
Saat sudah menemukan jalan, HP Defa pun berdering.
📲Defa kamu dimana, kamu mau bikin tim kita kalah sebelum bertanding.
📲saya dijalan pak, barusan saya di cegat preman
📲apa?tapi kamu baik-baik saja kan, dimana sekarang?
📲saya di jalan ke arah sekolah pak, yang jalan adipati
📲 ya sudah saya kirim orang tuk jemput kamu.
Hp pun mati, Defa kelelahan, dia mencoba mencari tempat aman untuk menunggu jemputan, melihat kembali hp ternyata sudah puluhan panggilan, dan sms masuk, termasuk dari mamanya.
Defa tak ingin mamanya khawatir, dia segera menghubungi mamanya dan memberitahunya bahwa dia baik-baik saja.
Dari arah berlawanan ada mobil yang mendekatinya, Defa sudah waspada, takut kejadian terulang lagi. Mobil itu berhenti keluarlah sang pemilik mobil.
"Defa ngapain kamu disini, ayo masuk" orang itu khawatir melihat Defa yang acak-acakan.
"tapi gue lagi nunggu jemputan"
"gue yang anterin"
"takutnya bentar lagi nyampe" Defa tiba-tiba manja pada Marsel, membuat Marsel bahagia, dia merasa dicintai, walaupun sebenarnya Deda hanya reflek karena dia cape.
"ntar gue bilangin, yaudah lo mau ke sekolah kan, gue telpon dulu gurunya, biar mereka gak khawatir sama lo"
Marsel pun segera menelpon gurunya untuk memberitahu bahwa dia yang akan mengantar Defa ke sana.
melihat Defa yang kecapean Marsel inisiatif menawarkan air, tapi Defa tolak, karena Defa juga membawanya.
"Bukanya seharusnya udah berangkat ya ke sana, kenapa malah ada di jalan?" Marsel menanyakan yang jadi unek-uneknya.
__ADS_1
"tadi ojol yang gue tumpangi mogok, gue cegat motor buat anterin ke sekolah, malah gue di bawa ke tempat lain" katq Defa bercerita.
"ngapain kesana?" Marsel penasaran
"ternyata disana banyak preman menunggu, mereka mau merampok dan membawa gue, untung ada yang bantuin, jadi gue bisa selamat" kata Defa sedikit berbohong, dia tak ingin dianggap pamer bisa melawan preman.
"oh..gitu" kata Marsel
"kenapa,gak suka ya gue selamat?" Defa kesal dengan jawaban Marsel, padahal tadi dia bertarung hidup dan mati, tapi Marsel seolah-olah biasa saja.
"gak ko gak apa-apa" jawab Marsel
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sekolah, guru dan teman -teman segera menyambutnya.
"makasih ya Sel, lo dah anterin gue" Defa tak lupa pada Marsel, walaupun ngeselin tapi dia telah membantunya"
"sama-sama, gue seneng ko bisa bantu lo, semoga lo gak kenapa-napa lagi"
Setelah itu Defa langsung menemui teman-temanya.
"gimana keadaan kamu Defa?"
"saya baik ko pak"
"saya hampir mau ninggalin kamu kalo tadi kamu tak ngasih tau"
"ya maaf pak, saya juga gak tau bakal ada kejadian seperti ini"
" lain kali hati-hati " kata pak guru
"iya pak makasih"
Karena waktu yang sudah mepet, setelah Defa datang mereka langsung berangkat, mereka bersyukur Defa bisa hadir walaupun pada awalnya mereka khawatir, karena Defa merupakan salah satu bintang di tim mereka.
__ADS_1
Salah seorang tiba-tiba bangun saat semua telah tidur pulas, dia mengisyaratkan amarah yang besar dan berjalan ke arah Defa, tapi dia hanya melihat Defa tak lama duduk kembali.
Tengah malam mereka sampai di hotel tempat mereka nginap, karena masih ngantuk mereka langsung mengambil kunci masing-masing yang sudah diatur oleh guru-guru dan segera menuju kamar masing-masing untuk melanjutkan tidur mereka.
Waktu pun berjalan dengan sangat indah, pagi menjelang semua sibuk dengan aktifitasnya, Defa bangun tidur tak lupa memberi info ke mama nya, setelah itu dia bersih-bersih dan bersiap supaya nanti tidak telat.
Jadwal pertandingan mendapat kesempatan ke dua jam 8 pagi, kalo lolos dia akan tanding lagi jam 1 siang dan terakhir final jam 4 sore untuk menentukan pemenang.
Defa dan Nisa teman sekamarnya sekaligus timnya juga turun ke bawah, mereka mencari sarapan, ternyata disana sudah banyak teman-teman yang lain sarapan juga, guru yang menjadi pembimbing pun ikut disana, hanya salah satu yang sepertinya memisahkan diri dengan menu yang berbeda.
Setelah mengantar Defa, Marsel bertemu dengan teman-temanya, mereka main bilyard di rumah Fino.
"Sel lo gak ikut kesana gitu?"
"pengen ya gue kesana tapi gue besok harus ke perusahaan"
"emang lo udah resmi ya wakilin perusahaan di sini?"
"dari dulu gue udah dipersiapkan, jadi gakan bisa ngelak apapun, apalagi bentar lagi kita lulus, gue dituntut buat megang full"
"berat juga jadi lo, tapi gue yakin lo bisa"
"ya gue harua bisa, apalagi gue lihat ada suatu permainan dalam tubuh akunting, banyak kejanggalan yang gue lihat"
"yakin lo, hati-hati aja, orang yang lo tunjuk itu kan orang kepercayaan ortu lo.
" justru itu, kayaknya kepercayaan yang ortu gue kasih dia manfaatin."
"semangat ya"
"heum.."
Mereka ngobrol dan becanda sampai pagi, Fino dan Tina pun selalu menghibur Marsel yang baru aja mau deket sama Defa malah sekarang diuji dengan jarak, walaupun hanya satu hari.
__ADS_1