
Defa benar-benar ingin bersama mama nya, dia segera berlari mencari mama nya dan menguasainya, hingga Defano tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Defa kan udah gede masa nempel sama mama terus?" kata Defano pada Defa yang tak mau melepaskan dirinya dari Difia, Defa terus mengikuti mama nya, walaupun mamanya sedang sibuk memasak untuknya.
"iya Defa udah gede, makanya butuh mama, papa ngalah napa?" jawab Defa.
"udah ah pa, ngalah bentar aja sama anak, malu lo udah tua ko masih ngeyel" kata Difia sambil tersenyum.
"kamu tuh ya" Defano gemas sendiri pada Defa yang benar-benar membuatnya tak berkutik.
"iya..papa kan udah sama mama lama kemarin, sekarang bagian Defa" kata Dega yang bahagia karena dibantu mamanya.
"terserah, tapi 1 malam aja ya, besoknya enggak" jawab Defano.
"papa pelit banget sama anak sendiri" Defa merajuk pada papanya.
"udah sayang jangan merajuk terus, kan mama juga gak kemana-mana" Difia menengahi papa dan anak yang saling berebutan itu.
"iya deh iya" Defa akhirnya mengalah, mereka masak bersama untuk sarapan, setelah dikira cukup Defa masuk lagi ke kamarnya untuk segera bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Merekapun makan bersama dengan hidmatnya.
Defa baru saja selesai sarapan, dia membereskan bekas makanya sendiri ke tempat cucian, setelah itu segera berpamitan untuk sekolah.
__ADS_1
"pa..ma..Defa duluan ya"
"iya sayang, yang rajin sekolahnya ya dan jangan lupa pintar" Difia menasihati anaknya.
"pasti ma" kata Defa.
Defa pun keluar rumah, dia tak memperhatikan apapun, langsung membuka pagar rumahnya dan akan berangkat menuju sekolah.
Tanpa Defa sadari ada yang sedang memperhatikanya dari belakang, dia tersenyum melihat Defa yang yang sedang berdiri di pinggir jalan. Defa melihat jam tangan diapun masih berdiri, tapi tak lama datanglah ojek yang akan mengantarkanya ke tujuan.
Orang yang di dalam mobil merasa kaget saat Defa pergi dengan ojek, dia malah duduk diam tanpa mengajak Defa bareng berangkat ke sekolah.
"duh kenapa gue malah ngelamun, jadi malah ditinggalkan gue" kata orang itu"
Defa yang sedang anteng di motor tak memperhatikan sekitarnya, dia hanya diam menunggu ojeknya sampai ke sekolah, tapi ojek yang dia tumpangi merasa tak enak hati, dari tadi dia merasa diikuti oleh mobil yang ada dibelakangnya.
"Maaf dek kayaknya kita sedang diikuti dari belakang" kata supir ojek itu.
"ah masa mas, kayaknya gak deh, barengan kali mau ke sekolah" jawab Defa.
"tapi dari tadi dia mengikuti terus, saya belok, saya lurus bahkan saya çepet dia ngikutin juga" jawab supir ojeknya.
"masa?mas perasaan doang kayaknya!" Defa terus beralasan, padahal dia juga mulai deg-degan.
__ADS_1
"ya semoga saja bukan orang jahat" kata supir ojek itu.
hati Defa merasa penasaran dengan orang yang diceritakan, dia pun melihat mobil yang ada dibelakangnya.
Defa memperhatikanya, dia merasa familiar dengan mobil yang dia lihat.
"ko gue ngerasa kenan ya dengan mobil itu, tapi dimana ya?" gumamnya dalam hati.
Defa terus memperhatikannya, tapi dia masih belum menemukan jawabannya.
"udah sampe ya" kata ojeknya.
Defa yang melamun, malah terhenyak, dia pun segera turun dari motor dan membayar ongkosnya.
Diapun segera menuju gerbang, tak lama mobil yang mengikuti Defa pun sampe, Defa pun berbalik melihat mobil itu, seseorang pun keluar dan membuat Defa ber oh ria.
"oh..pantesan ngerasa kenal, Marsel toh" gumamnya.
Marsel yang melihat Defa langsung menghampirinya, dia menggoda Defa.
"kenapa pacar, kangen ya?" kata Marsel sambil menaik turunkan alisnya.
"heum" jawab Defa....
__ADS_1