
"Masalah apa? gue tuh gak suka ada pembulian di sekolah kita ini".
" Yakin lo gak kenal mereka?" Fira merasa takjub dengan teman satunya ini, benar-benar acuh dan tak peduli sama ke ramaian di sekolah, dia pintar dalam prestasi tapi tak membuatnya membanggakan diri.
"mereka itu anak populer di sekolah kita, fans nya aja banyak, dan banyak sekali cewek-cewek yang ingin jadi pacarnya".
" menurut gue sih biasa aja, tapi biar lah yang penting kalo gue liat ada pembulian lg, gue pasti turun tangan" Defa bener-bener tak mempedulikan itu semua, dia fokus dengan kesenanganya yaitu membaca buku.
"Defa lo tuh harus hati-hati, bisa aja suatu saat ketemu lagi, apalagi kita masih satu sekolah"
"Biarin ajalah, mereka juga pasti lupa, disini yang sekolah kan banyak, buktinya gue udah kelas 11 baru ketemu kan sama mereka, lagian gue kan bukan anak populer, kerjaan gue juga kebanyakan di perpus, kalo gak perpus ya kelas, jadi kemungkinanya sedikit, lo gak usah khawatir ya" Defa menjelaskan dengan panjang lebar supaya Fira gak khawatir.
"lo harus hati-hati ya, gue takut mereka mencari lo"
"lo tenang aja, gue gak apa-apa" mereka gakan kenal dan nyari gue" setelah itu Defa mengajak Fira ke kelas lagi, melanjutkan pelajaran selanjutnya.
Waktu pelajaran pun selesai, mereka segera membereskan semua peralatan sekolah mereka, dan segera keluar dari kelas.
"Def..."seseorang memanggilnya dari arab belakang
" ya.."Defa membalikan badanya, dan terlihat Fino sedang tersenyum kearahnya.
"ada apa Fin?" Defa menanyakan tujuan Fini memanggilnya.
"lo mau langsung pulang atau mau kemana dulu, biar gue anter, gue bawa motor lo" Fino sangat berharap Defa bareng denganya, dia sudah menyukai Defa sejak lama, tapi Defa seakan tak merespon sama sekali.
"oh..makasih atas tawaranya, tapi gue mau pulang sendiri aja"
"lo gak mau maen ke mol dulu gitu"
"gak ah, gampang itumah kalo mau tinggal kesana aja, sekarang lagi gak mau aja"
"gue anter pulang aja gimana?"
"gak ah makasih, yaudah ya gue duluan"
Defa segera berlalu dari hadapan Fino, dia gak mau Fino nanya-nanya lagi, banyak hal yang harus dia urus dan mamanya pasti sedang menunggu nya pulang dari sekolah.
Defa Jalan tergesa-gesa, dia berjalan lurus tanpa menoleh kanan dan kiri, area sekolah yang luas, dengan taman yang asri cukup membuatnya mudah bergerak, tak menabrak yang di depanya. Defa pun menuju gerbang sekolah dan dari arah samping ada sekelompok pria yang diikuti banyak wanita sedang bercanda ria sambil berjalan kearah mobil jemputan, saat Defa sedang berjalan salah seorang dari kelompok itu berjalan mundur menghadap teman dan bruk...di bertubrukan dengan Defa, Defa yang tidak konsnentrasi pun langsung terjatuh.
__ADS_1
"lo kalo Jalan yang bener dong" Defa menyantak orang itu, Defa yang langsung berdiri dan merapihkan bajunya dan segera pergi dari hadapna mereka.
"eh cewek" seorang memanggilnya dari belakang tapi Defa segera pergi dari sana tanpa menolehnya lagi.
"kayaknya itu cewek yang kemarin ya"
"hooh, cantik ya tapi ko dia gak terkesima sama lo ya"
"berengsek lo"
"dia bener-bener beda, dan gak mengenal kita ya"
"Im lo selidiki cewek itu"
"buat apa, masih banyak kan cewek-cewek cantik sekitar kita"
"Sel lo gak suka kan sama cewek kayak gitu?"
"selidiki" Marcel menyantak dan langsung menuju mobil jemputan mereka.
Marcel termenung dalam mobilnya, dia merasa diacuhkan dan tak punta harga diri lagi saat ada orang yang cuek dan tak mengenal nya, sedangkan selama ini dia yang selalu di elu-elu kan, di cintai banyak wanita, dan tak sedikit yang ingin bergabung dengan kelompok nya.
Seorang wanita cantik yang baru dia lihat tak terpesona olehnya, dia ingin mengejarnya, dan membuat wanita itu suka padanya.
Tak lama kemudian mobil pun berhenti dia langsung menuju rumahnya, dan berteriak memanggil mamanya.
"Mama.."
"Ya sayang" Dari dalam terdengar jawaban
"Defa pulang"
"mama di dapur, sini nak" Difia sedang masak kesukaan anaknya, dia sudah faham betul dengan keinginan anaknya, kerupuk yang harus selalu ada, dan pasti nya sambal yang tak mungkin terpisahkan dari yang namanya Defa.
"Masak apa ma?" Defa bergelayut manja pada Difia, Difia pun tak merasa keberatan walau anaknya ini sudah menjelma menjadi gadis cantik.
"lihat saja sendiri"
"harum banget"
__ADS_1
"pasti dong, masakan siapa dulu?"
"sana ganti baju dulu"
"ok siap"
Orang yang Marsel suruh untuk menyelidiki Defa pun memberikan info kepada Marsel, Marsel tersenyum bangga karena merasa mudah mendapatkan Defa, tapi kenyataannya dia tak mengenal Defa.
Esoknya Defa sekolah seperti biasa, dia sudah siap dengan seragam sekolah nya.
"Cantiknya nenek mau sekolah ya?"
"Ya nek, Defa berangkat YA"
"iya sayang"
Defa pun mencium tangan nenek dan mama nya, dia segera berangkat. Defa memang senang berangkat sendiri, orang tuanya sudah menawarkan kendaraan untuk nya, tapi dia belum mau, walaupun dipaksa Defa takan mau, jadilah orang tuanya yang mengalah untuk nya.
Defa segera naik ojol langganannya, dia membawa buku yang nanti akan dikembalikan ke perpus.
"Defa tunggu.." Fira memanggil Defa supaya bisa berjalan bersamanya.
"lo itu hobi banget teriak-teriak"
"biar we"
"eum" Defa memutar bola mata nya, temannya ini memang selalu membuatnya geregetan, susah dibilangin dengan ketidaksukaanya.
"apa hayooo..pasti lagi ngumpatin gue kan hihi.." Fira malah senang bisa membuat Defa kesal denganya,.
"udah ah hayo ,kebiasaan.." Defa Jalan terburu-buru, karena sebentar lagi masuk kelas.
" lo tuh kebanyakan kesel deh sama gue, bagusnya lo tuh ya baik-baik ma gue, kan gini- gini gue itu temen lo" Fira merayau Defa sambil mengikuti jalan Defa yang cepat.
"ih Fa lo jangan cepat-cepat dong, gue ketinggalan nih, lo tega banget kalo ninggalin gue" Fira ngumoat terus dibelakang Defa, sedangkan Defa tka menggubrisnya sama sekali, dia jalan terus tanpa melihat Fira yang berusaha mensejajarkan diri denganya.
Merekapun tiba di kelas dengan Fira yang ngosngosan dan penuh keringat, Defa acuh saja melihat temanya itu, tapi tak lama dia memberikan air minumnya untuk Fira.
"nih minumnya,lo kebanyakan olahraga dan baiknya lo lap tuh keringat lo."
__ADS_1
"lo tega banget ma gue, gue udah sangat berencana bareng lo,tapi kenapa lo selalu ninggalin gue gitu aja, tega banget lo mah, gak bestie"
"gak nyuruh, lo yang mau kan? jawab Defa dengan tegas