Cinta Difia

Cinta Difia
Kemana Difia


__ADS_3

Jam pelajaran pun masuk, Rini menunggu Difia tapi tak kunjung datang juga.


"Kemana Difia, jam segini ko belum datang ya?" gumamnya dalam hati.


"Gak biasanya Difia gak masuk, kemana dia." fikir Rini lagi sambil melamun, menatap pintu, berharap datang Difia, tapi sampai jam pulang Difia benar-benar tak kelihatan.


"Rin sohib mu mana?"


"Sohib yang mana nih?"


"Itu tuh si lusuh yang suka sama kamu terus."


"Maaf ya aku gak punya tuh nama teman yang namanya si lusuh." Rini menimpali.


"Si Difia kemana." kata Dini kesal.


"Ada apa nanyain dia?" Rini balik nanya, sambil pandanganya lurus menatap Dini.


"Uh ditanya malah balik nanya." sahut Dini bibirnya sekilas tersenyum sangat tipis bahkan orang tak akan menyadarinya.


" lagian tumben nanyain, biasanya juga nggak." kata Rini.


🐻🐻🐻


Defano dari pagi menghubungi Difia, hatinya sungguh merasa tak tenang, chat yang dia kirim, tak ada yang dibaca satupun. Defano mencoba menghubungi Difia di sela-sela kesibukanya, tapi nomor Difia tak bisa dihubungi, hatinya sungguh cemas, walaupun ini bukan kali pertama Defano jauh dari Difia, tapi Defano sungguh cemas. Tak biasanya hatinya segelisah ini.


Siang hari Defano berusaha menyempatkan diri menemui Difia di kelasnya. Defano pun segera mencari Difia saat para mahasiswa keluar kelas, tapi Difia tak kunjung keluar.


Rini pun keluar kelas sendirian, Defano tambah cemas. Defano segera menemui Rini setelah anak-anak yang lain berpisah dengan jauh dengan Rini untuk mengurangi kecurigaan yang lain


"Rini." Defano memanggil Rini.


Rini mencari asal suara.


"iya pak." Rini heran kenapa Defano memanggilnya.


" Rin lihat Difia tidak?"


"Difia?" Rini bingung kenapa tiba-tiba Defano nanyain Difia.


"iya Difia, tumben kamu gak sama Difia, kemana dia?"


"justru itu pak, saya juga bingung, Difia dari pagi gak datang ke kampus, dia juga gak bilang apa-apa sama saya pak, padahal kan tidak ada tugas atau apapun yang kegiatan ya diluar."Defano semakin cemas mendengar Difia tak masuk kelas.


"kemana kamu Difia, baru aja kita ketemu, kamu udah gak ada lagi, aku sangat mencemaskanmu."


🐻🐻🐻


Dilain tempat Difia baru saja sadar, dia mengedarkan pandanganya ke sekeliling, tapi dia merasa tak kenal tempat itu.

__ADS_1


"Euh dimana ini" Difia merasa kepalanya agak pusing, Difia menajamkan pendengaranya, dia merasakan ada yang menuju tempatnya berada.


"Sudah sadar belum si lusuh itu." kata yang diluar


"tadi sih belum, sekarang belum di cek lagi.


"Beego kamu, cek sekarang jangan sampai dia mati, gue hanya pengen dia jera aja supaya tak mendekati pak Defano lagi.


Difia merasakan dari arah pintu, pintunya akan dibuka, dia yang sudah sadar segera pura-pura pingsan lagi. Difia merasakan orang itu mendekatinya, dan mengecek keberadaanya, setelah itu dia keluar lagi.


"Sepertinya masih pingsan."


"kenapa pingsannya lama, apa kalian memberikan obatnya kebanyakan? pingsan ko keenakan, dari pagi belum sadar-sadar."gerutu orang itu.


Difia merasa kenal dengan suaranya, tapi apa benar dia mampu melakukan itu, apa harus segitunya sampai mencelakai orang. Difia pun segera mencari cara untuk keluar dari tempat itu.


Difia mencari hape dan tasnya, tapi hapenya ternyata tak aktif.


"hem gimana nih ko hape nya gak aktif ya?"


Difia mencoba mencari cara, tak lama kemudian terdengar orang datang. Difia pura-pura lagi, saat dirasa orangnya berbalik keluar Difia memicingkan matanya, terlihat seorang laki-laki dengan badan tegap tak terlalu tinggi-tinggi amat mau keluar, secepat kilat Difia bangun dan segera menyerang kepala orang itu, Difia segera berlari, orang itu segera mengejarnya.


Difia lari sekencang-kencangnya melewati pintu yang terbuka diluar. Dia segera melarikan diri ke gang-gang di daerah itu, yang ternyata itu adalah daerah pemukiman warga, tapi tempatnya memang agak sepi, kemungkinan pada kerja, jadi tak ada yang akan curiga bahwa ada orang yang disekap di daerah itu.


Difia celingak celinguk, takut masih dikejar, dia masuk ke pekarangan rumah warga yang terbuka, mencoba untuk ngumpet supaya aman, setelah orang yang mengejarnya sudah benar-benar tak kelihatan, dia mengendap-ngendap mencari info lokasi tersebut.


🐻🐻🐻


"Difiaaaa....kamu membuatku gila, padahal kita tak bertemu beberapa jam, tapi rasanya separuh jiwaku kamu bawa, cepat pulanglah Difia."ratap Defano.


Difia teringat Defano


"mas..tolong aku, kamu dimana mas?" Difia merasa sangat rapuh, dia ingin ada yang menghiburnya, menyelamatkanya.


Difia merasa lapar, tapi uang di dompetnya tidak seberapa, dia hanya ingin segera pulang. Dipertengahan jalan dia melihat warung kecil.


"Assalamualaikum bu, maaf mau tanya ini daerah mana ya?"


" Waalaikumsalam neng, ini daerah Cimahi neng"


"Alhamdulillah"


"ke daerah Dago jauh gak bu?"


"sekitar 1 jam neng"


"boleh ikut ngecas bu"


"iya sini boleh ko"

__ADS_1


Difia segera ikut ngecas ke ibu, dia berharap hape nya bisa dia gunakan untuk menghubungi seseorang yang sekiranya bisa menolongnya.


Difia menunggu dengan sabar.


"Darimana neng?"


"Saya dari Dago bu.''


"Kenapa neng bisa disini, kan lumayan jauh neng"


Akhirnya Difia menceritakan kejadian yang menimpanya.


"Ya Allah kasian sekali neng, ini sudah malam lagi."


"Iya bu."


"Yaudah neng kalo neng nya mau, neng bisa nginap dirumah ibu" kata ibu warung yang diketahui namanya Bu Yeyet itu."


"Gak apa-apa bu, saya takut ngerepotin."


"Gak apa-apa, ibu cuma sendiri ko dirumah."


"Makasih bu sebelum nya."


"Iya, hayu neng." ajak bu Yeyet ke Difia


Difia hanya mengangguk, dia gak enak, tapi daripada diluar tak aman mending ikut.


Difia belum sempat mengaktifkan hapenya, karena keburu diajak ibu ke rumahnya, dia langsung mencabut hape dan menyimpanya di tas.


🐻🐻🐻


Defano masih berkeliling mencari Difia, dia hanya pulang sebentar dan segera mencari lagi dan lagi, Defano seakan tak pernah lelah sampai Difia ditemukan.


Hape terus dipegangnya, berharap semoga dapat kabar dari Difia, ibu warung tempat Difia bekerja pun sangat khawatir dengan kepergian Difia.


🐻🐻🐻


Difia ditawari ibu Yeyet makan, setelah itu disuruh segera istirahat agar Difia segera sembuh dan bisa kembali ke tempatnya lagi.


"Ya Allah serasa bagai mimpi."begitulah fikir Difia.


diculik oleh seseorang, karena obsesinya ingin dicintai, biasanya itu hanya dalam dunia novel atau sinetron, sekarang dia mengalaminya sendiri, sungguh luar biasa hidupnya. Difia bersyukur bisa selamat dan dia berharap bisa secepatnya kembali ke kosanya.


Difia beristirahat namun kemudian dia teringat dengan hapenya.


"Ya Allah apakah ada yang ingat aku, ada yang mencari ku dan mempedulikanku saat aku seperti ini, heum....."


Difia pun membuka hape nya, begitu dibuka beratus-ratus panggilan daru Defano dan Rini masuk ke hapenya, sms dan chat juga begitu banyak dari Defano. Difia menitikan air matanya, dia bersyukur ada yang ingat padanya. Tak lama kemudian hapenya berdering..

__ADS_1


__ADS_2