
Defa dan Marsel pun tiba di tempat tujuan, dia menyapa anak-anak disana, ada hampir lima belas anak yang sudah hadir.
"Assalamualaikum anak-anak?"
"Waalaikumsalam kak"
"bentar lagi datang buku-buku baru ya, nanti baca biar tambah pintar"
"iya kak"
Defa pun mengabsen anak yang hadir, ternyata dia mengajar disana, Marsel dibuat semakin kagum pada Defa, ternyata dibalik cantik orangnya, dia juga cantik hatinya. Marsel terus memperhatikan kegiatan Defa disana, ternyata Defa tak sendirian ada beberapa orang yang sama-sama peduli dengan anak-anak itu, mereka bergantian mengajar.
"Alan kemana, ko gak ada?" Defa memperhatikan satu-satu anak didiknya
"em..em..tadi kami sudah mengajaknya, tapi dia gak bisa ikut, ibunya sakit jadi dia harus menggantikan ibunya mencari sampah yang banyak" jelas mereka ke Defa.
"yaudah sekarang kita belajar dulu"
"iya kak"
Defa pun mengajar mereka, dari baca tulis, berhitung dan melukis, ternyata Defa juga jago melukis, bagus banget lukisnya yang dia buat untuk contoh kepada anak-anak didiknya.
Mengajar pun selesai, ada beberapa anak yang datang padanya.
"kak itu siapa, ko dari tadi diam aja, dia gak suka ya sama kita?"
"ooooh he...maaf ya lupa memperkenalkan, ini teman kakak namanya Marsel"
"mau ikut ngajar ya kak?"
"gak ko cuma mau ikut aja"
"yaudah ya sekarang kakak mau pulang, kalian semangat belajarnya ya"
"iya kakak" kata mereka serempak.
Defa pun pergi dari sana, tapi bukanya langsung pulang malah mengajak Marsel ke suatu tempat, diapun berjalan dan Marsel mengikutinya.
__ADS_1
Defa pun mengetuk pintu yang dari kardus di depenya.
"Assalamualaikum bu"
Defa mengucapkan salam, tapi tak ada sahutan dari dalam, diapun inisiatip membukanya, pas dibuka ternyata benar ibu Alan sakit.
"Alan kemana bu, ibu segera berobat ya, sekarang kita ke puskemas terdekat ya".
" tapi neng gak usah,malah ngerepotin".
"gak apa-apa bu"
Mereka mengantar ibu berobat ke puskesmas terdekat.
ibu pun diperiksa dokter
"Pak sakit apa ibu ini?" Defa bertanya tentang tentang penyakit yang dialami ibu.
" ibu ini punya asma, jadi diusahakan untuk menjaganya dari penyebab kambuhnya asma tersebut, seperti dingin, debu atau pun kecapean, bahkan makanan pun bisa jadi penyebab kambuhnya asma itu"
"sama-sama dek"
Setelah membayar dan menebus obatnya Defa pun mengantar ibu pulang kembali ke rumahnya.
"bu usahakan selalu makan ya, jangan duku aktifitas , istirahat dulu sampai ibu sembuh ya"
"makasih nak"
"iya bu sama-sama"
"saya pulang ya bu, semoga ibu cepat sembuh"
"amiiin"
Marsel yang melihat semua aktifitas Defa tak bisa berkata-kata, dia ketinggalan jauh, hanya mementingkan diri sendiri, dia kagum dengan semua kepribadian Defa.
"gue mau pulang, lo mau kemana silahkan"
__ADS_1
"gue anter, gue gak setega itu membiarkan cewek pulang sendirian"
"udah biasa kali, santai aja" kata Defa
"gak untuk sekarang, karena ad gue, udah lo gak usah nolak" Marsel gak mau dibantah, dia langsung memasangkan helm ke kepala Defa, Defa hanya diam saja dia tak mau berdebat dengan Marsel.
Defa pun akhirnya di antar pulang oleh Marsel ke rumahnya.
"Assalamualaikum ma, nek, Defa pulang"
"Waalaikumsalam sayang, gimana kegiatan hari ini?"
"Alhamdulilah lancar ma"
"sore tante?"
"Sore, barusan barengan ya?"
"iya he.."
"Defa mandi dulu ya,bau..nak Marsel juga kalo mau mandi, diruang tamu aja ya.
" iya tan,siap.
Mereka pun sudah beres semua Difia mengajak makan semuanya, merekapun makan dengan hidmat.
"silahkan nambah ya nak Marsel" Difia menawarkan makananya.
"makasih tan, ini juga udah kenyang banget"
"gak usah sungkan, baru kali ini lo Defa bawa teman ke rumah, kirain tante dia gak punya teman"
"uhuk...uhuk.." Marsel malah terbatuk-batuk, pantesan Defa kayak yang menghindar darinya.
"he..iya tante"
Defa hanya diam saja mendengar ibunya berbicara, dia bingung mau ngobrol apa, karena memang tak terbiasa bawa orang ke rumah.
__ADS_1