Cinta Difia

Cinta Difia
kebakaran


__ADS_3

3 jam berlalu begitu çepat, Hp Marsel penuh dengan notif dari sang assisten Yang terus mengingatkanya untuk segera ke perusahaan.


Bukan Marsel tak mengetahuinya, tapi dia sedang menikmati kebersamaanya dëngan Defa.


Sangat sulit baginya untuk membagi waktu karena tuntutan dari keluarganya untuk segera menerima sepenuhnya kepemimpinan di Indonesia.


Defa menyadari kalo Marsel sudah terlalu lama menemaninya, diapun segera mengajak Marsel untuk pulang, dia tak mau jadi beban untuk Marsel.


"Sel pulang yuk" ajak Dega


"yakin dah mau pulang, kan masih siang" jawab Marsel.


"udah ah kita pulang aja, cape juga keliling terus" kaza Defa beralasan, walaupun itu bukan alasan Yang sebenarnya, tapi Defa juga gak mau Marsel kenapa-napa.


"padahal kalo mau masih bisa lo" tawar Marsel padanya.


"Gak ah, ntar juga bisa kesini lagi kalo mau" jawab Defa.


Marsel agak kecewa waktunya çepat sekali berakhir, tapi apa mau dikata Defa merengek ingin çepat pulang, dia tak bisa menahanya.

__ADS_1


"yaudah hayu" kata Marsel sambil mengajak Defa menunggu mobil di Depan.


Defa hanya menurut saja, mengikuti Marsel yang mengajaknya.


Mereka pulang dengan ceria. Semenjak masuk mobil Defa nampaknya kecapean, dia menguap tërus, sedangkan Marsel hanya memperhatikan sambil tersenyum, dia juga bahagia walaupun kenyataanya pekerjaanya makin menumpuk karena dia telah melalaikanya.


Tanpa Marsel sadari Defa telah tertidur, Marsel sedang mengecek pekerjaan dari HP nya. Dia merasa tak ada pergerakan dari pinggirnya, Marselpun menoleh, ternyata Defa sudah pulas.


Marsel mentapnya, dia seakan tak ingin melepaskan pandangan dari Defa.


"semoga kita bisa bersama ya, tunggu aku, jangan pernah suka pada laki-laki lain" gumam Marsel pada Defa.


Marsel membetulkan rambut Defa yang menghalangi mukanya, terlihat Defa sangat cantik, entah perawatan apa yang dia lakukan, yang pasti banyak laki-laki yang mengaguminya.


Marsel membetulkan posisi duduk Defa supaya lebih nyaman, dia tak melepaskan pandanganya hingga supirnya memberitahukan bahwa mereka telah sampai.


Marsel bingung bagaimana Cara membangunkan Defa, dia menggaruk-garukan tangannya sambil berfikir hal yang bisa membangunkan Defa.


"Defa...Fa.." Marsel mencoba membangunkan Defa. Defa Yang dibangunkan masih terlelap.

__ADS_1


"Fa..Fa..bangun udah sampai nih"


Marsel mencoba membangunkan Defa lagi. Defa masih tak bangun. Dengan segenap hati Marsel mencoba membangunkan Defa kembali.


"kayaknya harus pake cara super inimah" kata Marsel dalam hatinya.


"Defa kebakaraaaaaaaan" teriak Marsel, Defa pun terbangun dan tak sengaja memeluk Marsel, Marsel yang tak siap dengan reaksi Defa tersebut malah membuatnya beku, jantungnya seakan mati rasa.


"duh apaan nih, jantung gue copot beneran inimah" kata Marsel dalam hatinya.


"Sel apinya masih besar gak" Mata Defa sambil memejamkan matanya.


"em..itu..em.." Marsel malah gelagapan sendiri dibuatnya.


Defa yang merasa aneh dengan jawaban Marsel langsung membuka matanya, melihat sekeliling, setelah itu melihat Marsel.


"buka" kata Defa, dia memerintahkan pintu mobil dibuka. Pipinya merona dan mulutnya menggembung.


Marsel membuka pintunya, Defa pun dengan segera turun dari mobil sambil membawa belanjaanya.

__ADS_1


Defa sepertinya kesal telah dibohongi Marsel, dia tak menengok lagi pada Marsel, Marsel yang melihat Defa seperti itu segera mengejarnya, tapi sayang saat Marsel akan sampai Defa menutup pintunya keras.


Marsel menggelengkan kepalanya, dia pun segera pulang bersama sopirnya.


__ADS_2