Cinta Difia

Cinta Difia
London


__ADS_3

Marsel dengan mobilnya segera menuju ke airport, tiket dan lainya sudah dipesankan oleh assistenya.


Marsel sebenarnya tak ingin berangkat, dia tak sanggup untuk jaih dari Defa, tapi apalah daya pekerjaan harus segera selesai, supaya lebih banyak waktu luang bersama Defa.


Selepas kepergia Marsel tak dipungkiri hati Defa merasa kosong, tak seperti biasanya.


Defa ingin tau kabar Marsel tapi mereka tak pernah sekalipun saling menghubungi.


Defa terdiam duduk di pinggir ranjang, dia memikirkan Marsel sebentar, "ah sudah lah bukan urusan gue juga. Defa tak mau terlalu larut dalam kegalauan.


Marsel duduk dekat jendela pesawat, dia menatap kosong langit berawan putih. Karena lama nya waktu Marsel pun tidur di pesawat.


Jam demi jam pun berlalu, Marsel yang sedang dalam perjalanan pun akhirnya sampai juga menuju London, scedul sudah di buat padat oleh assistenya karena Marsel ingin secepatnya pulang lagi ke indonesia.


Hal pertama yang dia lakukan adalah menemui orangtuanya di kantor, karena jarang sekali mereka di rumah, Marsel langsung menuju tempat direksi perusahaan, dia dijemput oleh orang ya g diutus orang tuanya.


Tak ada raut wajah yang menggambarkan kebahagiaan di wajahnya. Orang tuanya tak terlalu memperhatikan kebutuhanya, hanya materi yang dia dapat, jarang sekali bertemu dengan mereka, sekalinya ketemu mereka biasa-biasa saja.


Marsel pun masuk ke ruangan orangtuanya, di sana ayahnya sudah menunggu beserta ibunya.


" hai nak udah sampai ya?jam berapa dari sana?" ibunya Marsel langsung menyambut Marsel dengan senang, dia memeluk putra semata wayangnya itu dan mengajaknya duduk di kursi.


"Marsel sehat bu, ibu dan ayah gimana?" Marsel berbalik nanya dengan sopan, kedua orang tuanya saling mamandang kemudian melihat Marsel lagi.

__ADS_1


"kami baik-baik saja, maafkan ibu yang jarang sekali menjengukmu disana, pekerjaan ayahmu ini tiada henti" ibunya merasa bersalah pada Marsel, dia juga melihat kecanggungan di wajah Marsel, padahal sejatinya mereka adalah terdekat Marsel.


Marsel tak menanggapi kata-kata ibunya, hatinya terlalu sakit jika harus membahas itu.


"Begini ayah ibu, mungkin ayah dan ibu sudah tau tentang perusahaan kita yang ada di Indonesia, di sana sedang mangalami ke kacauan, kalo tidak segera diselesaikan makan perusahaan mungkin sebentar lagi akan tutup" Marsel menuturkan dengan hati-hati.


"apa sudah kamu berusaha mancari akar masalahnya?" kata ayahnya.


"saya sudah berusaha mancari, meneliti dan menemukan orangnya, cuma yang jadi permasalahan di sini apa ayah dan ibu percaya padaku atau tidak" Marsel berbicara dengan hati-hati.


"kamu punya bukti nya?"ibunya Marsel langsung tertarik dan mendekatinya.


Marsel hanya mengangguk, dia membawa beberapa salinan bukti semua kejahatan yang dilakukan oleh orang yang dicurigai.


Ayahnya Marsel yang merupakan pengusaha terkenal dengan kehebatan dalam bisnisnya tersebut tak tinggal diam, dia segera memerintahkan seseorang untuk menyelidikinya.


Hanya dalam waktu satu jam orang kepercayaan pak Ricard ayahnya Marsel dapat menemukan semua bukti tersebut.


Selama ini Pak Ricard bukanya tak tau tapi dia hanya ingin melihat kejujuran dari orang kepercayaanya tersebut, tapi setelah di teliti dana perusahaan malah disalah gunakan untuk membiayai perusahaan baru milik Mr.Diego, orang kepercayaan keluarga.


Setelah semua bukti terkumpul, Pak Ricard segera menghubungi semua koleganya, mereka akan mengadakan rapat dadakan.


Malam hari mereka semua berkumpul, banyak yang tak menyangka dengan semua ini, tapi bukti yang sangat kuat mengarah pada Mr. Diego.

__ADS_1


Keluarga besar pun berkumpul, mereka semua mengadakan pertemuan di sebuah restoran elit dekat dengan perusahaanya.


"kita semua telah tau sepak terjang Mr. Diego, dia adalah orang yang sangat berkompeten" kata salah satu keluarganya.


"ni perusahaan, menanggung ribuan karyawan, sebaiknya Mr. Diego segera di tahan ke kantor polisi" kata salah seorang kerabat.


"jangan terlalu enak, kita copot semua jabatanya, kita buang daripada mengganggu aktifitas usaha kita" kata yang lainya.


Mereka terus berdebat, dan menentukan langkah- langkah yang harus mereka lakukan, karena Mr. Diego juga sudah pasti sedikit banyak sudah tau kekurangan dan kelebihan perusahaan.


Perwakilan perusahaan mengusulkan supaya mengusut perusahaan baru yang dibentuk Mr.Diego, mereka juga mencari sekutu Mr. Diego yang telah membantu memuluskan rencana jahat Mr.Diego.


Dalam sekedap Mr. diego telah di blaklist dari daftar nama petinggi perusahaan, dia masuk dalam pencarian orang yang berbahaya.


Mr. Diego yang ada di apartemenya tanpa pemberitahuan langsung dibawa paksa oleh kepolisian. Dia banyak mengumpat, tapi tak ada yang mampu membantunya.


Semua aset miliknya dibekukan, dan sejumlah dana yang telah diambil pun disita kepolisian.


"pasti ini ulah anak sialan itu, anak itu ternyata tak bisa dianggap remeh, saya harus melakukan sesuatu padanya" kata Mr. Diego dengan penuh amarah.


Di kantor polisi tak ada satu orang pun yang menjenguknya, karena dia memang bukan warga Indo, hanya punya pasport sebagai pekerja saja.


Mr. Diego juga tak menikah padahal sudah berumur, hidupnya hanya seorang diri, dia menghabiskan waktu di kantor dan di club saja, makanya sikapnya sangat tidak baik.

__ADS_1


__ADS_2