Cinta Difia

Cinta Difia
LES


__ADS_3

Ujian sebentar lagi, Marsel sibuk dengan jadwal les dari sekolah dan jadwal pekerjaan yang tak bisa dia tinggalkan begitu saja, sehingga waktu untuk bertemu dengan Defa sangatlah terbatas, untungnya Defa sangatlah mengerti dengan keadaan.


Pagi hari Marsel ingin sekali bertemu Defa dia berusaha sepagi mungkin untuk bersiap-siap pergi kesekolah, karena siang harinya tak bisa langsung pulang, Marsel sudah diharuskan les bersama teman-temannya. Defa


yang sudah mendapat kabar dari Marselpun menunggu dengan senang hati.


Saat Marsel sudah mengeluarkan mobilnya sambil bersiul ria, tiba-tiba assistennya menelpon dia, dia nampak kesal dibuatnya, ingin rasannya menonaktifkan hapenya, tapi itu juga tak bisa dia lakukan , karena sang assisten punya beribu banyak cara supaya dia bisa mengikuti jadwal yang diberikan sang assisten.


Dengan kesal Marsel membanting pintu mobilnya, karena niat hati ingin bertemu Defa malah gagal total, dia harus bertemu dengan klien yang tak bisa ditunda lagi, karena mereka sama-sama sibuk.


Marsel lupa menghubungi Defa, dia langsung menemui klien yang sudah menunggunya ditempat yang tak jauh dari apartemennya.


Ditempat lain Defa menunggu dengan gelisah, tadinya papanya mengajak dia berangkat bareng, tapi dia sudah menolaknya karena tadi Marsel mau menjemputnya.


“kemana sih dia itu, ini udah telat nih” Defa dengan gelisah menunggu sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


“waktu sudah lewat beberapa menit, Defa tak sabar lagi, dia Marsel, tapi hape Marsel gak diangat-angkat, Defa kesal sekali diapun segera berangkat dengan ojek pilihannya.


“awas ya Marsel, berani banget boongin gue”Defa bergumam lagi


Defa sampai sekolah hampir kesiangan, gerbang sekolah hampir ditutup, saat yang sma Marsel juga baru tiba disana, tapi Defa sudah kesal duluan, dia secepatnya menuju kelas karena sebentar lagi masuk pelajaran


pertama.


“Defa…” Marsel memanggil Defa, tapi Defa sedikit berlari, dia tak menengok sedikitpun pada Marsel yang mengejarnya, Marsel juga tak bisa mengikuti Defa, karena dia juga harus masuk kelas. Akhirnya dia mengirim pesan singkat pada Defa.


“maaf ya tadi tiba-tiba disuruh ketemu klien” Marsel sangat takut Defa marah padanya, tapi mau gimana lagi dia juga tak bisa berbuat apa-apa lagi.


Waktu istirahat pun tiba, Marsel ingin sekali bertemu Defa, tapi saat melangkahkan kakinya dia diapanggil oleh gurunya.

__ADS_1


“Sel kamu nanti pimpin teman-temanmu ya untuk kumpul rapat”


“rapat apa bu?”


“untuk acara pasca ujian nanti”


“iya bu” setelah itu Marsel pun segera ingin menemui Defa tepi terhalang lagi dengan teman-temannya yang bertanya hal-hal yang diinfokan dari gurunya, hal itu membuat waktu terbuang dan waktu istirahat habis, Marsel


pun tak bisa bertemu dengan Defa lagi.


Begitulah setiap hari yang di lalui oleh mereka, hingga sampai waktu ujian tiba Marsel tak bisa bertemu Defa karena waktu yang padat antara dirinya dengan Defa. Defa berusaha memaklumi, dia tak mau ambil pusing lagi, toh kenyataanya memang mereka sama-sama sibuk.


Pag-pagi Marsel segera bertamu kerumah Defa, dia sudah tak tahan lagi ingin bertemu dengan pujaan hatinya.


“pacar aku ada di depan rumah” kata Marsel yang memang dia sengaja tak memberi kabar sebelumnya, tapi saat itu Defa belum mandi.


“ih ko pagi banget”


“ih dasar, belajar we padahalmah”


“beda tau”


Defa pun segera menemui Defa di depan rumahnya, mama nyapun heran Defa belum mandi tapi udah keluar kamar aja.


“mau kemana sayang”kata mamanya pada Defa.


“ke depan ma”


“oh ya udah, ko belum mandi?”

__ADS_1


“he…hari ini ujian ma, jadi Defa libur”


“anak perawan mau libur atau enggak tetap harus mandi, masa perawan bau”


“he..iya ma” Defa menjawab mamanya sambil terus menuju depan rumah, karena Marsel sedang menunggunya disana.


“hai” Defa menyapa Marsel disana”


“eh..hai juga” jawab Marsel terbata, dia sangat bahagia bertemu dengan Defa


“masuk yu”


“enggak ah, kita sarapan di tempat biasa aja gimana?”


“yaudah gue ijin dulu ya”


“ok” Marselpun menunggu Defa yang ijin dulu pada orang tuanya, tak lama kemudian Defa sudah muncul lagi dengan sweter kesukaannya, merekapun sarapan di tempat biasa.


Begitulah mereka, walaupun saling acuh tapi mereka tetap bersama entah apa yang membuat mereka tak bisah sekalipun jarang sekali bisa bertemu.


Ujian pun telah selesai, sesuai rencana dari awal Marsel pun mengejar cita-citanya untuk kuliah dia luar negeri, dia berangkat duluan kesana, tak lama Defa pun llus juga, dia pun menyusul Marsel untuk kuliah di tempat yang sama walaupun dengan jurusan yang berbeda, mereka saling mengisi satu sama lain. Selalu berusaha bertemu walau ssibuk apapun.


Defa mendapat beasiswa disana, diapun menjadi oang yang berprestasi disana. Kecantikan Defa makin menjadi, banyak kaum adam yang menyukainya disana, tapi dia tetap memilih Marsel walaupun ada berbagai tawaran


cinta untuknya, begitupun Marsel, banyak ceewek-cewek yang juga terang-terangan mengaku ingin jadi pacarnya, tetapi dia tak bergeming, tetap setia pada Defa.


Tahun berlalu mereka pun lulus dari Negara yang sama, Marsel memutuskan untuk segera menikah, untungnya orang tuanya tak ribet, mereka memberikan kebebasan untuk Marsel sehingga Marsel dan Defa pun menikah.


Kebahagiaan terpancar dari muka kedua insan itu, mereka berjanji untuk saling setia dan terbuka satu sama lain

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2