Cinta Di Antara Permusuhan Keluarga

Cinta Di Antara Permusuhan Keluarga
Rindu


__ADS_3

Pernah dengar istilah, jika ada seseorang yang pergi dalam hidup maka akan ada rasa kosong yang timbul. Itulah yang dirasakan oleh Wisnu saat ini. Laki-laki dengan kemeja hitam berlengan pendek, duduk termenung di kursinya tidak tahu apa yang dijelaskan oleh sang dosen.


Lelaki itu tidak banyak bicara hari ini, dia lebih banyak berdiam diri dan tidak fokus pada apapun. Pikirannya, hanya terkunci pada satu hal, Eleena.


Sudah satu pekan lelaki itu menjadi asing bagi Eleena. Hubungan asmara mereka yang hanya berjalan dua bulan, tapi entah mengapa Wisnu merasa hidupnya hampa sekarang. Ada yang hilang dari kehidupan seorang Wisnu Putra Aksanta semenjak dia mengakhiri hubungan dengan Eleena.


Padahal mereka saja bukan pasangan yang saling cinta dan memiliki banyak kenangan romantis bersama, tapi Wisnu sampai seperti ini hanya karena kehilangan Eleena.


Begitu bel berbunyi dan mengeluarkan satu persatu orang dari kelas, Wisnu masih saja berdiam diri di dalamnya. Menyuruh Baim dan Gilang untuk pergi lebih dulu dan membiarkannya sendiri di sini. Dia masih ingin berkutat dengan perasaan anehnya.


"Kosong banget," ucap Wisnu melihat keseliling kelas. Hanya tersisa dia seorang di sana.


Wisnu menghidupkan ponselnya. Tangannya mengutak-atik galeri foto. Wisnu menggeser satu demi satu foto yang terdapat di sana, hingga tangannya terkunci pada foto seorang gadis.


Foto Eleena, saat mereka berdua berdansa di taman diiringi oleh suara biola, piano dan kawan-kawannya. Foto itu dikirim oleh orang suruhan Wisnu untuk memotret mereka dari jauh selama dia mengajak Eleena pergi menghabiskan waktu untuk menciptakan kenangan yang pastinya akan dirindukan.


Wisnu menghela napas, jujur kekosongan ini semakin lama semakin menjadi, Wisnu seakan terjebak di dalam sini tak mampu bergerak ke manapun lagi.


Wisnu bangkit, dia menaruh ranselnya di pundak sebelah kiri dan keluar dari kelas dengan langkah gontai tak memiliki semangat hidup lagi. Laki-laki itu berjalan pelan, matanya sesekali mencari kehadiran seseorang. Seakan, dia berharap orang itu akan muncul dihadapan dan menyapanya setelah satu minggu mereka tidak bertemu.


Hubungan mereka memang sudah berakhir, tapi apakah harus mereka menjadi seasing ini?

__ADS_1


Wisnu berbelok ke sebelah kiri, dia pergi menuju taman kampus. Bukannya menuju area parkir dan segera pulang Wisnu malah berkeliling di sekitar taman untuk menenangkan diri. Lelaki itu berjalan pelan, duduk di bawah salah satu pohon rindang, merasakan angin sepoi-sepoi yang singgah.


Wisnu menutup matanya, membiarkan pikirannya membawa dia untuk kembali mengingat Eleena.


Saat di mana Eleena menghampirinya dengan wajah yang ketakutan. Lelaki itu panik bukan kepayang saat melihat Eleena hampir menangis. Eleena segera masuk ke dalam pelukan Wisnu, tubuh gadis itu bergetar.


"El, kenapa?" tanya Wisnu panik. Eleena tidak langsung menjawab, gadis itu mengencangkan pelukannya. Dia mencari perlindungan dari pelukan hangat Wisnu.


"A-ada yang ganggu aku," ucap gadis itu gelagapan. Ketakutan masih sangat menguasai Eleena saat ini.


"Siapa yang ganggu?"


Eleena awalnya menolak, tapi karena gertakan Wisnu yang tegas Eleena terpaksa memberitahu Wisnu di mana dia melihat sekelompok pria mengerikan itu.


Eleena menunjuk salah satu pria dari kejauhan. Memberitahu Wisnu bahwa pria itu lah yang hampir saja melakukan hal menjijikkan pada Eleena.


Tanpa mengulur waktu, Wisnu langsung menghampiri pria yang sibuk dengan alkohol di tangannya saat ini. Eleena sudah mencoba untuk mencegah tapi dia terlalu takut untuk berjalan maju dan bertemu dengan pria itu.


bugh


Begitu tiba, Wisnu langsung melayangkan pukulan pada pria yang sudah mabuk itu. Pria itu yang tidak tahu apa-apa tentu saja marah pada Wisnu, dia bahkan berganti memukul Wisnu tapi kesigapan Wisnu menghentikan pergerakan tangan pria itu yang hendak memukul wajahnya.

__ADS_1


"Lain kali jaga sikap kalau sama perempuan. Jangan pernah ganggu cewek gue bangsat." Wisnu menghempaskan tangan pria itu kasar, memberikan tendangan di paha pria itu dan membiarkan pria itu menjerit kesakitan.


Wisnu kembali menghampiri Eleena yang bersembunyi agar tidak ketahuan oleh pria menakutkan itu.


"Dia udah selesai. Jangan takut lagi." Wisnu merangkul Eleena, dia membawa gadis itu untuk pergi dari sana. Memastikan bahwa gadis mungil di sebelahnya aman berada dalam rangkulannya.


Eleena menatap Wisnu, dia kembali menemukan ada hal yang bisa membuatnya tertarik lebih dalam pada Wisnu. Eleena memang bukan perempuan lemah yang takut pada laki-laki tapi sayangnya pria itu tidak bisa Eleena lawan. Dia terlalu menyeramkan, ada botol alkohol di tangan dan juga kata-kata tidak sopan keluar dari mulutnya. Eleena lebih baik melarikan diri dari pria seperti itu daripada harus mendapati hal yang tidak-tidak dari kegilaan pria itu.


Eleena tidak tahu kenapa Wisnu mau melindunginya bahkan sampai memukul pria yang sudah menganggunya. Kejadian yang terjadi sekitar satu bulan saat Eleena pulang dari rumah temannya setelah selesai mengerjakan tugas kuliah bersama, Eleena bertemu dengan pria sialan itu.


Karena Eleena tidak mau ada orang yang tahu bahwa dia di antar Wisnu, gadis itu menyuruh Wisnu untuk menunggu di depan saja bersama dengan mobilnya. Alhasil, Eleena harus melewati lorong yang lumayan panjang untuk tiba di rumah temannya dan juga keluar menghampiri Wisnu di depan. Dan sialnya, lorong panjang itu membawa Eleena bertemu dengan pria menjijikkan itu.


"Kok bisa kangen sama dia sih?" tanya Eleena pada dirinya sendiri. Eleena bangkit dari tidurnya di kasur. Dia malah kembali mengingat aksi heroik Wisnu memukul pria jahat yang mengganggunya itu.


Eleena menghela napas, beberapa hari dia bingung dengan perasaannya sendiri. Eleena cemas, tapi entah pada hal apa. Eleena bahkan sering sekali teringat pada Wisnu padahal dia sudah berusaha untuk menyingkirkan Wisnu jauh-jauh dari pikirannya.


Dia dan Wisnu sudah selesai, tidak ada lagi hubungan antara mereka. Lagipun, Eleena tidak menyukai Wisnu, tidak seharusnya dia mengingat Wisnu saat ini.


"Kok bisa ya, ngerasa kehilangan sama orang yang nggak disuka? Padahal, gue benci banget sama dia tapi kenapa sekarang gue malah ngerasa kangen ya sama tu orang," ujar Eleena di kamarnya.


Dan di sini, Wisnu yang sedang menyenderkan tubuh di salah satu batang pohon besar membuka matanya. Hanya ada keramaian orang yang berlalu-lalang ingin membeli eskrim yang dia lihat. Wisnu, tidak menemukan orang yang sejak tadi menghantui pikirannya. Wisnu, tidak menemukan Eleena.

__ADS_1


__ADS_2