
Defa berjalan santai menuju kelas nya, dia seorang diri tanpa ada Fira yang menemaninya.
"hai..." Difia meliril sebentar orang yang menyapanya. Dia heran kenapa Marsel jadi ao akrab dengan ya, tapi dia cuek aja dan secepatnya menuju kelas. Orang-orang yang melihat nya merasa heran dengan sikap Marsel yang tiba-tiba ramah pada cewek, juga heran pada sikap Defa yang cuek padahal yang menggodanya adalah most wanted di sekolah."
"itu si Defa gak ngaca kali ya atau gak sadar diri, masa ada Marsel dia biasa aja" Riana salah satu fans berat Marsel merasa tak terima dengan sikap Defa.
"Dia memang sombong, masa ada Marsel gak di jawab sapaanya." kata temanya yang lain menimpali.
"ntar kita datangin yuk kelasnya" Riana merasa semangat, banyak yang satu frekuensi dengan ya.
Defa pun sampe kelas, dia duduk dengan santai, dan membuka bukunya, tak lama datang lah Fira dan langsung duduk dengan ya.
"Def gue tadi gue denger kayanya lo gak ngejawab sapakan Marsel, kenapa sih?" Fira mulai kepo pada Defa. Defa yang di tanyato malah mengendikan bahunya.
"Def gue serius, kalo lo kayak gitu lo dalam bahaya" Kata Fira menjelaskan.
"ah lebay lo, buktinya dari waktu kata lo gue dalam bahaya, sekarang gue baik-baik aja, udah lah santai aja." Defa malah berfikir justru Marsel sekarang malah seperti mendekatinya, terus apa bahayanya.
__ADS_1
"terserah lo aja lah" Fira tak mau berlama-lama ngobrolin itu, karena hasilnya sama aja.
"eh Def hari ini penentuan pemenang kan, lo harus menangin kelas kita ya"
"gak tau, gue gak jamin."
"lo pasti bisa"
"ya...ya do'ain aja lah"
Tiba-tiba datang rombongan Riana ke kelas, memukul meja dan membentak Defa.
"hei lo ya, awas lo kalo berani godain Marsel, lo gue ikat lo, dasar wanita penggoda." Riana sengaja membuat kerusuhan, dia sengaja menuduh Defa.
"hei...siapa yang menggoda gak ada ceritanya ya seorang Defa godain laki-laki" Fira malah lantang menjawabnya.
"jangan ikut campur bukan urusan lo" Riana mengancam Fira, setelah itu mereka segera pergi dari kelas karena pelajaran akan segera dimulai. sempat terdengar kasak kusuk dari temanya yang lain, tapi dia cuek aja dan segera fokus ke pelajaran yang akan segera dimulai.
__ADS_1
" Riana emang gitu Def, lo tenang aja, kita dukung lo daripada Riana" Wini pun berbicara dan memberikan dukungannya.
"ya makasih"
Waktu pelajaran pun selesai, Defa membawa bekalnya menuju tempat paforit dan segera melahapnya sebelum dia malakukan pertandingan.
"enak ya, gue minta dong" tiba-tiba ada yang duduk disebelahnya. Defa diam saja, fokus pada makanan yang sedang dia makan.
"hei lo pelit ya, gue minta dong" Marsel pun segera ikut makan nasi dari bekal Defa
"hei..lo gak sopan banget ya, ini makanan gue, lo beli aja sana" kata Defa
"yaudah nih gue bayar, lo aja yang beli dan makanan ini untuk gue" Marsel malah sengaja mengambil wadah makan dan segera memakanya. Defa merasa heran tapi dia cepet juga mengambil kotak mamanya, dan menjauhi Marsel.
"Marsel malah mendekatinya dan merebut wadah makan Defa lagi" Defa kesal dengan sikap Marsel, yang suka seenaknya.
"yaudah itu buat lo aja" Defa segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1