
Taksi yang di tumpangi Defa akhirnya sampai juga kerumahnya. bukan pak supir yang membangunkan Defa tapi Marsel yang menggerakan tangan Defa.
Awalnya Marsel ragu-ragu, tapi saat Defa dibangunkan tak bangun-bangun, Marsel gemas sendiri, dia ambil kacamata hitamnya setelah itu dia ambil korek dan dinyalakan di depan mata Defa.
"kebakaran woy...kebakaran.." Marsel tersenyum usil, awalnya Defa hanya diam, badanya mulai gerak, saat diapstikan Defa akan membuka matanya, Marsel segera menyalakan apinya.
"Kebakaraaaaan...pada dimana ni orang -orang" Defa panik sendiri, dia mancari air minum di tasnya.
Marsel yang melihat tergelak tertawa, dia merasa lucu dengan sikap paniknya Defa.
"ha..ha..."
Defa masih panik sendiri mancari air dan disiramkan ke depanya, mobilpun basah .
."ha. ha...ha.."
Marsel tertawa geli, tapi lama-lama Defa pun sadar, dan dia mencubit lengan Marsel.
"gak lucu ya" katua Defa sewot, dia langsung turun dari taksi yang ditumpanginya dan membayar taksi tersebut.
"gak usah lo bayar, gue udah bayar dauluan" Katua Marsel sambilan tersenyum mengejek Defa.
"gue gak minta ya, gue masih mampu" Defa manyun dan itu sukses membuat hati Marsel nyutnyutan.
"udah lo gitu aja repot, sana pulang" Marsel gak kuat menahan hatinya melihat tingkah laku Defa.
"yaudahlah ni buat lo aja, makasih." Defa segera menuju rumahnya.
"Assalamualaikum mama" Defa seperti bisa berteriak masuk ke rumah dan mancari mamanya dan neneknya.
Difia yang sedang di taman belakang dengan ibunya pun sudah faham dengan kebiasaan Difia, anak dan cucu kasayangan mereka.
"ya sayang mama di sini sama nenek" katua Difia, tapi diapun sambilan berdiri menghampiri anaknyo yang baru pulang.
__ADS_1
"gimana pertandinganya sayang?" Difia sangat manyayangi Defa, dia selalu menyambut anaknya itu dengan senang hati dari manapun.
"alhamdulilah mah lancar, mungkin besok Defa juga akan tanding sama kakak kelas, dan kalo lolos terus ke antar sekolah" Defa menjelaskan.
"Yaudah semoga lancar, dan kamu sehat nak" Difia selalu mendo'akan Defa atas apapun yang dilakukan anaknya.
"mah Defa mandi dulu ya, kini lengket banget, gak enak" Defa pun segera ijin untuk ke kamarnya, namun di tahan oleh Difia.
"nak ko gak sopan, sejak kapan kamu membiarkan temanmu berdiri disana, kasian lo, dia juga kayanya cape" Difia menegur anaknya.
"duduk nak" Difia segera menghidangkan minuman untuk Marsel.
Defa terkejut dan langsung menemui Marsel.
"kenapa lo ikut, lo pulang aja ya" Defa merasa gak enak hati karena belum pernah ngajak siapapun ke rumahnya dan Marsel tiba-tiba sudah ada dihadapanya.
"lo ngusir gue, gue bilangin ke mama lo ya?" Marsel tersenyum manis.
"ih lo ya, terserah lo gue mau mandi" Defa langsung meninggalkan Marsel yang duduk di kursi rumahnya.
"iya gak papa tante, panggil saya Marsel aja tan"
"satu kelas ya sama Defa?" Difia mulai menelisik Marsel.
"uhuk..uhuk" Marsel kesedak minuman karena bingung mau jawab apa.
"saya beda kelas tante sama Defa, cuma saya juga suka basket juga"
"gitu ya? yaudah tante tinggal dulu ya, Defa nya mungkin lagi mandi tunggu aja".
"iya tan santai aja, makasih" Marsel tersenyum senang, karena Difia ternyata ibu yang baik dan ramah padanya.
Marsel manunggu Defa mandi, tapi sudah lima kelas menit Defa tak turun-turun, dia mulai kesal tapi dia tahan
__ADS_1
Menit-menit pun berlalu, dia masih berusaha sabar, tak ada yang menaninya, hingga terdengar sebuah kalakson mobil masuk diluar, Difia yang sedang di belakang rumah langsung masuk dan akan menyambut Defano pulang, tapi pas dia melewati ruang tamu dia melihat Marsel duduk sendirian.
"nak kamu masih di sini, maaf ya kirain mama udah pulang, lah Defa nya ke mana? ko gak ada, jangan-jangan dia ketiduran nak" Difia merasa gak enak hati dengan Marsel, karena anaknya malah tak kunjuang keluar dari kamar.
"gak apa-apa ko tan, mungkin Defa kecapean, saya pulang aja" Marsel akhirnya pamit pulang, dia yalin Defa sengaja membiarkanya sendiri di sana.
"Tunggu ya nak sebentar, tante mau nyambut suami tante dulu, papahnya Defa" Difia pun langsung keluar dan menyambut suaminya.
"mah..seperti nya mama" ngobrol sama seseorang, ada siapapun di rumah?"Defano malah curiga pada Difia.
"itu tuh ada temenya Defa, tadi datang bareng ke rumah, tapi sekarang Defa nya belum turun juga dari tadi, kayanya dia kecapean" Defano menjelaskan kepada suaminya.
"yaudah suruh pulang aja"
"ih gak sopan, ntar mama mau bangunin Defa dulu, gal enak sama tamu" Defano langsung masuk rumah dan melewati Marsel yang sedang di ruang tamu.
"kamu temenya Defa ya?"
"ya om"
"saya ke atas dulu ya"
"iya om"
Setelah mengantar suaminya ke kamar, Difia pun langsung ke kamar Defa, membuka pintu kamarnya, dan benar saja Defa sedang tidur dengan nyenyaknya.
"astagfirulloh ni anak, temenya dibiarkan sendirian di bawah" akhirnya Difia kembali lagi ke Marsel.
"nak maaf ya Defa nya tidur nyenyak banget"
"yaudah tan, saya pulang dulu" Marsel pun pulang karena merasa tak enak hati juga kalo disana terus.
"maafin anak tante ya" Defa meminta maaf lagi.
__ADS_1
"gak apa-apa tan" Marsel pun segera meninggalkan rumah Difia.