Cinta Difia

Cinta Difia
Beli buku


__ADS_3

Pulang sekolah Defa dan Fira janjian ke toko buku, karena letaknya yang tak jauh mereka naik angkot ber dua.


Defa dan Fira sudah biasa naik angkot dikala mereka ada waktu, hanya untuk main bersama atau ada bahan praktek sekolah yang harus mereka cari. Tak ada gengsi bagi mereka, selama itu aman dan cepat mereka santai saja melakukanya. Fino yang baru saja keluar dari sekolah melihat mereka, Fino merasa penasaran dengan keduanya yang mau naik angkot, padahal mereka kalo naik taksi pun cukup mampu.


Defa dan Fira sampai di toko buku yang mereka maksud, Defa langsung mencari buku-buku yang dia inginkan, bahkan novel-novel baru yang menurutnya bagus dia pun beli, hampir satu keranjang penuh dengan buku, sedangkan Fira hanya membeli satu buku, itupun buku cerita cinta.


Fira datang menemui Defa, sambil membaca buku yang dia lihat di etalase.


"Fir mana buku kamu, udah dapet kan?" Defa bertanya kepada Fira, heran soalnya Fira hanya membeli buku kecil, sedangkan dirinya begitu banyak.


"udah, tuh..bagus kan?" Fira hanya mesam mesem..


"dari tadi hanya dapet itu?" Defa melongo dibuatnya.


"hooh..he.." Fira malah ketawa melihat ekspresi Defa.


" yakin gak beli lagi, kan kita pasti butuh" Defa heran, padahal Fira hanya buku mah mampu beli.


"yakinlah, kan ada elo dan perpus, lagian ngapain gue beli baca juga jarang, ya kalo ada tugas mah nyontek dikit gak apa-apa kali hihi" Defa hanya menarik nafasnya saja.


"terserah kamu ajalah" Defa pasrah dan tak mau ikut campur urusan Fira, karena menurutnya Fira sudah punya tujuan sendiri.


"lo mana belanjaanya, parah lo gak beli satupun" Fira balik nanya karena tak melihat Defa membawa buku satupun.


"udah gue titipin di kasir, berat gue kalo dibawa-bawa, ini lagi nyari lagi biar gak bolak balik sekalian mau beli sekarang."Kata Defa


" udah dapet tapi?"


"tuh gue udah pisahin" jawab Defa sambil menunjukan beberapa buku yabg sudah dia pisahkan.


"owh.."


Fini yang mengikuti mereka langsung menelpon Marsel.


📲..


" halo sel..gue kirim gambar sesuatu, pasti lo seneng" kata Fino.


"apaan?" Marsel pun langsung melihat foto Defa yang dikirim Fino.

__ADS_1


"tunggu gue disana" Marsel langsung tancap gas menuju tempat Defa.


Fino melongo dengan jawaban sahabatnya ini, gak salam, gak terimakasih, tutup aja langsung telponnya.


"dasar gak tau terimakasih, gue bantu malah nyuruh, dasar..." Fino menggerutu sambil memperhatikan toko buku, karena takutnya Defa malah pergi duluan.


"Defa udah yuk, gue bosen kelamaan disini" Fira mulai merengek, karena dia memang tak suka dengan baca buku.


"iya...bentar lagi ko, ini udah hampir semuanya" Defa menjawab sambil matanya memperhatikan buku-buku yang ada di pajangan.


Marsel datang tepat saat Fino mau menelponya.


"lo kelamaan, keburu pulang mereka" Fino kesal jadi tukang tunggu bagi Marsel.


"tenang aja, ntar gue traktir ok, Marsel langsung masuk dan mencari Defa, saat dia melihat Fira, dia pun mengkode Fira supaya pergi dan dia yang menggantikannya, Fira yang tau maksud Marsel pun hanya menganggukan kepalanya, diapun pergi menjauh dari Defa.


" Fir lo gue udah beres, lo udah kan?" Defa bertanya pada Fira tanpa melihatnya.


" yuk ah kita bayar sekarang" Defa mengajak Fira ke kasir untuk membayarnya.


"Fir lo ko diam aja sih dari tadi, bukanya lo yang mau cepet-cepet kan?" Defa masih bertanya, tapi Fira tak menjawabnya, Defa pun penasaran dengan Fira diapun berbalik dan begitu kagetnya dia melihat ada Marsel disana yang tersenyum sangat manis kearahnya.


"Marsel..ngapain kamu disini, mana fira?" Defa melotot kepada Marsel. Marsel yang ditanya hanya mengendikan bahunya.


"duh jangan kayak gitu dong" Marsel tak kuat menahan perasaanya.


"gitu apanya?" Defa pun mendelik ke arah Marsel.


"udah ya ngambeknya, lagian tadi Fira juga kayaknya udah gak betah, masa kamu mau tahan dia"


"siapa yang mau nahan, lagian ngapain kamu disini?"


"udah ah ngambeknya, ntar ilang lo cantiknya.


" biarin ajalah, suka-suka aku"


"ntar kucium lo" Marsel mengancam Defa, karena tau Defa masih tabu hal seperti itu.


Defa kesal dengan Marsel, itu membuat Marsel senang menggodanya terus. Defa pun segera membawa buku yang sudah dia pilih dan membawanya ke kasir, di segera membayarnya walauwan da insiden tarik menarik karena Marsel ingin membayar buku pesanan Defa.

__ADS_1


Defa akhirnya yang tetap membayar bukunya, dia tak mau punya balas budi, Marsel diancam kalo maksa bayarin buku, maka Marsel Defa tak melihat Marsel lagi, dengan begitu Marsel ketar ketir dibuatnya, diapun setuju untuk itu.


Defa pun menjumlah semua bukunya, Marsel kira buku yang dibeli Defa hanya yang Defa bawa saat ke kasir, tapi ternyata buku nya sudah numpuk di kasir sebelumnya, membuat Marsel melongo.


"ini kamu beli buku sebanyak ini?" Marsel merasa heran plus takjub dengan Defa yang benar-benar suka buku.


"wah kalo begini banget kapan gue pacaranya" bisiknya dalam hati.


"kenapa lo diam, kalo lo mau ya beli aja, gue duluan ya" kata Defa ke Marsel


"oh ya mbk ini tolong kirimkan ke alamat ini ya bukuya" Defa berpesan ke kasir untuk mengimkn buku sesuai alamat yang dibuatnya.


Defa pun keluar dari toko dan segera memesan ojol untuknya, Marsel menemaninya diam di depan toko.


"lo mau kemana sekarang?" Marsel penasaran


"gue ada perlu, kenapa gitu?"


"nanya aja he..."


Tak lama berselang ojol pesanan Defa datang, Defa segera menerima helm yang di berikan ojolnya.


"eeh kamu mau ngapain?" Marsel cepat membayar ojol yang sudah dipesan Defa dan memberikan helmnya ke ojol.


"kalo mau jalan tuh bilang, kan ada gue"


"ih terus urusanya sama lo apa, gue ada perlu lo pergi aja gih"


"gue siap anterin kemana pun lo pergi he.."


"gak ah, males gue...sana ah.."


Marsel memegang tangan Defa dan membawanya menuju motornya, dia segera memasangkan helm.


"sekarang anggap gue ojol lo ya, saya siap mengantar kemanapun tuan putri pergi" kata Marsel sambil tersenyum manis, semanis gula asli.


"heh..yaudahlah..anter gue ke rumah singgah di TPS"


"mau ngapain ke tempat jorok kayak gitu, banyak lalernya, bau lagi" Marsel pun menggidikan bahunya.

__ADS_1


"yaudah gue turun kalo gitu" Marsel kaget melihat Defa turun lgi daei motornya, diapun langsung mengiyakan Defa mengikuti keinginannya.


Defa menunjukan lokasi yang dia tuju ke Marsel, Marsel pun mengangguk walaupun hatinya tak suka, tapi demi Defa dia rela.


__ADS_2