Cinta Difia

Cinta Difia
Pertandingan


__ADS_3

Pertandingan yang ditunggu pun telah mulai, banyak wartawan yang meliput karena ini kejuaraan antar kota, sehingga banyak suporter yang sengaja datang untuk menyemangati tim mereka.


Defa dan teman-teman satu timnya sudah duduk di tempat yang sudah disediakan, pelatih menasihati mereka.


" anak-anak ini adalah pertama kalinya kita lolos ke pertandingan antar kota, saya harap kalian bisa lebih tenang dan pintar membaca keadaan,jangan terburu-buru, bermainlah yang baik, karena kalian sudah jadi pemenang sebelumnya, jadi kalo pun sekarang menang lagi itu adalah bonus"


"iya pak" Mereka semua kompak dan bersemangat dalam menyambut pertandingan yang akan dilaksanakan.


Mereka pun turun ke lapangan, banyak suporter yang bersuit ria di tribun, bahkan mereka membunyikan yel-yel untuk tim yang mereka sukai.


Defa pun turun kelapangan, sekarang dia ditugaskan turun di awal pertandingan, dengan tujuan supaya bisa membaca gerakan lawan.


Pertandingan sangat alot, banyak yang tak berhenti bertepuk tangan, bahkan banyak juga yang bersorak sampai lelah berkeringat.


Defa memasukan poin dan tim lawan tak mau kalah, mereka terus saling kejar point, pertandingan begitu ramai, penonton mulai bergerak dan gemas.


Pertandingan masih kejar-kejaran poin, semakin semakin semangat penonton, pemain semakin penasaran.


Tinggal beberapa point lagi, pertandingan set pertama akan selesai, mereka berusaha menambah point, Defa berusaha mengecoh lawan, tapi lawan mereka seimbang, begitu ramai dengan berbagai trik di lapangan, akhirnya set pertama di menangkan oleh tim lawan, akhirnya mereka diistirahatkan sebentar.


Tim lawan begitu antusias dan bahagia, mereka terus bersorak sorai, tapi tim sekolah Defa juga tak mau kalah ramai, mereka punya yel-yel yang semakin menyemarakan suasana.


"gimana Defa sudah tau kelemahan mereka?"


"untuk saat ini sih menurut pengamatan saya mereka bermain seperti kotak pak, seolah mau memasukan bola padahal cuma di oper, nanti giliran kita lengah pada pemain ke empat mereka memasukan bola, mereka juga punya kecepatan pak"


"bagus pengamatan kamu, bagiamana menurut yang lain?" Pak guru berusaha menerima pendapat dari tiap pemain, juga mencoba mencari solusi untuk untuk permainan set kedua, mereka pun akhirnya mendapat solusi pertama dan kedua yang akan mereka lakukan

__ADS_1


Pertandingan dilanjutkan lagi, sekarang Defa diistirahatkan dulu agar nanti biasa masuk pas penghabisan. Semua begitu was-was, karena lawan juga begitu hebat, semua keahlian berusaha mereka keluarkan dan akhirnya set ke dua di menangi oleh tim Defa. Suporter yang melempem di set pertama menjadi lebih semangat saat set kedua, mereka senang bukan main pada set kedua ini, mereka sudah deg-degan karena melihat permainan lawan yang tak kalah bagus.


Karena permainan yang begitu menarik, banyak juga yang membuat siaran langsung dari media masing-masing hingga acara mereka pun sampai tranding topik disekolah Defa, banyak yang melihat acara life tersebut, mereka ikut bersorak saat dapat poin, mereka juga ikut membuat yel-yel untuk mendukung tim dari sekolah, begitupun dengan guru-guru.


Fino dan Tian yang punya grup sekolah, mereka pun menyaksikan langsung acara tersebut.


"Fin kira-kira Marsel udah tau belum ya?"


"coba lo hubungi"


"gue takut dia lagi rapat"


"coba aja, ntar juga keliatan kalo diangkat apa tidak"


"ok gue coba"


"📲..."


"coba lagi lebih lama panggilnya"


"ok"


"📲...........ya apa?"


"ih kalo ngangkat tlp tuh jangan kenceng-kenceng" kata Fino menggerutu.


"terus apa, gue baru beres meeting" Marsel semakin penasaran.

__ADS_1


"tuh lihat acara pertandingan Defa jadi tranding, lo. bisa nonton di grup sekolah juga" Fino berusaha memancing Marsel untuk mengetahui rasa penasaran Marsel.


"ok gue lihat sekarang"


"sip"


"tut" panggilan berakhir begitu saja, Fino menggerutu lagi, karena Marsel tak tau terimakasih.


Marsel melihat siaran langaung itu di kantor, dia begitu antusias, tersenyum dan bahagia. Hatinya yang sangat ingin melihat Defa akhirnya terobati walaupun hanya menontonya di siaran langsung.


Pertandingan antar sekolah yang mewakili kota tersebut makin meriah disiang hari saat tim dari sekolah Defa bermain, karena efek dari siaran langsung tersebut, banyak anak sekolah bahkan warga yang sengaja datang ingin melihat acara tersebut, membuat tribun makin penuh dengan manusia.


Tim Defa mulai memimpin point, suara pendukung bersahutan, Defa yang melihat temanya mulai keteteran akhirnya tampil lagi. Point demi poin bertambah, walaupun tak beda jauh pada akhirnya tim dari sekolah Defa pun menjadi pemenang di set ke dua ini.


mereka istirahat kembali, hanya diberi waktu lima menit karena waktu permainan yang lama sehingga mengurangi waktu istirahat.


Semua mulai membentuk strategi baru, bertambah hati-hati dan mengeluarkan semua tenaga untuk set penentuan.


Marsel yang di kantor, tak sabar ingin melihat lanjutan pertandingan, tapi pekerjaan yang menuntutnya untuk fokus tak bisa dia biarkan, Marsel berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pekerjaannya, dia ingin segera melihat Defa kembali.


Di lapangan Defa dan tim sedang mempertahankan posisi mereka, berbagai trik pun di coba, karena ini penentuan hasil untuk mereka. Saat-saat terakhir pun mulai meresahkan, poin yang tak begitu jauh membuat semua deg-degan, para pemain berusaha tenang, tapi tidak buat penonton, mereka mulai diam memperhatikan detik-detik pertandingan berakhir, penonton yang melihat siaran langsung pun sama diam, mereka was-was. Saat detik akan berakhir.


"dug..dug..dug...detik jantung mereka seakan sama, dan waaaaaaah...tim sekolah Defa menjadi pemenangnya, semua berpelukan, yang di tribun yang di sekolah, mereka menangis terharu, pak kepala sekolah sampai meneteskan air matanya walaupun sebenarnya dia hanya sakit mata.


Antar tim akhirnya bersalaman, Defa segera duduk di lapangan, dia begitu kecapean, segera mengambil minum dan handuk mereka, duduk selonjoran tanda permainan begitu melelahkan.


" Defa kita menang lo"

__ADS_1


"iya alhamdulilah"


Defa segera menelpon mama nya, memberi kabar kemenanganya. Mamanya begitu bahagia, dia menanti sang putri dirumah.


__ADS_2