ,sama toko-toko nya pun bisa gw beli '' lagi-lagi Danu mengomel dalam hati.


'' Eh itu Mela juga datang '' ucap Andini bersemangat melihat Mela yang baru turun dari ojek online.Mela menghampiri mereka dengan satu kresek buah yang ada di tangannya.


'' Loh Mel kesini lu datang juga,kenapa gak barengan aja sama Steven ? '' Andini pura-pura tidak tau akan kedatangan mela,padahal ini adalah ide darinya. '' Hehehe ya mana gw tau klo chef Steven juga kesini '' jawab Mela mengikuti akting Andini di hadapan Steven. '' Nih pesanan lu '' Mela menyodorkan plastik yang ada ditangan nya kepada andini, '' makasih Mel '' ucap Andini senang.


'' Ehem,ehem,ehem '' Danu berdehem menandakan keberadaan nya yang sedari tadi tak di anggap oleh mereka.


'' Eh mel,chef kenalin ini mas Danu temennya kak Andra ,Dan mas kenalin ini temen aku Mela dan ini Steven '' Andini memperkenalkan mereka.


'' Kak Andra kan gak di rumah kenapa dia datang ? '' sindir Steven ketus.Mendengar ucapan Steven Danu langsung melirik tajam. '' Wah mulai cari masalah nih si bulekpotan '' hati Danu serasa terbakar,namun sebisa mungkin ia tahan karena tidak ingin membuat masalah di depan Andini.


'' Ya karena kak Andra gak ada di rumah jadi mas Danu adalah tamu ku juga,ayo masuk kedalam biar lebih enak ngobrolnya '' ucap Andini sambil beranjak dari duduknya.Mendengar sedikit pembelaan dari andini,membuat danu merasa senang dan tersenyum.Mereka masuk ke ruang tamu di rumah Andini.


Andini duduk bersimpuh di lantai sambil meletakkan sepotong cheese cake buatan nya ke piring kecil, lalu memberikannya pada Danu '' ini mas di cobain ''.Danu tersenyum lebar karena ia mendapatkan potongan pertama yang di berikan Andini.Perasaannya melambung ke awan merasa di nomor satu kan oleh Andini.


'' Wah enak banget rasanya '' ucap danu sambil menikmati sepotong cake yang ad di tangannya.


'' Ya jelas lah enak,orang yang masak koki hotel bintang lima '' lagi-lagi Steven menceploskan kata-kata dengan nada tidak suka.


Danu terus menatap Andini karna belum sepenuhnya paham ucapan steven,namun Andini hanya memberikan senyuman manisnya.


'' Andini itu seorang koki andalan di hotel berbintang lima mas,jadi sudah pasti cake yang di buat Andini terasa enak '' jelas Mela pelan.


'' Nih mas cobain puding mangga aku '' Andini menyodorkan sepotong puding yang ia letakkan di piring kecil '' Danu langsung meraihnya dan menyantapnya hingga habis,namun kali ini ia tidak berkomentar apapun hanya berusaha menunjukkan dengan ekspresi wajah Danu yang terlihat lahap.


'' Gak pernah makan puding ya ? '' Steven mendengus kesal karena Andini terus memperhatikan Danu yang tengah makan.Kini Danu tidak memperdulikan ucapan steven,karena merasa Andini masih berpihak padanya.


'' Lagi '' ucap danu menyodorkan piring nya yang sudah kosong kepada Andini.Lalu dengan cepat Andini mengambil sepotong puding itu lagi. '' Laper apa doyan? rakus amat '' ucap Steven mengambil buah yang sudah di potong-potong oleh Mela.

__ADS_1


'' Stev gak usah gitu ah ngomongnya mas Danu kan lebih tua dari kamu,hormatin dikit lah,lagian kan kalau mas Danu nambah lagi itu artinya dia suka dengan masakan aku.Jadi gak sia-sia dong aku capek-capek masaknya,kalau ada yang suka '' ucap Andini penuh pembelaan terhadap Danu . '' Dengerin tuh '' ucap danu dengan mulut yang penuh berisi puding.


Hati Danu semangkin menari-nari di atas awan mendengar Andini sedari tadi membelanya.


Sementara Steven hanya bisa mendengus kesal.


'' Ini buahnya udah siap aku potong,silahkan di cicipin juga dong '' ucap Mela sambil menyodorkan piring buah kepada Danu.Danu tersenyum lebar lalu mengambil sepotong buah dan memakan nya '' waaaaahhh buah ini juga rasanya enak banget walau cuma di potong-potong,mungkin karna yang motong cantik kali ya '' ucap danu sambil menyeringai,akhirnya jiwa perayu danu muncul tanpa di sengaja.Mela sampai tersipu malu mendengarnya,sementara Andini merasa sedikit kesal mendengar pujian yang di lontarkan oleh Danu untuk mela Barbie


" Huh dasar kadal buntung ,gak bisa liat cewek bening dikit ,terus deh disikat '' Andini menggerutu di dalam hati.


'' Nih mas di makan lgi dong kalau enak '' Mela menyodorkan sepotong buah lagi kepiring danu. '' Boleh boleh '' ucap danu sambil melahap buah itu sampai habis,tidak menyadari Andini yang sudah di penuhi kekesalan karna sikap manis nya pada Mela.


'' Coba aja di sini ada Beri pasti dia seneng tuh liat banyak makanan disini '' ucap danu pelan,ia kembali tersenyum mengingat sosok temannya yang doyan banget makan.


'' Beri siapa mas? '' tanya Mela penasaran '' oh bukan siapa-siapa,cuma seorang temen gw yang suka banget makan ,tapi semenjak nikah satu hari yang lalu dia jadi sombong ,maklumlah pengantin baruuu hahahaha '' danu tertawa dan di ikuti oleh Mela,sementara Andini dan Steven hanya tersenyum kecut.


'' Din katanya sakit mau istirahat,kenapa bikin kue segala ? '' pertanyaan Steven menghentikan tawa mereka, '' ya daripada diem melulu di kamar kan bosen '' jawab Andini asal, '' ya namanya juga istirahat ya berarti diem lah,tapi kalau masih mengerjakan sesuatu namanya bukan istirahat '' protes Steven pada andini,namun hanya di beri senyuman oleh andini.Karena Andini sudah mengenal Steven dengan baik,ya memang begitulah caranya memberi perhatian.Dia tidak seperti Danu yang pandai dalam hal merangkai kata-kata.


'' Ayo kita ke dokter '' Steven mencari-cari alasan untuk sekedar ingin berduaan dengan andini. '' Ah gak usah stev terimsksih ,aku gak papa kok, mending kita jalan gitu keluar seru-seru an di rumah terus bosen nih,kalau jalan-jalan pasti seru '' Andini langsung memiiki ide untuk membuat steven memiliki waktu dengan mela.


'' Katanya sakit,kok malah jalan-jalan? '' protes Steven lagi.


'' Iya sakit kalau dirumah terus,tapi bakalan sehat kalau udah jalan-jalan biar fress.Ayolah stev pliss... '' Andini menyangkutkan kedua tangannya memohon.


'' iya stev,kasian tuh Andini sampai memohon gitu '' sambung mela,dan beranjak memeluk Andini seperti teletabis .


'' Boleh juga,sepertinya seru tuh '' timpal Danu bersemangat,karna Danu tau bahwa Andini tidak sakit badan nya,hanya saja hatinya yang sedang sakit.Jika jalan-jalan mungkin akan membantu Andini untuk sedikit melupakan masalahnya pikir Danu.


'' Om om gak usah ikut '' ucap Steven sinis,Danu langsung melirik tajam. '' is Steven jangan gitu ah,mas Danu bukan om-om tapi pria matang '' Mela membela dengan tatapan penuh haru.


'' Wah terimakasih Mela cantik.....,seratus buat lu, ntar gw traktir deh '' balas Danu bahagia karna memiliki Mela sebagai suporter.


'' Pria matang apaan,pria busuk iya '' cela Steven.Danu langsung melotot '' steveeeeen '' ucap Mela mengerutkan bibirnya sambil memukul-mukul lengan steven.


Andini hanya menggeleng -gelengkan kepalanya melihat perseteruan di antara mereka--

__ADS_1


__ADS_2