Cinta Difia

Cinta Difia
Fira merajuk


__ADS_3

Marsel masih duduk, dia tak menyadari kepergian Defa. Defa yang sudah sampai ke kelasnya hanya diam seperti biasa.


Si kepo Fira menghampirinya, dia seperti tak ingin melewatkan momen apapun, apalagi tentang temannya ini.


"Defa dari mana lo, sekarang sering ngilang gitu aja?" kata Fira sambil memandang Defa secara seksama.


"perasaan dari dulu juga gini-gini aja Fira, apanya yang beda?" jawab Defa pada Fira yang sedang menunggu jawabanya.


"kata siapa? perasaan dari dulu juga gue jarang dikelas dan jarang ke kantin,"Jawab Defa padat Fira.


" he...iya juga sih, abisnya gue tadi nyariin lo gak ada dimana-mana" Fira memberikan alasanya.


"Fir..Fir..fue gak akan kemana-mana kali" jawab Defa sambil berdecak kesal.


"kenapa gue gak kefikiran ke situ ya, ah dasar otak gue kepo banget" kata Fira sambil bergumam pada dirinya sendiri.


Defa dan Fira juga semua siswa mulai melanjutkan pelajaran mereka kembali setelah guru mereka masuk kelas.


Begitupun dengan Marsel, dia baru sadar Defa pergi setelah ketauan sama Tian dan Fino yang kebetulan lewat disana, mereka melihat Marsel senyum sendirian, Fino langsung menepuk pundaknya.


"wey..dasar bucin" kata Fino yang langsung menyadarkan Marsel dari lamunannya.


"kata siapa, gak mungkin gue bucin" sanggah Marsel pada kedua temanya itu.


"euh gak ngaku lagi, kalo gak bucin pasti gila, iya kan?" kata Fino lagi pada Marsel.


"somplak lo, anka jenius kayak gue bisa gila" jawab Marsel sambil pergi meninggalkan Fino dan Tian.


"tu anak emang kurang ya, kita sadarin malah kita yang ditinggalin" kata Fino pada Tian, mereka berdua pun menyusul Marsel menuju kelas mereka.

__ADS_1


"dari mana kalian?" kata pak Guru yang sudah hadir di kelas.


"nolongin Marsel pak" jawab Fino.


"Marsel kenapa, dia sudah duluan daripada kalian berdua" kata pak guru lagi.


Akhirnya mereka berdua di suruh pak guru untuk berdiri di depan kelas kakinya sebelah diangkat dan tangannya memegang telinga mereka.


Teman sekelas mereka menertawakannya, beda dengan Marsel yang terlihat acuh . Guru pun melanjutkan pelajaran sampai waktunya tiba untuk pulang.


Bel pun berbunyi, Marsel pun segera menuju kelasnya Defa. Fino dan Tian yang melihatnya hanya mengendikan bahu mereka.


"ngakunya gak bucin, tapi waktunya habis buat nemuin Defa" kata Fino.


"biarin ajalah Fin, mumpung dia lagi seneng, daripada galau terus kan" kata Tian. Mereka ingat begitu repotnya saat Marsel begitu kesal pada kedua orangtuanya yang tak pernah hadie di acara-acara sekolahnya, Marsel membanting semua vas bunga ibunya yang berharga cukup fantastis.


Marsel juga suka memberikan pengharapan pada cewek-cewek hang menempel padanya, tapi saat dia bosan dia tak pernah menggubrisnya lagi, bahkan tak akan ditanya lagi cewek yang merengek padanya.


"semoga aja Defa bisa menerima Marsel ya" kata Tian.


"amiin" mereka kompak mengaminkan kata-kata mereka sendiri.


Marsel menunggu Defa di dekat kelasnya, dia tak ingin melewatkan melihat Defa keluar kelas.


Pintu di buka, satu persatu siswa mulai keluar kelas. Ada yang bergandengan, ada yang sendirian dan ada pula yang sambil ngobrol.


Defa berjalan sendiri disusul Fira, tapi Marsel segera menghampirinya.


"hai Defa, pulang ya?" kata marsel basa basi.

__ADS_1


"huy hay huy hay, iya pulang, ka Marsel ngapain sih nempelin Defa mulu, Fira mau jalan nih sama Defa" Fira kesal karena Defa setelah kenal dengan Marsel jadi tak bisa maen bersama nya.


"hus..hus..lo pulang aja, ni urusan yang udah gede" kata Marsel sambil menyeimbangkan jalannya bersama Defa.


"ka Marsel gak adil, Defa itu temanya Fira" jawab Fira, dia mulai merajuk, karena menurut Fira hanya Defa orang yang tulus berteman padanya walaupun agak jutek, tapi Defa memang baik orangnya.


"nanti-nanti ajalah bagian lo, sekarang gue mau bareng Defa dulu" Marsel bersikukuh akan menemani Defa. Fira kesal diapun segera pergi dari pasangan bucin tersebut.


Defa yang melihat kekonyolan Marsel dan Fira hanya mengendikan bajunya, dia heran kenapa dua orang itu memperebutkan dirinya.


"Marsel kenapa sih lo tuh gak bisa damai sama Fira, kalo Fira mau ya ajak aja" kaya Defa pada Marsel.


"biarin ajalah, dia udah gede, biar dia nyari pacar sendiri, ngapain ganggu kita" jawab Marsel.


Defa yang mendengarkan itu merona pipinya, dia tak menyangka Marsel bisa sampai seperti itu.


"dih merah pipinya" kata Marsel menggoda Defa.


"gak ah biasa aja" jawab Defa.


"kita langsung maen aja yuk, nanti shalatnya disana aja" kata Marsel sambil menarik tangan Defa dan membawanya ke dalma mobil dirinya.


"kita mau kemana?" tabya Defa pada Marsel yang duduk di sebelahnya.


"ya maen lah" jawab Marsel.


"iya kemana?" tanya Defa.


"ke Ciwalk aja yuk, gue gak pernah kesana" jawab Marsel.

__ADS_1


Defa dan Marsel pun berangkat ke sana diantar supir mereka.


__ADS_2