
Defa dan Marsel pun berangkat ke Ciwalk bersama, mereka tak nerencanakan apapun, hanya ingin jalan-jalan.
"Sel lo pernah kesana gak?" hanya Defa yang memang anak rumahan, dia tak pernah maen terlalu jauh dari rumah, karena selama ini teman yang dekat hanya Fira saja.
Defa pun tak pernah berkeinginan untuk maen ke Ciwalk juga, karena menurutnya sama saja, mau maen di Mall yang deket atau yang jauh, hanya jarak saja yang membedakan.
"gue pernah kesana bareng teman-teman, jadi lo tenang aja" kata Marsel meyakinkan Defa, dia tak ingin Defa khawatir padanya.
"iya den percaya anak gaul gitu" Defa malah menggoda Marsel.
"ya gak gitu juga" Marsel jadi merasa Mali sendiri karena perkataanya, tapi dia juga senang karena hubunganya dengan Defa makin mencair.
Satu jam berlalu karena macet dan semacamnya mereka pun sampai di tempat yang dituju. Disana ternyata tempatnya sangat cocok untuk anak muda, disediakan banyak spot cantik untuk ber foto atau sekedar duduk-duduk cantik.
Defa dan Marsel pun mencari tempat yang sesuai keinginan mereka, tempatnya nyaman dan tak terlalu berisik, sehingga cocok sekali untuk ke dua orang itu yang memang mempunyai sifat intropet
Defa dan Marsel memesan minuman, mereka pun menikmati susana yang ada disana.
Defa melihat pemandangan diluar, disana ada taman yang di dalamnya lengkap berbagai permainan anak, sehingga banyak anak-anak yang main disana yang di temani orangtuanya.
Marsel tadinya hanya menatap Defa, dia merasa mimpi bisa dekat denganya.
Defa yang dilihat Marsel seolah tak perduli, dia masih fokus pada pemandangan diluar.
__ADS_1
"Mau sampai kapan kita disini?" kata Dega yang menyadarkan Marsel dari tatapanya.
"em..udah gak cape gitu?" tanya Balik Marsel.
"gak ko dari tadi juga biasa aja" jawab Defa.
"yuk kalo gitu kita keliling sekarang" anak Marsel pada Defa.
"ok" jawab Deda sambil tersenyum bahagia, Marsel yang melihatnya juga merasakan kebahagian yang lebih dari kebersamaanya.
Defa dan Marsel berkeliling, mereka berbelanja berbgai pernak pernik yang lucu-lucu. Walaupun Defa terkesan cuek tapi ternyata dia juga suka dengan hal-hal yang lucu dan manis seperti wanita pada umumnya.
Gantungan HP, gantungan gas, boneka kecil, bingkai foto, hiasan-hiasan dinding yang dia belum punya pun dia beli.
Marsel makin kagum dengan kepribadian Defa, dia tak suka memanfaatkan kebaikan orang lain, dan selalu berbelanja hal yang menurutnya përlu.
"Sel lo cape ya, maaf gue kalap kayaknya, lucu-lucu banget" kata Defa sambil dia memperlihatkan gantungan kunci yang dia pilih.
"kalo masih mau lo ambil aja, gue yang bayarin" Marsel memberikan tawaran pada Defa.
"gak ah, udah banyak ko, kayaknya udah cukup dhe segini aja" jawab Defa.
"lo gak beli apa-apa?" tanya Defa yang fokus pada Marsel yang hanya membawa belanjaanya saja.
__ADS_1
"gak ah gue gak tau butuh apa, kayaknya semua udah ada" jawab Marsel.
"yakin lo, mumpung masih disini" kata Defa.
"lo yang pilihin kalo gitu, mau gak?" tanya Marsel, dia tak terlalu berharap, hanya ingin ngetes Defa aja.
"emang lo mau gue pilihin?"tanya Defa.
" boleh, kali aja cocok"jawab Marsel, Defa pun mencoba mencari-cari barang yang sekiranya cocok menurutnya.
Beberapa menit kemudian mereka pun Duduk, Defa memperlihatkan barang -barang pilihanya yang sudah dia bungkus.
"Nih buat lo, kali aja lo suka" kata Defa sambil menyerahkan paperbag kecil ke Marsel.
"berapa?"tanya Marsel.
" udah lo bawa aja" jawab Defa.
"lo ko malah ngasih, gue bayar aja" kata Marsel lagi.
"gak usah, lagian lo kan udah ngajak gue jalan-jalan, makasih ya" jawab Defa.
Marsel tak mampu berkata apa-apa lagi, dia sangat bangga pada kebaikan Defa.
__ADS_1