
Pagi hari Defa diantar ojol ke sekolah, dia tampak kurang bersemangat hari itu. Defa tak melirik kiri kanan,dia langsung masuk sekolah.
Marsel yang ada di depan gerbang merasa kecolongan, dia sudah menunggu Defa lebih awal tadi, tapi Fino dan Tian mengajaknya ngobrol jadinya pas Defa datang dia tak sempat mencegah Defa.
Marsel berlari menyusui Defa, dia tak mempedulikan tatapan orang lain pada nya,yang penting dirinya segera mendapatkan Defa.
Marsel manggil Defa.
"Defa...Defa..tunggu" kata Marsel sambil berteriak.
Defa berhenti sebentar, dia mencari sumber suara, dan terlihatlah ada Marsel sedang menuju ke arahnya.
"iya..kenapa" Defa menjawab Marsel, Marsel yang sedang lari mendapati Defa yang mendadak berhenti membuatnya hampir menabrak Defa.
"he..he..dikit lagi?" gumam Marsel.
"mo ngapain dikit lagi?" jawab Defa.
"gak ko he.."Marsel malah cengangas cengenges, dia memperhatikan Defa tak seperti biasanya.
" kayaknya lagi sedih ya?" tanpa Marsel, dia memang tak bisa basa basi, jadi to the point langsung tanya.
"gak ko biasa aja"
"jujur aja, kelihatan ko"
Defa diam saja, tak mau bicara apapun lagi, dia hanya berjalan menuju kelasnya.
Marsel yang melihatnya jadi penasaran, dia langsung memegang tangan Defa dan membawanya sebentar duduk di kursi.
"kenapa?" tanpa Marsel.
Defa diam saja tak menjawab pertanyaan Marsel.
"gak baik lo belajar sambil sedih gitu, gak akan masuk ilmunya" nasihat Marsel pada nya.
Defa tak menggubris ucapan Marsel, dia malah berdiri.
__ADS_1
"ditanya ko gak jawab, gak baik lo" kata Marsel lagi.
"gak apa-apa Marsel, gue mau masuk kelas ya" jawab Defa. Marsel hanya mengikutinya saja, dia bingung dengan sikap wanita kalo sudah seperti itu.
"Defa masuk kelas, Marsel melihatnya dari luar, dia tak mau mengganggu Defa dulu, tapi dia penasaran juga kenapa Defa bisa seperti itu.
Saat istirahat tiba Marsel menemui Defa kembali, dia ingin menghibur Defa, ada disaat Defa membutuhkanya.
Sangat mudah mencari Defa, karena kalo bukan taman pasti di perpus, jarang sekali ke kantin.
Marsel melihat Defa sedang duduk, di depanya ada beberapa buku yang sudah dia siapkan untuk dipinjam.
Marsel duduk mendekati Defa, tapi Defa diam saja tak merespon kedatangan Marsel.
"dieum aja, udah makan belum?" tanya Marsel, dia bingung cara membuat Defa tersenyum.
"udah.." jawab Defa.
"makan apa, gak ke kantin gak bawa dari rumah" Marsel berusaha membuat Defa bicara.
"tadi udah di rumah"
"gak apa-apa Marsel" Defa gemes ditanya-tanya terus"
"he...jajan yuk" Marsel mengajak Defa ke tempat jajanan yang tak jauh dari taman tersebut.
"gak ah" jawab Defa singkat.
"kalo gitu terus gue traktir semua yang ada disini buat makan depan lo, mau?" jawab Marsel.
"apaan sih" makanya makan ya, sehat"jawab Marsel.
"emang harus makan apa sih?" Defa balik nanya, ditanya seperti itu Marsel gelagapan sendiri.
"ya itu, tinggal milih, mau makan apa?" jawab Marsel.
"udah ah, masuk kelas dulu" Kata Defa sambil berdiri akan pergi dari sana.
__ADS_1
"jangan dong, temenin dulu aja ya, nih gue beli bakso"
"iya.." jawab Defa.
"mau gak, enak lo ségèr..."
"gak ah" jawab Defa, dia membaca kembali sambil menunggu Marsel makan dulu.
"mama sama papa apa kabar?" tanpa Marsel.
"baik" jawab Defa.
"tumben gak dikasih bekal"
"mama sama papa lagi gak ada" jawab Defa.
"kemana emang?"
"lagi ada keperluan"
" oh...pantesan lo dieum aja"
"heum"
"santai aja, masih harus bersyukur karena papa sama mama pasti akan pulang cepat" kata Marsel.
"coba lo jadi gue, pasti lo gak kan kuat, punya orang tua tapi gak pernah menjenguk, sibuk terus dengan urusan mereka.
Defa memperhatikan Marsel dari dekat. Dia merasa egois kalo dibandingkan sama Marsel.
"yaudah ntar siang jalan yuk?" ajak Marsel.
"kemana?" Defa pun merespon, Marsel merasa senang.
"kemana aja yang lo mau" jawab Marsel dengan penuh harap.
"boleh deh" jawab Defa.
__ADS_1
Marsel serasa seperti ketiban durian runtuh, senangnya bertubi-tubi, dia tak menyangka Defa mau diajak olehnya.
Defa yang mengiyakan Marsel pun merasakan hal yang sama, pipinya merona karena malu, dia tak sanggup menahan buncahan hatinya, tanpa sadar meninggalkan Marsel disana.