
Khusus Defandan teman-teman yang ikut pertandingan kemarin, mereka hari ini bisa istirahat di rumah, kesempatan itu benar-benar Deda gunakan untuk tidur tak kemana-mana.
Mama dan Papanya yang menunggu dia di ruang makan pada pagi hari hanya menarik nafas dalam-dalam melihat anak yang dia tunggu untuk makan ternyata tidur pulas lagi setelah shalat, bahkan mukenanya pun tak sempat dibereskan, mungkin karena terlalu ngantuk.
"Anak itu bener-bener pak, dia gak lapar gitu ya" Difia merasa kesepian, Defa benar-benar nyenyak tidurnya.
"biarkan saja mah, papa lihat pertandingan kemarin memang cukup menguras tenaga, jadi wajar dia pulas begitu" Defano memberi hiburan pada Difia.
"tapi ka dia bekum makan pa" Difia mengeluh lagi pada suaminya itu.
"yaudah nanti coba bangunkan, papa tau mama kesepian kan?" Defano hanya tersenyum kecil melihat kegelisahan Difia.
"ih papa ko gitu" Difia tersenyum malu.
"pa menurut papa dengan anak itu?"
"siapa?"
"itu yang suka ngukutin anak kita, papa setuju kalo dia jadi mantu kita"
"hus jangan dulu ngobrolin mantu, mereka masih labil, pantau saja, selama mereka baik-baik ya kita biarkan, kalo ada yang mulai gak beres kita turun tangan"
"iya papa"
Acara makan pagi pun selesai, Difia swgwra membereskan meja makan, Defano menunggunya di depan sebelum berangkat ke kantor.
Difia pun datang, dia cepat menyalami tangan suaminya, juga memberinya bekal.
"papa kerja dulu ya"
"iya pa,yang semangat ya kerjanya"
"pasti dong istriku yang cantik dan solehah"
"amiin"
Defano pun berangkat, Difia mencuci bersih semua peralatan dapur yang barusan mereka gunakan untuk makan.
Ibu hanya nonton tv dirumah, paling keluar untuk arisan atau belanja dapur, kadang beliau jenuh, Difia paling membawanya untuk jalan-jalan ke mall atau taman yang dia inginkan.
Defano tak pernah mempermasalahkan Difia yang tak kerja, dia sudah sangat bahagia keluarganya selalu ada saat dia butuhkan, Difia selalu siap kapanpun dia ajak, apalagi sekarang anak mereka sudah besar.
__ADS_1
Difia melihat jam, biasanya kalo Defa dirumah, suka turun dan ngobrol-ngobrol dengannya, sekarang masih belum bangun, dia sudah menghangatkan lagi makanan buat Defa makan. Setelah semua beres dia mencoba melihat ke kamar Defa.
"ya Allah ni anak, gak laper apa ya? dari tadi gak bangun-bangun" Defa ternyum dan menghampiri kasur yang membuat tidur Defa sangat nyenyak itu.
"Defa sayang, bangun...makan dulu nak" Defa menepuk-nepuk tangan Defa"
"uh mah...."
"uh sayang, bangun...udah siang lo kasian ntar perutnya, masa gak makan"
"iya ma, Defa masih ngantuk"
"bangun dulu,makan dulu,boleh deh ntar tidur lagi ya, ntar lemes lo"
Defa malah tidur lagi, dia menjawab sambil matanya tertutup, Difia gemas dia memencek hidung mancung Defa. Defa pun gak bisa nafas, dia segera bangun.
"ih mama, Defa kan ngantuk banget, cape ma, kemarin gak cukup istirahat"
"iya tau, makanya makan dulu bjar gak lemes"
"tapi ngantuk"
"udah ah jangan manja, makan ya"
"waaaah...ini kesukaan Defa semua mah, makasih ya"
Defa langsung berseri-seri melihat semua makanan yang terhidang di meja adalah makan paforitnya, membuat perut yang tadinya diam, sekarang malah bunyi.
"mama mau makan gak"
"masih kenyang sayang, tadi pagi udah sama papa sama nenek"
"ya mama gak seru"
"sama mama juga tadi gak seru gak ada anak cantik na hebat kayak Defa"
" ih mam gitu banget, Defa kan biasa-biasa aja"
"iya..cepet makan, ntar dingin lagi lo"
"yaudah Defa makan ya"
__ADS_1
"ya"
Defa makan dengan lahapnya, pertandingan yang menguras tenaga, perjalanan beberapa jam di jalan, dan tidur yang lama membuat dirinya merasa lapar, sehingga dia sangat menikmati makanan nya.
"ma boleh gak ntat Defa tidur lagi"
"he...anak gadis mama hibi banget tidur, gak olahraga dulu gitu? atau nemenin mama nonton tv"
"cape banget ma, hari inj kan kata pak guru adalah hari istirahat, jadi Defa mau istirahat lagi he..."
"kamu ini" Kata Defa sambil menjuil hidung mancung Defa.
"Defa tidur lagi ya"
"ya terserah aja"
"ntar minta dibangunkan pas duhur aja ma"
"iya, selamat istirahat lagi"
"makasih ma"
"ya"
Defa pun kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya lagi.
Di sekolah sedang nampak ramai sekali, mereka masih euforia pertandingan kemarin. Medsos masih penuh dengan foto-foto anggota tim yang menang,mereka mengelu-elukan pemenangnya.
"Fir kira-kira Defa sedang apa ya, duh gue bangga banget kelas kita punya salah satu bintang"
"gak tau gue, paling istirahat kecapean"
" iya juga ya, kemarin alot banget, mana penonton yang datang banyak sekali"
"cape banget kayaknya"
" tadinya gue mau ngevlog bareng dia,tapi anaknya malah gak ada"
"huh elo malah mentingin konten"
"he. he...dikit"
__ADS_1
Marsel yang terllihat pernah bertemu Defa jadi perbincangan juga di kalangan para wanita, mereka jadi merasa tersisihkan, selama ini mereka mengejar Marsel dengan berbagai cara tidaklah mempan, eeeh ketemu Defa malah nempel terus, padahal Defa nya cuek sekali.
Marsel tak mau menanggapinya, dia tidak mau memikirkan apapun, selain mikirin Defa tentunya, dia sudah tak ada minat pada yang lain, apalagi hari demi hari Defa makin bersinar.