
Defa dan Marsel makan bersama, Bi Isah yang memperhatikan mereka senyum-senyum sendiri, dia membayangkan hal-hal diluar nalar.
Tanpa ragu Defa melayani Marsel, dia merasa itu biasa saja karena Marsel yang diam kelamaan sedangkan dia udah lapar, mau gak mau dia mengambilkan makanan buat Marsel.
"ini cobain makanan bi Isah, enak semua, dan ini tahu khas di sini" Defa menyimpan semua menu di piring Marsel. Marsel melotot melihat piringnya penuh dengan nasi dan lauk, awalnya dia senang aja dilayani Defa, tapi pas melihat piring nya penuh Marsel jadi meneguk ludahnya sendiri sambil mengusap-ngusap tengkuknya.
"ini gak salah ngasih aku makan sebanyak ini?" sebelum makan Marsel bertanya dulu pada Defa, Defa hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Marsel, dia anteng dengan makanan nya.
Marsel melihat-lihat dulu isi piringnya, dia intai mulai dari mana dia makan, namun perlahan dia mulai memakanya, sambil sesekali melihat ke Defa, orang yang dilihat hanya diam saja sambil makan.
Satu persatu lauk dalam piring Marsel habis, Defa sudah selesai duluan, sedangkan Marsel masih ada beberapa suap lagi, Marsel sudah kenyang sebenarnya, tapi dia gak enak hati kalo makanan nya gak dihabiskan.
Setelah Defa makan, dia mengeluarkan sesuatu dari dapur, dia duduk memperhatikan Marsel yang sedang makan. Marsel pipinya gembung karena penuh dengan makanan, dia ingin segera menghabiskanya.
"masih mau nambah gak?" Defa bertanya sambil makan tahu dipiring yang dibawanya., Marsel yang mulutnya penuh makanan tak bisa menjawab, dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, perutnya sudah hampir meledak makan se banyak itu.
Defa memberikan minum ke Marsel, dia kasian juga melihat Marsel yang kesusahan menelan makanan di mulutnya.
"gimana kenyang?" Defa bertanya dengan polos, seolah-olah merasa tak berdosa melihat Marsel kekenyangan karena makan.
"kenyang banget, kamu tega ih" Marsel merajuk, dia merasa dikerjain sama Defa, Defa mah cuek aja.
"makanya kalo diajak makan tuh cepetan, jangan kelamaan, kalo kurang suka menu nya bilang" Defa mengeluarkan unek-uneknya.
"he..iya maaf, habis nya kayaknya semuanya enak, jadi bingung" Marsel mencoba memberi alasan.
"berarti gak salah dong semua menu masuk ke piring, jadi ke makan semua kan?"
"iya" Marsel tak mau berdebat dikala perutnya kekenyangan.
Setelah semua bekas makan dibereskan Defa sudah bersiap-siap lagi, dia ingin pergi jalan-jalan sendirian, dengan outfit yang lucu, memakai overall, tas gendong kecil, rambut diikat kuda poni dia tampil sangat mempesona, cute dan lucu sekali, Marsel yang melihat merasa takjub dengan Defa, dia memandang tanpa berkedip.
"Marsel kamu gak pulang ke hotel apa?"Defa merasa kurang nyaman Marsel masih di sana, dari pagi bersamanya. Marsel yang di tanya hanya diam mamandang Defa, dia mampu mengeluarkan suaranya.
" kamu malah dieum, kalo mau dirumah mah sok aja sama bi Isah, gue mau keluar dulu bentar" Defa langsung keluar setelah memberitahu Marsel, dia membawa motor metic, mamakai helm lucu yang bertengger di kepalanya. Marsel yang baru sadarpun langsung mengejarnya, tak perduli dengan perutnya yang masih terasa penuh.
__ADS_1
"Defa..Fa tunggu,"Marsel mencoba menyusul Defa yang sudah naik motor. Dia berusaha lari dan berteriak sekencang mungkin, Defa yang sudah menjalankan motornya pun melihat Marsel daei sepion, dia berhenti menunggu Marsel.
" apa sih, waktunya gak lama nih, ntar malam udah harus pulang lagi, besok kan sekolah" Defa berdecak, dia heran Marsel mengganggunya terus.
" gue ikut lah?" kata Marsel setelah sampai di depan Defa, dia tak mau melewatkan waktu begitu saja bersama Defa, karena setelah sekolah nanti dia akan susah untuk bertemu denganya.
"ikut lagi, ya ampun, emang kamu gak ada kerjaan lain apa?" Defa kesal juga dibuatnya.
"plis ya gue ikut" Marsel memohon dengan muka memelas pada Defa.
"lo pergi sendiri aja gih, gampang kan?" Defa masih beralasan membawa Defa.
"plis ya, gue kan gak ada temenya di sini" Marsel masih berusaha merayu Defa.
Melihat Marsel memelas seperti itu, dia merasa kasian.
"heuh....kenapa sih nih anak nempel mulu, gatot deh semua rencana gue" kata Defa dalam hati..tapi dia tak menunjukanya, dia tak mau Marsel sakitar hati.
"ya udah hayu, cepetan...keburu sore ni" kata Defa yang sudah agak kesal.
"Ya Allah terimaksih atas karuniaMu, saya bahagia banget" Marsel bergumam dalam hati.
"Mau ikut gak, gue tinggal nih" kata-kata Defa membuatnya tersadar, dia segera naik motor dan membonceng Defa.
Mereka pun tiba di tempat jajanan dan oleholeh, Defa dan Marsel seperti sepasang ke kasih, mereka jalan apa saja yang menarik menurut mereka, sekalian Defa membeli buat orang tuanya di rumah.
"Sel gue beli makaroni dulu ya, sok aja kalo lo mau cari jajanan lain mah" kata Defa memberikan kabebasan pada Marsel.
"gak ko, gue temenin lo aja, gue juga mau beli" Marsel beralasan, padahal sebenarnya dia tak mau jauh dari Defa, apalagi dia melihat para lelaki sempat-sempatnya melirik Defa, padahal jelas-jelas Defa bersamanya.
Defa pun memesan makaroninya, dia suka yang gak terlalu pedas. "lo mau beli gak, tadi kan katanya mau beli?" Defa bertanya pada Marsel karena Marsel dari tadi hanya diam saja. "yaudah samain aja sama lo" Kata Marsel padahal sebenarnya dia gak fokus karena dia hanya terus berjaga-jaga pafa mata lelaki yang melirik Defa.
"klo bisa gue colok tuh mata, enak aja pandang-pandang Defa gue" Kata Marsel dalam hati.
Mereka terus berjalan, motor sudah mereka titipkan ditempat penitipan, jadi mereka bisa bebas jalan-jalan mencari makanan, apalagi tempat nya memang khusus untuk wisata kuliner, jadi Defa hampir kalap dibuatnya.
__ADS_1
Ditangan Defa dan Marsel sudah ada beberapa paperbag makanan yang mereka beli, tiba-tiba Defamelihat stan penjual tahu langgananya, ada beberapa meja kursi yang sengaja disimpan untuk pembeli, jadi mereka bisa makan di tempat.
" Sel gue mau beli tahu ya, lo mau gak?" Defa menawarkan makanan kesukaanya pada Marsel, Marsel yang gak terlalu suka bingung dibuatnya.
"gue nemenin ajalah, kalo mau makan sok aja" kata Marsel dengan bijak" yaudah lo tunggu di sini gue yang pesan ya" Kata Defa sambil dia pergi ke penjual nya tanpa menunggu persutujuan Marsel.
Marsel pun duduk menunggu Defa di tempat yang sudah Defa pilih. Marsel memeriksa HP nya sebentar, dia melihat sekeliling ternyata tempatnya memang nyaman, banyak juga muda mudi yang sedang jalan-jalan atau sekedar jajan di sana.
Marsel menunggu Defa sambil memainkan game kesukaanya. Beberapa menit dia menunggu, Defa belum datang, dia pun memfokuskan pandanganya, terlihat Defa ngobrol dengan laki-laki yang lumayan tampan berseragam dinas dengan baju menempel pas di badannya, Defa terlihat akrab sambil sesekali tersenyum.
Entah mengapa dalam hati Marsel merasa tak suka dengan laki-laki itu, dia juga merasa kesal pada Defa. Tanpa sadar Marsel malangkahkan kakinya ke arah Defa, dia langsung memegang tangan Defa dan membawanya kembali ke tempat yang tadi.
"Marsel apaan sih gak sopan banget main tarik-tarik segala" Defa kesal sama Marsel, Marsel hanya diam saja, padahal tangan ya sudah mengepal di bawah meja.
"jangan ngobrol sama cowok lain lagi" Marsel pun berbicara.
"lah apa urusanya, lagian dia temen gue di sini, wajar aja dong lama gak ketemu kita ngobrol walaupun gak lama karena ada orang gak jelas kata Defa menyindir Marsel
"kita pulang aja, tahunya bungkus kalo mau" kata Marsel menahan emosi.
"duluan aja, gue pesenin ojek kalo mau " Defa tanpa merasa bersalah menjawab Marsel.
"kita pulang" kata Marsel
"gak ah, gue masih pengen di sini"
"pokonya pulang" kata Marsel sambil memegang tangan Defa dan membawa nya ke tempat motor tadi.
" cepet naik, kita kembali ke villa" Perintah Marsel sambil menyimpan hasil belnjaan mereka di Motor.
Marsel dan Defa seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, mereka diam-diaman saja di motor.
Mereka pun sampai di villa, Marsel langsung menuntun Defa masuk ke dalam.
"diam di sini jangan kemana-mana, gue ke hotel sebentar" kata Marsel dengan ekspresi yang tidak terbaca oleh Defa.
__ADS_1
Marsel pun segera pergi membawa motor punya Defa.