
Defa berjalan langsung menuju kelas setelah sebelumnya berpisah dengan Marsel karena kelas mereka yang arahnya berbeda, Marsel juga buru-buru masuk kelas setelah tadi puas menggoda Defa.
Sampai di kelas teman-temannya sudah hampir semua datang, walaupun Defa cuek tapi dia hafal semua teman sekelasnya.
Fira menyambutnya di bangku tempat mereka belajar.
"selamat datang cantik, ko gak dianterin,pawangnya mana?" Fira mencari keberadaan Marsel yang biasanya mengantar Fira ke kelas.
"udah duluan dia ke kelas, kenapa gitu?" jawab Defa asal, dia tau banyak siswi yang menyukai Marsel termasuk Fira.
"nanya aja say, curigaan gitu" Mata Fira sambil senyum-senyum gak jelas.
"cari aja noh ke kelasnya biar ketemu mah" kata Defa acuh.
"gak ah udah berpaling hati sekarang" jawab Fira.
"tumben" kata Defa lagi pada Fira yang cengengesan.
"lo gak tau apa, menurut kabar bakal ada murid baru lo di kelas kita, katanya ganteng banget lo" Fira bercerita dengan semangat dan mata bersinar.
"hadeuh masih soal cowok ya?" jawab Defa sambil geleng-geleng, dia merasa aneh kenapa teman-teman siswinya sangat malah mikirin laki-laki bukannya belajar.
"apa?normal dong kita kan udah gede say, lo aja udah punya masa gue nggak seh"
__ADS_1
"kapan gue nyari cowok, tapi terserah lo juga sih, tapi inget tetep belajar" Jawab Defa pada temannya yang pemalas itu.
"tenang sobat...selama masih ada Defa kita aman" Jawab Fira yang malah membuat Defa meliriknya.
"hehe, gak apa-apa kan dikit, berbagi itu indah lo" Kata Fira lagi.
"terserah lo" Jawab Defa, ketika mereka masih berdebat datanglah guru ke kelas mereka, Defa dan teman-temanya pun segera mempersiapkan diri untuk memulai pelajaranya.
"anak-anak tolong perhatian sebentar, hari ini kita akan kedatangan teman baru yang langsung dari Korea, smoga kalian bisa membantunya supaya dia bisa cepat beradaptasi dengan kita semua" Pak guru memberikan pengumumanya.
"mana pak orangnya?" kata Fira sambil mencoba mengintip dari jendela kelas.
"sabar ya sebentar lagi sampai, jangan dibuli, ingat dia teman kita juga" jawab pak guru pada Fira dan anak lainnya.
Saat pak guru akan mulai menulis di papan tulis pintu ada yang mengetuk.
"silahkan masuk" kata pak guru sambil membukakan pintunya.
munculah seseorang dengan wajah khas Korea dan mata yang sipit.
"waaaaah....gantengnya" kata Fira sambil melotot
Defa mengusap mukanya Fira.
__ADS_1
"ih liurmu pada keluar semua tuh"
"enak aja" kata Fira sewot.
" tenang...tenang..harap semuanya tenang ya"kata Pak guru.
"silahkan masuk dan langsung perkenalkan diri kamu kata pak guru.
" perkenalkan nama saya Jimin" semua berteriak mendengar penuturan teman barunya itu.
"Artis korea ya?" teman-temanya malah menggoda nya.
"tapi ko....gak mirip ya???" semua siswi saling menggoda Jimin si anak baru.
"anak-anak sudah-sudah, Jimin kamu duduk dekat Defa aja, dia paling netral diantara semuanya" siswi-siswi berteriak karena merasa cemburu, tapi apa mau di kata pak guru sudah berkata begitu mereka lebih baik menurut saja.
Fira yang biasa duduk dengan Defa mau tau menyingkir menjauh karena pak guru masih melihatnya.
"Jimin kenalin aku Fira" bisik Fira sambil mengulurkan tangan, Jimin pun menerimanya, sedangkan Defa bersikap acuh seperti biasanya.
Jimin melirik Defa, tapi Defa tak terlalu menghiraukanya dia fokus dengan pelajaranya.
"santai aja dia baik ko, cuman gitu rada acuh" bisik Fira. Yang melihat Fira sok dekat dengan Jimin, hanya melempar bulatan kertas yang mereka buat. Fira membalikan badan dan memeletkan lidahnya, teman-teman pada menyorakinya.
__ADS_1